Melihat Karya Seni di Wave Of Tomorrow

Seminggu kemaren, timeline Instagram penuh dengan foto-foto di #WaveOfTomorrow, sebuah festival yang diadakan oleh Level7 bekerja sama dengan Bale Project. Festival ini digelar di Tribrata Grand Ballroom Darmawangsa, Jakarta Selatan. Festival Wave of Tomorrow ini berlangsung dari tanggal 19 Oktober sampai dengan 28 Oktober. Cuma 10 hari (dan hari pertama tanggal 19 Oktober dibuka untuk undangan VIP).

Kebetulan saya mendapatkan undangan (tapi bukan VIP) dan melihat harga tiket masuknya Rp 50.000 pas weekday dan 100.000 saat weekend, rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan. Maka di hari terakhir dengan gaya baju seadanya (kagak dandan bok) saya ke sini sendirian soalnya dapat tiketnya cuma 1 gyahahahaha. Namun di sana ternyata ada Nath yang juga datang sendirian, jadilah kami melihat festival ini berdua. Yeay!

Ada apa nih di #WaveOfTomorrow?

Iklan

Menimbun Lemak di Pontianak

Awal Juli tahun ini saya bertolak ke Pontianak untuk menghadiri pernikahan kolega kantor. Ini adalah kedua kalinya saya menginjak tanah Pontianak. Kunjungan pertama yaitu tahun lalu, saya kurang menikmati karena saat itu sedang dinas luar kota. Naaah, baru di kunjungan kedua ini saya lebih selo sehingga bisa lebih banyak melakukan wisata kuliner. Yeay! Saya sendiri tidak menuliskan list tempat-tempat mana yang akan saya kunjungi, namun saya mendapatkan bantuan info dari Kiki yang tinggal di Pontianak.

Selama di Pontianak, tentu saja saya puas-puasin makan di sini. Walau di sini banyak menjual makanan tidak halal, bukan berarti pilihan makanan untuk saya sedikit, karena di sini juga banyak restaurant yang menjual makanan halal. Dan inilah kuliner yang saya coba selama tiga hari di Pontianak.

Tempat-tempat kuliner yang didatangin di Pontianak~

Tips Membawa Koper Banyak Saat Traveling di Jepang

Berapa banyak koper yang kamu bawa saat traveling? Biasanya jawaban saya tergantung traveling ke mana. Kalau traveling ke Eropa beberapa tahum silam, saya hanya membawa 1 koper besar. Namun entah kenapa setiap pergi ke Jepang, koper saya pasti selalu beranak. Selalu.

Hal itu tidak hanya terjadi satu dua kali saja, namun empat kali! Ke Jepang terakhir ini aja saya sampai beli tas tambahan (bukan koper sih) untuk menaruh oleh-oleh yang saya beli. Jangan heran kalau koper di rumah saya jadi banyak karena saya kerap membeli koper baru ketika berkunjung ke Jepang. Nah, gimana cara saya bisa membawa koper segitu banyak saat pulang? Silakan disimak ya cerita sekaligus tipsnya.

Ada sedikit tips buat yang pengen bawa koper banyak…

Review Film Searching

Melihat posternya film ini, mungkin membuat orang kurang tertarik untuk menonton filmnya. Namun siapa yang menyangka ternyata film ini SANGAT MENARIK. Saya tidak mengada-ngada, tapi memang film ini bagus dan wajib ditonton banget, apalagi di era social media seperti sekarang ini.

Film yang dibintangi oleh John Cho (si Sulu di film Stark Trek) ini memiliki jalan cerita yang sungguh menarik. Menit-menit awal, disuguhkan dengan cerita tentang keluarga kecilnya. Seperti film Up di mana ada cerita-cerita perjalanan dari keluarga ini mulai dari David dan Pam (Sarah Sohn) membesarkan anaknya Margot di era internet.

Baca reviewnya di sini~

Jalan-jalan ke The Dessert Museum di Manila

Di suatu weekend, saya memutuskan pergi ke Manila untuk mengunjungi rekan kerja saya yang sedang dikirim ke sana sekaligus menginjak kaki untuk pertama kalinya di Filipina. Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki di negara baru. Maka Filipina ini menjadi negara ke-21 yang saya kunjungi.

Salah satu tempat yang ingin dikunjungi di Manila adalah ke The Dessert Museum karena melihat beberapa postingan Instagramer yang ngepost foto-foto di sini. Alasan lainnya adalah karena saya suka dessert! Tentunya pergi ke tempat seperti ini menjadi salah satu tujuan hidup saya. *lebay*

Demen yang manis-manis? Wajib ke sini nih~

Ke Museum MACAN Melihat Karya Yayoi Kusama

Yayoi Kusama adalah salah satu seniman ternama di dunia asal Jepang yang masih hidup hingga sekarang. Pameran ini memperlihatkan karya-karya mulai dari tahun 1950an yang kemudian pindah ke New York di tahun 1960an, dan kembali ke Jepang pada tahun 1973, di mana ia terus berkarya hingga saat ini.

Saya tahu Yayoi Kusama dari Claradevi alias Epoy. Ketika ke Naoshima Island, saya melihat salah satu karyanya yaitu labu polkadot yang juga bisa dilihat di Gandaria City (tapi kayaknya sekarang udah ga ada lagi ya). Di Naoshima sendiri banyak instalasi dari Yayoi Kusama yang saya ingat dari karyanya adalah warna-warni dan polkadot.

Yang suka seni, coba deh mampir ke sini. 😀

Berlibur di Dash Hotel Seminyak, Bali

Ketika ada waktu singkat untuk liburan, biasanya tempat mana yang akan dipilih untuk melakukan short trip tersebut? Saat melayangkan pertanyaan ini di Twitter (masih main Twitter dong!), banyak orang menjawab liburan ke Jogja atau Bali. Berhubung saya beberapa bulan yang lalu sudah ke Jogja, rasanya Bali yang menjadi pilihan liburan saya.

Perjalanan saya ke Bali ditemani oleh Hanny yang baru saja berulang tahun. Maka bisa dibilang ini adalah #HannyBirthdayTrip! Saya sendiri sudah lama tidak bertemu dengan Hanny dan tentunya perjalanan ini menjadi quality time untuk saya dan Hanny. Maka berangkatlah kami berdua ke Bali. Yeay!

Awalnya saya mengira Bali pasti akan panas, namun ketika saya berkunjung ke sini di bulan Juni ternyata Bali tidak terlalu panas. Kalau kata Hanny, sejuknya Bali merupakan kiriman angin musim dingin dari Australia. Wah saya baru tahu!

Yuk baca selengkapnya tentang review Dash Hotel ini