Masak Takoyaki Sendiri di Osaka

Pada suatu malam ketika habis pulang dari Universal Studio Japan (USJ), saya melewati sebuah warung kecil yang bertuliskan Self Tacoyaki. Karena Takoyaki merupakan salah satu makanan khas Kansai, maka saya pun mampir.

Awalnya saya gak sadar kalau ini self made takoyaki, pas bayar 800 yen agak mikir, kok mahal juga ya takoyakinya hahahaha. Eh ternyataaaa di sini tuh bikin takoyakinya sendiri (bikin sendiri malah lebih mahal, karena experiencenya dan pastinya gak secepat mas-mas yang bikinin).

Pengalaman seru masak takoyaki sendiri!

Kaleidoskop Chika Jalan-jalan 2018

Sudah sebulan ini saya tidak update blog. Selain karena sibuk bekerja, saat ini saya juga rajin mencari hiburan, seperti nonton, jalan-jalan, dan makan. Berhubung tahun lalu gak sempat bikin kaleidoskop jalan-jalan, maka tahun ini saya coba bikin mumpung lagi ada waktu.

Tahun ini bisa dibilang penuh dengan kesibukan. Pekerjaan cukup padat, begitupun dengan jadwal mengajar yang tidak bersahabat dengan tanggal merah. Tahun ini saya tidak banyak jalan-jalan, tapi lumayan ada beberapa acara dan kerjaan yang mengharuskan saya untuk meninggalkan Jakarta beberapa saat. Berikut adalah kaleidoskop Chika jalan-jalan di tahun 2018.

Napak tilas jalan-jalan tahun 2018

Onomichi, Kota Pelabuhan di Prefektur Hiroshima

Onomichi adalah salah satu kota yang saya tuju saat melakukan perjalanan ke Jepang bersama Claradevi. Kota ini merupakan kota pelabuhan di Jepang yang terletak di bagian tenggara prefektur Hiroshima.

Perjalanan ke Onomichi dimulai setelah saya menginap di tempat Toyo di Hiroshima. Kami menggunakan kereta dan sampai di Onomichi sekitar jam 8 malam. Saat itu suhu di Onomichi ternyata sudah mencapai 2 derajat dengan angin yang cukup dingin. Apalagi Onomichi ini menghadap ke laut, jadi semakin berasa itu angin dinginnya. Dari stasiun, kami jalan kaki menuju tempat penginapan.

Yay, cerita lagi nih soal Jepang~

Review Snack Jepang

Wuhiiii, udah lama gak review makanan nih. Kali ini jatuh ke snack Jepang! Selama di Jepang, saya sering banget ngemil sana sini gak inget timbangan. Mumpung udah di Jepang, jangan ditahan-tahan deh. Rugi bandar. Mending puas-puasin ngemil kayak saya, jadi gak bakal penasaran daripada cuma menatap rak snack sambil mikir panjang ini snack apa dan rasanya kayak gimana.

Jadi supaya tidak penasaran, maka saya pun membeli snack-snack yang terpampang nyata tersebut. Sebenernya ada banyak banget snack, cuma keburu saya makan dan banyak yang lupa difoto. Duh, kayaknya perlu mengasah naluri foto sebelum makan deh demi konten yang lebih haqiqi. Oh iya, snack-snack yang akan direview ini kebanyakan oleh-oleh sih ahahaha tapi emang semuanya snack, jadi saya mau review satu per satu. Yeay!

Yang penasaran, baca sampai habis yaaa 😛

Puas Makan Kepiting di Kani Doraku

Kalau ke Jepang, mampirlah ke restaurant Kani Doraku. Itu pesan dari seorang teman yang sudah ke Jepang. Karena penasaran, saya coba googling restaurant ini dan cukup tertarik karena restaurant ini fokus menjual makanan dengan menggunakan daging kepiting. Maka ketika saya main ke Osaka, saya menyempatkan diri mampir ke Kani Doraku untuk mencicipi aneka menu serba kepiting ini.

Saya mampir ke sini dua kali. Yang pertama dengan sepupu saya, yang kedua dengan mbak Ira. Karena harga makanan di Jepang cukup mahal, tentunya makanan di Kani Doraku tidak murah hahahaha!

Pecinta kepiting wajib ke sini!

