Pengabdi Setan, Tidak Seseram Yang Dibicarakan

Apa yang terpikirkan oleh kamu saat membaca judul tersebut? Beberapa reaksi teman-teman saya saat saya bilang itu, ada yang bilang saya bohong atau sok berani. Tapi itulah yang saya rasakan setelah menonton film Pengabdi Setan.

Melihat video reaksi orang-orang nonton Pengabdi Setan, saya jadi penasaran, seseram apa film ini karena ada yang nonton sampai nungging-nungging saking ketakutan. Saya sendiri bukan termasuk orang yang mudah takut saat nonton film horor, jadi jangan harap reaksi saya akan memegang tangan, memeluk ketakutan, atau bersembunyi di bahu orang di sebelah. Itu adalah hal yang mustahil.

Melihat reaksi orang-orang yang menonton sampai begitu ketakutan, maka saya pun tak mau ketinggalan untuk menonton film ini bertepatan ketika film ini dirilis yaitu tanggal 28 September 2017. Sebelum saya review, lihatlah video reaksi orang-orang saat menonton film Pengabdi Setan.

Luar biasa kan reaksinya? Ada juga sih teman saya yang kena sorot saat lagi nonton filmnya dan mukanya lempeng, persis seperti ekspresi saya saat menonton film ini. Baiklah, mari dimulai review film ini yang mungkin ada sedikit spoiler. *maap*

Berawal dari keluarga dengan empat anak yang tinggal di sebuah rumah dekat hutan dan ternyata dekat dengan kuburan. Kurang horor apa coba? Udah di dekat hutan, dekat kuburan pula. Tapi mungkin untuk sebagian orang ini terkesan menenangkan.

Keluarga ini terpaksa tinggal di rumah ini karena sang ibu (yang tidak diketahui namanya sampai filmnya kelar) mengalami penyakit misterius selama 3 tahun yang menyebabkan mereka kehabisan uang sehingga mau tak mau harus tinggal di rumah ibunda dari sang bapak. Empat anak di keluarga ini bernama Rini (anak tertua), Tony (anak kedua), Bondi (anak ketiga), dan Ian (anak bungsu).

Suatu malam, Rini menghadapi ibunya bertingkah aneh dan tak lama kemudian meninggal dengan misterius. Sungguh tak ada clue apa penyakit sang ibu dan kenapa bisa meninggal. Penonton ikut bingung seperti halnya Rini dan keluarga. Sang ibu pun dikuburkan tak jauh dari rumah.

Maap mukanya disensor karena horor

Tak lama ibu meninggal, bapak pergi ke luar kota untuk bekerja. Jadilah anak-anak di rumah hanya bersama nenek yang lumpuh. Entah kenapa ada aja hal-hal aneh terjadi di rumah, mereka merasakan kehadiran “ibu” di rumah tersebut. “Ibu” kembali hadir di kehidupan mereka dengan wujud yang berbeda. Kejadian demi kejadian aneh terjadi, mulai dari bunyi lonceng ibu yang khas, sampai sekelibat bayangan-bayangan ibu yang terus berkeliaran di sekitar rumah.

Suatu hari Rini menemukan surat yang ditulis oleh nenek untuk temannya, Budiman. Lalu Rini dan Hendra, anak dari ustadz dekat rumah, mengunjungi Budiman yang berada di kota. Di situ Rini mengetahui sejarah kelam sang ibu, yang membuat Rini lebih waspada dan menyadari hal-hal aneh yang terjadi di rumah karena masa lalu sang ibu. Sesuai dengan judul film ini, bisa ditebak kan apa yang dilakukan sang ibu sampai hal-hal misterius bisa terjadi di rumah?

