Film Bioskop Yang Ditonton Selama Oktober 2016

kursi-bioskopBulan Oktober berarti memasuki musim gugur. Kalau di Hollywood, musim gugur ini berarti banyak film-film box office bertebaran yang dibintangi artis-artis favorit.

Di bulan ini film yang saya tunggu-tunggu antara lain Jack Reacher, Inferno, dan Doctor Strange. Lalu ada beberapa film yang tidak ada rencana nonton, eh pas nonton ternyata bagus! Apalagi bulan ini saya cukup selow jadi bisa menonton banyak film. Inilah film-film yang saya tonton sepanjang bulan Oktober 2016.

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children

Film ini kurang lebih seperti X-Men versi anak-anak dan berbau fantasi. Magic yang diberikan dalam film ini mengingatkan saya akan film Peter Pan dan Narnia.

Masih ingat anak kecil dalam film Hugo? Asa Butterfield sudah besar di sini. Sudah jadi remaja yang memiliki kekuatan khusus (tapi selama setengah film tidak diberitahukan apa kekuatannya).

Filmnya sendiri bercerita mengenai sekumpulan anak-anak yang memiliki kemampuan khusus dan tinggal dalam dimensi waktu yang looping terus menerus. Ceritanya cukup seru dan saya suka! Film ini cukup lama bertengger di bioskop (terutama di CGV Blitz). Walau terlihat seperti film anak-anak, bagi saya film ini lebih cocok untuk remaja sih, karena ada beberapa adegan kekerasan yang tidak cocok untuk anak-anak.

Skor film ini 7/10. Akting Eva Green memang bagus, walaupun menurut saya dia tetap tampil dengan muka dingin-nya yang khas. Sedangkan Asa Butterfield saya yakin ke depannya dia akan menjadi aktor yang cukup besar.

Deepwater Horizon

Nonton ini sama Makchic di sela-sela keseloan. Setengah jam film berisi mengenai pengenalan tokoh-tokoh yang cukup banyak. Yang menjadi fokus saya di film ini adalah Mark Wahlberg dan Dylan O’Brien.

Filmnya diambil dari kisah nyata pada tahun 2010 mengenai sekumpulan para pekerja kilang minyak di Teluk Mexico. Karena kelalaian sekelompok orang, terjadi bencana yang menyebabkan minyak bocor hingga terjadi kebakaran.

Ketika mulai bencana, ketegangan demi ketegangan terjadi. FIlm ini menceritakan bagaimana para pekerja ini dapat bertahan dari bencana di tengah laut di mana tidak ada bantuan.

Skor untuk film ini 7/10. Film yang cukup standar menurut saya namun enak dinikmati. Dari sini setidaknya bisa mengerti bagaimana resiko-resiko yang harus dihadapi para pekerja kilang minyak saat berada jauh dari keluarga dan peradaban. Pulang malu, tak pulang rindu. *lho*

Wonderful Life

Diambil dari novel karangan Amalia Prabowo, Wonderful Life merupakan kisah nyata sang pengarang mengenai perjuangannya menghadapi anaknya yang divonis disleksia.

Amalia (Atiqah Hasiholan) merupakan seorang wanita karir sukses yang memiliki anak bernama Aqil. Problem Aqil di sini adalah sampai kelas 3 SD belum dapat membaca dan menulis kata dengan benar. Namun Aqil sangat suka menggambar.

Film ini menceritakan mengenai perjuangan seorang ibu untuk berdamai dengan kenyataan dan menerima sepenuhnya bahwa anaknya memiliki kemampuan yang berbeda. Film ini sangat menginspiras terutama untuk orangtua.

Jack Reacher: Never Go Back

Tom Cruise is back! Kembali sebagai Jack Reacher yang kayaknya susah matinya. Semacam film Die Hard tapi diperankan oleh Tom Cruise.

Di sini diceritakan bahwa Jack Reacher diperkirakan punya anak berumur 15 tahun bernama Samantha. Karena terlibat dalam suatu kasus, Samantha ikut terjerat bersama Jack dan harus ikut bersamanya memecahkan suatu kasus.

