Disclaimer: Postingan panjang. Harap bersiap-siap meluangkan waktu untuk cerita pendek ini…
Cerita ini merupakan kisah nyata seorang tante yang saya temui di Bali, tetapi detail yang saya sebutkan mungkin tidak sesuai dengan kisah aslinya. Saya menuliskan apa yang saya tangkap dari yang diceritakan tante. Sebut saja Ami (bukan nama sebenarnya). Tante Ami bercerita mengenai pengalaman hidupnya ketika masa kuliah.
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, Ami sedang menjalankan semester terakhir dan berusaha menyelesaikan skripsi. Disaat itu pula, 2 minggu yang akan datang, Ami akan dipersunting oleh seorang pria yang bernama Iman (bukan nama sebenarnya).
Ami dan Iman telah berpacaran selama 7 tahun. Iman merupakan teman SD Ami. Mereka telah kenal selama 14 tahun. Masa 7 tahun adalah masa pertemanan, dan kemudian dilanjutkan ke masa pacaran. Mereka bahkan telah bertunangan dan 2 minggu ke depan, Ami dan Iman akan melangsungkan ijab kabul.
Entah mimpi apa semalam, tiba-tiba Ami dikejutkan oleh suatu berita.
Adiknya Iman: Mbak Ami, Mbak Ami. Mas Iman…Mas Iman….kena musibah!
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
Saat itu Ami tidak mengetahui musibah apa yang menimpa Iman. Kemudian sang adik melanjutkan beritanya…
Adiknya Iman: Mas Iman…kecelakaan…dan..meninggal…
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
…dan Ami kemudian pingsan…
Setelah bangun, Ami dihadapkan oleh mayat tunangannya. Ami yang shock berat tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tidak ada air mata yang mengalir.
Ketika memandikan jenazahnya, Amit terdiam. Ami memeluk tubuh Iman yang sudah dingin dengan begitu erat dan tak mau melepaskannya hingga akhirnya orang tua Iman mencoba meminta Ami agar tabah menghadapi semua ini.
Setelah dikuburkan, Ami tetap terdiam. Ia berdoa khusyuk di depan kuburan Iman.
Sampai seminggu ke depan, Ami tak punya nafsu makan. Ia hanya makan sedikit. Ia pun tak banyak bicara. Menangis pun tidak. Skripsinya terlantar begitu saja. Orangtua Ami pun semakin cemas melihat sikap anaknya tersebut.
Akhirnya bapaknya Ami memarahi Ami. Sang bapak sengaja menekan anak tersebut supaya ia mengeluarkan air mata. Tentu berat bagi Ami kehilangan orang yang dicintainya, tapi tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Rasanya beban Ami belum dikeluarkan.
Setelah dimarahi oleh bapaknya, barulah Ami menangis. Tumpahlah semua kesedihan hatinya. Setidaknya, satu beban telah berkurang.
…tiga bulan kemudian…
Skripsi Ami belum juga kelar. Orangtuanya pun tidak mengharap banyak karena sangat mengerti keadaan Ami. Sepeninggal Iman, Ami masih terus meratapi dan merasa Iman hanya pergi jauh. Nanti juga kembali, pikirnya.
Di dalam wajah sendunya, tiba-tiba ada seorang pria yang tertarik melihat Ami. Satria namanya (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik dengan paras Ami yang manis dan pendiam. Satria pun mencoba mencaritahu tentang Ami dan ia mendengar kisah Ami lengkap dari teman-temannya.
Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Ami, ia coba mendekati Ami. Ami yang hatinya sudah beku, tidak peduli akan kehadiran Satria. Beberapa kali ajakan Satria tidak direspon olehnya.
Satria pun pantang menyerah, sampai akhirnya Ami sedikit luluh. Ami pun mengajak Satria ke kuburan Iman. Disana Ami meminta Satria minta ijin kepada Iman untuk berhubungan dengan Ami. Satria yang begitu menyayangi Ami menuruti keinginan perempuan itu. Ia pun berdoa serta minta ijin kepada kuburan Iman.
Masa pacaran Ami dan Satria begitu unik. Setiap ingin pergi berdua, mereka selalu mampir ke kuburan Iman untuk minta ijin dan memberitahu bahwa hari ini mereka akan pergi kemana. Hal itu terus terjadi berulang-ulang. Tampaknya sampai kapanpun posisi Iman di hati Ami tidak ada yang menggeser. Tetapi Satria pun sangat mengerti hal itu dan tetap rela bersanding disisi Ami, walaupun sebagai orang kedua dihati Ami.
Setahun sudah masa pacaran mereka. Skripsi Ami sudah selesai enam bulan yang lalu dan ia lulus dengan nilai baik. Satria pun memutuskan untuk melamar Ami.
Sebelum melamar Ami, Satria mengunjungi kuburan Iman sendirian. Ini sudah menjadi ritual bagi dirinya. Disana ia mengobrol dengan batu nisan tersebut, membacakan yasin, sekaligus minta ijin untuk melamar Ami. Setelah itu Satria pulang, dan malamnya ia melamar Ami.
Ami tentu saja senang. Tapi tetap saja, di hati Ami masih terkenang sosok Iman. Ami menceritakan bagaimana perasaannya ke Satria dan bagaimana posisi Iman dihatinya. Satria menerima semua itu dengan lapang dada. Baginya, Ami adalah prioritas utamanya. Apapun keinginan Ami, ia akan menuruti semua itu, asalkan Ami bahagia.
Ami pun akhirnya menerima lamaran Satria.
…beberapa bulan setelah menikah…
Di rumah yang damai, terpampang foto perkawinan Ami dan Satria. Tak jauh dari foto tersebut, ada foto perkawinan Ami ukuran 4R. Foto perkawinan biasa, namun ada yang janggal. Di foto tersebut terpampang wajah Ami dan Iman.
Ya, Ami yang masih terus mencintai Iman mengganti foto pasangan disebelahnya dengan wajah Iman. Foto itupun terletak tak jauh dari foto perkawinan Satria dan Ami. Sekilas terlihat foto tersebut hasil rekayasa yang dibuat oleh Ami. Namun Satria mengijinkan Ami meletakkan foto tersebut tak jauh dari foto perkawinan mereka.
Bagaimanapun Ami tetap akan mencintai Iman sekaligus mencintai Satria, suami tercintanya. Dan Satria merupakan pria yang memiliki hati sejati. Baginya, cinta sejatinya adalah Ami. Apapun yang Ami lakukan, ia berusaha menerima semua keadaan itu. Baginya tak ada yang perlu dicemburui dari batu nisan. Ia tetap menjalankan rumah tangganya dengan sakinah, mawaddah dan warramah, hingga saat ini…
Mendengar cerita diatas, terus terang saya merasa sedih, terharu, sekaligus miris. Saya kagum dengan sosok Satria yang ternyata benar-benar mencintai Tante Ami. Saya juga mengerti kepedihan Tante Ami ketika ditinggalkan tunangannya. Tentu rasanya sulit ditinggalkan oleh orang yang sudah membekas dihati.
Akankah ada pria-pria seperti Satria? Saya harap semoga banyak pria yang akan tetap setia kepada seorang wanita, menerima mereka apa adanya.

[Updated]
Menanggapi beberapa komen via YM, saya hanya memberi keterangan bahwa tante Ami telah mempunyai 2 anak dari Om Satria. Mereka mengetahui kisah ini dan sempat menyalahkan tante Ami. Namun tante Ami menegaskan bahwa dirinya sudah tidak ada perasaan lagi dengan mas Iman. Tapi hati orang siapa yang tahu?
By the way, jadi teringat ucapan Mama-nya Fanny (teman ketika liburan di Bali):
Masa lalu adalah masa lalu (past), masa depan adalah masa depan (future). Tetapi masa kini adalah hadiah. Oleh karena itu disebut present. We live for today…so don’t look back.
Januari 24, 2008 pukul 2:07 pm
ceritanya sedih dan mengharukan nih…
Januari 24, 2008 pukul 2:17 pm
saya seperti itu kok…
… tapi cewe2 yg saya cintai tidak mo nerima saya apa adanya
Januari 24, 2008 pukul 2:29 pm
ada kalee…. buktinya banyak juga yang menanti jandanya *halah*
Januari 24, 2008 pukul 2:30 pm
Wah satria itu haibat lha
*
*
syalut neng cK
*menjura*
Januari 24, 2008 pukul 2:35 pm
Speechless, hebat, ter-nyata masih ada orang seperti Satria
*me-lihat ke-pada diri sendiri*
Salam buat Tante-nya ya Chika
Januari 24, 2008 pukul 2:51 pm
Ah, pasti sebentar lagi jadi sinetron…
Tapi ceritanya lebih baik kalo diceritain dengan cara begini aja, daripada jadi sinetron, jdi nggak mutu..
be te we, so sweet story
Januari 24, 2008 pukul 2:53 pm
Ah, sial, keliru login ke WP, jadi gak keluar avatarnya
Januari 24, 2008 pukul 3:04 pm
inih tante-nyah chika apa….chikanya sendiri
*disambit kue*
Januari 24, 2008 pukul 3:07 pm
emng si ami mau sampe tua kaya gitu..???
klo misalkan mereka suatu saat berantem.. pasti ada kalanya si satria menyebut2 soal iman ..
