Ke Museum MACAN Melihat Karya Yayoi Kusama

Yayoi Kusama adalah salah satu seniman ternama di dunia asal Jepang yang masih hidup hingga sekarang. Pameran ini memperlihatkan karya-karya mulai dari tahun 1950an yang kemudian pindah ke New York di tahun 1960an, dan kembali ke Jepang pada tahun 1973, di mana ia terus berkarya hingga saat ini.

Saya tahu Yayoi Kusama dari Claradevi alias Epoy. Ketika ke Naoshima Island, saya melihat salah satu karyanya yaitu labu polkadot yang juga bisa dilihat di Gandaria City (tapi kayaknya sekarang udah ga ada lagi ya). Di Naoshima sendiri banyak instalasi dari Yayoi Kusama yang saya ingat dari karyanya adalah warna-warni dan polkadot.

Saya mungkin bukan orang yang mengerti seni, namun karya Yayoi Kusama memiliki ciri khas yang dapat dengan mudah dikenali. Lalu ketika ada pameran karya Yayoi Kusama di Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara), saya pun tak ingin ketinggalan dan berkunjung ke sana.

Sebelum mengunjungi museum ini, saya sudah mendaftar jadi member Museum MACAN. Dengan membayar Rp 450.000 (saya daftar bulan Mei), saya bisa masuk ke museum ini kapan saja. Anggap saja investasi, karena untuk masuk ke pameran Yayoi Kusama ini harus membayar Rp 100.000 bagi mereka yang dewasa. Ada harga khusus diskon 10% bagi yang memiliki teman member Museum MACAN. Intinya buat saya, membuat member card Museum MACAN tidaklah rugi.

Beberapa keunggulan menjadi member Museum MACAN antara lain:

  • Tiket masuk harian gratis
  • Diskon tiket masuk 10% untuk 1 (satu) orang teman
  • Diskon khusus di Museum Shop
  • Berkesempatan melihat lebih awal pameran yang belum dibuka untuk publik
  • Undangan khusus di event-event tertentu
  • Ada konter khusus membership
  • Ada jalur masuk khusus membership
  • Mendapatkan alokasi tiket lebih awal untuk pameran
  • Newsletter dan informasi menarik

Alhasil ketika saya sampai di sini dan akan memasuki pameran Yayoi Kusama, saya mendapatkan jalur khusus. Yippieeee~

Masuk sini jadi like a boss

Oh iya, untuk masuk ke pameran ini TIDAK BOLEH membawa kamera. Hanya handphone yang diperbolehkan untuk memotret. Tidak boleh membawa pocket kamera, polaroid, apalagi kamera DSLR atau mirrorless. Jadi kalau ke sini, ajak teman yang memiliki kualitas kamera handphone yang bagus, seperti saya mengajak Jojo yang kamera handphone-nya menggunakan Leica. *eh*

Selain itu juga tidak boleh membawa tas besar. Jadi kalau tas kamu dianggap cukup besar (lupa ukuran pastinya kalau gak salah di atas 20cm) maka harus dititipkan di tempat penitipan barang. Jangan khawatir, tempat penitipan di sini cukup aman. Saya sendiri karena sudah mengetahui hal ini, maka sedari awal memakai tas kecil dan cuma bawa handphone (bahkan dompet saya tinggal karena tasnya gak cukup gyahahahaha).

Dandanan ke Museum MACAN

Pameran Yayoi Kusama yang ada di Museum MACAN ini berjudul Life is the Heart of a Rainbow. Pameran ini memamerkan perkembangan motif dan tema ikonik dari Yayoi Kusama, termasuk eksperimen lukisan Yayoi Kusama di awal karirnya sekitar tahun 1950.

Begitu masuk ke pameran, terdapat Dots Obsession yang berbentuk bulat seperti labu dan di dalamnya ada cermin dengan bola-bola warna kuning dengan polkadot hitam. Di sini setiap orang hanya bisa masuk selama 15 detik. Pendek banget ya waktunya, namun di sini pengunjung jadi dituntut untuk bisa kreatif dengan waktu yang diberikan.

Setelah dari sana ada Narcissus Garden yaitu instalasi bola-bola berbahan stainless steel. Foto-foto di sini tidak dibatasi waktunya, tapi tahu diri aja sih kalau banyak yang ngantri. Yang pasti gak boleh foto tidur-tiduran seperti gambar di belakang. Padahal saya jadi terinspirasi ingin mencoba pose tersebut karena melihat gambar Yayoi di belakang itu.

 Di Narcissus Garden

Di dekat Narcissus Garden terdapat Early Works, yaitu karya-karya Yayoi saat awal ia menjadi seniman. Lukisan-lukisan tersebut dipajang dan ketika melihatnya berlama-lama, rasanya seperti hanyut dan ikut kembali ke masa itu.

