Soal Kebiasaan Menggunakan Aku-Kamu

Saya biasa menggunakan aku-kamu sebagai pengganti kata subyek dan obyek dalam percakapan bersama teman-teman. Hal ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari sampai ke lingkungan pekerjaan. Memang di luar itu ada beberapa orang yang biasa saya ajak ngobrol dengan penggunaan gue-elo, namun hanya segelintir orang, padahal waktu kuliah, saya biasa berbicara gue-elo.

Sebenarnya kebiasaan berbicara aku-kamu itu masih menempel pada saya hingga kelas 2 SMP. Saat itu saya sering sekali diledek teman-teman karena masih menggunakan aku-kamu sebagai subyek-obyek. Mau gimana, di rumah saya biasa menggunakan bahasa sopan. Ngomong elo-gue di rumah kayaknya bisa mengundang pelototan dari nyokap hahahaha. Namun ketika mulai memasuki kelas 3 SMP, barulah saya fasih ngomong elo-gue.

Hal ini berlangsung sampai saya masuk SMA, kuliah, dan mulai kerja. Saya sudah terbiasa ngomong elo-gue Namun ketika saya bertemu dengan teman-teman blogger dari berbagai daerah, berat rasanya untuk ngomong elo-gue karena kebanyakan dari mereka berbicara saya-kamu atau aku-kamu. Rata-rata teman-teman yang di luar Jakarta (apalagi luar Jawa) menggunakan aku-kamu atau saya-kamu. Memang pada dasarnya elo-gue kebanyakan digunakan di ibukota yang bisa dibilang bawaan bahasa Betawi.

Anak-anak Kopdar Jakarta, kalau sama mereka seringnya ngomong aku-kamu

Tanpa disadari, pelan-pelan saya berusaha mengubah kebiasaan saya untuk kembali menggunakan aku-kamu ke teman-teman blogger karena saya merasa tidak sopan apabila menggunakan elo-gue saat berbicara dengan mereka. Entah kenapa lama kelamaan jadi terbiasa dan saya kembali menggunakan aku-kamu.

Sampai sekarang, saya masih menggunakan aku-kamu baik dalam percakapan sehari-hari dengan teman-teman blogger maupun di lingkungan pekerjaan. Hanya beberapa teman di mana saya masih menggunakan elo-gue. Biasanya terjadi di teman-teman yang memang berasal dari Jakarta atau teman yang sudah mengenal saya sebelum saya ngeblog hahahaha~

Kalau sama mereka, baru ngomongnya elo-gue

Di tempat bekerja pun saya jadi terbiasa aku-kamu, karena menurut saya memang lebih sopan aja. Jadi mungkin bagi yang bertanya-tanya kenapa saya sering menggunakan aku-kamu dalam sehari-hari, selain terdengar lebih sopan, hal itu sekaligus menghormati yang lebih tua. Lagipula teman-teman saya berasal dari berbagai daerah.

Sedangkan di rumah, saya menggunakan nama saya sebagai pengganti subyek. Misalnya kalau ngomong ke Mama saya, “Ma, Chika nanti mau ke pergi ke situ ya”, di mana kebiasaan ini sudah ada sejak kecil dan rasanya sulit untuk dihilangkan.

Kalau kalian, biasa menggunakan aku, saya, gue, aing, beta, atau ada yang lain sebagai pengganti subyek?

