Ingatan Yang Tertinggal Tentang Paris

Pertama kali menginjakkan kaki di Paris, entah kenapa saya merasa déjàvu. Saya merasa saya sudah pernah ke Paris. Saya merasa jauh sebelumnya saya pernah ada di sini, padahal ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota cinta. Cuaca yang sejuk di bulan September membuat saya harus memakai coat dan menutup leher dengan syal. Memang tidak terlalu dingin, tapi demi tampil kece saat difoto, kenapa tidak?

Saat memasuki kota Paris, saya merasa seperti ingatan terdalam saya terkuak. Rasa rindu membuncah seakan-akan potongan demi potongan ingatan menyeruak dari memori. Seperti video flashback yang terus berulang memenuhi kepala.

Terlihat carrousel di salah satu taman bermain, patung-patung cantik di sudut kota, dan bangunan-bangunan megah dengan desain klasik. Jalan setapak yang rapi dengan pemandangan yang instagramable. Saya merasa di kehidupan sebelumnya saya adalah seseorang dengan kewarganegaraan Perancis.

Kota Paris yang dirindukan

Memang, selama ini saya mengetahui Paris dari majalah, komik, televisi, sampai dengan film-film bioskop. Namun entah kenapa ada sesuatu yang berbeda akan kota ini, seakan-akan kota Paris adalah kota yang selalu dirindu-rindukan.

Selama di Paris, saya menginap di Hotel Pullman. Hotel ini recommended banget. Selain letaknya yang strategis, saya suka begitu keluar hotel, pemandangannya adalah Menara Eiffel. Ruangannya cukup luas dengan kamar mandi yang mewah. Ketika malam mulai dingin, ada pemanas yang disiapkan agar tidur lebih nyaman. Para staff-nya ramah dan sarapan di sini enak. Hotel ini sangat recommended! Oh iya, di lobby Hotel Pullman ada tempat ngecharge gadget, tapi harus bayar kalau mau ngecharge. Ternyata perhitungan juga ya orang sini hahahaha~

Di Paris, bisa dibilang tidak ada mobil yang benar-benar mulus karena kebiasaan ngebut di Paris dan suka nyenggol sana-sini. Bahkan mobil sekeren Jaguar pun ada lecet-lecetnya. Sayang banget, tapi beginilah Paris.

Yang saya kagumi dari Paris, katanya struktur kota ini dibuat menurun, jadi kalau mau membersihkan jalanan tinggal menyiram air dari dataran tertinggi, nanti air tersebut akan mengalir dan membersihkan jalan menuju dataran yang menurun. Saya lupa yang tertingginya di bagian mana, tapi menurut saya ini lumayan praktis. Jadi kalaupun banjir, airnya akan mengalir menuju dataran terendah.

Di Paris saya suka ngider sendirian (kalau bisa lepas dari rombongan). Berjalan sendirian sambil menikmati semilir angin yang menyapu wajah. Membeli macarons enak dan gelato sambil menelusuri Montmartre. Melewati Menara Eiffel dan melintasi sungai Seine. Melihat setiap detail di kota ini yang sungguh cantik, suka banget dengan Paris karena rasanya setiap sudut kota memiliki suasana yang romantis.

Terus terang menurut saya Paris tidak seindah yang ada di film-film, karena di film pasti yang ditonjolkan adalah sisi keindahannya. Namun bagi saya Paris tetap cantik dan menyenangkan untuk dikunjungi. Saya pasti akan kembali lagi ke sini untuk bisa mengeksplore lebih banyak tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi.

Walau perjalanan ke Paris sudah lama, namun saya tetap ingin menulis dan menuangkan kisah ini di blog. Bagi saya, ingatan yang tertinggal tentang Paris bukanlah ingatan yang mudah hilang oleh waktu. Beginilah ingatan yang tertinggal mengenai Paris.

Oh iya sebagai penutup, ada oleh-oleh nih dari Paris buat pembaca setia blog ini. Caranya gampang banget, cukup tinggalkan komentar pada kolom komen di bawah ini, nanti akan dipilih secara random siapa yang beruntung mendapatkan oven glove dari Paris ini.

Cusss, langsung komen aja yak! 😀

Iklan

31 thoughts on “Ingatan Yang Tertinggal Tentang Paris

  1. warm berkata:

    baca pengalaman siapapun soal Paris, membuat ingatan saya melayang ke Edensor karya Andrea Hirata. Entah kapan ntar bisa menyambangi kota yg sepintas terliat tenang itu

    dan aku mau glove-nya! haha

  2. Mademoiselle Musda berkata:

    Seneng mba baca kisahnya hihi. Kalau aku belum pernah ke Paris dan Paris adalah salah satu negara tujuan impian.Untuk sementara cuman bisa nonton film2 Perancis nya sih. Btw ternyata waktu 2013 lalu pernah juga nulis bucketlist kalau aku mau bikin sebuah butik disana (dan butiknya udah tak kasih nama lol), dan waktu baca itu bucketlist ditahun 2017 aku malah ketawa sendiri. Kok bisa ya waktu itu aku nulis bucketlist kayak gitu 😆

    Tentang glove-nya, aku mau dong mba haha, siapa tahu bisa jadi syarat kesana hi hi aamiin🛫

  3. shiq4 berkata:

    Paris saya kenalnya kota chef. Dari film shokugeki no souma hingga rattatouille. Klo soal romantisme saya nggak pernah nonton. Yg menonjolkan keindahan paris juga belum pernah nonton. 😀

  4. Dita berkata:

    Setujuuu, Paris gak seindah yang ditampilkan di film-film apalagi kalo udah ngeliatn metro sama stasuin metronya hihihi 😀 Meskipun aku ga terlalu suka Paris, tapi untuk yang pertama kali ke Eropa kayaknya tetep wajib mampir ke sini sih ya

  5. noviaintanstory berkata:

    Aku selalu excited tiap ada orang yang sharing tentang perjalanan travelingnya, apalagi kalau ke luar negeri. Berasa kapaaan ya, aku bisa nyusul ke sana juga. Btw, aku tetap menjadikan Paris destination yg recommended buat di datengin kalo sewaktu-waktu ke Eropa. Dan bisa foto di depan eiffel. Hahaha :p

  6. mysukmana berkata:

    aku malah kangennya paris van java..gimana dong kak chika? :))
    omong omong soal menara effiel..bawah itu baunya pesing..klo malam banyak yg pipis sembarangan disitu wkwkw

  7. gea berkata:

    baca ini, serasa ada salju turun di Paris… mendinginkan Eiffel dan menghangkatkan kisah yang tertinggal. :).

    selain di New York, aku pengen ngerasain white christmas di bawah menara Eiffel menikmati salju yang turun pertama kali tahun itu. hahaaaaa mimpi macam apatuh… XD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s