Merasakan Kehangatan Keluarga Jepang

sarapanBulan Maret tahun kemarin saya bersama Clara Devi melakukan perjalanan ke Jepang dalam rangka mengerjakan suatu project. Selama berada di Jepang, kami memilih menginap menggunakan jasa Airbnb.

Airbnb sendiri merupakan website yang memberikan layanan untuk menyewa tempat menginap, bisa berupa kamar tidur saja, kamar sharing bersama, apartemen, atau rumah. Tergantung kebutuhan yang diinginkan.

Sekitar jam 6 sore kami pergi menuju Hiroshima tepatnya di Ajina menggunakan Shinkansen dari Tokyo. Dengan bermodalkan onigiri beli di convenience store, saya dan Epoy menuju Ajina. Perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima menggunakan Shinkansen memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit. Jauh yaaaa~

epoy

Epoy dan bekal onigiri

Sampai di Ajina, kami memutuskan naik taksi menuju rumah host Airbnb dikarenakan sudah jam 11 malam. Suasana stasiun saat itu sangat sepi. Mau jalan kaki kok ya horor juga mengingat ini sudah tengah malam nyahahaha apalagi kami berdua membawa koper segede gaban. Setelah menunggu agak lama, barulah dapat taksi.

Ternyata jarak rumah host Airbnb menuju stasiun tidak begitu jauh. Supir taksi mengantarkan kami tepat sampai ke depan rumahnya. Terlihat papan kecil bertuliskan “Welcome Clara & Chika” yang menyambut kami di depan gerbang rumah. Sayangnya saya belum sempat memotret.

Walau sampai jam 11:30 malam, host kami yang bernama Yuka membukakan pintu dan menunjukkan kamar kami serta memberi tahu letak toilet dan kamar mandi. Di Jepang biasanya toilet dan kamar mandi terpisah. Berbeda dengan di Indonesia yang biasanya menjadi satu ruangan.

Saat memasuki kamar tidur, kamarnya bagus sekali, klasik ala Jepang. Lantainya menggunakan tatami dan kami tidur dengan menggunakan futon, alas tidur khas Jepang. Di ruangan ini dilengkapi dengan pemanas karena suhu di sini cukup dingin. Ada lemari untuk menaruh barang, tapi kami lebih suka membiarkan koper kami teronggok di sudut. Selain itu ada altar kecil yang biasanya digunakan untuk berdoa. Benar-benar khas Jepang.

pintu-kamar

Pintu ala Jepang. Gak ada kuncinya nih. 😆

kamar-airbnb

Kamar dengan tatami dan futon

semacam-altar

Altar (?)

Karena pada malam itu saya berulang tahun, kami tidak tidur hingga pukul 2 malam. Tidak ada kue, tidak ada makanan, namun saya bersyukur bisa merayakan ulang tahun di Jepang, negara yang menjadi impian saya sejak kecil.

Kami terbangun cukup siang, sekitar jam 11 siang dasar pelor semua. Yuka terlihat agak kaget melihat kami bangun sangat siang. Sepertinya itu bukan kebiasaan orang Jepang. Namun Yuka telah menyiapkan sarapan yang super enak yang sengaja ditinggalkan untuk kami. Sarapan kami hari itu adalah roti buatan Yuka dengan ubi manis, telur dadar dan sop sayur. Semuanya enak!

sarapan-di-ajina

Sarapan mewaaaah~

Selama sarapan kami mengobrol cukup banyak. Yuka menikah dengan pria Kyrgyzstan yang beragama Islam. Yuka ikut pindah agama mengikuti suaminya, oleh karena itu makanan yang ia sajikan untuk kami terjamin halalnya.

Epoy sendiri sengaja memilih host ini dikarenakan di profilnya tertulis “Vegan, Halal, or Japanese breakfast is available” (AND FREE!). Mungkin karena halal dan gratis itu Epoy akhirnya memilih tempat ini. Epoy sungguh teman yang baik, memikirkan betapa saya membutuhkan makanan halal selama di Jepang. *peluk Epoy erat-erat*

Sebelum keluar rumah, saya dan Epoy mandi terlebih dahulu. Kamar mandi di Jepang terpisah antara toilet, wastafel, sampai dengan kamar mandi. Seharusnya di Indonesia kayak gini ya, jadi gak rebutan kamar mandi kalau ada yang mau mandi aja atau pup aja.

toilet-wastafel

Toilet dan wastafel

kamar-mandi

Kamar mandi di Jepang. Rata-rata punya bathtub.

