Tips Membawa Koper Banyak Saat Traveling di Jepang

Berapa banyak koper yang kamu bawa saat traveling? Biasanya jawaban saya tergantung traveling ke mana. Kalau traveling ke Eropa beberapa tahum silam, saya hanya membawa 1 koper besar. Namun entah kenapa setiap pergi ke Jepang, koper saya pasti selalu beranak. Selalu.

Hal itu tidak hanya terjadi satu dua kali saja, namun empat kali! Ke Jepang terakhir ini aja saya sampai beli tas tambahan (bukan koper sih) untuk menaruh oleh-oleh yang saya beli. Jangan heran kalau koper di rumah saya jadi banyak karena saya kerap membeli koper baru ketika berkunjung ke Jepang. Nah, gimana cara saya bisa membawa koper segitu banyak saat pulang? Silakan disimak ya cerita sekaligus tipsnya.

Pertama kali koper beranak itu ketika saya ke Jepang bersama sepupu saya. Tapi keinginan membeli koper tersebut sudah ada sejak berangkat, yaitu saya ingin membeli koper lucu ala-ala lolita. Jadi yang pertama ini bukan impulsif, tetapi sudah direncanakan. Ketika pulangnya memang agak repot karena saya harus menggeret dua koper. Sungguh perjuangan saat itu. Dan di kala itu saya menggunakan kereta ketika mau pulang ke Indonesia. Mana sempat kelewatan stasiun. Benar-benar melelahkan hahahaha~

Koper beranak kedua adalah ketika ke Jepang dan memulai untuk solo traveling. Namun di sini saya sudah niat banget, yaitu membawa dua koper, yaitu satu koper gede dan satu koper cabin. Hal itu dikarenakan saya traveling selama 15 hari, jadi wajar membawa baju segitu banyak. Apalagi saya juga membawa banyak titipan sehingga membutuhkan koper lebih.

Saat solo traveling ini, saya bertemu dengan Imam, yang kebetulan butuh koper untuk pulang. Maka saya pinjamkan koper cabin saya, sedangkan saya membeli koper baru berukuran besar berwarna toska karena saya ingin punya koper besar milik sendiri (yang biasa saya pakai itu punya kakak ipar saya). Di saat yang sama, saya menemukan koper lucu lagi nih, yang pada akhirnya saya jadi membeli dua koper! Sungguh impulsif ya. Jadi total koper yang saya bawa adalah TIGA!

Agar bisa membawa semua koper tersebut, saya mencoba mengakali dengan cara sebagai berikut.

1. Bolak-balik ke stasiun

Saya memutuskan ke bandara dengan menggunakan Limousine Bus. Semacam Damri-nya Jepang. Limousine Bus ini bisa ditemukan di beberapa terminal bus. Kenapa memilih Limousine Bus? Karena saya tak perlu gerek-gerek koper lebih lama. Cukup masukin koper ke bus, duduk manis, lalu sampai di bandara. Harganya cukup masuk akal ketimbang naik taksi yang bisa-bisa mencapai harga 1,5 juta rupiah.

Saya memilih naik dari Terminal Shinjuku karena yang terdekat dari rumah tempat saya menginap. Untuk bisa membawa koper lebih dari satu, saya harus bolak-balik ke terminal. Yap, bolak-balik. Memang untuk bisa membawa banyak koper butuh usaha.

2. Menaruh koper di loker

Ketika ke terminal bus, saya menaruh koper pertama di loker dekat terminal. Ada cukup banyak loker sebenarnya, namun sebaiknya taruhlah koper di loker saat masih pagi, karena lebih memiliki kesempatan untuk mendapatkan loker. Kalau pas siang ke sana, biasanya loker sudah penuh sehingga harus menunggu ada yang selesai menggunakan loker. Hal itu pernah terjadi pada saya hahahaha.

Taruh di loker selagi mengambil koper yang satu lagi

Setelah koper pertama ditaruh di loker, saya kembali ke rumah dan mengambil koper satu lagi. Repot? Memang. Tapi demi bisa membawa barang bawaan banyak dari Jepang.

3. Koper kecil ditaruh di dalam koper besar

Oh iya, mungkin kalau ada yang sadar, di sini saya memiliki 3 koper saat akan pulang. Satu adalah koper besar yang saya bawa, satu koper warna toska (ukuran besar)) yang baru dibeli, sedangkan satu lagi koper kecil lucu yang baru saya beli juga. Nah koper kecil itu saya taruh di dalam koper warna toska yang baru dibeli. Barang-barang saya masukkan ke koper kecil dan bagian pinggir-pinggir koper. Kira-kira seperti ini keadaannya.

Foto reka ulang karena kemaren gak sempet foto

Udah kebayang kan ya gimana cara mengakali membawa koper besar dan koper kecil. Ini salah satu trik saya.

4. Koper langsung digiring ke bus

Setelah mengambil koper satu lagi, saya langsung menggiring kedua koper ke dekat bus. Di bagian sini sih yang agak sulit karena saya menggunakan backpack dan harus menggiring dua koper. Namun tidak apa karena jarak dari loker menuju ke bus tidak terlalu jauh.