Gatel rasanya ingin membeberkan isi cerita, tapi saya sendiri gak mau spoiler. Terus terang saya sedikit kecewa karena menurut saya film Pengabdi Setan tidak seseram yang saya bayangkan. Beberapa adegan justru ketebak, seperti ketika camera movement mengarah ke kiri, lalu kembali ke kanan, bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Lalu beberapa adegan di sini mengingatkan saya pada beberapa film horor Hollywood. Menurut saya, film Pengabdi Setan ini seperti gabungan Paranormal Activity dan The Conjuring. Mirip dari mana? Dari matamu matamu… *aduh maap los pokus*

Tonton sendiri aja filmnya. Bagi yang sudah menonton Paranormal Activity (antara yang 1-3) dan nonton The Conjuring, pasti mengerti kenapa film Pengabdi Setan menurut saya ada unsur-unsur yang mirip dengan kedua film yang saya sebutkan. Oh iya sama satu lagi, ada unsur The Walking Dead! HAHAHAHA~

Terlepas dari kemiripannya, plot twist film ini sungguh menarik karena saya yakin tidak banyak penonton yang bisa menebak hal tersebut. Saya akui plot twist inilah yang membuat film ini jadi keren. Efek-efek di film ini memang gak canggih, namun justru memberikan efek horor tersendiri. Adegan favorit saya justru pas bagian akhir [SPOILER ALERT] di mana rumah mereka dikelilingi oleh orang-orang berbaju hitam. Sungguh artistik.

Film dengan latar belakang tahun 1981 ini sangat terasa dengan kehadiran radio tua, lagu-lagu jadul, sampai dengan gaya pakaian Tara Basro yang sungguh 80’s. Akting para pemain cukup oke, walau menurut saya yang paling juara justru akting si Ibu. Kalau dipikir-pikir pemeran si ibu ini cukup sering nongol, tapi tidak banyak dialog. Namun setiap kehadirannya sungguh menyeramkan. Good job tante Ayu Laksmi. 😀

Skor film ini saya berikan 7.5/10. Untuk segi horor cukup oke, walau beberapa adegan dapat ditebak, jadi menurut saya agak mengurangi kejutan-kejutan pada film. TAPI yang paling sebel sih film ini ngegantung ya HAHAHAHA tipikal film Joko Anwar. Kentang gitu. Ngeselin banget karena sampai akhir gak tau kenapa begini kenapa begitu yang akhirnya membuat saya harus berasumsi ini itu. SEBAL.

Iklan

55 thoughts on “Pengabdi Setan, Tidak Seseram Yang Dibicarakan

  1. shiq4 berkata:

    Klo film horor indonesia ceritanya ya begitu2 saja. Tapi emang juarang nonton horor indonesia. Soalnya dulu sempat ngetrend film horor yang banyak adegan panasnya. Jadi berasa gimana gitu 😀

  2. sinyonyanyablak berkata:

    Klo sama Annabelle serem mana? Aku ntn annabele creation cuma pas awal2 doang deg2an, tp makin lama nonton makin ketebak kapan setannya muncul, apalagi pas Annabelle nya tiba2 jd tinggi, ga nyeremin sama sekali hihi..

    • cK berkata:

      Sereman Annabelle menurutku. Karena faktor backsoundnya ngagetin. Tapi Annabelle entah kenapa ada adegan-adegan yang bikin ketawa sih.

  3. devieriana berkata:

    Bener banget, kaya yang aku twit tadi pagi. Review temen yang abis nonton itu malah kasih skornya 6/10 untuk level horornya.

    Dia bilang, “Biasa aja filmnya, nggak seserem kaya orang-orang bilang. Beberapa adegan dibiarkan menggantung nggak jelas gitu, Kak. Malah pas filmnya udahan aku kaget, lho, kok udahan? Kurang nampol menurutku…”

    Mungkin buat penikmat film horor ini film yang cukup ‘menghibur’, nggak seberapa nakutin. Tapi kalo buat aku, nonton trailernya aja udah ogah, hihihihik…

    • cK berkata:

      Beberapa yang aku suka mungkin lebih ke artistiknya sih kayak tone film dan dramatisirnya. Tapi ya gitu, gak serem. Terus endingnya kentang. :’)))

  4. Paskalis Damar AK berkata:

    Kalo urusan horror sih beda-beda lvl resistance-nya orang-orang ya, jadi wajar kalo dibilang ngga serem sama Chika, tp rangorang pada takut. Gw sih bukan tipe orang yg gampang ditakutin. Tp horror di Pengabdi Setan ini atmosferik bgt. Ngga perlu penampakan buat bikin orang parno, cukup setting sama camera work.