Januari 24, 2008 pukul 3:11 pm
wahh… ada kali orang kaya gitu…
** sambil ngaca **
Januari 24, 2008 pukul 3:15 pm
Januari 24, 2008 pukul 3:16 pm
Wah… gue suka tuh sama tante2…
ada lagi ga? minta contact no nya dong…
hehehe…
Januari 24, 2008 pukul 3:22 pm
*baca komen oom Nazieb*
Tante Chika!! Ayo segera sembunyiin tulisan ini, ntar diliat sutradara senetron, bisa tayang nih!!
Wah, saya lihat karakter saya ada di siniJanuari 24, 2008 pukul 3:36 pm
ternyata ada yang mirip denganku …
Januari 24, 2008 pukul 4:34 pm
ceritanya mengharukan…
salam buat tante yach..
Januari 24, 2008 pukul 4:54 pm
menurut saya, ami nggak adil.
ami harus ikhlas Iman meninggal, dan kalau mau mencintai Satria harus seutuhnya.
Mana bisa cinta dibagi? Saya yakin, setulus apapun kelihatannya, pasti ada yang terlukai dalam hati Satria.
Ohya, saya tadi bicara tentang “adil” ya? Ah saya lupa adil itu kan “harus ada yang dikorbankan”
Hehehehe
Januari 24, 2008 pukul 5:00 pm
eh…kalo iman-nya saya link ke mas iman gimana yah?
*berencana ngedit postingan*
Januari 24, 2008 pukul 5:03 pm
Udah beberapa kali Chika postingannya panjang mulu nih
btw, ini kayak cerita novel deh
Januari 24, 2008 pukul 5:09 pm
uwaaah~
romanticuu~
Januari 24, 2008 pukul 5:10 pm
hah, cinta?!!!
*gatal gatal*
Januari 24, 2008 pukul 5:33 pm
ya selama Mbak Ami sama Mas Satria selalu bisa menempatkan posisi dan saling mengerti mnurutku ngga bakal jadi masalah..
entah seberapa besar perasaan Mbak Ami didalam hatinya kepada mas Satria, dan apakah mas Satria menyimpan sedikit luka pun ngga bakal ada yang tau kecuali Yang Maha Mengerti..
—-namanya jg hati, tak hanya sedalam kolam ikan ..
*ati2 potonya diteliti sama R*y S*r*o
Januari 24, 2008 pukul 5:46 pm
Huuu, cewek mah emang gitu!!
Cowok mahselalu ngasih yang terbaik buat pasangan yang dicintainya (Tsaaaah!!)
Januari 24, 2008 pukul 6:00 pm
smoga tante cK bisa segera mendapatkan lelaki impiannya
undangan dong… undangan…
*ditimpuk vas bunga*
Januari 24, 2008 pukul 6:10 pm
@ tito
hhmm…gimana kalau saya bikin cerpen tentang perempuan setia
kayak saya?@ itikkecil
wakakakakk…
@ goop
saya juga salut sama si om itu…
@ extremusmilitis
iya tuh. saya pas dengerinnya juga kagum. padahal anak-anaknya sering protes ke tante ami karena masih majang foto om iman. tapi om satrianya malah cuek-cuek aja tuh..
@ nazieb
kalau dijadiin sinetron gimana ya?
*lirik sutradara*
@ abeeayang™
saya khan belum setua itu!
@ funkshit
kalau bagian yang berantem, saya nggak diceritain tuh.
@ suprie
…dan kacanya pun pecah…
@ koecing
*ngasih sapu tangan*
@ tukang ketik
buset. buat apa?
@ goenawan lee
dibikin sinetron juga gapapa…
tapi mesti minta ijin dulu sama tante ami.
@ dee
mirip yoo~?
*agak eneg*
@ ina
iya nih. mengharukan…
@ antobilang
saya juga mengerti gimana perasaan satria saat itu. tapi mau bagaimana? tante ami pun bercerita sekarang ia sudah sepenuhnya mencintai satria. namun perasaannya terhadap iman juga tidak akan hilang. seperti rasa sayang kepada keluarga. nggak bisa hilang…
@ erma
maaf kalau panjang-panjang..
@ sare’
iyaaa…
@ danalingga
*ngasih obat alergi*
@ rie ndak login
wiiih…komennya dalem banget tuh rie. lagi jatuh cinta ya?
@ payjo
cih.. >_>
saya ga gitu kok.
@ caplang[dot]net
yayaya…makasih atas doa-nya..
Januari 24, 2008 pukul 6:26 pm
Ada ya yg gitu, Cowok kaya gitu 1000 : satu kali yaa.. jarangjarang euy..
Beruntung banget tuh si Ami..
Januari 24, 2008 pukul 6:28 pm
iya chik iya….
hmmmmmm kalok chika udah tua kayak apa yaks?
*mbayangin chika udah peot*
*di lempar kueh*
Januari 24, 2008 pukul 6:29 pm
@ sarah
yang satu itu aku sar
*tepuk dada*
Januari 24, 2008 pukul 6:31 pm
tapi dipikir2…kayak sinetron yaks…
*panggil produser*
Januari 24, 2008 pukul 6:41 pm
*gatel gatel telah sembuh*
Ah, ternyata hidup memang hanya sebuah sinetron.
Januari 24, 2008 pukul 6:42 pm
Turut bersuka- cita ma Tante Ami yang amat sangat beruntung,
Turut berduka- cita ma Mas Satria yang amat sangat b@#untung,
Januari 24, 2008 pukul 6:46 pm
Jangan kuatir chik, cinta sayah ke Chika kayak cinta oom Satria sama tante Ami kok….
Ndak usah sedih lagee, yaahh….
Januari 24, 2008 pukul 7:09 pm
uhuy… yang nunggu punya poto terpajang dengan seseorang reeeek… *siyul siyul*
apakah satria itu nanti = si Abang ya Chik?
Januari 24, 2008 pukul 7:26 pm
hmmm …. melepaskan memang lebih berat drpd mendapatkan
Januari 24, 2008 pukul 7:40 pm
perempuan yg gila.tidak patut dicontoh!! sayang critanya ga lengkap.apakah ami punya anak?gimanakah pandangan anaknya terhadap dia?apakah ami percaya Tuhan? tidakkah ami tau life must goes on.
kalo ketemu cewe gitu tendang ampe kebulan
Januari 24, 2008 pukul 9:02 pm
salam kenal,,, salut /hebat “cinta sejati” sesuai dengan namanya SATRIA……
Januari 24, 2008 pukul 9:19 pm
wah…kalo mas iman yang disebutkan di atas diganti dengan mas iman yang itu gimana jadinya dong? *lirik Mas Iman Brotoseno
Januari 24, 2008 pukul 9:53 pm
tapi kesian si satria. ami ga adil. selalu menuntut untuk dimengerti tanpa sekalipun mencoba mengerti.
*lagi pegn nyalahin org*
Januari 24, 2008 pukul 10:14 pm
Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia…
Wah, hebat ngejar cewek sampai segitu.
*pinjem buku Dua Belas Cara Pantang-Gagal untuk Memikat
Penyihir PerempuanCewek ke Harry*Januari 24, 2008 pukul 10:16 pm
*mbaca komennya K’*
Januari 24, 2008 pukul 10:25 pm
chika…
kenapa harus pakai nama Iman…kenapa nggak Imron, Abas, Zulkifli atau Bonar …
hmm hm
Januari 24, 2008 pukul 10:26 pm
kayaknya gak fair buat Satria deh…
sampai kapan satria harus terus berkorban dan ami terus hanyut dalam kisah masa lalu yang jelas gak akan bisa dihidupkan lagi?
Januari 24, 2008 pukul 10:37 pm
@ sarah
iya tuh…salut sama si om satria..
@ abeeayang™
aarrgghh!!! ga usah dibayangin!
@ danalingga
halah…gayamu dan…
@ rumahkayubekas
@ mbelgedez
ah..terima kasih om mbel..
@ siwi yang doyan pertamax
afa itu makfudnya?
@ didut
tampaknya begitu..
@ ‘k,
wakakaka…jadi esmosi ya?
tante ami itu orangnya baik kok. saya sih no komen aja deh..
@ teguh
anuu…itu bukan nama sebenarnya kok. saya sengaja kasih nama samaran..
