Malam Tahun Baru Ngapain Aja?

Kalau tahun-tahun lalu saya biasa melewatkan malam tahun baru dengan begadang bersama teman-teman atau keluarga, tahun ini saya ingin mencoba beda, yaitu bobok.

Kebetulan menjelang tahun baru saya sedang di Malang untuk menghadiri pernikahan sahabat saya, Depe. Karena itu tercetus ide, kenapa gak sekalian tahun baru di Malang? Maka saya pun memutuskan stay di Malang sampai Tahun Baru terlewati. Udah lama gak tahun baru di luar Jakarta. Eh gak lama-lama banget sih, terakhir tuh tahun 2016 yaitu tahun baruan di Makassar, yang besoknya ke Tana Toraja. Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekali.

Namun seiring bertambah umur berjalannya waktu, terbesit ide untuk tidur selama pergantian tahun. Why not? Toh selama ini saya sudah terlalu sering begadang melewati tahun baru, menonton kembang api, tapi gak niup terompet akibat gosip beredar soal terompet tahun baru biasanya bekas. Ketika yang lain pulang Jakarta atau meneruskan perjalanan ke tempat lain sehari sebelum tahun baru, saya memutuskan tetap di Malang. Untuk bobok.

Nasi Buk yang enak banget

Siangnya saya keliling-keliling untuk makan di resto Melati yang enak banget itu. Aduh ini resto masaknya pake bumbu surga ya? Endeus marendeus euy. Kekenyangan makan dari sini, saya memutuskan jalan kaki ke Kampung Tridi (Tridi dibaca dari 3D) yang terkenal dengan lukisan-lukisan 3D dan kampung warna-warni Jodipan. Tempat ini mengingatkan saya pada Gamcheon Cultural Village di Busan.

Kampung Tridi

Gamcheon Cultural Village

Lalu teringat juga saya belum nulis bab jalan-jalan ke Korea. Bhahak. Maap, tahun kemarin sibuk banget dan blog ini tidak dalam prioritas utama saya. Namun tahun ini saya akan lebih memperhatikan blog ini, apalagi kalau bukan karena blog ini, saya gak akan seperti sekarang. *cium cium blog*

Terus terang, list hal-hal yang ingin saya tulis di blog ada banyak banget, tapi pas mau nulis draft kadang bingung, mana yang mau diutamakan. Oleh karena itu doakan saya bisa membagi waktu dengan baik untuk menulis blog. Oh iya, sekalian tahun baru ini saya mau mengumumkan siapa yang memenangkan sarung tangan masak dari postingan ini.

Selamat untuk Gea! Kamu berhak mendapatkan oven glove Paris ini. Makasih yaaa udah rajin komen di blog juga. :’)

Selamat Tahun Baru semuanyaaaa! Bagaimana cerita malam tahun baru kamu? 😀

Iklan

31 respons untuk ‘Malam Tahun Baru Ngapain Aja?

  1. gea berkata:

    wait!
    *mengerjap-ngerjapkan mata* ini gak salah baca kan yaa? :”3
    .
    .
    waaaaaa makasih yaa kak Chika… kado tak terduga dari tahun baru. heheeee. Happy New Year! selama ini tahun baru malah selalu dilewatkan dengan tidur. XD

  2. Chic berkata:

    Gue tahun baruan nonton fireworks dari balkon apartemen. Abis itu bobok. Udah gitu doang.
    Ngga penting di mana, yang penting tuh sama siapa. #eh >.<

  3. Mela Hartono berkata:

    Tidur dimalam tahun baru itu udah jadi kebiasaan entah sejak kapan. Mau pindah kota kek, mau di rumah aja kek, pokok men malam tahun baru harus tidur. Hahaha.

    Salam kenal yah kak… Pembaca baru nih 😀

  4. oreocheesecake berkata:

    Aku akhirnya bikin postingan tahun baru!!!! AKHIRNYA!!! Akhirnyaaaa!!! (Merasa gagal sebagai tukang ngeblog karena bulan Januari udah jalan seminggu tapi nggak kunjung bikin tulisan)

    Ayo kak Chika bikin giveaway sheetmask lagi aku mau ikutan. *request*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s