Arena Body and Performance di mana ruangan tertutup ini gelap dan menampilkan karya-karya Yayoi Kusama yang cukup vulgar. Spoiler: banyak foto orang-orang tak berbusana. Makanya ruangan ini hanya bisa diakses oleh mereka yang berumur 18 ke atas. Di arena ini juga dilarang untuk foto-foto. Di sini entah kenapa saya bisa duduk berlama-lama, memperhatikan video Yayoi Kusama saat muda, memperhatikan bagaimana iya menuangkan karya seninya, dan bagaimana saat ia berkarya di New York.

Di luar ruangan Body and Performance, terdapat Net Paintings yang berisi lukisan-lukisan dengan motif net. Kalau melihat detail lukisan tersebut, terlihat konsistensi dalam melukis. Saya gak kebayang sih berapa lama melukisnya karena saya lihat dalam gambarnya cukup terstrukstur dan rapi.

Salah satu lukisan Yayoi di area Net Paitings

Tak jauh dari sana, memasuki area Experiments in Japan. Di area ini terdapat ruangan kuning polkadot (tapi di buku guide ga ditulis nama ruangannya apa. Di ruangan ini kalau gak salah cuma boleh masuk satu menit. Sedikit lebih lama dibandingkan yang Dots Obession. Masuk ke sini juga harus melepaskan sepatu.

Di ruangan ini ada cermin berbentuk kotak dan gede!

Di dalam cermin berbentuk kotak gede terdapat instalasi labu kuning yang menyala. Seperti ini bentuknya. Di sini ada kotak kecil untuk mengintip dan boleh foto-foto. Cantik ya penampakannya~

Di dalam kotak cermin, terdapat cermin juga sehingga memantulkan gambar

Hati-hati saat memotret inslatasi ini. Kalau sampai hape-nya jatuh ke dalam, maka ucapkan selamat tinggal pada hape kamu sampai bulan September, karena instalasinya baru akan dibongkar setelah pameran selesai.

Yang pasti di sini juga harus kreatif kalau mau foto-foto karena waktunya cukup cepat. Saya sendiri akhirnya sampai dua kali masuk demi bisa foto-foto HAHAHAHAHA~

Udah bosen belom lihat kuning polkadot ini?

Setelah itu memasuki area Love Forever. Di sini banyak lukisan gede-gede dan ada instalasi kotak berisi lampu warna-warni yang bisa diintip dari 3 tempat. Di sini juga hati-hati ya saat merekam atau memotret, jangan sampai hape-nya jatuh.

Area My Eternal Soul merupakan salah satu area favorit saya karena di sini terdapat banyak lukisan warna-warni. Saya suka sekali pengaturan warnanya di sini, seperti om yang satu ini, sungguh menyimak sekali dengan karya yang dipamerkan.

Serius banget si om satu ini

Lewat dari situ, sampailah di antrian Infinity Mirrored Room yang di sebelahnya terdapat area Manhattan Suicide Addict di mana diputarkan video Yayoi Kusama yang menjelaskan sedikit tentang karya-karya dia. Yayoi Kusama yang kini telah berusia 89 masih tetap sehat dan terus berkarya.

Antrian Infinity Mirrored Room bisa dibilang cukup dahsyat. Pas saya ke sini, saya mengantri sekitar 30 menit dan katanya itu terbilang sebentar karena biasanya hampir sejam. Memang sih pas saya ke sini, antrian tidak terlalu panjang, mungkin karena pengunjung lainnya sudah pada menyelesaikan keliling museum.

Saya mengamati orang-orang yang masuk ke dalam Infinity Mirrored Room. Lagi-lagi di sini hanya diberikan waktu 15 detik saja untuk foto-foto. Padahal menurut saya seharusnya bisa lebih lama, karena ketika masuk ke dalam sini, saya ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat sekeliling. Sungguh suatu instalasi yang menakjubkan. Di sini terdapat lampu-lampu dengan warna-warni cantik. Dengan ditambah cermin di sekeliling, tempat ini berasa tak terbatas.

Di dalam Infinity Mirrored Room

Namun setelah iseng saya hitung, waktu yang diberikan cuma 13 detik gyahahaha. Saya sendiri pas masuk juga berasa cepet banget. Baru cekrek 3 foto, eh udah diketok sehingga Jojo gak sempet foto-foto pas di dalam sini. Maaf ya Jooo… :’)))

Selesai dari Infinity Mirrored Room ternyata pintu keluar yang menuju Museum Shop. Barang-barang yang dijual di sini cukup bikin pengen yaaaa. Apalagi kalau member bisa dapat diskon 10%. Maka saya pun membeli barang yang gak penting yaitu inhaler berbau tidak enak untuk menghilangkan rasa ingin makan. Tertulis di kemasan yaitu Diet Buddy. Jadi kalau menghirup ini jadi gak kepengen makan. Saya pas nyium ini kok jadi eneg ya hahahahaha~

Sehabis berbelanja, saya menitipkan di ruang penitipan karena ternyata saya lupa ke Obliteration Room. Obliteration Room ini sebelumnya adalah ruangan yang dicat putih sepenuhnya mulai dari dinding sampai perabotan. Nantinya pengunjung akan diberikan sticker polkadot warna-warni dan bebas menempelkan di mana saja (kecuali di langit-langit dan lantai). Tapi kenyataannya ada aja yang menempelkan di langit-langit dan lantai.