@ eriek
wakakakk…jangan donk..
@ calonorangtenarsedunia
makanya han, setia ya…
*dilempar truk*
@ p4ndu_454kura
halah…kamu tuh masih anyak-anyak™..
@ iman
hehe…maaf mas, soalnya nama itu yang kepikiran waktu bikin cerpen ini. m(_ _)m
@ n0vri
memang kelihatannya tidak adil. tante ami sendiri mengakuinya. tante ami menegaskan sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi terhadap om iman, tapi dari matanya terlihat masih ada rasa…
waktu mendengerkan cerita tante, saya dan teman saya jadi ikut sedih. di satu sisi sedih atas kematian tunangan tante ami dan miris tentang keadaan tante ami yang sangat labil ketika ditinggal kekasihnya. disisi lain terharu dengan kekuatan cinta om satria…
Januari 24, 2008 pukul 10:55 pm
ehmm…
munkin seferti saia…
saia rela dijajah dan diinjak-injak oleh betinah saia…
berarti itu cinta sejati ya?
ato…
ndak funya harga diri?
Januari 24, 2008 pukul 10:58 pm
eniwei, ceritana mengharukan sangadh…
saia jadi kefikiran kalo nanti saia mati, afa munkin wanitah saia bakal begidu? terus, kalo saia mesti berhubungan sama wanitah yang begidu, afa munkin saia tahan…
saludh sangadh buadh Satria. *angkadh tofi tinggi-tinggi*
he know how to be gentle.
ah ya..
.
.
*mikir*
kafan nikah, chik?
Januari 24, 2008 pukul 10:59 pm
hmmm…
saia memang mencium ada sesuatu didalam cerfen ini..sefertina fenulis ingin menunjukkan bahwa sang fenulis sedang mencari cinta sejati…
ato menunggu?
ato…
ah ya! hettrix tanfa OOT
Januari 24, 2008 pukul 11:20 pm
ga bisa kebayang mjd seorang satria..
sepertinya bagaikan menemukan jarum di gudang beras..
bahkan banyak manusia akan memaki2 satria..
but anyway bus way..
manusia berhati besar seperti itu lah yg akan mendapat cinta dr Yang Maha Mencinta
Januari 24, 2008 pukul 11:29 pm
*masih biingung antara makna cinta dan pengorbanan*
cinta hampir selalu dianalogikan dgn pengorbanan..kenaFa *halah, sory hoek*
Januari 24, 2008 pukul 11:45 pm
duh saya nggak ngerti cinta….
bagaimana sih cara nyari cinta sejati mbak chika…?
Januari 24, 2008 pukul 11:52 pm
Wuah..
dapet lagi kata-kata bagus. Masa sekarang adalah hadiah. Karena itu di sebut Present. Oke…
Tapi kisahnya itu lo… agak gimana gitu
Januari 25, 2008 pukul 12:09 am
Itulah lelaki, cintanya benar-benar sejati.
Januari 25, 2008 pukul 12:23 am
Inget kata AA, ” Lebih mudah mengelola perusahaan daripada mengelola perasaan”.
Tadinya saya kira kisahnya kamu.
Januari 25, 2008 pukul 1:43 am
Haduh… Saya kok pas baca rasanya gmana gtu yah…
Saya mikir yg seneng2 aja deh…
Tuh, saya mikir yg itu aja
Btw, sista bilang ndiri klo dia muak sama judulnya…
Hihihi…
Januari 25, 2008 pukul 2:14 am
moral of the story: jadi tante ami jago photoshop? *lost focus*
Januari 25, 2008 pukul 2:29 am
Setuju, ceritanya bagus. Ternyata bisa juga Chika nulis cerita ya ?
Setuju dengan komen Anto dan Hana.
[analysis mode ON]
Masalahnya bukan terletak pada diri Satria. Cintanya hanya soal memberi dan memberi. Ini nggak bisa dijadiin contoh soal cinta sejati, karena cinta sejati itu memberi dan menerima. Walaupun pengertian menerima itu bisa berbeda-beda.
Masalah utamanya itu terletak di Tante Ami. Dia belum bisa menerima kejadian yg terjadi beberapa tahun yg lalu. Tahapnya masih Denial, yaitu menolak kenyataan kalau Iman itu sudah meninggal, dan dia harus menghadapi hidup tanpa terbeban dan terkenang lagi dengan hal itu.
Ini sama dengan cerita seorang nenek yang ditinggal suaminya. Setiap pagi dia selalu menghidangkan 2 gelas susu : satu untuk dirinya dan satu lagi untuk suaminya yg telah meninggal. Juga dengan rutinitas yang lain. Kalau kita lihat, sepertinya si nenek masih cinta berat sama suaminya, tetapi yang palign jelas perasaan MENOLAK kematian orang yg dicintainya itu yan lebih utama dan dominan. Dan dia bertindak seakan-akan suaminya itu masih hidup.
[analysis OFF]
Chik, dibikin sinetron aja. Tapi Gunawan aja yg jadi sutradaranya.
dijamin hancur….
Januari 25, 2008 pukul 4:23 am
satria memang benar-benar seorang satria, good posting….again…and again
Januari 25, 2008 pukul 4:28 am
Lha, saya udah tujuh belas tahun. Cuma tampang saya yang masih seperti anyak-anyak™. Kan saya imudh sangadh®.
*dilempar martabak*
Januari 25, 2008 pukul 6:32 am
yah mudah”an akan ad banyak pria setia sPt OM SATRIA
sMangat OM,
“TUHAN KIRIMKANLAH AKU KKASIH YG BAIK HATI,
YG MCINTAI AKU…KY OM SATRIA”
kekekek
-haTe dTraitor-
Januari 25, 2008 pukul 7:57 am
mbek.. eh mbak,
saia terharu baca kisahnya.. kok mirip kisah kuw (dari segi kesetiaan om satria)
kekekek…
btw, blom ngerti read more nih mbak..
Januari 25, 2008 pukul 8:21 am
wah sangat mengharukan sekali..emang sih cerita seperti ini usangat jarang sekali sekarang…oh jelas..dulu gw pernah dapet nilai rapor jelek gt ya..trus nyokap marah2 dan bokap gw diem aja..akhirnya bokap gw cuma ngomong “yah mo diapain lagi nilainya..yang jelas kamu cuma bisa memperbaiki masa depan..yang dulu dijadikanlah pelajaran”
Januari 25, 2008 pukul 8:41 am
KENAPA KOK MILIH PAKE NAMA AMI?!?
*teringat mantan
yang udah nikah*Gw yakin ada..
Gw masih terus belajar untuk ini. Semoga cepat lulus..
Januari 25, 2008 pukul 10:09 am
*lirik komennya bangke*
Eh… Ini gak salah panggilan kan ya??
Januari 25, 2008 pukul 10:30 am
Kereeeeeeeeeeeeeeeeeen ceritanya ! Bisa nggak ya adek bikin cerita keren kayak gini ?
*Adek juga lagi belajar bikin cerita, baca donkz.*
Januari 25, 2008 pukul 11:07 am
@ hoek soegirang
bisa dibilang begitu lah…
mau dijajal?
wakakakkk…menemukan pesan tersembunyi, eh?
@ fauzansigma
setuju!
saya juga ga kebayang gimana perasaan si om itu…
kayaknya itu sesuatu yang saling berhubungan satu sama lain deh..
@ sir arthur moerz
waduh…saya juga belum nemu jawabannya tuh..
@ gyl
yup yup…saya juga mengingat kata-kata tersebut. kisahnya memang agak miris…
@ mathematicse
mau mencoba seperti itu?
@ irwan
sayangnya ini bukan kisah saya..
@ adit-nya niez
halah…hidup ini nggak selalu happy lho…
@ diki
jaman dulu mana ada potoshop… = =!
@ pyrrho
analisis yang menarik
dasar psikolog
.btw akhirnya ami menerima cinta dari satria. namun perasaannya terhadap iman juga tidak hilang. kayak first love never ends gitu..
mau dibikin sinetron? tanya tante ami dulu, boleh ga dibikin sinetron..
@ daniar
thanks…
@ p4ndu_454kura
yaiks!! *muntah martabak*
@ bangke
hehehe…pengen yang kayak si om juga ya? ^^
berdoa aja..
@ adesnugros
wihiii yang benerr??
kalau mau tau read more, bisa dibaca disini..
@ iqbal
memang tidak seharusnya kita terpuruk di masa lalu. masih banyak yang harus kita lakukan demi masa depan..
@ tukangkopi
wakakaakk…
sebenarnya nama tokoh-tokoh di atas merupakan anagram. saya ambil secara acak dari nama asli yang bersangkutan..
