Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

Tahun ini saya kembali lagi ke Jepang. Ini adalah keempat kalinya saya mengunjungi negeri matahari terbit. Pertama kali ke Jepang bersama Clara Devi karena sedang mengerjakan suatu project. Kunjungan kedua yaitu pada musim gugur bersama sepupu saya. Kunjungan ketiga adalah tahun 2016 dan saat itu saya solo traveling. Dan terakhir adalah tahun ini dengan alasan ingin melihat sakura.

Karena sudah empat kali ke Jepang dalam kurun waktu tiga tahun, maka banyak banget yang nanyain, kenapa sih seneng banget ke Jepang? Oke, mari saya jabarkan satu-satu. Inilah alasan kenapa saya memilih pergi ke Jepang.

Buat yang sering nanya, kenapa Jepang…

Kalau Pindah Negara dan Pekerjaan

Di pagi hari yang cerah, saya suka mencari hiburan di Twitter. Walau banyak yang bilang Twitter udah gak rame lagi, tapi saya tetap setia dengan aplikasi burung biru tersebut.

Bermula dari tweet Ferdi yang bertanya soal kalau boleh pindah ke kota atau negara lain, dengan pekerjaan baru (level setara sekarang atau lebih tinggi), kira-kira mau pindah ke mana dan kerja apa. Saya langsung membayangkan beberapa artikel-artikel yang pernah saya baca. Seandainya saya diberikan kesempatan pindah negara dan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan, saya pengen ke mana dan jadi apa. Begini jawaban saya.

Pengen pindah ke mana nih?

I Left My Heart in Budapest

Perjalanan ke Eropa tahun 2014, saya hanya mengunjungi 3 negara aja, tidak seperti trip ke Eropa sebelumnya pada tahun 2012 di mana saya mengunjungi 5 negara Eropa sekaligus. Perjalanan ke Eropa kali ini masih sama seperti misi sebelumnya, yaitu membantu kerjaan Mama.

Saya beruntung karena Mama memiliki pekerjaan yang mengharuskannya ikut seminar ke luar negeri. Berdasarkan alasan itulah saya bisa ikut nebeng perjalanan ini karena terlalu sayang itu kamar hotel-nya Mama cuma diisi sendirian.

Apa aja yang bikin kepincut di Budapest?

Tentang Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau

logo-kijpKomunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) adalah komunitas di mana para relawan memberikan  inspirasi kepada anak-anak pulau melalui mengajar dan berinteraksi. KIJP merupakan bagian dari Kelas Inspirasi (KI). Bedanya KIJP dengan KI adalah KIJP mengajar di pulau-pulau, sedangkan KI di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan masih banyak lagi.

Saya mengetahui komunitas ini dari Inne dan Dimas. Kebetulan Inne sudah pernah ikutan KIJP Batch sebelumnya, sedangkan Dimas mengajak saya untuk ikutan di Batch 5 ini.

Ngapain aja di KIJP?

Teman Tanpa Pamrih

teman-murniApakah itu teman tanpa pamrih? Menurut saya, teman tanpa pamrih adalah seseorang yang ingin berteman tanpa ada alasan khusus. Seseorang yang berteman karena ingin memiliki hubungan pertemanan.

Seiring bertambahnya umur biasanya semakin banyak teman, baik teman-teman lama maupun teman baru. Namun entah kenapa bagi saya justru semakin berkurang, karena teman yang benar-benar teman bukan dilihat dari berapa jumlah teman yang dimiliki, tapi seberapa kualitas pertemanan tersebut.

Sekali-sekali ngomongin soal persahabatan…

Hal-hal Yang Menyenangkan di Tahun 2016

citylightsTahun 2016 adalah tahun yang menarik untuk saya. Walau tahun ini bisa dibilang tahun yang penuh tantangan, namun saya berhasil melewati tahun 2016 yang diisi dengan kebahagiaan, pengalaman baru, jalan-jalan, sampai dengan teman-teman baru.

Salah satu yang menjadi highlight di tahun 2016 ini adalah saya memiliki laptop dan kamera baru, akun Youtube saya sudah mulai ada isinya, dan saya kembali jalan-jalan ke Jepang! Selain jalan-jalan ke Jepang, saya juga mendatangi beberapa tempat di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi seperti Belitung, Pekanbaru, dan Pekalongan. Pengennya sih tahun ini bisa mewujudkan rasa #lagikangen saya ke Padang. Semoga bisa ke Padang tahun ini!

Yay! Tahun Baru!

Merasakan Kehangatan Keluarga Jepang

sarapanBulan Maret tahun kemarin saya bersama Clara Devi melakukan perjalanan ke Jepang dalam rangka mengerjakan suatu project. Selama berada di Jepang, kami memilih menginap menggunakan jasa Airbnb.

Airbnb sendiri merupakan website yang memberikan layanan untuk menyewa tempat menginap, bisa berupa kamar tidur saja, kamar sharing bersama, apartemen, atau rumah. Tergantung kebutuhan yang diinginkan.

Sekitar jam 6 sore kami pergi menuju Hiroshima tepatnya di Ajina menggunakan Shinkansen dari Tokyo. Dengan bermodalkan onigiri beli di convenience store, saya dan Epoy menuju Ajina. Perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima menggunakan Shinkansen memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit. Jauh yaaaa~

Sedikit cerita mengenai perjalanan ke Jepang