Bersenang-senang di Museum Ghibli

Pergi ke Museum Ghibli merupakan salah satu cita-cita saya kalau ke Jepang. Maka ketika ada kesempatan ke Jepang, saya wajib mengunjungi tempat ini karena saya tidak tahu kapan saya akan kembali lagi ke Jepang.

Untuk bisa masuk ke Museum Ghibli, tiketnya dapat dibeli di Lawson sebulan sebelumnya. Yang pasti harus cepat karena tiket Museum Ghibli sangat cepat habis. Saat saya ingin membeli tiket Museum Ghibli, ternyata sudah habis terjual di Lawson. Tiket Museum Ghibli memang cepat habis. Akhirnya saya berhasil menemukan website yang menjual tiket Museum Ghibli namun harga tiket masuk yang aslinya ¥1000 (sekitar 120 ribu rupiah) dijual dengan harga 5x lipat. GILA YA NYARI UNTUNGNYA GEDE BANGET! Demi bisa masuk ke Museum Ghibli, terpaksa dibeli itu tiket mahal. Untungnya pengalaman yang saya dapatkan saat mengunjungi Museum Ghibli sungguh menyenangkan, jadi gak nyesel keluar duit segitu.

Museum Ghibli terletak cukup di pinggir Tokyo, tepatnya di daerah Mitaka. Untuk menuju ke sini bisa naik dari stasiun mana saja lalu turun di Mitaka Station yang kemudian dilanjutkan naik shuttle bus khusus yang berhenti di Museum Ghibli. Kalau mau jalan kaki bisa sih, tapi lumayan jauh, sekitar 15 menit.

Warna-warni Museum Ghibli

Di Museum Ghibli, masuknya dibagi per dua jam, yaitu jam 10:00, 12:00, 14:00, dan 16:00. Pembagian ini membatasi pengunjung yang masuk jadi museumnya ramai tapi tidak sesak. Jadi usahakan datang tepat waktu sesuai dengan jam tiket yang dibeli. Saya sendiri waktu itu beli yang jam 12:00 dengan harapan lebih sepi karena jam makan siang. Ternyata, tidak juga hahahaha! Sedangkan di kedatangan kedua, saya membeli tiket jam 16:00 karena biar sekalian nunggu museumnya tutup.

Sampai di Museum Ghibli, antrian masuk terlihat tertib walaupun ramai. Budaya antri di sini memang patut dikasih jempol. Tertib dan lancar.

Antrian masuk Museum Ghibli

Begitu masuk, para pengunjung langsung diingatkan untuk tidak mengambil foto di dalam. Sebagai pengunjung yang tertib tentu saja saya memasukkan kamera saya ke dalam tas. Karena tidak boleh memotret di dalam, maka saya membeli buku yang berisi foto-foto di dalam Museum Ghibli supaya bisa saya pajang di blog.

Saya masih ingat saat kunjungan pertama, rasanya mata berkaca-kaca ketika melihat semua animasi buatan Ghibli terpampang nyata di hadapan. Perasaan senang, puas, bahagia, semua bercampur aduk menjadi satu.

Begitu masuk Museum Ghibli dihadapkan langit-langit yang indah

Hall Museum Ghibli

Museum ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama terdapat ruang besar berisi aneka diorama Ghibli yang cukup interaktif. Ada alat yang bisa diputar dengan cepat di mana diorama-diorama tersebut akan bergerak dan membentuk sebuah gerakan seperti adegan dalam film.

Ada beberapa potongan-potongan animasi yang dibuat oleh Hayao Miyazaki dan beberapa display karakter-karakter Ghibli. Sulit untuk digambarkan, namun kalau datang sendiri ke sini pasti akan mengerti. Saya cukup lama di ruangan ini karena mengamati pelan-pelan semua yang dipamerkan di sini.

Exhibition room

Masih di lantai yang sama, di sini ada bioskop juga yang memutar animasi Ghibli. Pas saya ke sini, film yang diputar adalah tentang Koro’s Day Out, tentang anjing mungil yang tersesat. Saat kedatangan kedua pun film yang diputarkan masih sama. Namun saya suka dengan film pendek ini, jadi nonton dua kali pun tak apa.

The Saturn Theatre

Di lantai dua, terdapat ruangan yang memamerkan seperti apa tempat kerja Hayao Miyazaki dan aneka barang-barang yang muncul di film animasi Ghibli. Selain itu juga dipamerkan goresan-goresan gambar Hayao Miyazaki. Benar-benar seperti tempat workshop. Walaupun terlihat berantakan, namun tempat inilah film-film Ghibli lahir.

Seperti ini penampakan ruang kerja Hayao Miyazaki

Di sini lantai yang sama juga terdapat toko buku yang menjual buku karangan Hayao Miyazaki serta buku-buku cerita Jepang lainnya. Buku tentang Museum Ghibli juga ada dan saya membeli salah satunya yang berisi foto-foto Museum Ghibli (dan saya panjang di blog ini). Kebanyakan buku yang dijual di toko buku ini tentu saja berbahasa Jepang. Saya sendiri membeli komik Totoro yang diberi sampul lucu.

