Nyaris Kecopetan di St. Petersburg

Pada suatu hari yang cerah di St. Petersburg, setelah mengikuti Hermitage Tour, mampir ke Church of the Savior on Spilled Blood, dan berakhir ke Singer House (dulu kantor Telegram ada di sini), saya dan Mama pulang naik bus karena tidak mendapatkan taksi.

Ketika sudah memasuki bus, saya ingin membayar tiketnya karena sistem naik bus di sini adalah membayar 55 rubel, yang kemudian akan mendapatkan kartu yang kemudian ditap ke mesin dan setelah itu barulah bisa melewati palang. Namun ternyata bus kali ini berbeda. Awalnya saya tidak mengerti harus membayar di mana, dan ternyata bayar ke kondekturnya yang saat itu berada di belakang. Tampaknya sedang mengumpulkan uang dari penumpang yang masuk terlebih dahulu.

Cerita soal ketemu copet di Rusia…

Iklan

Ingatan Yang Tertinggal Tentang Paris

Pertama kali menginjakkan kaki di Paris, entah kenapa saya merasa déjàvu. Saya merasa saya sudah pernah ke Paris. Saya merasa jauh sebelumnya saya pernah ada di sini, padahal ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota cinta. Cuaca yang sejuk di bulan September membuat saya harus memakai coat dan menutup leher dengan syal. Memang tidak terlalu dingin, tapi demi tampil kece saat difoto, kenapa tidak?

Saat memasuki kota Paris, saya merasa seperti ingatan terdalam saya terkuak. Rasa rindu membuncah seakan-akan potongan demi potongan ingatan menyeruak dari memori. Seperti video flashback yang terus berulang memenuhi kepala.

Apa sih pengalaman yang ada di Paris?

Toko Buku Mungil di Seoul

Tahun ini saya melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea. Keduanya adalah negara yang sudah pernah saya kunjungi, namun saya memutuskan untuk kembali datang ke sini karena banyak tempat yang belum saya explore. Di postingan ini, saya ingin sedikit membahas mengenai apa yang saya temukan di Korea Selatan saat traveling selama 6 hari.

Ketika mendatangi Gyeongbokgung Palace di Seoul, tak sengaja lewat depan rumahmu saya menemukan palang yang bertuliskan “Traveler’s Bookshop“. Melihat keunikannya, saya pun tertarik untuk berkunjung.

Membahas sedikit soal di Korea nih…

Tips & Trik Traveling ke Rusia

Akhirnya tercapai juga cita-cita saya untuk bisa menginjak Rusia. Cita-cita untuk bisa jalan-jalan ke Rusia sudah ada sejak lama. Namun ketika mendengar sulitnya mengajukan visa Rusia membuat saya harus mengubur dalam-dalam keinginan ini.

Namun seiring waktu, peraturan mengenai pembuatan visa berubah, dan kini bisa siapa saja mengajukan visa Rusia. Oleh karena itu saya ingin berbagi sedikit tips berdasarkan apa yang saya hadapi dan alami selama di Rusia. Namun bisa dibilang tips ini sebenarnya hanya berlaku di Moscow dan St. Petersburg, karena saya hanya mengunjungi kedua kota ini.

Yang berencana ke Rusia, wajib baca ini!

Cara Bikin Visa Rusia

Pergi ke Rusia sudah menjadi cita-cita saya sejak rajin nonton film. Kenapa karena nonton film? Soalnya banyak banget film-film yang memperlihatkan indahnya Rusia, apalagi film-film Hollywood. Oleh karena itu pergi ke Rusia merupakan salah satu cita-cita saya.

Cita-cita tersebut sempat pupus dikarenakan tiket Rusia yang cukup mahal dan konon membuat Visa Rusia cukup sulit, apalagi mewajibkan rekening koran minimal 75 juta. Namun siapa yang menyangka, akhirnya bisa mewujudkan cita-cita tersebut dan mengunjungi negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin.

Sebagai orang yang berhasil apply Visa Rusia sendirian tanpa meminta bantuan travel agent, maka saya akan menjabarkan secara detail apa saja yang diperlukan untuk membuat Visa Rusia. Selamat menyimak!

Penting nih buat yang mau bikin visa Rusia!

Kebetulan Yang Unik

Bulan April kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sebagai solo traveler. Ini kedua kalinya saya traveling di Jepang sendirian. Traveling kali ini saya juga gak banyak ngasih tahu teman, tahu-tahu udah di Jepang aja. Begitu pun ketika sampai ke Korea, bahkan sebagian keluarga saya tidak tahu kalau saya juga mampir ke Korea.

Saya memilih solo traveling karena saya merasa nyaman traveling tanpa banyak orang. Selain itu saya kembali menantang diri saya untuk bisa menghadapi segala sesuatu sendirian. Saya percaya, solo traveling adalah sebagai pembelajaran untuk bisa mengenal diri sendiri. Lagipula saya gak sendirian banget karena di beberapa tempat saya bertemu dengan teman-teman saya.

Salah satu cerita unik saat traveling nih~

Cerita Tentang Airbnb di Hiroshima

Pertama kali traveling ke Jepang, saya dan Clara Devi memilih menggunakan Airbnb untuk menginap ketimbang hotel, hostel, atau ryokan. Setelah menginap di tempat Yuka-san yang rumahnya memiliki kamar yang Jepang banget, di Hiroshima kami memilih penginapan Airbnb berupa apartemen yang memiliki host pasangan suami istri Toyo dan Taso.

Perjalanan dari Ajina menuju Hiroshima memakan waktu sekitar setengah jam saja menggunakan kereta. Dari stasiun, kami naik taksi mencari apartemen milik Toyo dan Taso karena sudah malam dan ternyata tidak sulit untuk ditemukan. Sesampai di sana, kami disambut oleh Toyo dan Taso serta teman-temannya yang sedang berkumpul dan makan-makan.

Kali ini cerita bab Hiroshima. Yuk dibaca~