*berdoa semoga yudis jadi cowok setia*
@ adit-nya niez
ga salah kok. itu khan buat si om satria…
@ fantasticdreams5
saya juga lagi proses belajar menulis kok… ^^
kita sama-sama belajar ya..
Januari 25, 2008 pukul 11:27 am
waw..waw… jadi inget curhatan temen…
mirip-mirip ga mirip… hehehe
Januari 25, 2008 pukul 11:29 am
Apa Satria sengaja membunuh Iman dalam “kecelakaan” supaya bisa mengawini Ami?
Januari 25, 2008 pukul 11:30 am
nice story, jadi kepingin bisa bikin cerita kaya gini, based on true story ya?
a comment from varendy.wordpress.com
Januari 25, 2008 pukul 11:32 am
sumpe……..
proviciat wat satria yg bs trima ami apa adanya walo d hati ami msh ad nama Imam.
gw aj lum tntu bs trima kaya gt.
walo thu org dh mati yg jlas qt jd org ke 2
jlaz ajah w gak bakal bs trima…
gmna caranya mas satria bs ky gt yey???
Januari 25, 2008 pukul 12:40 pm
critanya mirip dgn kisah dibalik lagu “mengenangmu” by keris patih.
Januari 25, 2008 pukul 12:40 pm
btw..mau satria..
Januari 25, 2008 pukul 1:30 pm
good story, i’m very proud to Mr. Satria…
He love his wife without any hidden purpose.
can I ? I don’t thing so…
Januari 25, 2008 pukul 2:22 pm
Saya sih lebih nyorotin Ami dibanding Satria. Malah saya kasihan sama Satria.
Ami harusnya ikhlas dong. Berarti jodohnya emang bukan Iman, tapi Satria.
Januari 25, 2008 pukul 2:35 pm
Salam kenai…
Kali aja satria tetap bertahan dg ami krn udh nggak ada cewe laen lg yg mau ma dia
he..he..
Januari 25, 2008 pukul 2:53 pm
waduw…aq nagis loh Tan bacanya’…pas bagian ditinggal Iman….
(
Januari 25, 2008 pukul 3:51 pm
@adit-nya niez,
hahaha gw kira gw doank yang ngeh … klo cK di panggil Om
Januari 25, 2008 pukul 4:24 pm
@ sezsy
temennya senasib ya??
@ junarto
ya ga mungkinlah. karena satria belum kenal ami saat itu…
@ varendy
iya, dari kisah nyata. entah kenapa banyak cerita unik di kehidupan saya..
tapi belum saya bikin cerpen semuanya. ada banyak soalnya hehe..
@ bintankkecil
mungkin dengan berhati lapang. saya juga salut sama om satria. beliau memang hebat..
@ serdadu95
iya ya??
*dengerin lagu kerispatih*
@ sezsy
mau? cari aja..
@ akbarramli
optimis aja..
semoga bisa…
@ nike
akhirnya ami menyadari. tapi mungkin first love never ends. begitulah kira-kira..
@ ranywaisya
hahaha… apa iya?
@ angelndutz
saya pas dengerin juga sedih..
@ suprie1983
pasti bacanya nggak teliti. itu ditujukan buat om satria. bukan saya… = =!
Januari 25, 2008 pukul 4:42 pm
om satria itu nama tengahnya “setyo” bukan?? *kaya’ saia*
salut sama kesetiannya *kaya’ saia lagi*
wekekek..
btw, mbak saia sudah bisa read more
Januari 25, 2008 pukul 4:52 pm
Lho, saya senang bisa menghargai perasaan perempuan.
Well, memang sulit kalau “lawannya” adalah seseorang yang sudah mati. You may know what I mean…
Januari 25, 2008 pukul 5:46 pm
Aih…, Chika nih bikin teringat sama piring dan gelas kosong ku.
Benar juga kata seorang teman,
“Love isn’t finding someone you can live with; it’s finding someone you can’t live without.”
pertanyaanya.., adakah wanita yg mirip dgn si Satria?? Tdk kah Satria akan merasa lelah saat Ami beratnya sdh mencapai 80kg dgn keriput di wajah??
Januari 25, 2008 pukul 5:53 pm
duuuh,.. jadi terharu saya. 5jempol deh buat satria
Januari 25, 2008 pukul 7:14 pm
salut deh ama si satria
, emang kalo cinta sejati itu harus penuh sabar ya. Banyak pelajaran nya nih dari pengalaman nya si Satria. Sayangnya si tante ami, gak bisa merelakan Alm Iman..
..
gak boleh gitu dong dia
*nunjuk2*
Januari 25, 2008 pukul 7:24 pm
wah.. buwanyak banget komennya
Januari 25, 2008 pukul 9:03 pm
bingung mo komeng apaan…
Januari 26, 2008 pukul 1:07 am
Ami? bukannya kalo nama samaran biasanya pake nama Bunga?, oiya chik mestinya di akhir postingan di tambahin “jika terdapat kesamaan nama tokoh, tempat atau yang lainnya itu hanyalah kebetulan belaka” biar ndak diprotes mas Iman.
Januari 26, 2008 pukul 8:39 am
Terus terang saya yang ganteng ini tidak bisa seperti satria
Januari 26, 2008 pukul 8:41 am
Soalnya ini masa sekarang, masa lalu biarlah berlalu, toh hidup bukan untuk memuja masa lampau.
Januari 26, 2008 pukul 4:15 pm
ah… yang penting tidak ada yang keberatan dari kedua belah pihak kan gpp
toh yang paling ngerti ya yang menjalani……… *sepertinya ke bali enak deh*
Januari 26, 2008 pukul 4:18 pm
tante chika!
sedih!
hiks!
adakah cinta sejatiii….??
oh adakahh…~
*nyanyi pake suara sember*
*di timpuk*
btw, i love the quote
Januari 26, 2008 pukul 6:15 pm
Tante Ami hebat dalam mencintai seseorang….walo pun dah gak da lagi….org nya
(Tapi kalo dah berlebihan gak baik juga lho…relakan saja kepergian iman)
Satria juga hebat…dalam kesabaran menaklukan wanita…..uiiihhhh…
CK juga hebat….punya waktu buat postingin cerita ini…..
Teman2 yg lain juga hebat…bisa kasih komen…
*ternyata semua nya hebat….* Hiohihohiho
Tapi cerita nya …tetap aja sedih banget……hiksssss….
Januari 27, 2008 pukul 12:18 am
@ adesnugros
bukan tuh..
akhirnya bisa juga..
@ mihael “d.b. ellinsworth
saya percaya kamu orangnya menghargai, jak..
@ cy
eh iya..mirip ya…
yang pasti sih sampai sekarang tante ami masih cantik dan langsing..
@ alle
satu lagi pinjem jempol siapa?
@ sandymc
nunjuk-nunjuk siapa??
@ embuh
dan kamu memperbanyak komennya…
@ niez-nya adit
kalau bingung, pegangan
ke aditniez…@ wazeen
wakakakakk…gapapa…siapa tau mas iman bikin ini jadi sinetron…
@ biho
*pingsan*
setuju.
@ mardun
kasmu sendiri gimana, ndun? udah ada belom?
@ grace
kira-kira si dia itu cinta sejati nggak??
iya, saya juga suka quotenya..
@ macdots
ceritanya memang sedih. tapi setidaknya ada hepi ending.
Januari 29, 2008 pukul 6:52 am
Aku bisa ndak yah seperti itu…. hmmmm
Januari 29, 2008 pukul 2:22 pm
hmmm cinta, emang misteri yach…duh gimana gitu bacanya…meski happy ending tapi tante ami harus bayar mahal dengan harus merelakan kepergian kekasihnya.
kisah yang menguatkan jiwa, thanks Chik
Januari 29, 2008 pukul 3:01 pm
@ raffael
coba donk bang…
@ yonna
sama-sama mbak. cerita ini untuk berbagi aja. siapa tahu memberikan inspirasi dalam kehidupan..
Januari 30, 2008 pukul 4:36 pm
menyentuh…
Januari 31, 2008 pukul 10:30 am
seandainya Ami lebih cinta Tuhan nya daripada Iman…
Januari 31, 2008 pukul 10:43 am
Busyet. Itu cowo bener bener pecinta sejati. Sekarang, apakah sang wanitanya bisa menyadari karunia yang didapatkanya?
Februari 5, 2008 pukul 9:42 pm
sedih banget,,, masih ada ga cowok kayak satria ???
mw donk satu hehehhe….
