Film Yang Ditonton Selama Februari 2017

Nonton di bioskop sudah menjadi hobi saya dan kini menjadi kegiatan rutin. Berhubung akhir-akhir ini cukup sibuk, demi mengejar ketinggalan, biasanya saya nonton marathon saat weekend. Memang sih harganya lebih mahal, tapi berhubung saat ini sedang sulit nonton di hari biasa sehingga weekend menjadi pilihan.

Saya sendiri paling sering nonton di CGV Blitz Grand Indonesia atau Gading XXI. Bisa dibilang Gading XXI merupakan bioskop Cineplex favorit saya karena memiliki layar yang sungguh banyak sehingga jarang sekali saya tidak kebagian tiket. Apalagi sejak memiliki Movie Card, mempermudah saya untuk memotong antrian yang panjang sehingga memudahkan pembelian tiket.

Di bulan Februari kemarin, saya hanya menonton sekitar 6 film. Pengennya sih lebih banyak, tapi ternyata memang gak banyak pilihan di bulan Februari. Namun di bulan Maret saya yakin banyak film bagus yang akan tayang.

The Lego Batman Movie

Film Lego kembali lagi, kali ini mengambil tema Batman, di mana di film pertama ia terbilang sebagai rival tokoh protagonis. Di sini Batman diberi panggung untuk menceritakan kisahnya sebagai anak yatim piatu yang tidak memiliki teman dan sebenarnya kesepian. Filmnya sendiri menurut saya cukup lucu, karena saya banyak tertawa saat menonton. Selain itu chemistry antara Batman dan Joker sangat lucu. Agak lebay tapi bikin ngakak.

The Lego Batman Movie ini sebenarnya film anak-anak, tapi saya gak tahu apakah anak-anak akan mengerti dengan alur cerita yang diberikan karena menurut saya cukup rumit. Tapi ya namanya anak-anak, yang penting nonton dan lihat gambarnya bagus, iya nggak?

John Wick: Chapter 2

Mas Nunu is back! Setelah film John Wick mendapat sambutan oke dari penonton, maka dibuatlah John Wick: Chapter 2, di mana kali ini John Wick harus menghadapi mantan boss dia.

Filmnya masih mirip-mirip yang pertama, namun yang kedua ini lebih banyak actionnya, dan entah kenapa John Wick ini jadi mirip Die Hard, matinya susah euy. Saya pribadi nonton film ini karena ada Mas Nunu. Salut baut Mas Nunu yang udah memasuki kepala 5 tapi perawakannya masih kayak kepala 3. Pasti banyak makan bakso boraks karena awet banget mukanya…

Split

Split bercerita tentang tiga remaja yang mendadak diculik oleh seorang pria (James McAvoy). Pria ini memilki banyak kepribadian sehingga mereka harus berhati-hati karena setiap kepribadian memiliki sifat yang berbeda-beda. Salah-salah, mereka akan kena hukuman.

Filmnya sungguh menegangkan dan bikin mikir. Saya malah jadi cari tahu ada berapa maksimal orang memiliki kepribadian ganda (bahkan lebih dari 2). Filmnya sedikit mengingatkan saya akan film Identity. Buat saya, Split merupakan film yang sangat brilliant. Saya sama sekali tidak mengantuk saat menonton film ini. Film Split juga sukses bikin saya penasaran hingga akhir film.

Bagi penggemar film thriller, film ini saya rekomendasikan menjadi film wajib tonton.

Journey To The West: The Demons Strike Back

Saya nonton ini karena judulnya mirip reality show yang ada KyuHyun HAHAHAHAHA. Padahal film ini merupakan film lanjutan. Filmnya sendiri kurang lebih bercerita tentang seekor kera, terkurung, terpenjara dalam gua di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa, bertindak sesuka hati loncat ke sana ke sini, hiraukan semua masalah di muka bumi ini. *you sing you lose*

Eh maap, maksudnya ini filmnya tentang kera sakti Sung Gokong, Biksu, dan teman-temannya yang berkeliling untuk menangkap siluman. Sebenarnya alasan saya nonton ini karena ada Kris Wu, mantan leadernya EXO-M. Kris sebelumnya sudah go international dengan tampil di xXx: The Return of Xander Cage. Sekarang saya mau lihat penampilan dia main di film negerinya sendiri.

Journey To The West: The Demons Strike Back merupakan film yang diproduseri oleh Stephen Chow, jadi filmnya sudah pasti lucu bin garing. Efek dari film ini aneeeeh banget hahahaha tapi bikin saya ketawa sih. Agak lebay-lebay gimana gitu, tapi ya begitulah ciri khas Stephen Chow.

