Kaleidoskop Chika Jalan-Jalan 2019

Tahun 2019 bisa dibilang tahun yang sangat produktif bagi saya dalam traveling. Hampir setiap bulan saya pergi-pergi terus. Alhamdulillah yaaa~

Walaupun sebenarnya kebanyakan bukan sekadar traveling aja, tapi dikarenakan ada tujuan lain yaitu nonton konser. Gaya banget ya nonton konser aja kudu di luar negeri HAHAHAHA. Ya tapi gimana, kadang lebih murah nonton konser di luar negeri lho dari pada di negeri sendiri. Atau ya karena artist tersebut gak konser di Indonesia, makanya saya putuskan untuk nonton ke luar negeri aja. 😛

Jalan-jalan ke mana aja di tahun 2019 kemarin?
Cuss lanjutkan bacanya~

Masak Takoyaki Sendiri di Osaka

Pada suatu malam ketika habis pulang dari Universal Studio Japan (USJ), saya melewati sebuah warung kecil yang bertuliskan Self Tacoyaki. Karena Takoyaki merupakan salah satu makanan khas Kansai, maka saya pun mampir.

Awalnya saya gak sadar kalau ini self made takoyaki, pas bayar 800 yen agak mikir, kok mahal juga ya takoyakinya hahahaha. Eh ternyataaaa di sini tuh bikin takoyakinya sendiri (bikin sendiri malah lebih mahal, karena experiencenya dan pastinya gak secepat mas-mas yang bikinin).

Pengalaman seru masak takoyaki sendiri!

Kaleidoskop Chika Jalan-jalan 2018

Sudah sebulan ini saya tidak update blog. Selain karena sibuk bekerja, saat ini saya juga rajin mencari hiburan, seperti nonton, jalan-jalan, dan makan. Berhubung tahun lalu gak sempat bikin kaleidoskop jalan-jalan, maka tahun ini saya coba bikin mumpung lagi ada waktu.

Tahun ini bisa dibilang penuh dengan kesibukan. Pekerjaan cukup padat, begitupun dengan jadwal mengajar yang tidak bersahabat dengan tanggal merah. Tahun ini saya tidak banyak jalan-jalan, tapi lumayan ada beberapa acara dan kerjaan yang mengharuskan saya untuk meninggalkan Jakarta beberapa saat. Berikut adalah kaleidoskop Chika jalan-jalan di tahun 2018.

Napak tilas jalan-jalan tahun 2018

Tips Membawa Koper Banyak Saat Traveling di Jepang

Berapa banyak koper yang kamu bawa saat traveling? Biasanya jawaban saya tergantung traveling ke mana. Kalau traveling ke Eropa beberapa tahum silam, saya hanya membawa 1 koper besar. Namun entah kenapa setiap pergi ke Jepang, koper saya pasti selalu beranak. Selalu.

Hal itu tidak hanya terjadi satu dua kali saja, namun empat kali! Ke Jepang terakhir ini aja saya sampai beli tas tambahan (bukan koper sih) untuk menaruh oleh-oleh yang saya beli. Jangan heran kalau koper di rumah saya jadi banyak karena saya kerap membeli koper baru ketika berkunjung ke Jepang. Nah, gimana cara saya bisa membawa koper segitu banyak saat pulang? Silakan disimak ya cerita sekaligus tipsnya.

Ada sedikit tips buat yang pengen bawa koper banyak…

Onomichi, Kota Pelabuhan di Prefektur Hiroshima

Onomichi adalah salah satu kota yang saya tuju saat melakukan perjalanan ke Jepang bersama Claradevi. Kota ini merupakan kota pelabuhan di Jepang yang terletak di bagian tenggara prefektur Hiroshima.

Perjalanan ke Onomichi dimulai setelah saya menginap di tempat Toyo di Hiroshima. Kami menggunakan kereta dan sampai di Onomichi sekitar jam 8 malam. Saat itu suhu di Onomichi ternyata sudah mencapai 2 derajat dengan angin yang cukup dingin. Apalagi Onomichi ini menghadap ke laut, jadi semakin berasa itu angin dinginnya. Dari stasiun, kami jalan kaki menuju tempat penginapan.

