Menimbun Lemak di Pontianak

Awal Juli tahun ini saya bertolak ke Pontianak untuk menghadiri pernikahan kolega kantor. Ini adalah kedua kalinya saya menginjak tanah Pontianak. Kunjungan pertama yaitu tahun lalu, saya kurang menikmati karena saat itu sedang dinas luar kota. Naaah, baru di kunjungan kedua ini saya lebih selo sehingga bisa lebih banyak melakukan wisata kuliner. Yeay! Saya sendiri tidak menuliskan list tempat-tempat mana yang akan saya kunjungi, namun saya mendapatkan bantuan info dari Kiki yang tinggal di Pontianak.

Selama di Pontianak, tentu saja saya puas-puasin makan di sini. Walau di sini banyak menjual makanan tidak halal, bukan berarti pilihan makanan untuk saya sedikit, karena di sini juga banyak restaurant yang menjual makanan halal. Dan inilah kuliner yang saya coba selama tiga hari di Pontianak.

Tempat-tempat kuliner yang didatangin di Pontianak~

Iklan

Tips Membawa Koper Banyak Saat Traveling di Jepang

Berapa banyak koper yang kamu bawa saat traveling? Biasanya jawaban saya tergantung traveling ke mana. Kalau traveling ke Eropa beberapa tahum silam, saya hanya membawa 1 koper besar. Namun entah kenapa setiap pergi ke Jepang, koper saya pasti selalu beranak. Selalu.

Hal itu tidak hanya terjadi satu dua kali saja, namun empat kali! Ke Jepang terakhir ini aja saya sampai beli tas tambahan (bukan koper sih) untuk menaruh oleh-oleh yang saya beli. Jangan heran kalau koper di rumah saya jadi banyak karena saya kerap membeli koper baru ketika berkunjung ke Jepang. Nah, gimana cara saya bisa membawa koper segitu banyak saat pulang? Silakan disimak ya cerita sekaligus tipsnya.

Ada sedikit tips buat yang pengen bawa koper banyak…

Jalan-jalan ke The Dessert Museum di Manila

Di suatu weekend, saya memutuskan pergi ke Manila untuk mengunjungi rekan kerja saya yang sedang dikirim ke sana sekaligus menginjak kaki untuk pertama kalinya di Filipina. Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki di negara baru. Maka Filipina ini menjadi negara ke-21 yang saya kunjungi.

Salah satu tempat yang ingin dikunjungi di Manila adalah ke The Dessert Museum karena melihat beberapa postingan Instagramer yang ngepost foto-foto di sini. Alasan lainnya adalah karena saya suka dessert! Tentunya pergi ke tempat seperti ini menjadi salah satu tujuan hidup saya. *lebay*

Demen yang manis-manis? Wajib ke sini nih~

Onomichi, Kota Pelabuhan di Prefektur Hiroshima

Onomichi adalah salah satu kota yang saya tuju saat melakukan perjalanan ke Jepang bersama Claradevi. Kota ini merupakan kota pelabuhan di Jepang yang terletak di bagian tenggara prefektur Hiroshima.

Perjalanan ke Onomichi dimulai setelah saya menginap di tempat Toyo di Hiroshima. Kami menggunakan kereta dan sampai di Onomichi sekitar jam 8 malam. Saat itu suhu di Onomichi ternyata sudah mencapai 2 derajat dengan angin yang cukup dingin. Apalagi Onomichi ini menghadap ke laut, jadi semakin berasa itu angin dinginnya. Dari stasiun, kami jalan kaki menuju tempat penginapan.

Yay, cerita lagi nih soal Jepang~

Nyaris Kecopetan di St. Petersburg

Pada suatu hari yang cerah di St. Petersburg, setelah mengikuti Hermitage Tour, mampir ke Church of the Savior on Spilled Blood, dan berakhir ke Singer House (dulu kantor Telegram ada di sini), saya dan Mama pulang naik bus karena tidak mendapatkan taksi.

Ketika sudah memasuki bus, saya ingin membayar tiketnya karena sistem naik bus di sini adalah membayar 55 rubel, yang kemudian akan mendapatkan kartu yang kemudian ditap ke mesin dan setelah itu barulah bisa melewati palang. Namun ternyata bus kali ini berbeda. Awalnya saya tidak mengerti harus membayar di mana, dan ternyata bayar ke kondekturnya yang saat itu berada di belakang. Tampaknya sedang mengumpulkan uang dari penumpang yang masuk terlebih dahulu.

Cerita soal ketemu copet di Rusia…

Ingatan Yang Tertinggal Tentang Paris

Pertama kali menginjakkan kaki di Paris, entah kenapa saya merasa déjàvu. Saya merasa saya sudah pernah ke Paris. Saya merasa jauh sebelumnya saya pernah ada di sini, padahal ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota cinta. Cuaca yang sejuk di bulan September membuat saya harus memakai coat dan menutup leher dengan syal. Memang tidak terlalu dingin, tapi demi tampil kece saat difoto, kenapa tidak?

Saat memasuki kota Paris, saya merasa seperti ingatan terdalam saya terkuak. Rasa rindu membuncah seakan-akan potongan demi potongan ingatan menyeruak dari memori. Seperti video flashback yang terus berulang memenuhi kepala.

Apa sih pengalaman yang ada di Paris?

Toko Buku Mungil di Seoul

Tahun ini saya melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea. Keduanya adalah negara yang sudah pernah saya kunjungi, namun saya memutuskan untuk kembali datang ke sini karena banyak tempat yang belum saya explore. Di postingan ini, saya ingin sedikit membahas mengenai apa yang saya temukan di Korea Selatan saat traveling selama 6 hari.

Ketika mendatangi Gyeongbokgung Palace di Seoul, tak sengaja lewat depan rumahmu saya menemukan palang yang bertuliskan “Traveler’s Bookshop“. Melihat keunikannya, saya pun tertarik untuk berkunjung.

Membahas sedikit soal di Korea nih…