Review Film Cleveland Abduction

Saya tak sengaja menonton film ini saat terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur. Saat melihat judul Cleveland Abduction, saya mengira ini berkaitan dengan alien. Namun ternyata salah dan kisah ini merupakan kisah nyata. Filmnya bercerita mengenai Michelle Knight, seorang ibu tunggal yang memiliki anak berumur 4 tahun bernama Joey. Michelle saat itu adalah pengangguran dan sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan mengingat ia sendiri hanya sekolah sampai SMU.

Karena memiliki anak namun tidak mempunyai pekerjaan, maka Michelle dihadapkan dengan pekerja sosial. Michelle dianggap tidak layak menjadi ibu dan harus menghadapi sidang hak asuh anak. Jika Michelle tidak menghadiri sidang tersebut, maka Joey akan dimasukkan ke panti asuhan.

Sayangnya nasib Michelle berkata lain. Saat ingin interview pekerjaan, Michelle bertemu dengan Ariel Castro, bapak dari temannya sekolahnya yang bersedia mengantarkan Michelle ke tempat interview pekerjaan. Di situlah ia diculik oleh bapak jahat ini yang kemudian dijadikan budak seks.

Ariel tidak berhenti di situ saja. Ia kemudian menculik perempuan lain yaitu Amanda, dan selang setahun kemudian Ariel menculik Gina Total ada 3 perempuan yang diculik oleh Ariel dan ditempatkan di rumah yang sama.

Beginilah Ariel menyekap mereka di rumahnya

Menonton film ini sungguh bikin pengen ngamuk. Orang-orang macam Ariel ini eksis di luar sana dan para perempuan yang diculik tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka tidak hanya dijadikan budak seks, tapi juga disiksa dan dipukuli apabila didapati melanggar peraturan yang dibuat oleh Ariel. Buat yang gak kuat, sebaiknya jangan nonton film ini sih. Filmnya seperti mengoyak-ngoyak hati.

Saya yang menonton film ini di tengah malam, sampai tercengang dan bisa menonton film ini tanpa merasa mengantuk, karena memang film ini semacam memberikan peringatan dan sukses bikin saya penasaran sampai akhir film. Bahkan setelah menonton film ini, saya sampai googling dan mencari tahu kisah nyata film ini.

Film Cleveland Abduction semacam pelajaran untuk kita semua bahwa jangan terlalu gampang percaya dengan orang yang tidak begitu dikenal. Dalam kasus ini, Ariel adalah bapak dari temannya sendiri. Karena sesungguhnya kekerasan seksual banyak yang terjadi karena ulah orang yang justru dikenal oleh korban.

Cleveland Abduction kurang lebih seperti film Room, namun buat saya yang ini lebih menyakitkan, mengingat ini berdasarkan kisah nyata. Tontonlah film ini untuk membuka mata bahwa penculikan dan kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan tetangga sekalipun. Kita tidak akan pernah mengira di suatu rumah yang terlihat damai, ternyata tersimpan kenyataan yang pahit.

Iklan

7 thoughts on “Review Film Cleveland Abduction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s