Yay, cerita lagi nih soal Jepang~

Toko Buku Mungil di Seoul

Tahun ini saya melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea. Keduanya adalah negara yang sudah pernah saya kunjungi, namun saya memutuskan untuk kembali datang ke sini karena banyak tempat yang belum saya explore. Di postingan ini, saya ingin sedikit membahas mengenai apa yang saya temukan di Korea Selatan saat traveling selama 6 hari.

Ketika mendatangi Gyeongbokgung Palace di Seoul, tak sengaja lewat depan rumahmu saya menemukan palang yang bertuliskan “Traveler’s Bookshop“. Melihat keunikannya, saya pun tertarik untuk berkunjung.

Membahas sedikit soal di Korea nih…

Tips & Trik Traveling ke Rusia

Akhirnya tercapai juga cita-cita saya untuk bisa menginjak Rusia. Cita-cita untuk bisa jalan-jalan ke Rusia sudah ada sejak lama. Namun ketika mendengar sulitnya mengajukan visa Rusia membuat saya harus mengubur dalam-dalam keinginan ini.

Namun seiring waktu, peraturan mengenai pembuatan visa berubah, dan kini bisa siapa saja mengajukan visa Rusia. Oleh karena itu saya ingin berbagi sedikit tips berdasarkan apa yang saya hadapi dan alami selama di Rusia. Namun bisa dibilang tips ini sebenarnya hanya berlaku di Moscow dan St. Petersburg, karena saya hanya mengunjungi kedua kota ini.

Yang berencana ke Rusia, wajib baca ini!

Cara Bikin Visa Rusia

Pergi ke Rusia sudah menjadi cita-cita saya sejak rajin nonton film. Kenapa karena nonton film? Soalnya banyak banget film-film yang memperlihatkan indahnya Rusia, apalagi film-film Hollywood. Oleh karena itu pergi ke Rusia merupakan salah satu cita-cita saya.

Cita-cita tersebut sempat pupus dikarenakan tiket Rusia yang cukup mahal dan konon membuat Visa Rusia cukup sulit, apalagi mewajibkan rekening koran minimal 75 juta. Namun siapa yang menyangka, akhirnya bisa mewujudkan cita-cita tersebut dan mengunjungi negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin.

Sebagai orang yang berhasil apply Visa Rusia sendirian tanpa meminta bantuan travel agent, maka saya akan menjabarkan secara detail apa saja yang diperlukan untuk membuat Visa Rusia. Selamat menyimak!

Penting nih buat yang mau bikin visa Rusia!

Kebetulan Yang Unik

Bulan April kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sebagai solo traveler. Ini kedua kalinya saya traveling di Jepang sendirian. Traveling kali ini saya juga gak banyak ngasih tahu teman, tahu-tahu udah di Jepang aja. Begitu pun ketika sampai ke Korea, bahkan sebagian keluarga saya tidak tahu kalau saya juga mampir ke Korea.

Saya memilih solo traveling karena saya merasa nyaman traveling tanpa banyak orang. Selain itu saya kembali menantang diri saya untuk bisa menghadapi segala sesuatu sendirian. Saya percaya, solo traveling adalah sebagai pembelajaran untuk bisa mengenal diri sendiri. Lagipula saya gak sendirian banget karena di beberapa tempat saya bertemu dengan teman-teman saya.

Salah satu cerita unik saat traveling nih~

Review Hotel Kapsul di Jepang

Ketika kembali mengunjungi Jepang, saya sudah mengungkapkan wacana saya ke Pricil untuk mencoba menginap di capsule hotel, hotel super minimalis yang muat untuk 1 orang tidur selonjoran (ada yang buat 2 orang juga sih). Di Jepang sendiri, hotel kapsul ada di mana-mana, walau kebanyakan buat laki-laki.

Hotel kapsul ini diperuntukkan buat orang-orang yang pulang malam dan tidak sempat pulang ke rumah, sehingga bisa tidur dengan murah dan nyaman di hotel kapsul. Bayangkan kalau pulang kemalaman dan tidak ada kereta lagi yang lewat, masa tidur di taman? Karena itulah kehadiran hotel kapsul ini sangat berguna bagi pejuang lembur.

Berminat menginap di hotel kapsul? Baca ini dulu!