Etika Menitip Barang

Sebagai orang yang doyan traveling, saya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan minimal 2 kali dalam setahun. Buat saya traveling sudah menjadi kebutuhan karena dengan traveling saya seperti menemukan ketenangan, kesenangan, dan kebahagiaan, walau setelahnya pasti kebingungan akibat tabungan menipis.

Karena hobi jalan-jalan tersebut, di setiap perjalanan, saya pasti selalu dimintai oleh-oleh atau titipan padahal menurut saya oleh-oleh termasuk penyumbang terbesar dalam tagihan kartu kredit. Sedangkan titipan entah kenapa selalu ada ketika saya jalan-jalan. Pasti.

Coba tolong disimak :)))

Cerita Tentang Airbnb di Hiroshima

Pertama kali traveling ke Jepang, saya dan Clara Devi memilih menggunakan Airbnb untuk menginap ketimbang hotel, hostel, atau ryokan. Setelah menginap di tempat Yuka-san yang rumahnya memiliki kamar yang Jepang banget, di Hiroshima kami memilih penginapan Airbnb berupa apartemen yang memiliki host pasangan suami istri Toyo dan Taso.

Perjalanan dari Ajina menuju Hiroshima memakan waktu sekitar setengah jam saja menggunakan kereta. Dari stasiun, kami naik taksi mencari apartemen milik Toyo dan Taso karena sudah malam dan ternyata tidak sulit untuk ditemukan. Sesampai di sana, kami disambut oleh Toyo dan Taso serta teman-temannya yang sedang berkumpul dan makan-makan.

Kali ini cerita bab Hiroshima. Yuk dibaca~

Kalau Pindah Negara dan Pekerjaan

Di pagi hari yang cerah, saya suka mencari hiburan di Twitter. Walau banyak yang bilang Twitter udah gak rame lagi, tapi saya tetap setia dengan aplikasi burung biru tersebut.

Bermula dari tweet Ferdi yang bertanya soal kalau boleh pindah ke kota atau negara lain, dengan pekerjaan baru (level setara sekarang atau lebih tinggi), kira-kira mau pindah ke mana dan kerja apa. Saya langsung membayangkan beberapa artikel-artikel yang pernah saya baca. Seandainya saya diberikan kesempatan pindah negara dan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan, saya pengen ke mana dan jadi apa. Begini jawaban saya.

Pengen pindah ke mana nih?

Merasakan Kehangatan Keluarga Jepang

sarapanBulan Maret tahun kemarin saya bersama Clara Devi melakukan perjalanan ke Jepang dalam rangka mengerjakan suatu project. Selama berada di Jepang, kami memilih menginap menggunakan jasa Airbnb.

Airbnb sendiri merupakan website yang memberikan layanan untuk menyewa tempat menginap, bisa berupa kamar tidur saja, kamar sharing bersama, apartemen, atau rumah. Tergantung kebutuhan yang diinginkan.

Sekitar jam 6 sore kami pergi menuju Hiroshima tepatnya di Ajina menggunakan Shinkansen dari Tokyo. Dengan bermodalkan onigiri beli di convenience store, saya dan Epoy menuju Ajina. Perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima menggunakan Shinkansen memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit. Jauh yaaaa~

Sedikit cerita mengenai perjalanan ke Jepang

Tempat-tempat Yang Dikunjungi Selama di Belitung

laut-belitungSaat Gerhana Matahari Total (GMT) melewati Indonesia, saya berkunjung ke Belitung untuk bisa menyaksikan GMT lebih jelas. Saya bersama Dimas dan Iphan dapat berkeliling Belitung dengan Volare Tour and Travel.

Saya menggunakan pesawat Sriwijaya Air menuju Belitung. Pesawatnya cukup enak dan memberikan snack serta air putih. Lumayan buat ganjal perut yang lapar karena pesawatnya terbilang pagi. Kami berkumpul di bandara sekitar jam 5 pagi karena pesawatnya berangkat jam 7. Sesampai di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, cuaca cerah dan suhu cenderung panas. Setelah kendaraan yang menjemput tiba, dimulailah perjalanan menjelajah Belitung.

