Budget & Itinerary #jalan2jenius ala Chika ke Rusia

Tipe traveler apakah kamu? Apakah kamu yang suka membuat itinerary dan mengatur budgeting sebelum berangkat? Atau kamu tipe gak pakai itinerary dan lebih suka spontan uhuy saat traveling?

Saya bisa dibilang yang suka membuat itinerary dan budgeting sebelum berangkat. Tipe orang yang well-planned kalau mau berpergian karena buat saya, trinstaveling itu tidak hanya jalan-jalan saja, namun juga melatih management waktu dan keuangan. Oleh karena itu setiap akan melakukan traveling, saya membuat detail perjalanan agar memudahkan saya saat jalan-jalan.

Ketika berencana ke Rusia, sebenarnya bisa dibilang itu adalah trip yang cukup impulsif. Tak sengaja saya melihat Kartupos menjual paket ke Rusia dengan harga Rp15.800.000. Saya berpikir sekitar satu minggu sampai akhirnya memutuskan untuk membeli paket Rusia tersebut. Paket yang ditawarkan oleh Kenny antara lain:

  • Tiket Thai Air Jakarta-Moscow-Jakarta via Bangkok
  • Tiket kereta Moscow-St Petersburg-Moscow
  • 7 malam di hostel Moscow/St Petersburg atau untuk yang trip berdua di hotel bintang 3
  • Tur-tur berbahasa Inggris yang tercantum di itinerary (di luar optional activities)

Dalam paket Kartupos tidak termasuk:

  • Paspor, visa, visa support, asuransi pribadi
  • Transportasi dari bandara dan dalam kota
  • Makanan
  • Tour guide dari Indonesia

Bagi saya, paket yang ditawarkan oleh Kartupos ini sangat menarik. Tak pernah terbayangkan oleh saya bisa pergi ke Russia dengan budget segitu, karena setahu saya, tiket ke Russia sangat mahal. Russia merupakan negara yang ada di dalam bucket list saya. Untung Thai Airways sedang promo sehingga tiket PP ke Russia menjadi sekitar 6 juta rupiah. Ditambah dengan paket tur dari Kartupos, setelah saya hitung-hitung, lumayan banget itu dengan harga yang diberikan, saya bisa mendapatkan fasilitas yang cukup banyak. Oh iya, pengalaman saya naik Thai Airways ke Rusia bisa dibaca di sini.

Untungnya juga, saya punya tabungan traveling di aplikasi Jenius. Saya pun menggunakan budget di tabungan tersebut untuk membayar DP 50%. Sisanya saya pakai fitur Dream Saver untuk melengkapi pembayaran. Dream Saver ini fitur menabung yang mengambil dana-nya dari saldo tabungan secara berkala yang dikhususkan untuk tujuan tertentu. Dengan begitu saya bisa fokus untuk membayar sisanya sekaligus menyiapkan budget saat ke Russia.

Untuk perjalanan 10 hari saya di Russia, saya menyusun itinerary saya seperti ini. Anyway template itinerary ini saya dapat dari Popon yang kemudian saya tambahkan tab khusus pengeluaran sehingga saya bisa menghitung seberapa besar biaya yang saya keluarkan selama traveling.

Saya sudah membuat itinerary seperti ini sejak perjalanan ke Jepang bersama sepupu saya. Dengan membuat itinerary seperti ini, saya jadi tahu tempat-tempat mana yang ingin saya kunjungi dan kira-kira berapa biaya yang akan dikeluarkan. Bisa dibilang saya orang yang cukup well-planned. Budget untuk jalan-jalan ke Rusia, selain paket Kartupos yang saya beli, saya menyiapkan dana sekitar 15 juta rupiah untuk biaya selama di Rusia, yang ternyata pengeluarannya di bawah budget tersebut.

Hotel tempat menginap

Beberapa tujuan wajib saat di Rusia adalah ke Red Square untuk melihat Kremlin dan St. Basil Cathedral. Selain itu saya dari dulu pengen banget nonton balet langsung di Rusia, maka gak tanggung-tanggung, saya membeli 2 tiket pertunjukkan balet yaitu Cinderella dan Swan Lake. Dari dulu pengen banget nonton balet Swan Lake!

Kalau kata Kenny, teater-teater yang bagus adalah Mariinsky dan Bolshoi, jadi saya membeli tiket Cinderella dari teater Mariinsky. Sayangnya untuk Bolshoi saya tidak mendapatkan jadwal yang cocok untuk nonton Swan Lake. Katanya sih para pemainnya kalau musim panas gitu tur ke luar negeri, jadi emang jadwalnya gak ada. Oleh karena itu saya memutuskan nonton Swan Lake di teater yang ada aja dan pas di St. Petersburg itu teater Alexandrisky.

Nonton Swan Lake di teater Alexandrisky

Sebelum berangkat, saya juga membeli travel insurance yang merupakan wajib dimiliki kalau pergi ke Rusia. Apalagi travel insurance termasuk dokumen yang wajib dipenuhi kalau ingin membuat visa Rusia. Cara-cara membuat visa Rusia sudah saya tulis di sini.