Maret 6, 2008 pukul 3:52 pm
Wach jadi terharu,
Apakah ada seoarang yang seperti mas satria????????????????
kalau ada bagi satu donk……………………
Maret 15, 2008 pukul 3:01 pm
huh, kisah klasik ………..
aku juga sependapat, g da yang perlu dicemburui dari batu nisan.
kalo udah mati, ya mati. tapi kalo hidup, hiiiiiii ….
ah, yang menjadi masalah, adalah, bahwa :
kalo Satria “TANPA SENGAJA” menyakiti hati si Ami,
lalu si Ami bersumpah BAHWA ia tidak akan meninggalkan tu nisan,
bisa – bisa Satria malah bunuh diri, karena merasa gagal dalam menjaga
pernikahan mereka, karena begitu besar cinta Satria kepada Ami sehingga
ia lebih baik mati karena tidak mau diduakan oleh Ami.
Maret 23, 2008 pukul 9:08 pm
@ deteksi
*nyentuh det*
@ dzaia-bs
ami juga mencintai Tuhannya, AFAIK..
@ mr. fortynine
sudah sadar. dan mereka sudah menjadi keluarga sakinah kok..
@ feezaa | anita
wah…saya nggak ngejual tuh..
@ pemalas
untungnya mas satria itu berbesar hati dan setia.
Mei 1, 2008 pukul 9:59 am
wui salute to satria…
Mei 1, 2008 pukul 5:13 pm
cewe gt tendang aja ke laut
Mei 28, 2008 pukul 10:30 pm
waw.sa btul2 kgum liat ami.tpi z lbih kagum liat satria yg px cinta tulus.n nerima ami apa adax.thanks
Mei 30, 2008 pukul 1:43 pm
Ceritanya Menyentuh Hati…….
smoga bny leleki yG sPErTI sATria….
Juni 5, 2008 pukul 10:47 am
wah sebenarnya saya kurang setuju dengan tante ami, kasian juga om satria. terus anak2 mereka pasti akan bertanya kok foto perkawinan mamanya ada dua??? nah lo .. gimana jawabnya???
Juni 26, 2008 pukul 4:30 pm
DuH
sUmpAh,,,,,,,,,,,,,,
SedIH BgEt!!!
Apa lAgi PAcARaN_A TUH DaH 14 TAhun
Bnyk KiSah iNDah & BuruK Yg Telah
D_JAlani BerSama………….
Klo TerJAdi SAma unA
UNA Gk Tau PA UNa TeGAr KeK TantE Ami……………
Yg TerJAdi BIArLAh
TErJAdi
<LeMBAran BAru DA D_dPN MAta MeNAnti kiTA BukAN…………….
Juli 4, 2008 pukul 12:27 pm
bagus..bagus..
Juli 21, 2008 pukul 7:54 pm
YA BEGITULAH CINTA DERITANYA TIADA AKHIR , CINTA SEHIDUP SEMATI SAMPAI MATI HE….HE
Juli 23, 2008 pukul 7:42 pm
Ceritanya menarik qu untuk membaca..
Agustus 7, 2008 pukul 4:23 pm
aku jg prnh ngalami itu…
tp tu bkn tunangan ku,,!!! tp kekasih ku,..
aaahhhh… malah aku yg jd curhat…!!!
crita”a keren…..
ab!!zzzzz…….
Agustus 25, 2008 pukul 12:31 pm
uh…Saluut bangett untuk sosok satria dalam cerita tersebut!
cerita itu lebih cocok diebut “keabadian cinta”. tapi, terkadang ga kayak githu juga sih…
Yah yang lalu mah biarkan saja berlalu… tinggal bagaimana menyikapinya, apa akan terus diratapi atau dijadikan pelajaran biar lebih baik lagi…
Untuk ami, bersyukurlah karna mendapat suami sebaek itu.
Agustus 25, 2008 pukul 1:27 pm
crrita’yh mnghrru kunt bhoo. . . .
baguz bwadh tgazz bhssa indnsiiia niie. . . . .
^_^
Agustus 25, 2008 pukul 1:31 pm
critanya kren abizzzzzzz…….
Q hmpir pngn nangis cOz sediH baNgeT gtu (Y_Y) ……….
^_~
Agustus 27, 2008 pukul 3:29 pm
beruntung sekali ya tante ami mendapatkan pendamping seperti om satria.
jarang-jarang cowok setia seperti om satria 1001 orang kali.
semoga saja keluarganya langgeng sampai mati dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.Amin.
semangat terus ya?
September 4, 2008 pukul 2:37 pm
aku rasa sedikit banget cow yg seperti satria.tapi………..,aku berharap cowku bisa seperti satria(hehehehehe.
tante aminya beruntung banget ya punya pendamping seperti satria.aku doain,smoga langgeng dunia akhirat.amin…………
September 15, 2008 pukul 1:28 pm
GiLe BeNeRRRRRRRR,,,,,,,,,,,
mEnGharUkan bGttTT,,,
SedIh,,
YuhUuHu,,
BSoK2 Buat YANg HAPPy dUnkzzz
Oktober 10, 2008 pukul 12:47 pm
ya….bisalah////
Oktober 10, 2008 pukul 2:20 pm
kerren
Oktober 26, 2008 pukul 3:13 am
Kalaw gw jd tante ami…Gw mw bkin rumah d atas makam tunangan gw..Sayang gw co jd prcuma gw brhayal.
Oktober 27, 2008 pukul 6:54 pm
very nice . . . .
Oktober 27, 2008 pukul 6:55 pm
bwat bapep gile lho ah . .
hahahahaha
November 13, 2008 pukul 2:23 pm
waow… satria… ku salut banget ma kmu….. kmu hebat…. jarang da Cow yang kya kmu’ pkonya mu OK bunget
November 27, 2008 pukul 8:15 am
gw ter haru.ad g ky gt d hdp kita
November 27, 2008 pukul 1:46 pm
cerity mnynth bgt tp jgn lah lrt dlm ksdhan dan q hrap smga msh ad cow yang sprti mas imam cos dy tipe cow yang setia bgt.q jd iri atas ksetian mas imam andai aj cow q kayk dia pst q bhgia bgt.dear doain q ya biar dpt cow kyak dy…….seee you bye
November 27, 2008 pukul 1:48 pm
e salah mksd q mas satria lho,nmya kayak adik q aj lo e yah cow q skrng udh agk brbh lo……thank ya udh mw crita2 ntar lok ada ksah baru lg tampilin lg ya di intenet OK…..MMMMMUACH bt smuanyaaaaaa
November 30, 2008 pukul 2:04 pm
yang tentang foto itu beneran? berarti aa kesan horor dunk?masa tiba2 ada foto imam di ukuran 4R?
Desember 12, 2008 pukul 3:57 pm
keren
Desember 19, 2008 pukul 9:54 am
ternyata di dunia ini masih ada orang seperti satria ya…
benar-benar tulus….
jadi terharu :’(
Desember 24, 2008 pukul 10:04 am
bagus,saya suka…apa kah d dunia ini ada lagi pria yg seperti satria???????????????????
Desember 30, 2008 pukul 3:37 pm
kerem bgt…
Januari 7, 2009 pukul 7:50 am
ikutan yach, lam kenal smua…waaah keyennn, salut bwt adi, mia, n satria k3nya atas cintany yg sejati….yuks kita ikutin jejakny…no playgirl or playboy dah ga jaman…
Januari 7, 2009 pukul 7:53 am
upzzz.. sowy maksuds akw iman yang beriman, jd maluuu sangking terharuny booo…
Januari 8, 2009 pukul 12:14 pm
SubhanaAllah…….. Indah sekali di zaman sekarang masih ada seorang laki-laki yang setia seperti Satria bagus dan mudah-mudahan lebih banyak lagi
Tuk Mereka jangan menyalahkan tante Ami ini bagus, bisa membuat kita belajar dari peristiwa tersebut….. Mudah-mudahan. Aamiin
Januari 17, 2009 pukul 7:42 am
w bilang sich ceritanya kocak
Januari 21, 2009 pukul 2:03 pm
kepanjangan komennya chika..
Januari 21, 2009 pukul 2:06 pm
Sy tadinya masih berharap di akhir postingan ternyata Iman masih hidup dan menjadi konflik tersendiri *hahaha dasar otak sinetron* .. untunglah kehidupan nyata sperti apa adanya ..
nice post ..
Januari 22, 2009 pukul 2:40 pm
sangat menyentuh…………
aQ Rasa mb aMi beruntung mendapatkan sosok seperti satria,,
NaMx seperti hatiX..
zaman sekarang susah…..a….a….h…hh banget nyari cowok ky satria,,
god bLess U…
semoga sakinah,mawaddah,&warahmah….amien
Januari 23, 2009 pukul 10:26 pm
yang bagus lagi sih?
Januari 24, 2009 pukul 2:03 pm
buat gue,yang namanya udah nikah ya musti ngabdi semuanya.gak perlu pasang foto mantan pacar segala.jadi kesannya kaya orang kurang waras.hormati dan jalanin hidup dgpasangan yang disiapkan Tuhan untuk kita.masa lalu hanya untuk dikenang.kalo masih merasa sayang ya tinggal didoakan saja.gak perlu pamer sama orang lain betapa besar cinta kita pada masa lalu.Control your self.