Ke mana aja di Belitung?

Menginap di Cottonwood Bed & Breakfast

cottonwoodPada suatu akhir pekan, saya dan mak Chic memutuskan pergi ke Bandung untuk menghadiri pernikahan Topik, teman yang saya kenal dari ngeblog. Saya masih ingat awal-awal kenalan dengan Topik di blog, terus kopdar di Monas hingga akhirnya kami sering berkomunikasi dan nongkrong bareng.

Saat memutuskan ke Bandung, entah kenapa kami sepakat ingin menginap di Cottonwood Bed & Breakfast, sebuah guest house lucu yang memiliki desain menarik di setiap kamarnya. Awalnya saya tahu tempat ini dari Mamin yang menginap bersama keluarganya. Lama saya memendam keinginan untuk menginap di sini hingga akhirnya tercapai juga.

Mau ke Bandung? Cobalah menginap di Cottonwood 😀

Perjalanan Kuliner di Palembang

makanan palembangSelama mengunjungi Palembang, perut saya dimanjakan dengan makanan-makanan khas lokal. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang yang mengundang saya ke sini sungguh mengerti apa yang saya mau, makaaaaaan!

Buat saya, pergi ke suatu daerah berarti harus mencoba makanan-makanan lokal (selama makanan tersebut halal). Dan inilah tempat-tempat kuliner yang saya kunjungi selama di Palembang.

Jangan ngiler yaaaaa~

Festival Sriwijaya XXV di Palembang

jembatanamperaSetelah tahun 2008 terakhir berkunjung, akhirnya kembali lagi menginjakkan kaki di Palembang. Kali ini dalam rangka memenuhi undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang untuk menyaksikan pembukaan Festival Sriwijaya XXV yang berlangsung dari tanggal 18-24 Juli 2016 di Benteng Kuto Besak.

Saya masih ingat sempat ke sini bersama anak-anak Wongkito dengan tujuan Pulau Kemaro, namun batal karena kapal tiba-tiba mogok dan hujan. Untungnya kali ini saya sempat mampir ke Pulau Kemaro dan melihat sejarahnya yang sangat menarik.

Yuk ke Festival Sriwijaya XXV di Benteng Kuto Besak! 😀

10 Barang Penting Untuk Traveling

10 barang utk travelingSaat sedang melakukan perjalanan, tentunya kita ingin bepergian dengan praktis dan tidak terlalu banyak membawa barang. Tentunya kamu gak mau koper atau backpack kamu menjadi berat karena terlalu banyak yang dibawa. Namun terkadang sulit untuk mensortir barang apa saja yang sebaiknya dibawa saat traveling.

Sebagai orang yang suka traveling, saya ingin berbagi mengenai barang-barang apa saja yang menjadi barang penting untuk traveling. Oh iya, barang-barang penting untuk traveling ini merupakan referensi pribadi dari saya dan ditulis tanpa paksaan dari pihak manapun. *azeg*

Plis baca sampai habis…

Traveling Bersama Orang Tua

travel dgn ortuSiapa yang suka traveling di sini? Pastinya pada suka dong. Saya sendiri juga sangat suka traveling. Menurut saya traveling itu semacam kegiatan untuk mengenal diri sendiri. Walau biasanya saya traveling tidak serutin Ariev atau yang jauh kayak Alderina, tapi saya selalu menyempatkan diri untuk traveling, minimal 2x setahun. Perginya pun gak perlu jauh-jauh, ke Belitung atau Malaysia aja sudah cukup.

Berdasarkan survey saya di Twitter, kebanyakan orang traveling bersama pasangan atau sendirian. Saya sendiri sudah merasakan semuanya, bahkan saya sudah traveling dengan sepupu saya (sayang opsi Twitter poll gak bisa nambah lagi). Namun ternyata opsi traveling dengan orang tua (dalam konteks ini adalah orangtua—ayah, ibu, atau keduanya) hanya sedikit yang jawab, sedangkan saya justru lebih sering traveling bersama orangtua saya, yaitu Mama.

Ada yang suka traveling bersama orang tua juga? 😀