Enaknya Jadi Freelancer

freelanceSudah dua tahun ini saya menjalankan pekerjaan sebagai freelancer alias pekerja lepas yang ternyata masih bertahan hingga sekarang. Desember tahun 2014, sebelum berangkat umroh, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan korporat dan menjadi freelancer setelahnya. Semenjakย menjadi freelancer, sayaย merasa lebih bahagia.

Saya bisa bangun pagi tanpa harus merasa terburu-buru dan menghadapi kemacetan Jakarta. Saya bisa melakukan tidur siang pada jam-jam yang saya inginkan. Saya bisa menonton di bioskop pada jam-jam pagi di mana bioskop tentunya tidak ramai.

Karena menjadi freelancerย inilah, tercipta beberapa kebiasaan baru antara lain:

Kebiasaan nongkrong lama di cafe

Jadi freelancer berarti tidak punya kantor. Saya sendiri biasanya bekerja dari rumah. Enak sih, bisa sambil nonton tv atau selonjoran di kasur sambil tidur-tiduran. Karena kerja di rumah aja kadang membosankan, jadi saya suka keluar rumah untuk mencari suasana dan biasanya pilihan jatuh pada cafe atau restaurant.

Tempat kerja favorit saya adalah di Marche, Starbucks, QQ Kopitiam, sampai dengan G-Lounge Grand Indonesia.ย Karena kebiasaan ini, saya jadi tahu mana aja cafe yang memungkinkan untuk nongkrong lama tanpa harus menggerus kantong.

Lebih sering ke bioskop

Karena waktu lebih banyak, saya jadi punya banyak kesempatan untuk ke bioskop. Biasanya saya ke bioskop yang sudah pasti adalah hari Rabu, yaitu hari di mana film-film baru turun di bioskop. Saya lebih memilih nonton di siang hari karena lebih sepi dan tidak akan pernah kehabisan tiket.

Untuk bioskop, favorit saya adalah CGV Blitz Grand Indonesia dan XXI Mall Kelapa Gading. Saking seringnya ke bioskop, saya sampai sudah menjadi Gold member di CGV Blitz. Saya anggap ini sebagai prestasi. Karena lebih sering ke bioskop, saya jadi rutin membuat postingan mengenai film-film yang saya tonton dalam sebulan.

Belajar mengerjakan semua kerjaan sendirian

Bekerja sebagai freelancer berarti menyelesaikan semua pekerjaan sendirian. Hal ini membuat saya belajar bagaimana mengatasi segala problem sendirian yang membuat saya merasa jadi lebih mandiri dan berani.

Saya jadi lebih berani mengambil keputusan, saya lebih berani mengambil resiko, dan (merasa) jadi lebih bertanggungjawab. Namun seiring dengan bertambahnya order pekerjaan, tak jarang saya kolaborasi dengan beberapa teman yang membantu pekerjaan saya. Jadi gak semuanya sendirian sih, tapi saya jadi belajar bekerja sama alias team work.

Ngukur Jakarta

Menjadi freelancer, ada saat-saatnya saya bisa bersantai yaitu ketika kerjaan sudah selesai. Kalau gak ada kerjaan gini, saya suka ngukur Jakarta dengan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah atau jarang saya datangi.

Dari sini saya tahu bahwa Jakarta sebenarnya bisa dikelilingi dalam waktu sekitar 3 jam (naik tol) asal kagak macet. Jakarta gak begitu besar, hanya saja macet dan padat dengan penduduk yang bikin durasi perjalanan menjadi lama.

Bisa tidur siang

Menurut saya salah satu anugerah yang perlu saya syukuri adalah kemampuan untuk menikmati tidur siang. Tidur siang bisa dibilang sebuah privillege, karena tidak semua orang bisa melakukan tidur siang. Bagi pekerja kantoran, tidur siang adalah hal yang mustahil kecuali curi-curi tidur di musholla. Sedangkan saya apabila ngantuk, bisa dengan mudah selonjoran dan langsung blek tidur.

Alhasil sekarang saya jadi lebih pelor sih. Saya hanya butuh waktu sekitar 10 detik untuk tertidur pulas. Ajaib khan!

Traveling dengan bebas

Bekerja sebagai freelancer berarti tidak perlu khawatir dengan ijin cuti. Saya bisa pergi ke mana aja kapan saja yang saya inginkan dengan durasi traveling yang tak terbatas. Apalagiย ketika kerjaan bisa dilakukan dari mana saja.

Makanya jangan heran kalau saya bisa pergi 2 minggu ke Jepang, tiba-tiba ke Malaysia di hari kerja, ke Belitung untuk melihat gerhana matahari, atau mengunjungi Pabrik PaperOne di Pangkalan Kerinci. Intinya, saya bebas jalan-jalan asal ada duitnya atau ada yang ngajakin.

Jarang sakit

Sejak bekerja jadi freelancer, saya jarang banget sakit. Sakit saya yang paling parah selama dua tahun terakhir ini palingan masuk angin dan bolak-balik ke toilet. Itu pun karena telat makan akibat begadang ngerjain report.