Siangnya saya dan Epoy bermain-main ke pulau Miyajima sampai sore karena setelah matahari terbenam, kami kembali ke rumah karena besoknya harus sudah berangkat ke tempat lain. Postingan mengenai pulau Miyajima akan ditulis di postingan blog terpisah.

Sekembali di rumah, Yuka telah menyiapkan makanan. Karena tahu saya berulang tahun, Ia menyiapkan makan malam (dan kami tidak perlu membayar. YAAAAY MAKAN GRATIS!). Kami juga diajak memasak Chirasi Sushi bersama. INI PERTAMA KALINYA SAYA MAKAN CHIRASI SUSHI!

masak-chirashi-sushi

Motong-motong brokoli untuk Chirashi Sushi

makan-malam

Chirashi Sushi yang sudah jadi~

Chirashi Sushi ini enak banget. Rasa manis dari kecapnya, nasinya yang lezat, lalu potongan brokoli dan sayur-sayuran yang ada, saya rasa habis ini berat badan saya langsung naik! Setelah kenyang kami ngobrol sebentar lalu tidur karena besok sudah harus pindah tempat.

Pagi harinya, Yuka sudah menyiapkan sarapan enak dan untuk pertama kalinya suami Yuka muncul dan mengucapkan salam dengan “Assalamu alaikum” yang membuat saya cukup terkesima. Selama kami menginap, suami Yuka tidak keluar dari kamar karena sakit flu. Di Jepang, orang kalau sakit harus benar-benar mengurung diri di kamar agar tidak menular ke orang lain. Bahkan untuk bertemu dengan kami saja tidak bisa agar mencegah penularan.

Ketika sarapan, kami duduk bersama Sora. Ternyata saya diberikan kado ulang tahun dari Sora yaitu kertas origami serta gambar yang dibuat sendiri olehnya. OH SUNGGUH MENGGEMASKAN SEKALIIIIII!!

hadiah-ultah

Dikasih kadooooo ❤

Sora kecil sangat lucu, rasanya ingin saya bawa pulang gyahahaha. Melihat perawakan Sora, sudah gedenya ini anak pasti bakal ganteng dan ditaksir banyak cewek-cewek Jepang. Belum lagi karena setengah darah Eropa, dia bisa jadi artis nih.

sora-kun

Sora-kun

Sangat menyenangkan ketika berada di luar negeri dan menginap di tempat yang terasa seperti di rumah. Kehangatan yang diberikan oleh Yuka sekeluarga membuat saya merasa Jepang seperti second home.

Kalau kalian ingin pergi ke pulau Miyajima di Ajina, Hiroshima. Saya sarankan untuk menginap di tempat Yuka. Hostnya sangat ramah, masakannya enak, dan tempatnya cukup dekat dengan stasiun. Saya sendiri kalap belanja di supermarket dekat rumah Yuka. Selain itu Yuka juga menyediakan sarapan halal.

jajannya-banyak

Kalap belanja snack

snack-yg-dibeli

Snack yang dibeli

Airbnb sungguh memberikan pengalaman menginap yang berbeda. Saya sungguh beruntung bisa mendapatkan pengalaman menarik seperti ini. Apabila ingin menginap sekaligus mengenal budaya lokal di Jepang, cobalah menggunakan Airbnb dan pilih yang tinggal serumah dengan host. Pengalaman yang saya dapatkan jauuuuh lebih menyenangkan ketimbang menginap di hotel. 😀

Iklan

32 thoughts on “Merasakan Kehangatan Keluarga Jepang

  1. andiana berkata:

    Chiiikk… nanya dong, AirBnB ama AiryRoom sama gak sih? sempat lihat di mana tau deh, Airy itu semacam cabang AirBnB? eh gimana sih? 😀

    thanks yaaa rekomendasinya. impian pergi ke Hiroshima bisa lebih tenang karena udah tau ada alternatif tempat nginap 😉 muach!

  2. Pink Traveler berkata:

    wah seru ya nginep di air BnB belum pernah nyoba soalnya nanggung klo stay nya bentar trus pindah lagi soalnya kalo betah jd mager hahaha, sama kayak aku juga suka beli cemilan di minimarket lokal kalo traveling

    • cK berkata:

      Tapi kalau di apartemen atau flat gitu kamar mandinya mini. xD

      Enaknya airbnb kalau milih stay di rumah/apt orang lokal kita bisa berinteraksi. Ada juga sih yang nyewain rumah tok atau apartement tok ntar urusan kunci ditinggal di loker gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s