Januari 25, 2009 pukul 9:55 am
yah bagus sih …
Januari 28, 2009 pukul 3:17 pm
Cerita yang Aneh…!
Ketika Ia terkaget mendengar kekasihnya kena musibah mengapa langsung berkata Innalillahi wa inna illahi roji’un… seperti mendoakan kekasihnya meninggal aja apa engak bisa ngucap yang lain.
Sepengetahuan saya jenazah pria tidak boleh tersentuh wanita selagi dan setelah dimandikan walaupun Ia Istrinya sendiri…?
Masa berkabungnya hanya beberapa bulan aja udah bisa nerima cinta yang lain.? Aneh sekali
Ada Gitu laki-laki seperti Satria? engak pernah ketemu tuh.
Jika Ia beneran cinta sama Istrinya seharusnya Satria menyadarkan untuk Ikhlas semua itu cuma titipan (harta, anak, istri, suami apa lagi cuma pacar) kapan yang Punya ingin Ambil, kita harus ikhlas, kita yang masih hidup cukup mendoakan aja agar mendapatkan tempat yang layak disisinya.
Bukannya mensupport Istrinya berlarut-larut berselingkuh dalam khayalan. Ingatkan kewajibannya.
Februari 2, 2009 pukul 4:49 pm
wahh, gw kagum ma satria…..
Februari 3, 2009 pukul 4:14 pm
kadang seseorang hadir dlm hidup kita bukan utk dilupakan tp menjadi kenangan…yg akn indah bila kita bisa menempatkan pd arus waktu yg seharusnya krn waktu bergulir ke depan, jd kita tdk bisa terus tinggal dlm kenangan…krn itu akan membuat kita egois sehingga tidak memikirkan arti seseorang yg ada disisi kita sekarang dan bersedia menemani kita hingga masa depan…cinta sejati adl keihklasan hati!!
ketika satu pintu kebahagiaan ditutup utk kita, sebenarnya pintu lain telah dibukakan, tp terkadang kita terlalu lama menatap pd pintu yg tertutup itu hingga tak menyadari pintu lain telah lama dibukakan dan menanti kita utk masuk ke dlmnya…
mgkn, Satria adl pintu lain itu yg membawa pd kebahagiaan…
Februari 3, 2009 pukul 7:30 pm
y cinta itu emang gila
sampai2 berani mengorbankan hatinya demi pasanganya
tp itulah cinta sejati
cinta dimana akan bertahan utuh sampi kapanpun
semoga ada cewek yang cinta aku
he he he
( ngareppppppppppppp banget………..)
Februari 8, 2009 pukul 10:56 pm
terlalu dayus buat seorang lelaki yang mengakui kelemahan nya dan membiarkan lelaki lain masuk dalam kehiduopan rumah tangganya…. dan itu sama aja menjatuhkan harga diri sebagai seorang lelaki……
Februari 10, 2009 pukul 6:50 pm
kayak e bagus thuuuu……….
tp syg mw baca mlz…..
cerita yg lbh pendk lg ada gaaaaak????
hehehehehehehe……………….;)
Februari 11, 2009 pukul 3:12 pm
emg bner ko…klo cinta sejati itu tak akan prnh mati smpai kpnpun.
dy akan trus hdup dlm hati,wlwpun qta akan mmliki seorg pndmpng sekalipun.
Februari 18, 2009 pukul 10:50 pm
memang benar, Cinta Pertama sulit dilupakan. butuh wqaktu yang panjang dan dukungan. aku salut dengan perjalanan tante Ami……….!!!!
Februari 20, 2009 pukul 4:08 pm
Wah aq jadi pengen seperti om Satria ni………
:D:D:D semoga bisa yakss………..
wanita yang baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik-baik…….!!!!!
Februari 20, 2009 pukul 6:26 pm
149…
Februari 20, 2009 pukul 6:26 pm
Komentar ke-150.. Yay…!!!
Februari 21, 2009 pukul 7:55 pm
aq kira itu emang cinta sejati, menerima wanita apa adanya dan mungkin aq juga akan begitu karena cinta sejati itu emang tulus dan begitu pun juga cintaku pada calon istriku yang bentar lagi akan kunikahi,…
Februari 23, 2009 pukul 12:47 pm
aku salut sama mas sartia yang begitu mencintai mba ami yang begitu dalam dan tanpa ada perasaan yang mengganjal dihati mas sartia yang mencintainya dengan setulus hati dan maw mendampingi nba ami hingga akhir hayatnya…………….
Februari 24, 2009 pukul 9:20 pm
ceritanya menarik,bagaimana mengajarkan setiap orang untuk menerima kenyataan, dan belajar tuk menerima kelbihan dan kekurangan orang yg kita cintai.
Februari 24, 2009 pukul 9:23 pm
Aku harap crita ni membrikan warna baru bagi semua qta untuk berani menerima kenyataan hidup yang telah ditakdirkan Sang Khalik.
Februari 25, 2009 pukul 7:03 am
Hohohoh..
makasih semua commentnya,kebetulan aku lewat di blog ini pada nyeritain aku yah…
“perjalanan yg melelahkan harus tetap diselipi oleh keyakinan yg kuat“
Februari 27, 2009 pukul 1:52 pm
ichhh……..
romantissss banget dechhhh
aya paling sk tuch yg ky’ gnie;;!#%$@$%@#^&
Februari 28, 2009 pukul 7:01 pm
huhhuhuhuhuhuhu cedih bgt yha
tp hari gni msh daa pa cwo ky gtu 1000/0,0000000000000001 xxx
Februari 28, 2009 pukul 7:04 pm
bwt om satria yg hebat bgt
om gmana c cari cwo jaaman ckrg yg ky om mcih daa ga cihhhhh
Maret 6, 2009 pukul 8:45 pm
Cerita yang cukup menarik. Cinta sejati, tulus, menerima pasangan apa adanya. Satria seorang yang memiliki ketulusan hati yang luar biasa, biarpun hanya mendapat nomor dua di hati ami
Maret 16, 2009 pukul 8:58 pm
anjir serirus?
Maret 19, 2009 pukul 8:50 pm
memang sangatlah sedih,aq jg pernah merasakan apa yg namanya cinta… cinta pertama bukan berarti pacar pertama,bahkan sampai sekarang aku masih tetap cinta meskipun aku sudah ada yg memiliki tapi di hati ini aq masih tetap mencintainya..aku tidak tau sampai kapan rasa ini selalu hadir di saat aku tersakiti oleh cinta yg lain…
Maret 19, 2009 pukul 8:55 pm
buat tante ami mungkin sangatlah sulit untuk melupakan cinta pertama, tapi memang sangatlah sulit untuk melupakannya meskipun ada penggantinya…
Maret 24, 2009 pukul 8:22 am
kisah’n bgus bgt,,,,,
jd pngn nangis,,,,,
ql,,d’buat sinetron,,,,
pasti da yg d’tambah”in,,,,,
pkk’n crita’n g9 sesuai dg crita asli’n…..
Maret 26, 2009 pukul 12:06 pm
so sweet bgdh 2 cerpenx???
Maret 29, 2009 pukul 3:09 pm
sedih bgtttttttt
Maret 31, 2009 pukul 3:10 pm
critax sgt mengharukan,mank bnar cinta pertama sulit dilupakan.knpa hx btuh brapa jam tuk mencintai seseorang tp untuk melupakanx btuh wktu yg sgt lma bahkan btuh wktu seumur hidup qt tuk bs ngelupain org tsb.i ingin mendapatkan seseorang spt so2k satria yg mencintai se2orang dgn tulus n trima apa adax org tsb.
April 1, 2009 pukul 9:41 am
sosok satria mirip bgt sma sosok cwo gw skarang…
walaupun emank status kita sekarang masi pacaran, tpi dya tw kalo gw punya cinta lain d hati gw yang gbs gw lupain gitu ajah !!
dan susah bgt bagi gw bt ninggalin semua kenangan gw sama cinta gw !!
tapi beruntungnya sejauh ini cwo gw mw ngerti…walaupun terkadang gw ngerasa bersalah bgt sma dya…tp gw juga gbs ngebohongin perasaan gw sendiri kalo gw emank punya cinta lain d hati gw !!! dan gw masih sayang bgt sama dya !!!
gw harap selamanya cwo gw tetep mw dan bisa ngertiin keadaan gw…amien !
April 18, 2009 pukul 11:32 am
Wuih banyak juga yang suka ceritanya.Aku juga suka cerita ini.
April 21, 2009 pukul 6:45 am
so sad story…..
