Apa Pet Peeves Kamu?

Pada suatu pagi saya iseng membahas mengenai Pet Peeves di IG Story. Bukan, ini bukan mahluk hantu yang ada di film Harry Potter, tapi ini adalah suatu hal atau kegiatan yang membuat orang lain terganggu.

Kalau menurut kamus, pet peeves adalah sesuatu yang menurut (beberapa) orang sangat mengganggu. Pet peeves ini bisa bermacam-macam, misalnya orang yang kalau makan suka ngecap (ngunyahnya berisik), orang yang suka goyang-goyang kaki, artikel yang typo, atau lukisan yang miring. Walau menurut kebanyakan orang itu biasa aja, namun untuk beberapa orang hal tersebut sangat mengganggu.

Apa aja sih yang jadi pet peeves?

Iklan

Blog Ini Berusia 12 Tahun!

Tiga belas Januari, itulah hari ulang tahun blog saya. Sialnya saya malah lupa karena di hari itu saya sedang ada lemburan di kantor. Hari itu kebetulan saya hanya di kantor saja seharian karena ada tugas yang harus dikerjakan. Saya mengecek Twitter sesekali dan Instagram untuk menonton beberapa IG Story dari teman-teman saya yang lumayan menghibur.

Lalu dua hari kemudian yaitu hari Selasa, saya teringat ingin menulis blog dari hasil diskusi di IG Story.  Setelah akan mengupload tulisan, maka saya pun membuka blog kesayangan ini dan di situ menemukan ucapan dari WordPress.

Apa tuh ucapannya? 😛

Kaleidoskop Chika Jalan-jalan 2018

Sudah sebulan ini saya tidak update blog. Selain karena sibuk bekerja, saat ini saya juga rajin mencari hiburan, seperti nonton, jalan-jalan, dan makan. Berhubung tahun lalu gak sempat bikin kaleidoskop jalan-jalan, maka tahun ini saya coba bikin mumpung lagi ada waktu.

Tahun ini bisa dibilang penuh dengan kesibukan. Pekerjaan cukup padat, begitupun dengan jadwal mengajar yang tidak bersahabat dengan tanggal merah. Tahun ini saya tidak banyak jalan-jalan, tapi lumayan ada beberapa acara dan kerjaan yang mengharuskan saya untuk meninggalkan Jakarta beberapa saat. Berikut adalah kaleidoskop Chika jalan-jalan di tahun 2018.

Napak tilas jalan-jalan tahun 2018

Selamat Idulfitri 1439 H!

Sudah lama sekali rasanya tidak update blog. Bukannya malas, tapi memang waktu saya sangat terbatas. Bahkan saat akhir pekan pun biasanya saya isi dengan menyelesaikan pekerjaan. Semua itu dikarenakan saat ini tim divisi saya sedang kekurangan orang, mau gak mau 1 orang bisa menyelesaikan pekerjaan 2 orang.

Namun tak apa, itulah namanya tantangan dalam  bekerja. Walaupun begitu, saya masih tetap senang dengan pekerjaan saya, karena saya menjalani apa yang menjadi passion saya. Oke, rasanya saya gak perlu curhat banyak soal kerjaan.

Selamat Lebaran~

John Mayer dan Video New Light

Siapa yang gak tau John Mayer? Kalau belum tahu mungkin bisa baca dulu sedikit mengenai John Mayer di Wikipedia.

Musisi yang satu ini memang selalu berkarya. Baru tahun lalu John menelurkan album The Search of Everything, tahun ini John mengeluarkan single terbaru berjudul New Light. Yang saya mau bahas sebenarnya bukan tentang lagunya, tapi tentang videonya.

Sebelum videonya keluar, John sudah memberikan teaser di Twitter dan Instagram miliknya. Melihat teaser ini kok yang kepikiran di saya adalah lagu-lagu ala 70an.

Ada yang udah lihat video terbaru John Mayer?

Me and My Bucketlist

Saya memiliki banyak sekali cita-cita, cita-cita yang mungkin menurut orang lain biasa aja, aneh, atau lebay. Biasanya cita-cita itu adalah sebuah keinginan untuk menjadi sesuatu, namun untuk saya cita-cita itu lebih ke hal-hal yang ingin saya raih. Saya memasukkan cita-cita tersebut ke dalam bucketlist. Dengan memiliki keinginan dalam bucketlist, di sinilah saya mewarnai kehidupan saya. Karena dengan adanya bucketlist ini, saya memiliki banyak tujuan hidup.

List-list yang ada di bucketlist beraneka ragam, mulai dari yang normal, biasa, cenderung aneh, sampai hal-hal yang agak mustahil. Namun menurut saya tidak ada yang mustahil. Impossible is nothing, itu menurut Adidas.

Apa aja sih isi bucketlistnya?

Soal Kebiasaan Menggunakan Aku-Kamu

Saya biasa menggunakan aku-kamu sebagai pengganti kata subyek dan obyek dalam percakapan bersama teman-teman. Hal ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari sampai ke lingkungan pekerjaan. Memang di luar itu ada beberapa orang yang biasa saya ajak ngobrol dengan penggunaan gue-elo, namun hanya segelintir orang, padahal waktu kuliah, saya biasa berbicara gue-elo.

Sebenarnya kebiasaan berbicara aku-kamu itu masih menempel pada saya hingga kelas 2 SMP. Saat itu saya sering sekali diledek teman-teman karena masih menggunakan aku-kamu sebagai subyek-obyek. Mau gimana, di rumah saya biasa menggunakan bahasa sopan. Ngomong elo-gue di rumah kayaknya bisa mengundang pelototan dari nyokap hahahaha. Namun ketika mulai memasuki kelas 3 SMP, barulah saya fasih ngomong elo-gue.

Postingan iseng tentang aku-kamu