Makan Enak Di Restaurant Spanish Gastromaquia

food-gastromaquiaSaya lagi kangen makan Paella (baca: Paeya). Paella favorit saya adalah yang dijual di Chatucak Market, Bangkok. Pertama kali tahu Paella karena dikasih tahu Popon dan ternyata rasanya enak banget!

Di Jakarta, saya bisa menemukan Paella di Gastromaquia, restaurant modern Spanish dari Madrid. Kebetulan saya mendapat kesempatan review Gastromaquia dari Clozette Review. Saya makan di sini tidak sendirian, melainkan bersama MakChic, Iphan, Goen, dan Titiw. Makan siang sekalian ngobrol-ngobrol lucu.

Review restaurant Modern Spanish Gastromaquia

#LagiKangen Dengan Blogger-Blogger Lama

pbMenulis postingan 10 tahun blog Chikastuff, saya jadi teringat dengan teman-teman blogger (lama) yang telah mengisi hidup saya. Pertama kali ngeblog adalah tanggal 13 Januari 2007. Tak terasa sekarang sudah 10 tahun menulis blog.

Saya menyusuri tulisan-tulisan lama di mana saat itu saya lebih banyak curhat-curhat gak jelas yang entah di mana kegunaannya HAHAHAHA. Namanya juga ngeblog buat menuangkan curahan hati dan pikiran. Selain itu saya juga suka nulis cerpen dan flash fiction. Namun makin ke sini saya merasa perlu untuk menulis sesuatu yang berupa informasi atau yang bisa berguna untuk pembaca.

Curhat dikit~

10 Tahun Blog Chikastuff

10Huwoooo, kalian tidak salah baca. Sepuluh tahun sudah blog chikastuff.wordpress.com malang melintang di dunia blog sejak postingan pertama. Saya masih ingat postingan pertama kali yang didatangi dengan teman-teman blogger.

Sebagai blogger baru, memulai ngeblog menjadi tantangan tersendiri. Saya beruntung bekerja sebagai reporter suatu media sehingga membuat saya punya banyak bahan untuk ditulis di blog. Seiring waktu berlalu, blog ini semakin berkembang. Blog yang dulunya isi curhatan gak jelas, sekarang memiliki banyak kategori seperti travel, food, review, sampai dengan film. Saya bisa dikategorikan sebagai lifestyle blogger karena memiliki blog yang isinya sungguh gado-gado.

Gak nyangka udah 10 tahun ngeblog hahaha~

Enaknya Jadi Freelancer

freelanceSudah dua tahun ini saya menjalankan pekerjaan sebagai freelancer alias pekerja lepas yang ternyata masih bertahan hingga sekarang. Desember tahun 2014, sebelum berangkat umroh, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan korporat dan menjadi freelancer setelahnya. Semenjak menjadi freelancer, saya merasa lebih bahagia.

Saya bisa bangun pagi tanpa harus merasa terburu-buru dan menghadapi kemacetan Jakarta. Saya bisa melakukan tidur siang pada jam-jam yang saya inginkan. Saya bisa menonton di bioskop pada jam-jam pagi di mana bioskop tentunya tidak ramai.

Inilah yang terjadi setelah dua tahun menjadi freelancer

Teman Tanpa Pamrih

teman-murniApakah itu teman tanpa pamrih? Menurut saya, teman tanpa pamrih adalah seseorang yang ingin berteman tanpa ada alasan khusus. Seseorang yang berteman karena ingin memiliki hubungan pertemanan.

Seiring bertambahnya umur biasanya semakin banyak teman, baik teman-teman lama maupun teman baru. Namun entah kenapa bagi saya justru semakin berkurang, karena teman yang benar-benar teman bukan dilihat dari berapa jumlah teman yang dimiliki, tapi seberapa kualitas pertemanan tersebut.

Sekali-sekali ngomongin soal persahabatan…

Hal-hal Yang Menyenangkan di Tahun 2016

citylightsTahun 2016 adalah tahun yang menarik untuk saya. Walau tahun ini bisa dibilang tahun yang penuh tantangan, namun saya berhasil melewati tahun 2016 yang diisi dengan kebahagiaan, pengalaman baru, jalan-jalan, sampai dengan teman-teman baru.

Salah satu yang menjadi highlight di tahun 2016 ini adalah saya memiliki laptop dan kamera baru, akun Youtube saya sudah mulai ada isinya, dan saya kembali jalan-jalan ke Jepang! Selain jalan-jalan ke Jepang, saya juga mendatangi beberapa tempat di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi seperti Belitung, Pekanbaru, dan Pekalongan. Pengennya sih tahun ini bisa mewujudkan rasa #lagikangen saya ke Padang. Semoga bisa ke Padang tahun ini!

Yay! Tahun Baru!

Film Bioskop Yang Ditonton Selama November 2016

bioskop-jepangBulan November ini saya meninggalkan Jakarta selama 16 hari, oleh karena itu bisa dibilang tidak banyak film yang saya tonton di bulan ini. Seminggu pertama di awal bulan saya justru tidak sempat ke bioskop. Kesibukan bertubi-tubi serta persiapan ke Jepang membuat saya harus melewatkan beberapa film yang ingin saya tonton.

Ketika sudah kembali ke Jakarta, saat itulah saya mencoba mengejar ketinggalan. Namun banyak film yang ingin saya tonton tapi ternyata sudah turun dari bioskop seperti Trolls, Bridget Jone’s Baby, dan Cado Cado The Movie.

Film bulan November bagus-bagus nih…