Lupa Nama Orang Bukan Berarti Sombong

Pernahkah kamu dibilang sombong ketika melupakan nama teman? Inilah hal yang sering terjadi kepada saya ketika saya melupakan nama teman. Bukannya bermaksud sombong, namun memori di kepala ini kan cukup terbatas. Jangankan lupa nama orang yang cuma ketemu sekali, yang ketemu berkali-kali aja saya suka lupa hahahaha~ *dikasih cerebrovit*

Padahal saya sendiri tipe yang jarang lupa nama orang, tapi namanya manusia ya, lupa adalah hal yang lumrah. Namun saya tidak habis pikir, kenapa apabila lupa nama orang, kebanyakan reaksi mereka adalah, “Ih sombong ya kagak inget,” bukannya membantu mengingatkan kembali namanya. Coba deh kalau kamu berada di posisi yang lupa dengan nama orang terus disebut sombong. Enak gak?

Ngomongin apa sih ini?

Iklan

Me and My Bucketlist

Saya memiliki banyak sekali cita-cita, cita-cita yang mungkin menurut orang lain biasa aja, aneh, atau lebay. Biasanya cita-cita itu adalah sebuah keinginan untuk menjadi sesuatu, namun untuk saya cita-cita itu lebih ke hal-hal yang ingin saya raih. Saya memasukkan cita-cita tersebut ke dalam bucketlist. Dengan memiliki keinginan dalam bucketlist, di sinilah saya mewarnai kehidupan saya. Karena dengan adanya bucketlist ini, saya memiliki banyak tujuan hidup.

List-list yang ada di bucketlist beraneka ragam, mulai dari yang normal, biasa, cenderung aneh, sampai hal-hal yang agak mustahil. Namun menurut saya tidak ada yang mustahil. Impossible is nothing, itu menurut Adidas.

Apa aja sih isi bucketlistnya?

Soal Kebiasaan Menggunakan Aku-Kamu

Saya biasa menggunakan aku-kamu sebagai pengganti kata subyek dan obyek dalam percakapan bersama teman-teman. Hal ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari sampai ke lingkungan pekerjaan. Memang di luar itu ada beberapa orang yang biasa saya ajak ngobrol dengan penggunaan gue-elo, namun hanya segelintir orang, padahal waktu kuliah, saya biasa berbicara gue-elo.

Sebenarnya kebiasaan berbicara aku-kamu itu masih menempel pada saya hingga kelas 2 SMP. Saat itu saya sering sekali diledek teman-teman karena masih menggunakan aku-kamu sebagai subyek-obyek. Mau gimana, di rumah saya biasa menggunakan bahasa sopan. Ngomong elo-gue di rumah kayaknya bisa mengundang pelototan dari nyokap hahahaha. Namun ketika mulai memasuki kelas 3 SMP, barulah saya fasih ngomong elo-gue.

Postingan iseng tentang aku-kamu

Pentingnya Cuci Tangan

Pada suatu hari, saya pergi ke sebuah mall di Jakarta untuk berbuka puasa. Lalu ketika hasrat ingin buang air kecil datang, maka pergilah saya ke toilet.

Toilet cukup ramai dan saya harus mengantri. Sambil mengantri, saya mengamati orang-orang di toilet. Ada yang habis dari toilet kemudian cuci tangan, namun ada juga yang setelah keluar dari bilik toilet langsung pergi keluar tanpa cuci tangan. Duuuh, cakep-cakep tapi gak cuci tangan abis dari toilet. Kok jorok sih?

Hayooo dibaca dulu sampe habis~

Etika Menitip Barang

Sebagai orang yang doyan traveling, saya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan minimal 2 kali dalam setahun. Buat saya traveling sudah menjadi kebutuhan karena dengan traveling saya seperti menemukan ketenangan, kesenangan, dan kebahagiaan, walau setelahnya pasti kebingungan akibat tabungan menipis.

Karena hobi jalan-jalan tersebut, di setiap perjalanan, saya pasti selalu dimintai oleh-oleh atau titipan padahal menurut saya oleh-oleh termasuk penyumbang terbesar dalam tagihan kartu kredit. Sedangkan titipan entah kenapa selalu ada ketika saya jalan-jalan. Pasti.

Coba tolong disimak :)))

#LagiKangen Dengan Blogger-Blogger Lama

pbMenulis postingan 10 tahun blog Chikastuff, saya jadi teringat dengan teman-teman blogger (lama) yang telah mengisi hidup saya. Pertama kali ngeblog adalah tanggal 13 Januari 2007. Tak terasa sekarang sudah 10 tahun menulis blog.

Saya menyusuri tulisan-tulisan lama di mana saat itu saya lebih banyak curhat-curhat gak jelas yang entah di mana kegunaannya HAHAHAHA. Namanya juga ngeblog buat menuangkan curahan hati dan pikiran. Selain itu saya juga suka nulis cerpen dan flash fiction. Namun makin ke sini saya merasa perlu untuk menulis sesuatu yang berupa informasi atau yang bisa berguna untuk pembaca.

Curhat dikit~

Enaknya Jadi Freelancer

freelanceSudah dua tahun ini saya menjalankan pekerjaan sebagai freelancer alias pekerja lepas yang ternyata masih bertahan hingga sekarang. Desember tahun 2014, sebelum berangkat umroh, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan korporat dan menjadi freelancer setelahnya. Semenjak menjadi freelancer, saya merasa lebih bahagia.

Saya bisa bangun pagi tanpa harus merasa terburu-buru dan menghadapi kemacetan Jakarta. Saya bisa melakukan tidur siang pada jam-jam yang saya inginkan. Saya bisa menonton di bioskop pada jam-jam pagi di mana bioskop tentunya tidak ramai.

Inilah yang terjadi setelah dua tahun menjadi freelancer