Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

Tahun ini saya kembali lagi ke Jepang. Ini adalah keempat kalinya saya mengunjungi negeri matahari terbit. Pertama kali ke Jepang bersama Clara Devi karena sedang mengerjakan suatu project. Kunjungan kedua yaitu pada musim gugur bersama sepupu saya. Kunjungan ketiga adalah tahun 2016 dan saat itu saya solo traveling. Dan terakhir adalah tahun ini dengan alasan ingin melihat sakura.

Karena sudah empat kali ke Jepang dalam kurun waktu tiga tahun, maka banyak banget yang nanyain, kenapa sih seneng banget ke Jepang? Oke, mari saya jabarkan satu-satu. Inilah alasan kenapa saya memilih pergi ke Jepang.

Pertama, saya punya e-passport yang berarti visa ke Jepang pakai visa waiver alias gratis dan berlaku hingga 3 tahun ke depan. Jadi kalau mau ke Jepang ya tinggal beli tiket aja, gak perlu repot-repot ngurusin visa. Tiket ke Jepang bisa dicari saat travel fair. Ada harga yang cukup beradab bagi maskapai penerbangan langsung ke Jepang (gak pakai transit).

Tiga tahun bisa bolak-balik ke Jepang

Saya sendiri lebih suka maskapai dengan penerbangan langsung sih, jadi gak ngehabisin waktu di jalan walau itu berarti saya harus mengeluarkan kocek lebih demi kenyamanan tersebut.

Kedua. Jepang itu banyaaaaak banget yang bisa diexplore. Ya gak bisa dibandingin sama Indonesia sih karena keduanya adalah negara yang sangat berbeda. Jepang punya 4 musim yang berarti ada 4 alasan untuk ke sana. Mau lihat warna-warni momiji di musim gugur, mau lihat sakura di musim semi, mau main salju di musim dingin, atau mendaki gunung Fuji di musim panas.

Sakura di Meguro

Saya sendiri baru merasakan 3 musim di Jepang, yaitu saat musim gugur, musim semi, dan musim dingin (yang belum dingin-dingin amat sih). Sejauh ini favorit saya adalah musim gugur karena pemandangan di Jepang cantik banget!

Ketiga, orang-orang Jepang itu unik. Kalau ada barang yang hilang atau tertinggal, jarang banget gak balik (kecuali kalau gak usaha nyari ya). Teman saya Pricil kehilangan dompet dua kali, dan dia dapat surat panggilan untuk ngambil dompetnya di pos polisi. Mbak Sofi pernah kehilangan handphone, dan ternyata dapet surat panggilan untuk ngambil handphone tapi gak diambil-ambil. Dasar. :)))

Topi abu-abu ini sudah dua kali 'hilang' di Jepang namun ternyata masih rezeki. Pertama hilang di jalan. Entah kenapa tiba-tiba jatuh dari kepala. Keesokannya ketika melewati jalan yang sama, ternyata topi ini teronggok di sudut jalan. Gak ada yang ambil. Kedua, topi ini terjatuh di bus saat menuju Museum Ghibli. Bus tersebut akan kembali ke halte yang sama 15 menit lagi, namun aku harus masuk ke dalam museum karena sebentar lagi gelap. Akhirnya mencoba meminta petugas untuk dititipkan dan orangnya mau ngasih ke information center museum. Sekitar setengah jam kemudian, topi abu-abu ini kembali ke tanganku. Luar biasa! Di Jepang memang terkenal aman dan barang hilang bisa balik kembali. Ada yang punya pengalaman barang hilang dan kembali lagi? . . . #travel #traveling #travelgram #instatravel #travelphoto #cKtrip #chikastufftrip #cKjapantrip #japantrip #japan #ghibli #mytravelingstory

A post shared by Chika Nadya (@chikanadya) on

Saya sendiri pernah topi saya jatuh, dua kali. Dan topi tersebut berhasil kembali ke tangan saya dengan utuh. Saya salut dengan orang-orang Jepang yang gak bakal ngambil barang yang bukan milik mereka.

Keempat, orang-orang Jepang itu care. Kalau saya nyasar, saya sering banget dibantuin dan dianterin sampai ke tempat yang saya tuju. Pas nginep pakai Airbnb, saya sampai dijemput di stasiun sama ownernya, padahal gak wajib sama sekali untuk menjemput tamu. Selain itu petugas di stasiun kalau membantu mencarikan arah, seringkali mengantarkan sampai tempat tujuan. Bahkan mengawasi apakah saya sudah mengarah ke jalan yang benar.

