Nyaris Kecopetan di St. Petersburg

Pada suatu hari yang cerah di St. Petersburg, setelah mengikuti Hermitage Tour, mampir ke Church of the Savior on Spilled Blood, dan berakhir ke Singer House (dulu kantor Telegram ada di sini), saya dan Mama pulang naik bus karena tidak mendapatkan taksi.

Ketika sudah memasuki bus, saya ingin membayar tiketnya karena sistem naik bus di sini adalah membayar 55 rubel, yang kemudian akan mendapatkan kartu yang kemudian ditap ke mesin dan setelah itu barulah bisa melewati palang. Namun ternyata bus kali ini berbeda. Awalnya saya tidak mengerti harus membayar di mana, dan ternyata bayar ke kondekturnya yang saat itu berada di belakang. Tampaknya sedang mengumpulkan uang dari penumpang yang masuk terlebih dahulu.

Cerita soal ketemu copet di Rusia…

Iklan

Malam Tahun Baru Ngapain Aja?

Kalau tahun-tahun lalu saya biasa melewatkan malam tahun baru dengan begadang bersama teman-teman atau keluarga, tahun ini saya ingin mencoba beda, yaitu bobok.

Kebetulan menjelang tahun baru saya sedang di Malang untuk menghadiri pernikahan sahabat saya, Depe. Karena itu tercetus ide, kenapa gak sekalian tahun baru di Malang? Maka saya pun memutuskan stay di Malang sampai Tahun Baru terlewati. Udah lama gak tahun baru di luar Jakarta. Eh gak lama-lama banget sih, terakhir tuh tahun 2016 yaitu tahun baruan di Makassar, yang besoknya ke Tana Toraja. Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekali.

Postingan pertama di tahun 2018

Ingatan Yang Tertinggal Tentang Paris

Pertama kali menginjakkan kaki di Paris, entah kenapa saya merasa dรฉjร vu. Saya merasa saya sudah pernah ke Paris. Saya merasa jauh sebelumnya saya pernah ada di sini, padahal ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota cinta. Cuaca yang sejuk di bulan September membuat saya harus memakai coat dan menutup leher dengan syal. Memang tidak terlalu dingin, tapi demi tampil kece saat difoto, kenapa tidak?

Saat memasuki kota Paris, saya merasa seperti ingatan terdalam saya terkuak. Rasa rindu membuncah seakan-akan potongan demi potongan ingatan menyeruak dari memori. Seperti video flashback yang terus berulang memenuhi kepala.

Apa sih pengalaman yang ada di Paris?

Toko Buku Mungil di Seoul

Tahun ini saya melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea. Keduanya adalah negara yang sudah pernah saya kunjungi, namun saya memutuskan untuk kembali datang ke sini karena banyak tempat yang belum saya explore. Di postingan ini, saya ingin sedikit membahas mengenai apa yang saya temukan di Korea Selatan saat traveling selama 6 hari.

Ketika mendatangi Gyeongbokgung Palace di Seoul, tak sengaja lewat depan rumahmu saya menemukan palang yang bertuliskan “Traveler’s Bookshop“. Melihat keunikannya, saya pun tertarik untuk berkunjung.

Membahas sedikit soal di Korea nih…

Melewati Hari Kemerdekaan di Istana Negara

Pada suatu yang cerah tiba-tiba saya dihubungi Al yang menanyakan apakah saya punya waktu kosong di tanggal 17 Agustus. Berhubung saya hanya punya 1 jadwal yaitu menjemput Lisa Depe, maka Al memberikan saya undangan istimewa yaitu undangan upacara penurunan bendera. Yap, upacara yang diadakan di Istana Negara.

Sebagai rakyat jelata, tentunya saya tidak menolak kesempatan ini. Saya masih agak menyesal karena bulan puasa kemarin tidak bisa menghadiri buka puasa bersama Jokowi. Oleh karena itu di kesempatan kali ini tidak boleh saya lewatkan. Saya diberikan undangan dan sedikit brief mengenai ketentuan saat menghadiri upacara.

Horeeee, ikut upacara lagiii!

Kebetulan Yang Unik

Bulan April kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sebagai solo traveler. Ini kedua kalinya saya traveling di Jepang sendirian. Traveling kali ini saya juga gak banyak ngasih tahu teman, tahu-tahu udah di Jepang aja. Begitu pun ketika sampai ke Korea, bahkan sebagian keluarga saya tidak tahu kalau saya juga mampir ke Korea.

Saya memilih solo traveling karena saya merasa nyaman traveling tanpa banyak orang. Selain itu saya kembali menantang diri saya untuk bisa menghadapi segala sesuatu sendirian. Saya percaya, solo traveling adalah sebagai pembelajaran untuk bisa mengenal diri sendiri. Lagipula saya gak sendirian banget karena di beberapa tempat saya bertemu dengan teman-teman saya.

Salah satu cerita unik saat traveling nih~

Pengalaman Ombre Rambut di Irwan Team

Saya memiliki rambut yang panjang, yaitu sekitar sepinggang. Saya sengaja memanjangkan rambut saya karena saya ingin ombre rambut seperti yang saat ini sedang ngetrend.

Bukannya ingin mengikuti arus mainstream, tapi buat saya hidup hanya sekali, jadi saya ingin melakukan hal-hal yang tidak biasa bagi saya. You only live once! Why donโ€™t you do something unusual in your life?

Yang berminat ombre rambut, coba baca ini dulu~