Buat saya pribadi, film ini datar dan biasa aja. Aksinya oke, tapi ya gak ada sesuatu yang lebih di film ini. Setelah menonton rasanya biasa saja. It’s just another action movie.

Inferno

Entah kenapa menurut saya film Inferno tidak terdengar suaranya di Indonesia. Promonya kurang, antusias penonton juga kurang. Namun saya tetap menonton film ini.

Inferno bercerita tentang Robert Langdon (Tom Hanks) yang terbangun dan tiba-tiba amnesia. Namun ingatan yang hilang antara lain hari-hari terakhir sebelum dia akhirnya amnesia. Dengan bantuan dokter Sienna (Felicity Jones), ia berhasil kabur dari kejaran orang-orang yang tidak ia kenal.

Pelan-pelan Robert mulai mengumpulkan kepingan-kepingan memori yang hilang. Permasalahan yang dia hadapi ternyata sangat berat. Ia berhadapan dengan orang yang ingin melakukan pemusnahan massal manusia dengan menggunakan virus.

Filmnya sendiri cukup greget dengan twist yang tidak tertebak oleh saya. Saya menikmati film ini, hanya saja film ini tidak meninggalkan kesan yang mendalam namun tetap layak tonton.

The Accountant

Saya menonton film ini karena rekomendasi dari beberapa teman. Awalnya saya mengira film ini merupakan film drama tentang seorang akuntan, namun ternyata film ini lebih dari sekadar drama.

Christian Wolff (Ben Affleck) adalah seorang akuntan freelancer yang memiliki kantor kecil. Yang membuat ia tidak biasa adalah para kliennya yang merupakan para mafia berbahaya dari berbagai negara. Entah apa yang membuat Christian tertarik memiliki klien-klien berbahaya, akhirnya ia pun diselidiki.

Tak disangka, Christian yang merupakan ahli matematika tersebut sewaktu kecil adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus. Ia sungguh istimewa karena memiliki kemampuan yang berbeda dari anak-anak kebanyakan. Karena sadar anaknya berbeda, sang ayah membesarkan Chris beserta kakak dan adiknya dengan cara yang berbeda. Terlihat di sini Chris belajar beladiri di Indonesia. Ada seklias bahasa Indonesia terselip dalam dialog.

Ketika sudah dewasa, Chris tumbuh menjadi lelaki dewasa yang pendiam dengan kemampuan yang sangat menakjubkan. Saya tidak ingin bercerita lebih jauh karena nantinya akan jadi spoiler. Lebih baik nonton sendiri saja filmnya, karena buat saya film ini BAGUS BANGET! Jauh lebih mengesankan ketimbang Inferno atau Jack Reacher.

A Monster Calls

Conor (Lewis MacDougall) harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya (Felicity Jones) sedang sakit keras. Ia pun harus tinggal bersama neneknya (Sigourney Weaver) selama sang ibu dirawat di rumah sakit.

Saat menginap di rumah neneknya ia bertemu dengan seorang monster pohon besar yang disuarakan oleh Liam Neeson. Di sini sang monster menceritakan mengenai kisah-kisahnya dan setelah tiga kisah selesai, maka gantian Conor harus bercerita.

Film A Monster Calls ini cukup menarik, namun kurang berkesan buat saya. Walau pun film ini termasuk dalam genre favorit saya yaitu fantasy, tidak ada kesan mendalam setelah menonton film ini.

Snowden

Akhir-akhir ini banyak film yang mengangkat biografi seseorang. Kali ini gilirah Edward Snowden, mantan karyawan CIA (Central Intelligence Agency) yang menjadi kontraktor di NSA (National Security Agency). Snowden dikenal karena membocorkan rahasia mengenai program NSA yang ia anggap berlebihan karena mengawasi aktivitas keseharian warga AS dan melanggar privacy.