Sticker yang diberikan

Waktu yang diberikan untuk masuk ke sini adalah sekitar 3 menit. Selain itu yang masuk ke sini bisa banyak sekaligus, kira-kira 15 orang. Jadilah kami harus berebut spot foto dan bergantian. Terus terang saat saya ke sini, stickernya sudah cukup penuh. Kalau ke sini pas awal-awal dibuka mungkin stickernya lebih sedikit dan gak bingung mau nempelin di mana.

Coba tebak saya di mana?

Tak terasa tiga menit telah terlewati. Rasanya belum puas masuk ke sini dan foto-foto hahahahaha~

Selesai sudah kunjungan ke pameran Yayoi Kusama. Setelahnya saya berkeliling-keliling melihat beberapa instalasi yang belum saya tengok. Lalu di balik eskalator menuju lantai Obliteration Room, ada area kreasi untuk anak-anak dan orang dewasa. Oh iya di sini bisa foto-foto juga lho karena hiasan yang dipajang keren-keren.

Foto-foto melulu

Di arena makanan, terdapat Great Gigantic Pumpkin (kayaknya ini yang dari Gandaria City dibawa ke sini) namun sepi foto sih, mungkin karena berada di luar pameran (?). Untuk area makanan, ada cafe 1/15 yang menjual aneka kopi dan pastry. Yang mau ngemil-ngemil lucu bisa coba makan di sini ya. Berhubung pas saya ke sana lagi puasa, saya gak sempet mencicipi makanan di sana. Tapi saya yakin rasanya sama aja sih dengan cabang-cabang 1/15 lainnya.

Setelah mengunjungi pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN ini, ada beberapa kesimpulan yang bisa saya bagikan di blog ini, yaitu:

  • Bawa tas kecil aja saat ke pameran Yayoi Kusama ini. Kecuali kalau mau nitip barang ya gapapa bawa tas gede.
  • Bawa handphone dengan kemampuan kamera yang mumpuni. Kalau ga ada, ajak teman yang punya iPhone 8 Plus atau iPhone X. Samsung Galaxy 9 juga boleh wkwkwk. Pokoknya yang bisa terang di suasana yang gelap. Yang autofokusnya cepat dan bisa burst mode kalau perlu.
  • Bawa teman. Kalau sendirian, nanti bakal susah untuk foto-foto. Bisa sih minta petugasnya motretin, tapi entahlah hasilnya akan seperti apa. Thanks to Jojo yang sudah mau direpotkan untuk motret-motret. ᕕ(ᐛ)ᕗ
  • Datang tepat waktu bagi yang memiliki tiket supaya gak kena antrian panjang. Bagi yang punya kartu member, selamat! Kamu bisa melenggang dengan jumawa di line khusus member seperti saya kemarin.
  • Pakai baju putih. Ini saran aja sih, supaya pas foto-foto, backgroundnya lebih keluar ketimbang kamu-nya. Tapi kalau mau pakai warna nabrak gapapa sih, tapi jangan kuning ya karena instalasi di sini kebanyakan warna kuning. Mungkin warna pink, orange, hijau, atau biru masih gapapa.
  • Jaga sikap. Jangan berisik, jangan norak, jangan pegang-pegang barang yang gak boleh dipegang, jangan kelamaan foto-foto tanpa memperhatikan sekitar, dan jangan makan di area pameran.
  • Bawa uang. Karena barang-barang yang dijual di sini cukup lucu-lucu.

Pameran Yayoi Kusama, Life is the Heart of a Rainbow berlangsung dari tanggal 12 Mei sampai dengan 9 September 2018. Bagi kalian yang suka dengan karya-karya Yayoi Kusama, jangan sampai ketinggalan ya!

***

Museum MACAN
Website | Instagram
Opening Hours: 10am – 8pm (Hari Senin tutup)
AKR Tower Level MM
Jalan Panjang No. 5 Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530

Iklan

22 respons untuk ‘Ke Museum MACAN Melihat Karya Yayoi Kusama

  1. deadyrizky berkata:

    cuman polkadot gini bisa jadi karya seni ya
    emang sih pada dasarnya tiap orang adalah seniman
    hehehe
    mungkin anakku yang masih bayi juga seniman
    hobinya berantakin barang mulu

  2. @beradadisini berkata:

    aku suka banget sih sama Yayoi, terlebih setelah baca bagaimana karya-karya dia lahir. aku merasa dekat dan kagum akan how powerful art can be as a medium of expression. sometimes it can literally save someone’s life :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s