Empat Hari di Jerman

di jermanTahun 2014 kemarin saya melakukan perjalanan ke Eropa untuk kedua kalinya dalam hidup. Lagi-lagi masih dalam misi yang sama, yaitu menemani Mama conference. Negara Eropa yang saya kunjungi kali ini adalah Jerman (Frankfurt, Rhein, dan Koln), Hungaria (Budapest), dan Austria (Vienna). Di Vienna saya tidak menginap, hanya mampir setengah hari sebelum kembali ke Indonesia.

Rasanya banyak sekali yang ingin saya ceritakan, namun rasanya sulit untuk diutarakan melalui tulisan karena saya terlalu malas untuk menulis. Tapi tampaknya di postingan ini saya hanya ingin bercerita mengenai perjalanan saya ke Jerman.

Cerita tentang pengalaman di Jerman…

Pengalaman Menginap di Wyndham Grand Frankfurt

kamr hotelSaya punya salah satu cita-cita yang kalau menurut orang lain cukup dangkal, yaitu jadi hotel reviewer. Rasanya itu dapat menjadi salah satu pekerjaan terbaik di dunia, mencoba hotel di berbagai negara dan dibayar. Karena rasanya lapangan pekerjaan tersebut sangat minim di Indonesia, jadi saya mencoba mereview di blog saja.

Ketika mengunjungi Frankfurt di tahun 2014, saya menginap di Wyndham Grand Frankfurt Hotel. Hotel ini bisa dibilang hotel yang baru selesai direnovasi dan terletak berseberangan dengan Hotel Intercontinental. Persaingan ketat, namun siapa yang menyangka hotel ini memiliki keunikan tersendiri.

Pertama kali mereview hotel. Cihuy!

Medical Check-Up Sekaligus Jalan-Jalan

MHTCKapan terakhir kali kalian melakukan full medical check up? Saya sendiri baru ingat terakhir medical check-up itu setahun yang lalu. Dari hasil medical check up, alhamdulillah kondisi tubuh sehat dan gak ada masalah cuma kelebihan lemak aja. Mungkin karena saya mulai aktif diet dan memilih makanan sehat. Namun tahun ini saya belum menjalankan medical check-up karena lupa. *getok kepala sendiri*

Saat ke Surabaya kemarin bersama Popon, saya baru mengetahui adanya Malaysia Healthcare Travel Council. Sebelumnya saya pernah membaca mengenai medical check-up berbalut traveling dari blog-nya Indah. Indah menceritakan bagaimana ia melakukan medical check-up sekaligus jalan-jalan di Penang, Malaysia, bersama orangtuanya. Indah memilih Penang Adventist Hospital untuk medical check up. Jadi check-up kesehatan sekaligus jalan-jalan ke negara tetangga. Sungguh ide yang menarik!

Seperti apa layanan Malaysia Healthcare itu?

Puas Foto-foto di Trick Eye Museum

dansaSingapore selalu mempunyai tempat-tempat atraksi baru yang membuat saya ada alasan untuk kembali ke negara ini. Contohnya Trick Eye Museum yang baru dibuka tahun kemarin sekitar bulan Juni. Berhubung saya belum pernah masuk ke sini, maka saya gak mau ketinggalan dan mengunjungi tempat yang lagi ngehits ini.

Untuk masuk ke Trick Eye Museum, harga tiket masuknya bervariasi sesuai dengan umur. Untuk anak umur 4-12 tahun dan di atas 60 tahun (senior citizen) dikenai harga S$20. Sedangkan umur 13-59 tahun dikenai harga S$25.

Ada yang sudah pernah ke Trick Eye Museum? :D

Saya Memang #TravelerPemula

selfieBeberapa hari ini di social media ramai membicarakan artikel #TravelerPemula yang ditulis di media Reader Digest. Isi artikel tersebut mengulas kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh traveler pemula. Tampaknya artikel tersebut berusaha lucu dan sarkastik ala-ala BuzzFeed, namun entah kenapa jadi terkesan nyinyir.

Disebutkan beberapa poin yang menunjukkan ciri-ciri traveler pemula dengan bahasa yang cukup greget. Apakah salah menjadi traveler pemula? Tentu tidak, kan minum combantrin semua pasti pernah menjadi pemula. Gak ada tuh yang langsung jadi pro. Ed Sheeran aja dulu jadi pengamen dulu sebelum bisa jadi penyanyi kondang kayak sekarang.

Nah, kebetulan saya sudah melakukan semua hal yang ada di artikel tersebut. Ya, saya memang #TravelerPemula, karena saya… Apa hayooo, baca lanjutannya yak!

#CCJapanTrip: Clara Chika Japan Trip

shibuyaBulan Maret kemarin saya dan Clara Devi pergi ke Jepang untuk mengemban suatu tugas. Bukan liburan ataupun jalan-jalan, tapi anggap aja begitu, karena kami di Jepang! Yihaaaa~

Pergi ke Jepang adalah salah satu cita-cita saya. Saya beruntung bisa menemani Epoy (panggilan akrab buat Clara Devi) ke Jepang selama dua minggu. Di Jepang kami mengerjakan suatu secret project *tsaaaah* yang mengharuskan kami berpindah-pindah kota.

Horeeee horeeee ke Jepaaaang!