Onomichi, Kota Pelabuhan di Prefektur Hiroshima

Onomichi adalah salah satu kota yang saya tuju saat melakukan perjalanan ke Jepang bersama Claradevi. Kota ini merupakan kota pelabuhan di Jepang yang terletak di bagian tenggara prefektur Hiroshima.

Perjalanan ke Onomichi dimulai setelah saya menginap di tempat Toyo di Hiroshima. Kami menggunakan kereta dan sampai di Onomichi sekitar jam 8 malam. Saat itu suhu di Onomichi ternyata sudah mencapai 2 derajat dengan angin yang cukup dingin. Apalagi Onomichi ini menghadap ke laut, jadi semakin berasa itu angin dinginnya. Dari stasiun, kami jalan kaki menuju tempat penginapan.

Kami menginap menggunakan Airbnb, namun kali ini Airbnb yang kami pilih ternyata berupa guest house, bukan rumah penduduk. Guest house tempat kami menginap namanya Yado. Di sini kami menginap di kamar berisi 4 orang dengan tempat tidur bunk bed atas bawah. Wah menarik ya! Saya dan Epoy sama-sama mendapatkan tempat tidur di atas. Wuaaah, ini pertama kalinya saya menginap di guest house/hostel dan mendapatkan kasur di atas! Biasanya dapat kasur yang di bawah terus.

Pose ala-ala

Tempatnya tidak begitu besar. Tangganya sungguh mungil dan koper yang saya bawa cukup besar. Sementara kamar saya terletak di lantai atas dan mengharuskan saya untuk menggotong koper ke atas. Untungnya pegawai di sini cukup baik mau membantu mengangkat koper saya yang kira-kira 23 kg itu hyahahahaha~

Tangga mungil

Pintu kamarnya tidak ada kunci (karena pintu geser), lalu AC yang menjadi penghangat di kamar tidak menyala. Rupanya diharuskan membayar ¥1000 untuk menyalakan AC. Karena memang dinginnya gak sante, maka kami pun memutuskan untuk membayar AC (padahal harusnya bisa patungan sih sama 2 orang lainnya yang sekamar. Bhahak).

Karena lapar, kami pun mencari makan ke restaurant yang tak jauh dari sana. Di sini toko-toko tutup terbilang cepat, sehingga waktu tiba di sini kebanyakan toko dan restaurant sudah tutup. Alhamdulillah kami akhirnya berhasil menemukan restaurant dengan makanan yang cukup enak (namun mahal). Karena tidak banyak restaurant yang buka, maka tidak ada pilihan lain.

Steak mahal

Epoy yang kedinginan

Selesai makan, kami sempat berpikir untuk pindah menginap di hotel lain, namun tampaknya tidak banyak pilihan mengingat hotel lain harganya cukup mahal, akhirnya kami memutuskan kembali ke guest house. Saat itu suhu sudah mencapai -4 derajat.

Duingiiiiiiin~

Kami memutuskan nongkrong-nongkrong aja di cafe Yado, tempat guest house kami menginap. Cafe di sini menjual snack dan minuman. Saya pun memesan coklat hangat enak! Di sini saya berkenalan dengan dua traveler. Yang satu dari Jepang tapi beda kota, satu lagi dari Taiwan. Saya lupa sama nama-nama mereka wkwkwk.

Para tamu guest house

Setelah minum coklat hangat dan ngobrol soal traveling, akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Alhamdulillah pemanas sudah menyala jadi bisa tidur dengan tenang.

***

Pagi harinya saya terbangun. Tamu-tamu guest house yang tidur di kasur bawah rupanya sudah beranjak pergi. Sementara saya dan Epoy masih malas-malasan di kasur. Namun karena kami cuma menginap satu hari di Onomichi, mau gak mau harus berkeliling untuk melihat daerah sekitar dan bertemu dengan host Airbnb untuk memenuhi misi kami.

Karena suhu di sini dingin sekali, kami memutuskan hanya cuci muka dan gosok gigi saja. Mandi-nya nanti aja deh kalau udah tiba di pemberhentian berikutnya gyahahahaha~

Pagi-pagi ngecek kerjaan dulu

Belum mandi nih

Saya tidak menyangka, daerah di sekitaran guest house ini sungguh menarik. Banyak toko-toko vintage, tempat makanan (yang semalam udah tutup), dan tempat perbelanjaan. Daerah sini cukup hidup.

Saya sempat mampir ke salah satu toko vintage dan membeli coat kuning nan ngejreng. Belum pernah saya menemukan coat dengan warna secantik ini. Mana harganya sekitaran 300 ribu rupiah (maklum pakaian secondhand) jadi bisa dapat lebih murah. Yaaaay~

Bagus yaaa coatnya~

Setelah berbelanja, saya dan Epoy memutuskan untuk foto-foto di seputaran sini. Selain itu ternyata ada festival dan penduduk setempat sedang mengadakan pengumpulan surat untuk ditanam di kapsul. Kapsul itu rencananya akan ditanam dan kemudian digali kembali beberapa puluh tahun kemudian. Duh jadi pengen nanam kapsul juga deh hahahaha~

Setelah berkeliling, kami kembali ke hotel dan bertemu dengan Hiro, host Airbnb kami di Onomichi. Kami pun ngobrol seadanya dan di sana kami bertemu dengan Keiki, seorang produser musik yang menawarkan CD dari artis-artisnya. Saya pun membeli CD yang diproduseri Keiki.

Epoy dan Hiro, pemilik Yado Guest House

Bersama Keiki, produser musik

Dikasih souvenir dari Hiro. Itu ada green tea soda.

Siang harinya, kami memutuskan makan pizza di salah satu restaurant dekat sini. Kami memesan pizza sayur yang ternyata enak banget. Karena resto-nya lagi gak ramai, kami sempat mengobrol dengan salah satu chef di sana yaitu Kitamura. Dia bercerita bagaimana dia mengelola resto pizza yang menjadi cita-citanya. Saya agak lupa isi obrolannya apa aja, namun berakhir dengan tukeran akun FB bhahak.

Pizza enaaaaak!

Kitamura-san si pembuat Pizza~

Setelah makan, kami kembali berkeliling dan memutuskan jajan dessert khas Jepang karena perut belum kenyang. Akhirnya membeli dango dan ice cream anmitsu. Lupa ini harganya berapa. Kami pesannya juga karena melihat gambar, bukan tulisan (di buku menu tulisannya bahasa Jepang semua hahahahaha~)

Dessert Jepang

Demikian sedikit cerita mengenai Onomichi. Sayangnya saya tidak bisa lama menginap di sini karena cuma semalam saja. Namun di sinilah saya akhirnya merasakan pengalaman menghadapi suhu minus dan orang-orang lokal yang ramah.

Iklan

17 respons untuk ‘Onomichi, Kota Pelabuhan di Prefektur Hiroshima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s