Review Pihu, Film Horor Bagi Orangtua

Di suatu malam saat belum mengantuk, saya memutuskan untuk menonton film Pihu. Konon film ini adalah film horor bagi orang tua. Beberapa teman saya yang sudah punya anak juga memutuskan untuk tidak menonton film ini. Saya sendiri belum membaca resensi maupun menonton trailernya.

Kebetulan film ini ada di list film-film Netflix, jadi saya tonton aja di malam itu toh saya belum punya anak. Filmnya sendiri diangkat dari kisah nyata tentang anak toddler yang berjuang sendirian di rumah.

Jadi di suatu pagi, Pihu (Pihu Myra Vishwakarma) bangun tidur dan mendapatkan rumahnya kosong. Sisa-sisa bekas pesta ulang tahun Pihu masih berceceran. Berantakan persis kayak kapal pecah. Seperti anak-anak umur 2 tahun pada umumnya, ia pun bermain, nonton TV, ngemilin makanan yang tercecer.

Lho, ortunya ke mana? Kok bisa ditinggal sendirian di rumah? Ibunya ada sih tergolek di tempat tidur, namun tidak bangun-bangun walau sudah dibangunkan oleh Pihu. Sedangkan bapaknya lagi ada konferensi di Kolkata. Nonton film ini rasanya pengen nyamperin dan meluk Pihu.

Sedih banget melihat anak selucu ini berjuang sendirian di rumah. Dari sini jadi mengamati kalau anak umur 2 tahun tuh kebiasaannya seperti apa. Mereka bisa aja makan sesuatu yang sebenarnya gak boleh, mereka bisa penasaran mencoba-coba sesuatu, mereka bisa naik-naik ke area yang dilarang tanpa tahu apa resikonya.

Akting Pihu sendiri terlihat natural. Ternyata sutradaranya menghabiskan waktu 6 bulan untuk mempelajari tingkah laku Pihu sekaligus mengenalkan Pihu dengan para kru yang kemudian pindah ke apartemen tempat shooting film ini 2 bulan sebelum shooting dimulai. Jadi proses adaptasi Pihu ke flim ini cukup lama, mengingat usianya adalah 2 tahun saat itu.

Karena pemeran Pihu umurnya masih sangat kecil, maka diputuskan juga para pemeran orangtua di film ini adalah orangtua kandungnya agar mempermudah pengarahan akting.

Di sini penonton melihat bagaimana anak 2 tahun berjuang sendirian di rumah. Bagaimana dia makan, ke toilet, mencari makanan, menghadapi alat elektronik di rumah. Asli, adegan demi adegan jadi terasa horor. Bayangkan anak umur 2 tahun nyalain kompor, microwave, atau bermain-main dengan ketinggian. Ampun deh deg-degan pas nontonnya.

Buat yang belum punya anak maupun yang sudah punya anak, coba tonton film ini. Thrillernya benar-benar terasa nyata. Ini bukan film horor tentang setan. Ini film horor mengenai mimpi buruk orangtua yang meninggalkan anaknya sendirian di rumah.

Skor untuk film ini saya kasih 8/10. Adegan demi adegan berjalan dengan natural sehingga gak kayak nonton film. Kayak nontonin kegiatan keluarga di rumah.

Film Pihu bisa disaksikan di Netflix. Oh iya di YouTube juga ada yang upload film ini, tapi saya gak mau kasih linknya. Cari sendiri aja yaaa~

Iklan

8 respons untuk ‘Review Pihu, Film Horor Bagi Orangtua

  1. Puputs berkata:

    Jadi cuma reality show kelakuan pihu udah bikin horor yak…

    Btw japri dong kak chika.. Link utubenya Sebelum dihilangkan ama utube xixixiixixixixixixixixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s