Setelah koper masuk ke dalam bus, saya bisa duduk tenang bahkan tidur di bus. Sedangkan kalau naik kereta memang lebih murah, namun bakal capek banget sih kalau harus gerek-gerek dua koper gede. Makanya saya memilih naik bus yang harganya cukup mahal yaitu ¥3100 (Hampir sekitar 400 ribu rupiah). Tapi ini masih jauh lebih murah dari taksi.

5. Mengeluarkan koper kecil dan memasukan dua koper besar ke bagasi

Setelah sampai di bandara, saya mengeluarkan koper kecil dari koper besar toska dan memindahkan isinya ke koper besar lalu memasukkan dua koper gede tersebut ke bagasi. Koper kecilnya sengaja saya kosongin supaya nantinya bisa diisi oleh-oleh. Pintar kan ide ini? *muji diri sendiri*

Setelah barang-barang di koper kecil dikeluarkan

Oh iya, saya juga biasanya menggunakan jasa wrapping untuk membungkus kedua koper tersebut, biar selamat sentosa sampai Indonesia tanpa adanya cacat atau koper terbuka oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Sementara itu koper mungil saya gunakan untuk menaruh oleh-oleh atau belanjaan yang saya beli di bandara. Maka semakin banyak pula barang yang bisa saya bawa dari Jepang HAHAHAHAHA~

Waktu mau masukin bagasi, ditimbanglah dua koper itu, dan ternyata beratnya adalah…

Jreeeeeng, 45.7 kg!

Jatah yang diberikan oleh maskapai Garuda Indonesia saat itu adalah 2 x 23 kg per koper (total 46 kg). Saya nyariiiis aja kelebihan bagasi hahahaha. Untung masih masuk jatah. Kalau gak bisa kena denda.

6. Setelah pulang, siap-siap ambil TROLI koper

Setelah mendarat di Jakarta, saya langsung mengambil troli untuk koper, menunggu koper tiba di ban berjalan, lalu setelah itu baru deh mengambil satu-satu koper yang tiba. Dengan ini saya sukses membawa 2 koper gede, 1 koper kecil, 1 backpack (gak ada di foto) dan 1 sling bag plus kantong plastik oleh-oleh. Sendirian.

Pulang membawa ini semua~

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana saya bisa membawa semua koper ini sendirian. Setelah saya jelaskan di atas, sudah kebayang kan bagaimana usaha saya membawa semua koper ini? Makanya jangan minta oleh-oleh mulu. Walau cukup tricky dalam melakukannya, namun kepuasan akan keberhasilan membawa semua ini cukup sebanding dengan usaha yang saya lakukan.

Bagaimana, ada yang mau mencoba trik ini saat traveling? Silakan ya~

Iklan

23 respons untuk ‘Tips Membawa Koper Banyak Saat Traveling di Jepang’

  1. oreocheesecake berkata:

    Lmaoo nangis banget kak ngebaca ini. Emang dasar light traveler (dan nggak punya baju) jadi maksimal bawa satu ransel satu koper.. itu pun pas berangkat ranselnya ditaruh koper wkwk terus baru deh pas pulang habis beli ini-itu dari Yapan, ranselnya dikeluarin karena (akhirnya) ada isinya :”)))))))))))))))))))))))))

  2. Zam berkata:

    kalo jalannya alus sih, enak.. jadi kopernya bisa digiring..

    kalo aku lebih suka pake backpack sih ya.. bukan orang yang suka nenteng-nenteng atau geret-geret.. soalnya sering lupa dan ketinggalan kalo pake nenteng-nenteng gitu.. 😩

  3. Rina berkata:

    wah, ga kebayang sih itu ribetnya macem mana.

    kalo aku bukan anak koper dan kontrol barang yang mau dibeli jadi selalu pake carrier. Tapi kalo jepang biasanya nambah paling di tentengan kantong masuk kabin. Sekali aja pake koper gede karna jalan2 sebulan di eropa dan itu udah ribet banget. geret2nya bikin letih, naik turun tangga, pernah kejepit juga itu koper di gate subway sampe minta bantuan orang buat dorongin. itu pun pas balik baru nyadar klo bawa bajunya kebanyakan krn ke sana pas musim gugur jadi ga banyak ganti baju…hahahaha…

  4. fiberti berkata:

    Dulu pengalaman bawa kopor cuma 1 ke LN itu juga dlm rangka pindahan dan untung ada kenalan yg nganterin kl ga jd tontonan di subway. Sejak saat itu kopor cuma satu yang kecil saja pas solo travel keliling seperempat benua.Beneran.Salut buat yg sanggup bawa3 kopor.

    • cK berkata:

      Sebenernya wajarnya emang 1 koper aja hahaha cuma karena Jepang ini aku udah beberapa kali ke sana jadi udah tau celahnya gimana kalau mau bawa koper banyak. :)))

  5. mbita berkata:

    3 koper, 2 tas, satu kantong plastik. banyak yak bawaannya! kebayang dirimu bolak balik geret koper hehehehe.

    tapi itu koper kecil dimasukin ke koper besar apa ga berat ngegeretnya chik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s