Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

Tahun ini saya kembali lagi ke Jepang. Ini adalah keempat kalinya saya mengunjungi negeri matahari terbit. Pertama kali ke Jepang bersama Clara Devi karena sedang mengerjakan suatu project. Kunjungan kedua yaitu pada musim gugur bersama sepupu saya. Kunjungan ketiga adalah tahun 2016 dan saat itu saya solo traveling. Dan terakhir adalah tahun ini dengan alasan ingin melihat sakura.

Karena sudah empat kali ke Jepang dalam kurun waktu tiga tahun, maka banyak banget yang nanyain, kenapa sih seneng banget ke Jepang? Oke, mari saya jabarkan satu-satu. Inilah alasan kenapa saya memilih pergi ke Jepang.

Buat yang sering nanya, kenapa Jepang…

Hong Kong Sebagai Pilihan Untuk Liburan

Sudah lama saya tidak ke Hong Kong. Rencananya tahun depan saya ingin kembali ke sana, tapi masih ngumpulin duit dulu. Menurut saya Hong Kong merupakan destinasi yang cukup mudah untuk dikunjungi mengingat tidak perlu ada visa jika ingin pergi ke sana.

Saya sendiri baru dua kali ke Hong Kong yaitu waktu masih kecil bersama keluarga dan ketika diajak berkunjung ke Hong Kong Disneyland bersama Mama.

Selain Disneyland, sebenarnya banyak sekali tempat-tempat di Hong Kong yang bisa didatangi. Ini nih 10 tempat yang wajib dikunjungi di Hong Kong menurut Discover Hongkong.

Di mana aja tuh?

I Left My Heart in Budapest

Perjalanan ke Eropa tahun 2014, saya hanya mengunjungi 3 negara aja, tidak seperti trip ke Eropa sebelumnya pada tahun 2012 di mana saya mengunjungi 5 negara Eropa sekaligus. Perjalanan ke Eropa kali ini masih sama seperti misi sebelumnya, yaitu membantu kerjaan Mama.

Saya beruntung karena Mama memiliki pekerjaan yang mengharuskannya ikut seminar ke luar negeri. Berdasarkan alasan itulah saya bisa ikut nebeng perjalanan ini karena terlalu sayang itu kamar hotel-nya Mama cuma diisi sendirian.

Apa aja yang bikin kepincut di Budapest?

Tips Naik Kereta Shinkansen di Jepang

naik-shinkansenJepang terdiri dari 4 pulau, yaitu Honsyu (pulau terbesar yang ada Tokyo, Osaka, Kyoto, dan lain-lain), Kyushu, Shikoku, dan Hokkaido. Selama jalan-jalan ke Jepang, saya baru mampir ke pulau Honshu dan Shikoku. Sedangkan dua pulau lainnya belum pernah didatangi.

Ketika jalan-jalan ke Jepang, saya hampir selalu menggunakan Shinkansen daripada pesawat terbang untuk menjangkau kota-kota Jepang lainnya yang berjarak cukup jauh seperti Osaka, Kyoto, Sendai, dan Hiroshima. Naik Shinkansen bisa dibilang tidak murah mengingat harga tiketnya jika dirupiahkan kira-kira sekitar 1 juta lebih, namun pengalaman naik Shinkansen itulah yang menyenangkan.

Yang mau naik Shinkansen, baca dulu yaaa~

Sarapan Mewah di Dominique Ansel Bakery

dabMasih ingatkah kalian dengan fenomenal Cronut? Cronut adalah croissant donut yang diciptakan oleh chef Dominique Ansel di toko roti miliknya yang bernama Dominique Ansel Bakery di New York. Dalam sekejap, Cronut ini menjadi terkenal. Awal-awal dirilis setiap pagi orang-orang pada antri untuk membeli Cronut yang hanya dijual terbatas.

Sebagai orang yang tinggal di Jakarta, bisa merasakan Cronut milik Dominique Ansel Bakery hanyalah mimpi. Namun ternyata mimpi itu bisa diwujudkan karena Dominique Ansel Bakery membuka cabang di Tokyo. Yay!

Review Dominique Ansel Bakery di Tokyo

Merasakan Kehangatan Keluarga Jepang

sarapanBulan Maret tahun kemarin saya bersama Clara Devi melakukan perjalanan ke Jepang dalam rangka mengerjakan suatu project. Selama berada di Jepang, kami memilih menginap menggunakan jasa Airbnb.

Airbnb sendiri merupakan website yang memberikan layanan untuk menyewa tempat menginap, bisa berupa kamar tidur saja, kamar sharing bersama, apartemen, atau rumah. Tergantung kebutuhan yang diinginkan.

Sekitar jam 6 sore kami pergi menuju Hiroshima tepatnya di Ajina menggunakan Shinkansen dari Tokyo. Dengan bermodalkan onigiri beli di convenience store, saya dan Epoy menuju Ajina. Perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima menggunakan Shinkansen memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit. Jauh yaaaa~

Sedikit cerita mengenai perjalanan ke Jepang

Mengunjungi Pabrik Kertas PaperOne

pangkalan-kerinciSepulang dari Festival Sriwijaya, saya mendapatkan undangan untuk berkunjung ke sebuah pabrik kertas milik APRIL Asia yang memproduksi kertas dengan nama PaperOne. Dulu saya sempat berpikir PaperOne ini adalah kertas import, karena kemasannya yang sungguh international. Siapa yang menyangka merk kertas ternama ini merupakan produk Indonesia. Ternyata proses pembuatan kertas yang saya lihat, sudah diatur dengan baik sehingga tidak sembarangan menebang pohon-pohon di hutan.

PaperOne diproduksi dalam naungan RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) yang merupakan bagian dari APRIL. Berhubung saya adalah konsumen PaperOne, maka saya pun menerima undangan ke Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Untuk mencapai tempat ini, dari Jakarta kami terbang ke Pekanbaru, kemudian menempuh jalan darat sekitar satu setengah jam.

Kayak apa sih pabrik kertas PaperOne? 😀