Namun sakit karena stress rasanya jarang sekali. Saya merasa less stress, lebih bahagia, dan makan banyak. Jadi jangan heran kalau tubuh saya mengembang sejak saya jadi freelancer. Terlalu banyak makan enak.

makan-enak

Makannya dikit, tapi ngemilnya banyak~ (foto by @puriichan)

Begitulah hal-hal yang saya rasakan saat menjadi freelancer. Di jaman teknologi yang serba canggih ini, menjadi freelancer semakin mudah, asal rajin mengatur uang, menabung, dan mengikuti serangkaian asuransi agar hidup lebih nyaman. Beruntung saya jarang sakit, jadi jarang ke dokter lagian di rumah juga udah ada 2 dokter sih.

Menjadi freelancer bisa dibilang keluar dari zona nyaman karena pekerjaan ini tergantung dari berapa project yang didapat. Untungnya saya bisa survive sampai sekarang. Jadi jangan takut menjadi freelancer. Asal ada niat kuat, disiplin, rajin menabung dan rajin membangun networking, insya Allah akan selalu ada pekerjaan dan tidak perlu khawatir dengan keuangan.

Iklan

75 thoughts on “Enaknya Jadi Freelancer

  1. dirga berkata:

    “Saya lebih memilih nonton di siang hari karena lebih sepi dan tidak akan pernah kehabisan tiket” . . . . apalagi nonton di cgv biasanya sepi sangat, sering nonton jam siang dan 1 bioskop gak lebih dari 20an orang

    • cK berkata:

      Hahaha iya banget. Kalau nyari ketenangan, nonton siang hari aja. Kalau mau nonton yang rame-rame macam komedi, nonton malam hari yang banyak penontonnya. xD

  2. Natalia berkata:

    Sebenernya pasti banyak yang tertarik dengan gaya hidup freelancer tapi biasanya suka gak pede apakah proyek-proyek akan terus berdatangan. Aku juga gitu hahaha.. Dan kalau sekarang ini lagi gak melirik alternatif freelance karena puji tuhan masih ada kerjaan yang demanding ^^ .. Yang penting BAHAGIA ya Chikkkk *uwuwuwuw

    • cK berkata:

      Iyaaa, jadi freelancer itu tricky banget apalagi kalau ngomongin soal project. Tapi yang paling terpenting adalah, jangan lupa berdoa. #mendadakreligius

  3. bejanawaktu berkata:

    aku lagi merintis freelancepreneur

    #bikinistilahsendiri hahaha

    freelance + entrepreneur di bidang jasa wedding & event entertanment ๐Ÿ˜€

    postingan ini pas banget momentumnya, thanks kak chika!

  4. Iwan Tantomi berkata:

    Daku bukan freelancer sih kak, tapi bisa bobok siang kapan aja, berangkat ke kantor kapan aja, pakaiannya juga suka-suka, bisa pula kerja mobile. Tapi, ya gitu, kalo mau liburan lama ya pakek cuti, kalo nggak ya ke mana-mana kudu bawa laptop. ๐Ÿ™‚

  5. alrisblog berkata:

    Di zaman teknologi canggih dan internet ini banyak pilihan untuk bekerja by remote, senangnya. Salut buat Cika.
    Kalo saya pengen usaha sendiri juga, gak mau selamanya jadi orang bawahan terus. Semoga, aamiin.

  6. bonadapa berkata:

    Ngahaha aku juga masih hybrid. Dalam sehari kerja juga, nge-freelance juga. Pinginnya someday mau totally freelance, hehe. Btw aku udah follow igmu mbak Chik ๐Ÿ˜€

    • cK berkata:

      Sebenernya aku pun jadi freelancer untuk nyari tambahan, tapi ternyata pekerjaan sebagai freelancer ini menyenangkan jadi aku memutuskan untuk resign dan fokus dengan apa yang aku sedang kerjakan. ๐Ÿ˜€

      Makasih ya udah follow akun IG akuuu :3

  7. Gee berkata:

    Jadi kepikiran mau freelancer juga heheee. Setelah 2 bulan lalu resign dari kantor, belom kepikiran mau kerja di mana. Jadi freelancer asal pede dan ada kemauan kayaknya ide bagus.

    Makasih kak, tulisannya. ๐Ÿ™‚

  8. Adiitoo berkata:

    Aku masih belum berani, Kak. Bukannya gimana-gimana, kalau orang di sekeliling masih belum paham pekerjaan kayak begini, susah juga, sih. Jadi, ya beginilah, paling terima kerjaan tambahan gitu. Pantes kamu awet muda, bahagia. #tsah.

  9. liandamarta.com berkata:

    Selama di Jakarta kemarin, jadi pengalaman pertama aku sebagai freelancer karena gak dibolehin kerja full time sama suami. Dan beneran enak karena bisa ngatur waktunya sendiri gak terikat aturan korporat. ๐Ÿ˜€

  10. Annisa Rizka berkata:

    aku baca postingan ini di hari Senin setelah long weekend.
    trus jadi makin kepengen jadi freelancer, dulu pengen tapi takut keuangan gak se stabil pas kerja tetap..
    tapi sekarang kayaknya pengen juga nyoba jadi freelancer :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s