Selama di Rusia, untuk transportasi saya menggunakan mulai dari bus, metro (kereta), tram, sampai dengan taksi. Lengkapnya sudah saya tulis di blogpost mengenai tips & trick traveling ke Rusia. Sedangkan untuk ambil duit, saya menggunakan ATM Jenius yang bisa diambil di mesin ATM mana saja asal ada logo VISA. Karena di Jakarta tidak ada penukaran mata uang Rusia, mau gak mau tukar atau ambil duit di ATM. Saya tidak mengalami kesulitan apa pun saat mengambil uang. Soal rate yang diterima bagus atau enggak, terus terang saya tidak bisa membandingkannya karena di Indonesia sama sekali tidak ada layanan tukar mata uang Rusia.

Bayar makanan dengan Jenius

Begitu pun dengan pembayaran makanan, belanjaan, dan lainnya, saya memilih pakai Jenius karena lebih mudah dan bisa diterima di Rusia. Selain itu pembayaran juga bisa menggunakan Paywave, yaitu cukup tap kartu ke mesin, maka pembayaran pun telah dilakukan. Mudah banget. Cinta banget pokoknya sama Jenius. Bisa dibilang hampir tiap hari saya ngecek akun Jenius saya, terutama setelah melakukan pembayaran untuk ngecek saldo hahahaha~

Kalau kalian pengen pergi ke Rusia dan mempersiapkan rencana perjalanan sendiri atau tanpa tour agent, rajin-rajinlah hunting tiket murah ke Rusia. Sejauh ini kayaknya baru Thai Airways aja deh yang ngasih harga semurah itu. Lalu untuk hotel dan tiket lainnya seperti tiket pertunjukkan bisa dibeli via online. Zaman sekarang mah udah gampang kalau mau traveling tanpa tour, tapi kudu jeli dan rajin riset ya.

GUM, shopping mall di Rusia

Menuju Red Square

Kremlin

Oh iya, satu lagi. Di Rusia kalau masuk ke tempat-tempat seperti museum itu yang didahulukan biasanya group tour. Jadi kalau pergi sendiri, antreannya berbeda dan konon lebih lama. Waktu ke Rusia kemarin, dari paket Kartupos saya mendapatkan tour guide lokal (orang Rusia yang bisa bahasa Inggris) ketika di St. Petersburg dan pas traveling ini saya gak berdua doang sama Mama, tapi ada 1 keluarga lain yang ke Rusia berbarengan dengan saya (Halo Shera!). Ketika di St. Petersburg, kami disediakan mobil (karena tempat tujuannya cukup jauh), sedangkan saat di Moscow, tour-nya kebanyakan jalan kaki dengan meeting point yang sudah ditentukan.

Total budget yang saya habiskan selama 10 hari di Rusia adalah sekitar 10 juta rupiah (tidak termasuk paket Kartupos dan tiket nonton balet). Itu pun berdua dengan Mama. Jadi menurut saya biaya hidup di Rusia tidak semahal di Jepang (yaiyalah). Bagi saya, harga barang-barang di Rusia masih cukup terjangkau.

Tujuan saya jalan-jalan ke Rusia ini adalah demi mencontreng negara yang ada di dalam bucketlist. Yap, saya membuat bucketlist yang cukup panjang mulai dari hal-hal yang ingin saya lakukan sampai dengan negara-negara yang ingin dikunjungi. Agar bisa mencapai semua itu, maka pelan-pelan harus mulai diwujudkan. Motto hidup saya adalah hidup itu cuma sekali, maka harus dinikmati berkali-kali.

Beginilah #jalan2jenius versi Chika, selalu memperhitungkan budget dan itinerary dari jauh-jauh sebelum berangkat demi perjalanan yang lancar. Kalau kamu, bagaimana #jalan2jenius versi kamu? Coba dong dishare dan saling tukar informasi. 😀

Iklan

17 respons untuk ‘Budget & Itinerary #jalan2jenius ala Chika ke Rusia

  1. Dita berkata:

    mauuuu ke Rusiaaaa 😀
    jalan-jalan ke LN emang makin gampang setelah ada Jenius, cukup bawa 1 kartu aja bisa buat segala macem. Kemarin juga ke Laos cuma bawa Jenius bisa ambil duit pake ATM sana, ya abisnya mau cari mata uang Laos dimana di Indonesia? 😀

  2. zulfanadest berkata:

    A… aku ke Yaban 9 hari abis…. 9 jutaan all-in (visa, tiket pesawat PP, ngonser) tapi hidupnya nebeng host family. Kapankah aku bisa bayar semua-muanya sendiri??? Accio perbaikan taraf hidup!!!!!

  3. Desfortin berkata:

    Ternyata biaya hidup di Rusia lbh murah ya dibandingkan dg di Jepang.
    Sy pikir traveling emang perlu well-planned apalagi ke luar negeri, dan sy setuju dg ap yg Ck ulas dan bagikan terkait budget dan itinerary.

    • cK berkata:

      Iyaaa, setelah dihitung-hitung, Rusia jauh lebih murah dari Jepang mulai dari segi makanan sampai dengan transportasi. Cuma memang pas di Rusia ini gak banyak belanja sih. Kalau belanja ini itu mungkin pengeluarannya lebih gede. :)))

  4. nfirmansyah_ berkata:

    Waduh.. saya kemarin berangkat mendadak ke Singapura dan beneran habisnya banyak. Wkwkwk. Kayaknya harus mulai meniru cara Kak Chika dalam urusan itinerary dan budgeting nih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s