Terpesona Nonton Beauty and the Beast

Pecinta Disney pasti tahu film Beauty and The Beast yang dirilis pada tahun 1991. Film ini berhasil memenangkan 2 Oscar untuk kategori Best Original Song dan Best Original Score. Lagu Beauty and The Beast juga menjadi favorite banyak orang.

Melihat besarnya nama film Beauty and the Beast, tentu banyak orang menaruh ekspektasi tinggi pada film ini. Melihat trailernya aja saya sudah merinding. Namun saya sendiri berusaha menurunkan ekspektasi karena takut kecewa. Maka ketika tanggal 17 Maret tiba, saya harus nonton Beauty and the Beast pada hari itu juga. Pilihan nonton jatuh pada CGV Blitz, bioskop favorit saya karena bisa memesan tiket secara online. Saya memilih studio dengan format 3D karena ingin melihat lebih jauh efek dari film ini.

Filmnya sendiri bercerita tentang Beast (Dan Stevens), seorang Pangeran di Perancis yang sombong dan jahat. Ia kerap menaikkan pajak untuk rakyatnya agar bisa membeli barang-barang mewah. Saat sedang mengadakan pesta, ia kedatangan nenek-nenek tua. Dengan angkuh ia menolak nenek-nenek tersebut yang ternyata adalah seorang penyihir cantik. Karena kesombongannya, ia dikutuk menjadi mahluk buruk rupa. Para penghuni istana juga dikutuk menjadi alat-alat rumah tangga. Kutukan hanya bisa hilang apabila ia bisa mencintai dan dicintai balik oleh orang tersebut. Pertanyaannya adalah, adakah orang yang dapat mencintai mahluk buruk rupa?

Di sebuah desa kecil, hidup seorang perempuan bernama Belle (Emma Watson) yang hobi membaca. Ia cantik, pintar, dan baik hati, namun orang-orang desa menganggapnya aneh karena tidak punya teman. Belle lebih suka menyendiri dan membaca buku. Pasti Belle ini anaknya introvert. *eh*

Maurice & Belle

Maurice (Kevin Kline), ayah Belle yang pergi untuk menjual hasil karyanya terjebak di hutan yang tak pernah dilewatinya. Tak sengaja ia masuk ke istana yang dingin dan kelam. Di sana ia sempat menghangatkan diri dan mencicipi makanan, namun kabur karena merasakan keanehan di rumah tersebut. Saat akan pulang, Maurice memetik bunga mawar pesanan Belle. Saat itulah Beast keluar dan menahan Maurice karena dianggap mencuri bunga.

Melihat Phillipe, kuda milik ayahnya pulang tanpa Maurice, Belle akhirnya pergi menyusul ke istana. Di sana Belle akhirnya menggantikan Maurice untuk menjadi tahanan Beast. Bella cukup beruntung, gak lama setelah ditahan, ia dikeluarkan oleh Lumiere (Ewan McGregor), pelayan dari Beast yang kemudian menyambutnya dengan baik. Tidak hanya Lumiere, ada Cogsworth (Ian McKellen), Madame Garderobe (Audra McDonald), Maestro Cadenza (Stanley Tucci), Plumette (Gugu Mbatha-Raw), Mrs. Potts (Emmar Thompson) dan anaknya, Chip (Nathan Mack).

Cogsworth, Mrs. Potts, Lumiere, dan Plumette

Saya rasa sudah banyak yang mengetahui jalan cerita ini mengingat Beauty and the Beast adalah film yang cukup lama. Sepanjang menonton film ini saya merinding, senang, mau nangis bahagia, dan emosi campur aduk. Sebagai pecinta film Beauty and the Beast versi animasi, bisa melihat versi live-action itu rasanya bahagia banget.

Dari awal trailer film ini dikeluarkan, saya gak mau cari tahu filmnya karena gak pengen ngerusak surprise pada film. Saya juga gak mau nonton film yang lama karena tidak mau membandingkannya.