Sedangkan di lantai 3, terdapat toko souvenir Ghibli serta arena bermain anak-anak dengan Cat Bus di tengahnya. Saya ingin sekali masuk ke sini, sayangnya cuma anak-anak yang diperbolehkan masuk.

Arena bermain Cat Bus

Di dekat Cat Bus ini ada pintu keluar di mana terdapat anak tangga untuk naik ke atas lagi yang nantinya terdapat  robot Laputa dengan ukuran sesuai di film. Robot Laputa bisa dibilang menjadi arena wajib foto apabila masuk ke Studio Ghibli.

Sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk membeli souvenir-souvenir lucu nan menggemaskan. Saya juga akhirnya kesampaian membeli kotak musik Ghibli (yang akhirnya disimpan karena takut rusak hahahaha). Pokoknya kalau ke sini harus menyiapkan uang yang banyak karena souvenir-souvenir di Museum Ghibli sungguh menggemaskan dan rasanya memanggil-manggil untuk dibeli. Oleh karena itu jangan bawa sedikit uang karena nantinya akan menyesal.

Oh iya, kalau merasa lapar di sini, ada Ghibli Cafe yang menjual menu-menu lucu dengan piring dan gelas yang imut. Tempatnya sungguh menyenangkaaan! Bahkan toiletnya aja lucu banget hahahaha.

Di sini saya memesan Straw Hat’s Chocolate Parfait. Bentuknya sungguh menggiurkan dan langsung bikin bahagia. Apalagi ada bendera gambar Jiji, kucingnya Kiki. Selain itu saya juga memesan creamy soup. Bukan makanan yang berat tapi cukup bikin kenyang.

Muka bahagia lihat makanan

Pengalaman saya ke Museum Ghibli tidak dapat terlupakan. Lalu tak disangka pada kunjungan ke Jepang selanjutnya, saya akhirnya bisa membeli tiket Museum Ghibli dengan harga normal berkat Ivan. Makasih Ivaaan!

Di kunjungan kedua, saya lebih fokus pada beli-beli souvenir dan makan di cafe karena pada kunjungan pertama saya menghabiskan waktu lama di bagian arena pameran. Saya juga sempat merekam sedikit saat menikmati makanan di Straw Hat Cafe.

Bagi penggemar Ghibli, mengunjungi Museum Ghibli adalah suatu kewajiban. Untuk bisa membeli tiket Museum Ghibli, sebaiknya menghubungi teman yang ada di Jepang dan minta tolong untuk membelikan terlebih dahulu agar tidak kehabisan. Gak punya teman di Jepang? Bisa minta tolong ke Ivan atau mbak Sofie. *eh*

Ayok ke Museum Ghibli!

***

MUSEUM GHIBLI

1 Chome-1-83 Shimorenjaku, Mitaka, Tokyo 181-0013, Japan
Jam operasi: 10am-6pm (Hari Selasa tutup)
Telpon: +81 570-055-777

Iklan

23 thoughts on “Bersenang-senang di Museum Ghibli

    • cK berkata:

      Bisaaaaa tanya Ivan tapi jangan ngenyusahin dia ya. :)))

      Di dalam emang gak boleh foto-foto makanya ini aku foto dari buku aja hahaha~

  1. kiwilliam berkata:

    Gue selalu suka sama karya2 Studio Ghibli! Kunjungan ke museum nya sih harus ada di list “must place to go” gue. Soon kalau ada rencana kesana sepertinya akan banyak tanya ke neng chika nih, hehe. Mohon diijinkan yaa hohoho…

  2. Desfortin berkata:

    Wow, sdah pernah 2 kli ke Museum Ghibli. Berkesan bnget psti ya…

    Oya, harga tiket seribu Yen klau kurs Rp brp ya? Kok mhal bnget, kyaknya pengunjungnya rame banget klau tiketnya cpt habis.

    Oya, di Museum tsb ap yg paling unik, mbak Chika? Ttg artefak atau apa gitu, slain ruang kerja si Hayau Miyazaki itu?

    • cK berkata:

      1000 yen itu sekitar 120 ribu (ternyata lupa masukin di blog). Yang dateng ke sini kebanyakan turis dan emang dibatasin tiketnya biar gak terlalu ramai.

      Yang unik di sini sih seperti yang aku sebutin, ada di ruangan exhibition. Bisa lihat animasi-animasi dengan display yang berbeda.

  3. delinarahayu berkata:

    Kenapa ya kak ga boleh difoto-foto? 🤔 Apa biar pengunjung datang lagi, atau biar beli bukunya ya(?) hehe. Btw fotonya kayak foto asli (ga jepret dari buku), lucu dan bagus padahaal. Sayang banget ga boleh foto2. Mestinya bs ambil gambar yg lebih detil2

    • cK berkata:

      Mungkin biar gak merusak keseruan dan orang jadi penasaran mau dateng. Dan kebanyakan emang semacam tayangan animasi-animasi gitu, kalau difoto gak ketangkep moment kerennya. x)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s