Jakarta Undercover

Pastinya banyak yang sudah tahu film Jakarta Undercover adalah film yang diangkat dari novel karya Moammar Emka. Novel kontroversial ini menceritakan mengenai sisi lain Jakarta yang jarang diketahui orang banyak.

Ceritanya sendiri mengenai Pras (Oka Antara), seorang jurnalis yang berteman dengan mafia Jakarta bernama Yoga (Baim Wong) demi mendapatkan bahan tulisan. Yoga ini memiliki banyak bisnis gelap. Adapun penghias film ini adalah Richard Kyle sebagai sahabat Yoga. Walau tak banyak aktinf, tampaknya Richard Kyle memang berfungsi sebagai pemanis film.

Saat melihat Oka Antara di film ini, entah kenapa saya merasa orang ini mikir Brama, versi kurusan.

Sword Art Online The Movie – Ordinal Scale

Saya nonton film ini murni iseng pas ngecek website CGV Blitz. Karena kehabisan opsi tontonan, saya yang lagi demen-demennya sama Jepang melihat film ini sedang tayang, akhirnya memutuskan beli walau agak heran kenapa harganya berbeda dari tiket biasa yang dijual. Ternyata saat itu sedang ada exclusive screening di mana filmnya hanya diputar 1 hari saja. Selain itu ada souvenir exclusive bagi yang membeli tiket film ini.

Sword Art Online: Ordinal Scale

Sword Art Online sendiri merupakan novel series yang ditulis oleh Reki Kawahara. Ceritanya tentang anak-anak Jepang di masa depan yang sedang kecanduan dengan game Virtual Reality Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (VRMMORPG). Agak sulit menceritakan dengan detail karena saya sendiri tidak membaca bukunya, namun sebagai pencinta anime, film ini sangat bisa dinikmati. Walau di bagian awal sedikit tidak mengerti, namun semakin ke dalam saya jadi mengerti bagaimana bentuk film ini.

Karena saya bukan fans berat Sword Art Online, pas nonton reaksi saya biasa aja. Diam dan bereaksi seperlunya. Namun orang di sebelah tampaknya menganggap saya aneh karena diam aja, sementara penonton lainnya ada yang antusias, berteriak, hingga tepuk tangan. Yah maap, saya khan nonton film ini karena gak ada pilihan film lain. xD

Sehabis nonton, ternyata ada souvenir khusus yang diberikan untuk penonton yang menonton screening hari itu. Lucu ih. Yang Leafa udah diminta teman, sedangkan yang Asuna kini terpajang manis di kamar.

Sebagai orang yang hobi nonton di bioskop, apabila tidak ada pilihan film lagi, biasanya saya menonton film-film lain yang tidak ada di dalam list. Semata-mata karena saya memang suka nonton aja. Saya suka merasakan suasana dalam bioskop yang gelap dan tenang.

Dari 6 film bioskop yang saya tonton bulan Februari, favorit saya adalah Split dan Sword Art Online: Ordinal Scale. Bulan Maret saya yakin akan banyak film yang saya tonton karena banyak film-film bagus. Nantikan review film selanjutnya~

Iklan

18 thoughts on “Film Yang Ditonton Selama Februari 2017

  1. shiq4 berkata:

    Mbak chika sepertinya suka banget nonton. Klo tiap bulan rutin ke bioskop saya malas duluan ha ha ha….. Nggak suka keramaian. Sukanya nonton sendiri di kamar dan mengulangi bagian2 tertentu klo ada adegan yg bagus. Di bioskop mesti fokus tinggi soalnya gak bisa diputar ulang :).

    • cK berkata:

      Iyaaa aku suka banget nonton di bioskop. Suasananya beda ama nonton di kamar dan ada kepuasan tersendiri kalau bisa nonton film-film baru. 😀

  2. oreocheesecake berkata:

    CUMA NONTON LEGO BETMEEEEEEEEEN!!!

    Tapi saya ngakak kenceng banget sih sepanjang nonton itu. Udah kayak pas nonton Guardians of the Galaxy. Mungkin karena nggak nonton trailer sama sekali dan bahkan nggak tahu filmnya mau menceritakan soal apa, jadinya nggak mengekspektasi apa-apa…

    • cK berkata:

      Iyaaaa Lego Batman bikin capek ketawa. :))))

      Beberapa film yang aku tonton ini juga gak dicek trailer dll biar unsur surprisenya gak hilang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s