Melihat Karya Seni di Wave Of Tomorrow

Seminggu kemaren, timeline Instagram penuh dengan foto-foto di #WaveOfTomorrow, sebuah festival yang diadakan oleh Level7 bekerja sama dengan Bale Project. Festival ini digelar di Tribrata Grand Ballroom Darmawangsa, Jakarta Selatan. Festival Wave of Tomorrow ini berlangsung dari tanggal 19 Oktober sampai dengan 28 Oktober. Cuma 10 hari (dan hari pertama tanggal 19 Oktober dibuka untuk undangan VIP).

Kebetulan saya mendapatkan undangan (tapi bukan VIP) dan melihat harga tiket masuknya Rp 50.000 pas weekday dan 100.000 saat weekend, rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan. Maka di hari terakhir dengan gaya baju seadanya (kagak dandan bok) saya ke sini sendirian soalnya dapat tiketnya cuma 1 gyahahahaha. Namun di sana ternyata ada Nath yang juga datang sendirian, jadilah kami melihat festival ini berdua. Yeay!

Ada apa nih di #WaveOfTomorrow?

Ke Museum MACAN Melihat Karya Yayoi Kusama

Yayoi Kusama adalah salah satu seniman ternama di dunia asal Jepang yang masih hidup hingga sekarang. Pameran ini memperlihatkan karya-karya mulai dari tahun 1950an yang kemudian pindah ke New York di tahun 1960an, dan kembali ke Jepang pada tahun 1973, di mana ia terus berkarya hingga saat ini.

Saya tahu Yayoi Kusama dari Claradevi alias Epoy. Ketika ke Naoshima Island, saya melihat salah satu karyanya yaitu labu polkadot yang juga bisa dilihat di Gandaria City (tapi kayaknya sekarang udah ga ada lagi ya). Di Naoshima sendiri banyak instalasi dari Yayoi Kusama yang saya ingat dari karyanya adalah warna-warni dan polkadot.

Yang suka seni, coba deh mampir ke sini. 😀