Kelima. Jepang itu cantiiiik banget. Apalagi pas musim gugur. Saya suka melihat warna-warni daun momiji. Walaupun negara ini gak punya pantai yang indah kayak Indonesia, tapi mereka punya warna-warni alam yang menjadikan alasan bagi saya untuk kembali ke Jepang.

Musim gugur di Jepang kayak gini

Keenam, banyak sekali barang yang bisa dibeli ke Jepang. Sepatu merk mahal bisa lebih murah di sana. Gadget Jepang jelas lebih murah walaupun menurut saya lensa kamera di Jepang lebih mahal dari di Indonesia. Terus di Jepang tentunya bisa makan sushi dengan murah. Puas pokoknya!

Ketujuh, karena dari kecil saya suka baca komik Jepang, nonton anime dan dorama, saya tumbuh menjadi pribadi yang suka Jejepangan. Walaupun kini Korea sedang naik daun, saya tetap memilih Jepang sebagai negara yang akan selalu saya kunjungi. Bagi saya, Jepang selalu ada di hati saya, sama seperti Budapest.

Kedelapan, transportasi di Jepang itu enak banget. Mau ke mana-mana gampang karena ada kereta cepat. Bahkan dengan adanya Shinkansen, bisa pergi dari ujung ke ujung Jepang dalam sehari. Orang Jepang jarang ada yang naik taksi karena mahal. Mending naik kereta atau bus, karena semuanya terjadwal dengan baik walau kadang jadwal bus suka ngaret sih.

Kesembilan, cowok Jepang banyak yang lucu-lucu HAHAHAHA. Gak semuanya emang ganteng kayak di film-film, tapi banyak banget cowok-cowok good looking yang bisa ditemui di jalan-jalan. Apalagi mereka suka pakai jas yang tentunya bikin jadi lebih keren.

Bagi yang pengen lihat kegiatan saya selama di Jepang ini, bisa follow Instagram @chikanadya karena saya suka membagi informasi melalui InstaStory. Siapa tahu ada yang pengen ke Jepang, saya suka share tempat-tempat yang saya kunjungi, harga-harga jajanan di sana, atau barang-barang apa aja yang dijual di Jepang.

Jadi, sekarang sudah tahu dong kenapa saya betah balik ke Jepang? 😀

Iklan

68 thoughts on “Kenapa Memilih Pergi Ke Jepang?

  1. Yanti berkata:

    hehee aku juga baru balik dr jepang tgl 5 kemarin… memang ngga bosen2 yaaa 😍 mau ke kota ato desa manapun semuanya ada daya tariknya, berpetualang ke gang sebelah aja seru gitu hahahaha *hiperbola*
    Seandainya di indonesia jg transportasi umumnya semudah itu..wuwuwu klo di sini jalan2 sndiri yg ada takut ditipu, takut diculik, takut ilang di utan… 😂😂 padahal bnyk bgt tmpat di Indonesia yg pengen dikunjungi hiks hiks
    Eniwei, aku follow IGnya Chika juga, thank you ya udah sharing2 foto dan cerita di sana… membantu mengobati rasa kangen 😊😊❤
    Selamat menikmati petualangan di sana!!

    • cK berkata:

      Hai Yantiiii! Jepang memang menyenangkan yah. Emang bikin betah dan pengen balik terus. Makasih juga udah follow IG akuuuu. Semoga terhibur dengan cerita-cerita yang disharing. 😀

  2. Warm berkata:

    Saya nonton acara apa kmaren ya di tipi apa lupa ttg sudut2 Jepang, keren2 dan rapi3 gitu.

    Kalo saya pengen ke Akihabara gara2 nonton anime Yowamushi Pedal. Juga pengen sepedaan dan hiking disana hehe

  3. shiq4 berkata:

    Wah berarti moral penduduk jepang itu udah bagus banget. Masalah sepele seperti menemukan barang hilang dan diberikan ke polisi itu sesuatu yg mewah di sini. Apalagi barangnya berupa handphone atau dompet, kemudian kembali dengan selamat, luar biasa sekali.

    • cK berkata:

      Iyaaaa. Orang-orang Jepang itu gak mau ngambil barang yang bukan milik mereka. Kalau ada yang jatuh, biasanya dibawa ke kantor polisi, pusat informasi, atau dipinggirin biar yang empunya kalau nyariin bisa nemu lagi barangnya.

      Temenku kehilangan paspor dan bisa balik lagi pas di Jepang. Kalau di negara lain belum tentu bisa balik. Di sini minim maling karena cctv di mana-mana.