Review Hotel Kapsul di Jepang

Ketika kembali mengunjungi Jepang, saya sudah mengungkapkan wacana saya ke Pricil untuk mencoba menginap di capsule hotel, hotel super minimalis yang muat untuk 1 orang tidur selonjoran (ada yang buat 2 orang juga sih). Di Jepang sendiri, hotel kapsul ada di mana-mana, walau kebanyakan buat laki-laki.

Hotel kapsul ini diperuntukkan buat orang-orang yang pulang malam dan tidak sempat pulang ke rumah, sehingga bisa tidur dengan murah dan nyaman di hotel kapsul. Bayangkan kalau pulang kemalaman dan tidak ada kereta lagi yang lewat, masa tidur di taman? Karena itulah kehadiran hotel kapsul ini sangat berguna bagi pejuang lembur.

Berminat menginap di hotel kapsul? Baca ini dulu!

10 Ikemen Jepang Versi Chika

Apa itu Ikemen? Ikemen dalam bahasa Jepang bisa diartikan sebagai cowok good looking. Sebagai orang yang sangat menyukai Jejepangan, tentunya ada artis-artis Jepang yang menjadi idola. Walau sekarang sedang marak dengan artis Korea, namun bagi saya artis Jepang tetap eksis.

Sedari kecil saya sudah nonton dorama Jepang, sedangkan drama Korea yang sudah saya tonton masih bisa dihitung dengan jari. Semenjak rajin ke Jepang, saya juga semakin rajin menonton dorama. Dengan semakin banyaknya dorama-dorama yang saya tonton membuat saya pengen bikin listing siapa saja cowok-cowok Ikemen Jepang menurut saya. Mari disimak!

Para cewek wajib baca ini! :)))

Review Es Krim Glico Wings

Pada hari Minggu yang tenang, saya memutuskan untuk berbelanja ke Alfamart dekat rumah sekalian mengirim beberapa barang yang saya jual. Maklum, sepulang dari Jepang dan Korea saya harus kembali mengumpulkan receh supaya bisa jalan-jalan lagi. Saat melihat kotak pendingin es krim, saya melihat jajaran es krim-es krim Glico.

Es krim Glico ini berasal dari Jepang. Waktu ke Jepang, es krim ini banyak terpampang di convenience store, namun saya tidak mengambilnya karena saya lebih suka mencoba es krim-es krim yang dijual di toko. Di Indonesia, es krim ini diproduksi di bawah naungan Wings Indonesia. Berhubung es krimnya yang dijual terbilang lengkap, jadilah saya membeli 5 es krim untuk saya coba. Ketika pulang berbelanja, terpikirkan oleh saya untuk memakan semua es krim ini saat itu juga.

Mari dicoba!

Bagaimana rasanya?

Cerita Tentang Airbnb di Hiroshima

Pertama kali traveling ke Jepang, saya dan Clara Devi memilih menggunakan Airbnb untuk menginap ketimbang hotel, hostel, atau ryokan. Setelah menginap di tempat Yuka-san yang rumahnya memiliki kamar yang Jepang banget, di Hiroshima kami memilih penginapan Airbnb berupa apartemen yang memiliki host pasangan suami istri Toyo dan Taso.

Perjalanan dari Ajina menuju Hiroshima memakan waktu sekitar setengah jam saja menggunakan kereta. Dari stasiun, kami naik taksi mencari apartemen milik Toyo dan Taso karena sudah malam dan ternyata tidak sulit untuk ditemukan. Sesampai di sana, kami disambut oleh Toyo dan Taso serta teman-temannya yang sedang berkumpul dan makan-makan.

Kali ini cerita bab Hiroshima. Yuk dibaca~

Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

Tahun ini saya kembali lagi ke Jepang. Ini adalah keempat kalinya saya mengunjungi negeri matahari terbit. Pertama kali ke Jepang bersama Clara Devi karena sedang mengerjakan suatu project. Kunjungan kedua yaitu pada musim gugur bersama sepupu saya. Kunjungan ketiga adalah tahun 2016 dan saat itu saya solo traveling. Dan terakhir adalah tahun ini dengan alasan ingin melihat sakura.

Karena sudah empat kali ke Jepang dalam kurun waktu tiga tahun, maka banyak banget yang nanyain, kenapa sih seneng banget ke Jepang? Oke, mari saya jabarkan satu-satu. Inilah alasan kenapa saya memilih pergi ke Jepang.

Buat yang sering nanya, kenapa Jepang…