April 28, 2009 pukul 5:29 pm
hmmm masa lalu memang sulit untk d lupakan nmn mas depan adl adl sesuatu yng hrs d kjr n d raih kta hrs mnjalani hdp ini meskipun srng di hantui masa lalu nmn apa artix mngenang masa lalu tglkn semua masa lalu dan raihlah masa dpn yng lebih baik n lbih membahagiakan.amiiiiiiiiiiii!!!!!!!!
Mei 5, 2009 pukul 1:21 pm
masih adakah pria seperti satria di dunia ini?Tuhan, kirimkanlah sesorang seperti dia di hidupku.salut deh…..
Mei 5, 2009 pukul 2:45 pm
Pria seperti Satria….
plis come here!
Mei 26, 2009 pukul 5:04 pm
huuuahhhh…
.mauuuu punya suami kaya satria….
Juni 14, 2009 pukul 8:16 pm
bagus banget nich cerita…
krenz abis
Juni 19, 2009 pukul 11:23 am
seseorang seperti Satria ????
Datanglah!!!!
Q menunggumu……….
Juni 20, 2009 pukul 2:15 pm
masak cih///////
Juni 21, 2009 pukul 11:07 am
Satria sama saja halnya dengan seorang malaikat… Bisa menerima Ami walaupun hanya kedua. seandainya ada pria yang kayak gitu untukku…
Juli 2, 2009 pukul 9:35 am
SumPaH Ceritanya keren abizzzzzzzzz………
tu co tipe ue bnget ………….
klo bisa di kin flm lyar lbat za ……….
khan seru tuch ..
heeeehehehehehehe…
Juli 3, 2009 pukul 3:18 pm
Pengorbanan cinta Satria dalam hal ini bisa diacungi jempol..tapi smp kpn dia bisa mendapatkan cinta sejati dari Ami jika dalam hati Ami msh tersimpah cintanya Iman. Bukan suatu masalah memang untuk cemburu pada batu nisan tetapi apakah Ami bisa membedakan cinta yang sudah tiada dengan cinta yang jelas nyata didepan mata?
Karena bagaimanapun bukan hanya Satria yg berjuang untuk mencintai Ami, tetapi Amipun harus bisa memahami perasaan Satria. Belum tentu sepeninggal Iman ada seseorang seperti Satria yg bisa membangkitkan kembali semangat hidup Ami, jadi bagaimanapun Ami harus bisa menata hatinya jauh lebih dalam kpd Satria.
Iman tidak harus dilupakan karena dia ada pada masa lalu dan masa lalu tidak selalu membawa keburukan karena terbukti dengan meninggalnya Iman paling tidak ada hikmah,bahwa ada lelaki lain yang bisa mencintai Ami begitu tulusnya,dan dia adalah Satria.
So,..masa lalu yang membawa kita ke masa sekarang. Tetapi kita tidaklah hidup di masa lalu oleh karena itu selalu belajar dari masa lalu untuk mendapatkan masa depan yang jauh lebih baik.
Juli 4, 2009 pukul 8:22 pm
nice….!!!!!!!
Juli 11, 2009 pukul 5:39 pm
kata aku sih crita nya mengharukan….
ada ga ya cwok kya dia?/…
Juli 15, 2009 pukul 2:59 pm
Sedih memang bila ditinggal oleh someone yang kita cintai. Sedih dan nangis boleh, tp kita tidak boleh meratap dan sedih yang berlanjut. Justru kita harus tegar agar kita bs slalu mendoakannya. Btw spt cerita di atas, kuatlah krn Tuhan takkan memberi cobaan yang mana kita tak mampu menghadapinya. Tuhan slalu punya rencava yg indah buat umatnya.
Agustus 11, 2009 pukul 7:24 pm
wah! bagus sich crita y bkin lagi dong cerpen y ……………….
cita 2 g sich jadi penulis
Agustus 12, 2009 pukul 9:10 am
WoW,.,. CeRiTaX BuAgUsS BuANgEtSsS,., PuX cErIta teNtAnG PeRsAhBaTaN tApI yG RoMaNtiZzZ…?.?
Agustus 14, 2009 pukul 3:27 pm
still here
Agustus 26, 2009 pukul 2:48 am
cerita ini sangat mengharukan hati saya dan saya jg jarang mendengar kisah cinta sejati ni,jadi saya pun teringat akan kenangan masa silam saya dng seseorang yg skr tlah tiada lg cuma msh tersimpan dlm ingatan dan hati saya.cinta memang tak seharusnya bisa memiliki krn ada yg berhak atas diri kt yaitu ALLAH S.W.T.
Agustus 26, 2009 pukul 6:06 am
Satria memang baja hitam hahahahaha
hatinya tulus, dan imannya kuat
diduakan tetap mau.
Agustus 26, 2009 pukul 1:28 pm
Seharusnya tante Ami bisa melepas kepergien Iman. Agar Iman bisa pergi dengan tenang
Agustus 26, 2009 pukul 1:31 pm
thx buat ceritanya
lumayan bgs sih tp jangan berbelit-belit dong!
Agustus 27, 2009 pukul 11:08 am
ceritanya wahh….wahh…sosok satria di dunia ini sangat minim bgt…beruntung sekali ami bisa mendapatkan cwo seperti itu…
Agustus 28, 2009 pukul 2:22 pm
bruntung bgt see amy itu,dpt cwo yg bnr” cinta s5 dia .
Mau dnx kyaa gtu ??,……………….
Hubungin noo nee yuupz…………..
– 081914933833
Knl yuxzzz……….
heeeeheheheheheheh……………………
……………………..
Agustus 29, 2009 pukul 5:17 pm
y tU MeNArIk bGt q lG Cr jOdOh NI
September 1, 2009 pukul 1:43 pm
sedih banget…..
aq juga pengen punya suami yang bener-bener sayang ma aq….
September 2, 2009 pukul 7:13 am
huufh .. sediih jg ya ??
September 3, 2009 pukul 5:59 pm
Good&sad story…
1:1000 co kyk gtu…
September 5, 2009 pukul 7:29 pm
wow…cerita yg keren mang cinta pertama ga bisa dilupain mpe kapanpun jua…
September 11, 2009 pukul 11:27 am
emang benar cinta pertama sulit dilupakan, namun kalau sampai memajang photo segala sptnya tidak logis…coba kalau dibalikkan posisinya satria jadi tante ami dan tante ami jadi satria…..seharusnya tante ami memikirkan hal itu…….
September 15, 2009 pukul 11:40 am
beruntung dy mnmukan cwi iiang mnrima dya pa da’y ..
n bissa mnrma smua itt .
jrang iiang sperti itt .
=)
September 16, 2009 pukul 5:58 pm
lagi banyangin, seandainya saya adalah AMI…
September 17, 2009 pukul 4:26 pm
woww..sedihh pria yg sabarrr.waww anugerah tuhan yaa
September 18, 2009 pukul 1:54 pm
wiiiihhhhhhhhhhhhhhh co’ cweet………………….banged!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
September 24, 2009 pukul 11:08 am
hi, aQ minta izin untuk di poskan d website Q y?
plis.
makasih banyak..
September 26, 2009 pukul 12:13 pm
ternyata komentnya lebih panjang dan lebih seru dari ceritanya tantenya chika…
September 27, 2009 pukul 10:39 am
HHHHHHHHH?////////////////
September 30, 2009 pukul 12:57 am
wah …… hebat …. baget ….. loh…. sat …..
gue ..juga..mau kaya loh…..
September 30, 2009 pukul 12:59 am
wah …… hebat …. baget ….. loh…. sat …..
gue ..juga..mau kaya loh….. gue salut baget….
Oktober 4, 2009 pukul 9:46 am
gi mana cra nya bsa buat crita sebagus two…………
Oktober 4, 2009 pukul 10:42 am
Indahnya cinta… Mudah2an suamiku menyanyangi dan mencintai aku selamanya dan apa adanya… Amin
Terima kasih telah memberi semangat baru dalam menjalani kehidupan perkawinan dengan tulus dan doa… Terima kasih
Oktober 4, 2009 pukul 10:45 am
terlalu jadi nangis nih
Oktober 5, 2009 pukul 7:25 pm
arg. keren
Oktober 7, 2009 pukul 7:08 am
..wOw..!sO cwEet larh ctErw niEy…
..aq pOwn dErw bOyfRenz yg baEk sgt n phm ngn dri aq..
..AINUR SYAARANI kEkasihku..
Oktober 7, 2009 pukul 8:03 pm
wAAah crtx mnrik……
wuuuaahhh jd ngntUk bcAx…*_^
Oktober 14, 2009 pukul 3:37 pm
cerita nya mengharukan… semoga menjadi keluarga bahagia…
Oktober 14, 2009 pukul 3:49 pm
mantab!!!! saya suka ceritanya
makasih ya
Oktober 15, 2009 pukul 4:37 pm
iiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!
bagus banget sih ceritanya?