  4. mishajoh berkata:

    Jepang memang addictive ya. Jujur aja aku tipe traveler yang kalo udah ngunjungin 1 negara, sebisa mungkin gak ke negara itu lagi dulu sebelum negara2 impian lagi terjambangi. Tapi oh tapi, Jepang memang beda. Aku juga bakal ke sana lagi Mei besok!

  5. jensen99 berkata:

    Saya malah gak tau cK ke Jepang lagi sampai dikabari Ando kalo abis kopdar dengan cK. :mrgreen:
    Btw barusan baca twit cK soal bajet sejuta sehari. Jadi cK seminggu(?) di Jepang ngabisin tujuh juta? 😮

    • cK berkata:

      Ahahah iya ke Jepangnya emang gak woro-woro. Kemaren sempet ketemu Grace dan Ando. Cuma bentar tapi seneng bisa kopdar. :3

      Btw soal budget, itu perkiraan ya. Jadi kurang lebih sekitar segitulah yang dihabiskan di Jepang (malah lebih mahal, karena kan masuk ke museum, theme park dll yang harga tiketnya mayan mahal).

  6. Rina berkata:

    Jadi pengen ke jepang lagi. Dari jaman kapan tau pengen sakuraan tapi belum kesampean juga 😦 Malah kepikiran pengen sakuraan di korea aja karena budget mungkin bisa lebih miring.

    Poin kesembilan, bener banget, yang modelnya ‘berantakan’ juga bisa dibilang cakep XD

  7. Swastika Nohara berkata:

    Jepang ini edanlah… AKU INGIN KE JEPANG LAGI TAPI GAK SAMA ANAK! hahahaha… soalnya sama anak ya milih perginya ke tujuan2 yg children friendly. Jadi gak masuk sex shop! *penting*

  8. Dita berkata:

    hahahaha yang nomer 9 yaaaaa
    duh kak kalo punya visa 3 tahun sih aku juga mauuuu huhuhu sayangnya gak sempet2 mau ngurus e-paspor nih….trus ntar pas aku ke sana kamu udah cabs hiks

  9. ndop berkata:

    Aku dong ngikuti instastory kak chika yang timelinenya udah berbentuk titik titik saking buanyaknya dalam sehari hahahaha dan seru banget. Trus jadi tahu kurs Yen itu berapa rupiah hohoho.. shock lihat harga oleh2 pulpen doraemon yang 100 ribu mahal amat hohoho..

    Eh kalau di Korea khan sudah banyak label halal nya ya kak. Kalau jepang juga banyak kah?

    • cK berkata:

      Bhahak, maap instastory-nya banyak banget. :))))

      Di Jepang yang label halal udah ada tapi di tempat-tempat yang touristy gitu sih, karena emang targetnya turis-turis muslim. Tapi kalau daerah jarang turis biasanya dikit banget. Jadi pilih tempat yang emang kira-kira gak ada babi-nya aja (misalnya resto sushi atau makanan India).

  10. Andhine berkata:

    Percaya ga kak, aku sarjana sastra Jepang, tapi belom pernah ke Jepang? Hahahhahaa… Eh, aku mau ah bikin e-pasport kayak kamu.. bisa kan? *BM banget*

    • cK berkata:

      Percayaaaa. Aku juga ada sepupu sastra Jepang yang belum pernah ke Jepang. xD

      Bikin e-paspor bisaaaa. Langsung aja ke imigrasi. Btw bikin e-paspor kabarnya sih sekarang dibatasi yaaa. Mending cek dan ricek sebelum ke sana.

  11. Reh Atemalem berkata:

    Aduhhh Jepang ini salah satu wishlist.
    Semoga ada kesempatan main ke Jepang, kesasar, lalu dianter pulang ke penginapan sama cowo lucu yang dandannya mirip samurai.

  12. Wia Sitepu berkata:

    Banyak bangett alasannya ya. Baca artikel ini sih jadi pingin ke Jepang dulu padahal cita2 sih mau liat2 Indonesia dulu. hehe

    Tapi Ka.. ini semoga ga dilihat jualan. haha. tp emang mau info. Banyak jg suka Jepang. Semoga jalan2 senang dg punya basic bahasa Jepang. Soalnya kebetulan aku kerja di Online Learning via WA/LINE yg bisa kasih les Bahasa Jepang jg. Sensei nya asli Indo yg pernah kuliah di Jepang. Jadi bisa sekalian share tempat2 asyik di Jepang 😀

    Haha.. baca Disclaimer soalnya. Semoga dianggap memberikan informasi baik.

    Trims Ka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s