    Kalo dibilang mirip Paranormal Activity atau Conjuring ya ngga salah juga, referensi horror terdekat kan biasanya di situ. Nuansanya mirip horror 80-an kayak Suspiria gitu sik.
    Tapi, perlu diketahui, film Pengabdi Setan yg ori (1980) juga adegan mayat hidupnya. Kalo diliat dari nature mayat hidupnya, ngga bisa dibilang mirip Walking Dead. Night of the Living Dead baru lebih masukkk. Endingnya mungkin kerasa kentang karena ngga dapet referensi ke film 1980-nya. Gitu siiiik menurutku~

    Kl di review-ku, aku bilang film ini “will trigger long discussions and fan theories for years to come.”

    • cK berkata:

      Waaaah dikomen sama suhu film 🙌🏼

      Iya setuju, film ini bakal bikin diskusi panjang sih karena banyak banget hal-hal yang gak terjawab. Hmmm, bener ya, ini lebih mirip Night of the Living Dead. Baru kepikiran pas kamu nulis. xD

      Aku kemaren akhirnya nonton yang Pengabdi Setan tahun 1980. Banyak bedanya juga yaaa.

      • Paskalis Damar AK berkata:

        Haha bisa aja. Ini kebetulan muncul di home 😜

        Makanya itu di twitter sekarang aja masih rameee bgt bahasan ini itunya ckck
        Sebenernya Night of the Living Dead cuman satu contoh. Zaman dulu kan kalo zombie biasanya supranatural dan bukannya virus hehe

        Banyak kali bedanya. Tapi semangatnya mirip-mirip kaaan

        • cK berkata:

          Aku sendiri sebenernya cukup suka film ini, semacam kangen horor yang gak pake efek-efek canggih. Tampaknya emang filmnya dibuat seperti itu ya, biar mengundang diskusi. 😛

  5. Rina berkata:

    Emang kurang serem, tapi jump scarenya lumayan lah. Paling kaget pas Tony didatengin ma ibu minta disisirin. Suaranya bikin kaget, bikin ingin berkata kasar :)) Film ini emang ngingetin ma beberapa film sih ya. Hantu ibu2 tua di Conjuring mirip ma hantu ibu yang nongol dari balik mukena, trus si zombie2 itu kayak film zombie2 pada umumnya lah ya. Twistnya juga malah jadi ngingetin ma film anak setan yang ngehits banget jaman dulu itu tuuhhh…

    Btw, nama si ibu bukannya Mawarni kah?

  6. Takodok! berkata:

    Meme-nya pada lucu, tapi pas nonton tetap aku banyak nutup muka. Ngapain dah sering banget pipis sendiri tengah malem sambil jenguk sumur yang serem itu bocah-bocah. Kzl. 😆

  7. BaRTZap berkata:

    Soal seram atau gak seram memang pada akhirnya tergantung pada level keberanian masing-masing. Soalnya pas aku nonton film ini bareng teman, reaksi kami berbeda. Aku lempeng manteng layar dan gak kaget-kaget sama sekali, sementara temanku gelisah sampai kadang nutup mata selama nonton film ini.

    Tapi secara pribadi memang film ini menurutku gak serem-serem banget. Bagus sih, untuk ukuran sinematografi dan ceritanya kalau dibandingkan film-film horor era 2000an lainnya. Tapi kalau seram sih masih kurang. Overall boleh lah ,,, daripada lihat film ala ‘sutradara video klip yang beberapa kali bikin film horor’ 😉

  8. mnmusa berkata:

    Saya sendiri menilai dari sisi cerita. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam film ini. Sehingga tidak ada penjelasannya yang cukup terhadap berbagai keganjilan yang muncul selama film.
    Sepakat bahwa banyak adengan yang ketebak. Tapi salut dengan make up si “Ibu” memang seram 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s