Melewati Hari Kemerdekaan di Istana Negara

Pada suatu yang cerah tiba-tiba saya dihubungi Al yang menanyakan apakah saya punya waktu kosong di tanggal 17 Agustus. Berhubung saya hanya punya 1 jadwal yaitu menjemput Lisa Depe, maka Al memberikan saya undangan istimewa yaitu undangan upacara penurunan bendera. Yap, upacara yang diadakan di Istana Negara.

Sebagai rakyat jelata, tentunya saya tidak menolak kesempatan ini. Saya masih agak menyesal karena bulan puasa kemarin tidak bisa menghadiri buka puasa bersama Jokowi. Oleh karena itu di kesempatan kali ini tidak boleh saya lewatkan. Saya diberikan undangan dan sedikit brief mengenai ketentuan saat menghadiri upacara.

Horeeee, ikut upacara lagiii!

Iklan

Kebetulan Yang Unik

Bulan April kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sebagai solo traveler. Ini kedua kalinya saya traveling di Jepang sendirian. Traveling kali ini saya juga gak banyak ngasih tahu teman, tahu-tahu udah di Jepang aja. Begitu pun ketika sampai ke Korea, bahkan sebagian keluarga saya tidak tahu kalau saya juga mampir ke Korea.

Saya memilih solo traveling karena saya merasa nyaman traveling tanpa banyak orang. Selain itu saya kembali menantang diri saya untuk bisa menghadapi segala sesuatu sendirian. Saya percaya, solo traveling adalah sebagai pembelajaran untuk bisa mengenal diri sendiri. Lagipula saya gak sendirian banget karena di beberapa tempat saya bertemu dengan teman-teman saya.

Salah satu cerita unik saat traveling nih~

Pengalaman Ombre Rambut di Irwan Team

Saya memiliki rambut yang panjang, yaitu sekitar sepinggang. Saya sengaja memanjangkan rambut saya karena saya ingin ombre rambut seperti yang saat ini sedang ngetrend.

Bukannya ingin mengikuti arus mainstream, tapi buat saya hidup hanya sekali, jadi saya ingin melakukan hal-hal yang tidak biasa bagi saya. You only live once! Why don’t you do something unusual in your life?

Yang berminat ombre rambut, coba baca ini dulu~

Rekreasi ke Pabrik Frisian Flag Indonesia

Di hari Rabu yang cerah, saya bersiap-siap untuk pergi menuju pabrik susu favorit saya, yaitu Frisian Flag Indonesia. Rencananya berkumpul di Cilandak Town Square, namun saya memutuskan menyetir sendiri saja ke pabrik karena menurut aplikasi Waze, durasi perjalanan ke pabrik lebih cepat ketimbang ke Cilandak Town Square (Citos).

Selama perjalanan saya sudah menyiapkan aneka camilan, berjaga-jaga apabila saya bosan di jalan mengingat perjalanannya cukup panjang. Namun ternyata hanya memakan waktu sekitar 40 menit saja untuk meraih tempat ini. Jauh lebih cepat ketimbang saya harus ke Citos.

Yuk tamasya ke Pabrik Frisian Flag!

Cerita Tentang Airbnb di Hiroshima

Pertama kali traveling ke Jepang, saya dan Clara Devi memilih menggunakan Airbnb untuk menginap ketimbang hotel, hostel, atau ryokan. Setelah menginap di tempat Yuka-san yang rumahnya memiliki kamar yang Jepang banget, di Hiroshima kami memilih penginapan Airbnb berupa apartemen yang memiliki host pasangan suami istri Toyo dan Taso.

Perjalanan dari Ajina menuju Hiroshima memakan waktu sekitar setengah jam saja menggunakan kereta. Dari stasiun, kami naik taksi mencari apartemen milik Toyo dan Taso karena sudah malam dan ternyata tidak sulit untuk ditemukan. Sesampai di sana, kami disambut oleh Toyo dan Taso serta teman-temannya yang sedang berkumpul dan makan-makan.

Kali ini cerita bab Hiroshima. Yuk dibaca~

Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

Tahun ini saya kembali lagi ke Jepang. Ini adalah keempat kalinya saya mengunjungi negeri matahari terbit. Pertama kali ke Jepang bersama Clara Devi karena sedang mengerjakan suatu project. Kunjungan kedua yaitu pada musim gugur bersama sepupu saya. Kunjungan ketiga adalah tahun 2016 dan saat itu saya solo traveling. Dan terakhir adalah tahun ini dengan alasan ingin melihat sakura.

Karena sudah empat kali ke Jepang dalam kurun waktu tiga tahun, maka banyak banget yang nanyain, kenapa sih seneng banget ke Jepang? Oke, mari saya jabarkan satu-satu. Inilah alasan kenapa saya memilih pergi ke Jepang.

Buat yang sering nanya, kenapa Jepang…

Kalau Pindah Negara dan Pekerjaan

Di pagi hari yang cerah, saya suka mencari hiburan di Twitter. Walau banyak yang bilang Twitter udah gak rame lagi, tapi saya tetap setia dengan aplikasi burung biru tersebut.

Bermula dari tweet Ferdi yang bertanya soal kalau boleh pindah ke kota atau negara lain, dengan pekerjaan baru (level setara sekarang atau lebih tinggi), kira-kira mau pindah ke mana dan kerja apa. Saya langsung membayangkan beberapa artikel-artikel yang pernah saya baca. Seandainya saya diberikan kesempatan pindah negara dan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan, saya pengen ke mana dan jadi apa. Begini jawaban saya.

Pengen pindah ke mana nih?