Film ini menceritakan awal Snowden kerja, sampai bagaimana ia pindah ke NSA karena kepintarannya. Selain ia cukup idealis sehingga menganggap program-program yang dijalankan di kantornya melanggar privacy. Bayangkan saja kamu bisa memantau orang yang sedang menggunakan laptop melalui kamera di laptop mereka. Dan itu nyata.

Sejak nonton ini, beberapa teman saya memutuskan untuk menutup webcam di laptopnya. Saya sendiri merasa tidak ada yang berbahaya dalam hidup saya, jadi kalau pun dipantau oleh pemerintah, saya tidak peduli. :)))

Namun setelah menonton ini ditambah dengan menonton Jason Bourne, masih percayakah kamu kalau ada privacy di dalam dunia ini? Saya sih masih percaya ya~

Doctor Strange

Benedict Cumberbatch is back! Saya sudah menunggu-nunggu banget film ini. Terus terang saya tidak melihat trailernya karena tidak ingin ada spoiler. Dan ketika film ini tayang di bioskop, dengan menonton di studio IMAX, saya begitu menikmati film ini. Detail demi detail terlihat dengan jelas di studio IMAX.

Doctor Strange bercerita mengenai Stephen Strange, seorang dokter neurologi yang mengalami kecelakaan dan membuat ia kehilangan karirnya. Dengan tekad ingin sembuh, ia pun pergi ke Nepal untuk menemukan Kamar Taj yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakitnya.

Setelah ke tempat ini, ternyata ia menghadapi lebih dari sekadar rehabilitas. Ia menjadi seseorang yang menjadi tumpuan hidup orang banyak. Ia menjadi seseorang yang menyelematkan dunia.

Film Doctor Strange buat saya menjadi film wajib tonton. Tontonlah film ini selagi masih ada di bioskop! Skor saya untuk film ini adalah 8.5/10.

Bulan ini cukup banyak film yang saya tonton, yaitu total 9 film. Apa boleh buat karena saya kejar setoran mengingat bulan November saya akan meninggalkan Indonesia cukup lama dan tidak akan ada waktu untuk nonton di bioskop, maka di bulan Oktober ini saya habis-habisan nonton di bioskop.

Dari sembilan film yang saya review di atas, film mana aja yang sudah ditonton?😀

21 thoughts on “Film Bioskop Yang Ditonton Selama Oktober 2016

  1. ummuumar18 berkata:

    Kirain lho nonton the accountant karena ben afflecknya 😝

    Aku penasaran sama yg miss peregrine. Dan setujuuu, itu bukan film buat anak-anak. Umar-shafiyyah aja tak lihatin cuplikan trailernya aja udah serem sendiri. Aku malah mikir, kalo yg monster pohon itu film anak-anak bukan, mbak?

    • cK berkata:

      hahahahaha sebenernya itu salah satu faktornya aku nonton The Accountant karena rekomendasi temen. 🙈

      Miss Peregrine itu filmnya cukup dark dan agak sadis untuk film anak-anak. Kayak Harry Potter edisi yang akhir-akhir gitu deh.

      Kalau yang A Monster Calls entah kenapa aku gak melihat ini sebagai film anak-anak karena cukup bikin mikir. 😂

  2. Paskalis Damar AK berkata:

    Udah nonton semua kecuali Wonderful Life. Malahan nonton Ben-Hur juga, Dr. Strange nonton 2x. Juga ada Trolls, Bridget Jones’s Diary sama Blair Witch.

    Favoritnya cuman A Monster Calls. Gw kasih 4/4 hahaha

  3. gadis jajan pasar (sempat dikenal dengan nama oreocheesecake) berkata:

    ….yang ketonton cuman pak dokter aneh aja X’D
    tapi tida mengapa.

    kalau Inferno emang sejak awal ngga niat nonton karena buat saya novel-novelnya Dan Brown ini kalau dijadiin film kok ya sungguh-amat-sangat tidak menarik???? dua film sebelum ini juga ditonton (meski lewat DVD) dan tidak berhasil membuat saya terkesan.. jadi yowis yang Inferno ini sengaja di-skip. *kemudian tewas dilempari batu oleh fanboy-nya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s