Yang pasti adegan introductionnya suka banget. Beda dengan versi animasi. Adegan pada lagu Be Our Guest-nya sukaaaaa! Warna-warninya cantik banget dan bahkan melebihi imajinasi saya. Lalu adegan yang bikin merinding adalah ketika Beast kembali menjadi manusia. Mukanya Dan Stevens pas banget kayak pangeran di animasinya.

Terus terang CGI di film ini agak terlihat fake. Tapi melihat kemasan ceritanya, menurut saya masih bisa dimaafkan. Saya suka pas bagian reveal tokoh-tokohnya. Favorit saya di film ini adalah Lumiere. Mungkin saya subyektif sih karena saya suka dengan Ewan McGregor. Lalu Luke Evans juga kece banget. Nyebelin-nya pas. Menurut saya, Like sungguh cocok jadi Gaston walaupun badannya gak gede-gede amat. Malah Emma Watson sendiri menurut saya aktingnya biasa aja.

LeFou dan Gaston

Jangan terlalu membandingkan film animasi dan live-actionnya, karena tidak sepenuhnya sama. Yang saya suka di versi live-action ini, pendalaman karakter Beast dan Belle lebih kena. Akan ada kisah kenapa Beast bisa jadi pangeran yang angkuh dan apa yang terjadi dengan ibu-nya Belle. Saya suka tambahan-tambahan cerita yang ada di film ini. Oh iya, setelah googling, saya baru tahu nama asli Beast adalah Adam.

Untuk soundtrack Beauty and the Beast, versi live-action ini dinyanyikan oleh Ariana Grande dan John Legend. Lagunya kurang ballad sih. Menurut saya versi Celine Dion dan Peabo Bryson tetap yang terbaik.

Saya nonton film ini dua kali dalam dua hari berturut-turut. Yang pertama nonton di 3D CGV Blitz, yang kedua nonton di IMAX. Film ini sungguh bagus sehingga layak ditonton di IMAX. Dua kali nonton film ini, ketika adegan Beast kembali menjadi manusia, pasti ada yang nyeletuk kalau dese ganteng. Dan Stevens emang ganteng sih, tapi muka gantengnya semacam ganteng nyolot. 😆

Mengenai perihal dukungan film ini terhadap LGBT dikarenakan tokoh LeFou diumumkan oleh Disney sebagai tokoh pertama Disney yang openly gay. Bahkan beberapa adegan memperlihatkan keakraban pria. Di Indonesia sendiri Beauty and the Beast dapat rating 13+, jadi ini bukan film untuk semua umur. Ada baiknya orang tua menonton filmnya terlebih dahulu agar bisa memutuskan apakah film ini boleh ditonton untuk anak-anak atau tidak.

Skor film saya berikan 8/10 karena saya sangat menyukai unsur-unsur dalam film ini. Walaupun beberapa pemain tidak dapat bernyanyi dengan baik, namun dimaklumi karena mereka adalah aktor, bukan penyanyi.

Yang belum nonton film ini, buruan deh ke bioskop. Masih bakal tayang setidaknya 3 minggu ke depan~

Iklan

32 thoughts on “Terpesona Nonton Beauty and the Beast

    • Ata berkata:

      Aku juga laaaaaffffff banget! 😍😍😍 kerasa magicalnya. Walaupun banyak nyanyi-nyanyi (kaya film India kata temenku 🤣), surprisingly ga bikin ngantuk. Padahal paling ga bisa nonton film kaya begini. Bagusss pengin nonton lagiiii.

  1. shiq4 berkata:

    Belum nonton. Saya tahunya cerita beauty and the besar ini dari buku pas kecil. Nggak pernah nonton film animasinya. Gak sabar pingin nonton. Cuma di daerah saya gak ada bioskop.Jadi mesti nunggu file filmnya beredar beberapa minggu kemudian. Sabar…..

  2. michaelbliss berkata:

    Suka banget sama film ini, nostalgia banget! Tapi, aku malah suka sama aktingnya Emma karena selama ini kan Emma terkenal sebagai tokoh yang cerdas, pemberani, dan cantik (efek karakter Hermione), dan itu semua karakter Belle banget. hahahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s