Oktober 15, 2009 pukul 4:42 pm
hmm…
andai saja smua cowok2 tu kaya sich satria..
yang mmilki pengrtian yg dashyat,,cinta,bahkan kasih sayang yg begitu dalam.
tidak ad kata mendua di dirinyaa….
^_^
Oktober 17, 2009 pukul 10:14 pm
ehm,,,,
bagus nie ceritanya….menyentuh bgt malah,,,,,,
Oktober 18, 2009 pukul 8:25 am
sedih bgt baca cerpennya smpe merinding gtu…
aq ska bgt…
Oktober 19, 2009 pukul 10:52 am
sabar z,,,lelaki emng kdang bikin qta kaum wanita jadi sakit hati,,,,,mski mngqn kadang terjadi karena salah paham dan gampang bwt baikan,,,tp saqit.a tetep z kerasa,,,,krna gk mwnutup kmungqinan kejadian tsb bakalan terjadi lagi,,,,
Oktober 19, 2009 pukul 9:10 pm
em ceritanya sdh tapi menunjukan bgt rasa sejatidalam cintanya so sweet
Oktober 21, 2009 pukul 1:21 pm
yang mati biarlah mati………
ia punya kehidupan di alam sana…….
bagus banget
Oktober 23, 2009 pukul 3:26 pm
i i i h ceritanya bagus banget,
salut dgn om Satria, jujur saya salut banget.
kalau aku nich pasti gak bakalan bisa, he e e
Oktober 24, 2009 pukul 10:57 am
mantap
Oktober 25, 2009 pukul 10:15 am
ceritanya mantaaaaap cuma endingnya uy tp berhubung kisah nyata apa daya……..lah
Oktober 29, 2009 pukul 10:54 am
cerita yang mengharu kan..
mengajar kan banyak hal2 kecil penuh makna..
sooo sweet..
i like it
Oktober 31, 2009 pukul 2:56 pm
wah wah bagus amat ceritanya.minta yg bagus lagi dong
November 4, 2009 pukul 7:54 pm
wah bestnye…..hmmmm moge da cte yg lg best ea….wlaupun da touching2 tp ttp best…… terbeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeek wooooooooooooooooooooooooooookkkkk
November 8, 2009 pukul 2:36 pm
wah….. ku suka bngt ma cerita ni smp gue mo nangis
November 8, 2009 pukul 3:08 pm
saya tunggu lanjutan’nya
November 8, 2009 pukul 10:02 pm
sangat-sangat pria yang keren ! saluut !
haduh jangan mpe jadi sinetron . tapi jadiin film pendek yang menarikk ! ahhaah !
November 9, 2009 pukul 9:53 pm
ehmmmmmmmmm.. . . bgus cuma g bisa di bilang cinta sejati, karena cinTA sejati itu tak menyakiti
November 12, 2009 pukul 4:48 pm
senang skali karna sudah mempunyai pacar br,,,,,,,
November 12, 2009 pukul 7:53 pm
bguz ce tpi cinta sejati bukan hal yg mnyakiti tp suatu hal yang indah
November 16, 2009 pukul 12:50 pm
pria hebat dan wanita yg tak tau betapa berharganya pria seperti itu…..sang wanita hrs bnyk belajar bersyukur…
November 17, 2009 pukul 7:16 pm
Satria bner2 cwok bnget
November 23, 2009 pukul 7:46 pm
Kebanyakan yg k0men…cerita’a cm dkit.. .
November 25, 2009 pukul 9:49 am
AcUn9in 4 JempoL Wat SatrIA….SALuuuTtt
November 26, 2009 pukul 12:26 am
like this……
November 28, 2009 pukul 1:25 pm
seharusnya tante ami harus menghargai perasaan om satria yang telah mencintai dengan setulus hati,yamg mati takkan hidup kembali jd terima kenyataan
Desember 4, 2009 pukul 1:18 pm
Komentar saya:atas adanya facebook ini kita bisa tau pengetahuan luas
Desember 4, 2009 pukul 1:21 pm
ceritanya lucu dan bikin ornk ktwa
Desember 7, 2009 pukul 9:49 am
oke…jg…. tapi mending dicopot aja dech fotonya….
coba bayangin nanti kalo anak2nya udah besar and liat fto itu juga….
pasti akan terbentuk fikiran yang “?”…. sementara itu dalam prkembangan
remaja anaknya pasti akan terbentuk pribadi yang bahkan bisa meremehkan perasaan orang lain….. tolong bilangke tante ami ya….dicopot aja yach….
Desember 7, 2009 pukul 9:49 am
oke…jg critanya…. tapi mending dicopot aja dech fotonya….
coba bayangin nanti kalo anak2nya udah besar and liat fto itu juga….
pasti akan terbentuk fikiran yang “?”…. sementara itu dalam prkembangan
remaja anaknya pasti akan terbentuk pribadi yang bahkan bisa meremehkan perasaan orang lain….. tolong bilangke tante ami ya….dicopot aja yach….
Desember 7, 2009 pukul 12:19 pm
wahhhh………………….
uapiek cint critaR……………….
Desember 7, 2009 pukul 4:51 pm
ehm…..ceritanya mengharukan juga, masa dulu sebaiknya jangan menjadi sebuah alasan kita untuk mengabaikan apa yang terjadi kini.
Desember 8, 2009 pukul 7:55 pm
ceritanya haruuuuuuuuuuuuuuu buanget.ami……kamu beruntung bisa dapet satria………………….
Desember 8, 2009 pukul 7:57 pm
ampe nangis…………………………..*nyari sapu tangan*……
Desember 11, 2009 pukul 10:51 am
wih ceritamu bugus buangetzz q terharu kok smpe2 q nangis mungkin benar q yang tak tahu kenyataan bahwa kau trelalu sempurna tuk q milikimimpi ini terlalu besar tuk q raih ???????******!!!
Desember 11, 2009 pukul 5:55 pm
cerita’y bikin orang nangis
Desember 12, 2009 pukul 9:56 pm
huaaa..mengharu biru…kisah ku gg kalah sedih teman.hiks..aku sdng berencana menuliskan nya..
cinta sejati emang gg pernah mati, yang mati itu cuma jasad nya, jiwa nya akan tetap ada bersama orang yang mencintainya.
Desember 13, 2009 pukul 3:11 pm
cerita ini sangat menyedih kan ku ku merasa sangat bersalah dengan masa lalu ku…….. salam yua ama tantenya tu hebat banget bisa dapet orang sebaik itu……….
Desember 13, 2009 pukul 3:13 pm
Cerita ini sangat MEMILUKAN kan ku ku merasa sangat bersalah dengan masa lalu ku…….. salam yua ama tantenya tu hebat banget bisa dapet orang sebaik itu……….
Desember 13, 2009 pukul 3:17 pm
Cerita ini sangat MEMILUKAN ku hebat banget tu yang namanya satria bisa pengertian seperti itu…….. Kalau aku sih gak bisa tahan….
Desember 13, 2009 pukul 3:17 pm
Cerita ini sangat MEMILUKAN hebat banget tu yang namanya satria bisa pengertian seperti itu…….. Kalau aku sih gak bisa tahan….
Desember 13, 2009 pukul 9:48 pm
huhuh mrIP crITAe ma aU….
Desember 14, 2009 pukul 8:49 am
bagusssssssssss………………..
Desember 14, 2009 pukul 1:54 pm
saya sekarang lagi jatuh cinta hehehe <3
Desember 17, 2009 pukul 8:19 am
kenapa ami begitu cepat melupakan iman dengan berpacaran lagi dengan satria ..
Desember 19, 2009 pukul 1:10 pm
yach begitulah manusia,,,,,,,,,,,
gw salut bgt sm satria,,,,,,,N gw yakin dia pasti bakal dapat kebahagian sejati karna ketulusan dan pengorbanannya,,,,,,,,,,
Desember 19, 2009 pukul 6:24 pm
wah.. indah y mera puya cinta sejati….
ag kpan y punya cinta sejati..??????
Desember 23, 2009 pukul 10:58 am
Duhhh,,,,,jadi pgen punya suami yg kaya Satria,,,masih ada gag ya?
Desember 25, 2009 pukul 10:49 am
“Masih adakah cwok seperti satria pada jaman sekarang ini?”dan untuk mba ami anda sangat beruntng mendapatkan mas satria.untuk itu jagalah hatinya seperti dia menjaga hati mu.
Desember 28, 2009 pukul 9:36 am
ceritanya tragis,…. sedih!!!!
Desember 29, 2009 pukul 2:57 pm
aq jga mau jadi aminya ………he……he…mantap…..jdi trharu