Iklan

48 thoughts on “Soal Kebiasaan Menggunakan Aku-Kamu

  1. Fiberti berkata:

    Haha…tergantung berhadapan dgn siapa sih mba. Kalau dengan tipe Anang Ashanty mgkn aku kamu…kl teman cablak elo gue. Jaim berwibawa di forum…saya..😂😂

  2. Mutia Nurul Rahmah berkata:

    Kalau sehari-hari aku-kau (lebih Ke “ko”)
    Kamu terlalu halus Di Pekanbaru,kau terlalu kasar, jadi “ko” aja😂
    Kalau lagi lebay, akunya diganti awak,beta
    Di rumah sebut nama sendiri…

  3. Desfortin berkata:

    Kalau saya, klau di rumah pke aku, gak pernah pke loe gue. Nah, klau di situasi resmi atau brtman dg bloger lain, aplg yg smgat sy hormati, sya sllu pkai “saya-Anda”. Entahlah, sy merasa itu jauh lebih sopan

  4. delinarahayu berkata:

    Aku-kamu. Sebenernya kalau bhs Surabayaan ada “kon” buat pengganti “kamu”, tp jarang banget aku pake. Tapi (lg), karna temen sepermainan kuliah ada yg dari Blitar, jadi keikutan sering bilang we (kowe) 😁

  5. shiq4 berkata:

    Klo nulis di blog saya menggunakan saya dan Anda. Sedangkan klau gak formal biasanya menggunakan aku. Cuma jarang make kata” kamu”, baik dalam menulis atau percakapan sehari-hari. Biasanya menyebut namanya 😀

  6. yusrizal berkata:

    Klo di kampung, ngobrol ama yang lebih tua, pake “kulo-panjenengan”, klo ama sepantaran “aku-kowe”, klo di perantauan, ama teman sepermainan “lo-gue”, ama temen yang blm deket “aku-kamu”, ama temen yang jauh lebih tua “Saya-Mas/Mbak/Pak/Bu”.
    Wkwkkw, bahasa Indonesia beda-beda tergantung situasi-kondisi ya, klo English mah “you & me” apapun kondisinya, hahaha

  7. Ranger Kimi berkata:

    Aku pakai aku-kamu justru pas masuk kuliah. Sebelumnya pas masa sekolah ngobrol ke teman gue-elo. Sekarang jadinya terbiasa pakai aku-kamu ke hampir semuanya: teman kuliah, teman baru kenal.

    Aku baru pakai gue-elo ke teman yang aku rasa yang memang lebih cair ngobrolnya kalau pakai gue-elo. Tapi, teman yang ini jarang banget sih.

    Kalau di rumah sama keluarga, ya aku pakai nama untuk menyebut diriku. 😀

  8. Dita berkata:

    karena aku org Jawa yg baru merantau ke Jakarta thn 2007 ya tentunya sampe skr tetep pake aku-kamu…abisan gak cocoque bin maksa aja kalo harus pake elo-gue 😀 awal2 emang banyak yg baper dan ngeledekin…tapi lama-lama akhirnya pada ngerti dan udah biasa hehehe

  9. Ata berkata:

    Hallo Chikaaaa~ di Palembang biasanya pake Aku-Kau. XD di kebiasaan keluarganya Mas Patjar, pake kami-kamu. (padahal harusnya kami untuk bentuk jamak ya XD ) tapi kalo diklat, atau ketemu temen-temen baru pake aku-kamu, soalnya biar sopan karena dari berbagai daerah kan.. Kalo sama keluarga sebut nama atau ‘Adek’ gara-gara paling cilik.

  10. Billy Koesoemadinata berkata:

    di rumah pake nama sendiri & nama panggilan/kamu.
    di lingkungan sebaya, gonta-ganti elo-gue atau saya-kamu. tergantung lingkungannya.
    di lingkungan sekolah, cenderung elo-gue, kecuali sama guru/dosen.
    di lingkungan kerjaan, elo-gue buat yang circle kecil, & saya-kamu buat yang circle gede.
    di temen kecil sekolah, aing/urang & maneh/sia.

  11. GoenRock® berkata:

    Aku sih karena di Jawa biasa pakai aku-kowe (kamu). Jadi ya kalau ngomong pakai bahasa Indonesia kebawanya aku-kamu. Tapi udah 10 tahun di Jakarta jadi kadang kebawa ngomong lo-gue di percakapan online. Offline kadang-kadang aja kalau kepancing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s