Namaaz Dining, Restoran Molecular Gastronomy pertama di Indonesia

menu-kesepuluh-1Pada suatu hari yang damai, saya diajak oleh Trisca untuk ikutan acara #SelaluTauYangSeru bareng Google Indonesia. Sebagai pengguna Google setiap hari, tentunya ajakan ini tidak dapat dilewatkan. Apalagi ajakannya berupa makan di Namaaz Dining, restoran molecular gastronomy pertama di Indonesia!

Di acara #SelaluTauYangSeru ini, Google mentraktir para pengguna Google App untuk merasakan bagaimana hidangan-hidangan di Namaaz Dining. Saya sendiri sudah sering mendengar soal Namaaz Dining, yaitu restoran yang menyajikan makanan yang bentuk dan rasanya sungguh berbeda. Nah kali ini saya akan merasakan sendiri pengalaman makan di Namaaz Dining.

Namaaz Dining ini terletak di Jalan Gunawarman, daerah Senopati. Tepatnya di depan gedung Prodia. Parkiran di sini cukup untuk sekitar 15-20 mobil. Saat itu suasana di Namaaz Dining cukup ramai. Sebelum tiba giliran saya makan, saya memotret suasana di dalam restoran. Sayangnya karena sudah malam dan suasana di sini remang-remang, saya tidak memotret bagian luar restoran.

google-selalutauyangseru

Akhirnya tiba giliran saya makan! Teman satu meja saya antara lain Trisca, Joni, dan Abdi. Di sini diberitahu kalau makanan apa yang kita lihat tidak tidak sama rasanya dengan bentuknya. Jadi jangan kaget dengan apa yang dirasakan di lidah. Owkey!

acara-google

Alas piringnyaaaa 😆

Menu pertama, bentuknya adalah kripik yang ternyata adalah… kripik. Namun yang unik di sini adalah lilin di sebelah kripik yang dinyalakan itu, pas apinya mati ternyata itu adalah saus sambal! Lucu juga nih idenya…

menu-pertama

Menu kedua, katanya sih beef tar-tar karena berbentuk daging merah mentah dengan telur. Namun pas digigit, ternyata itu adalah semangka. Sedangkan telur mentah tersebut adalah jelly mangga yang lumer di mulut. Jelly mangga-nya enak!

menu-kedua-1

menu-kedua-2

Menu ketiga, terlihat seperti kertas dan pensil. Lalu ada rautan segala dengan ampas rautan pensil. Ternyata oh ternyata, kertasnya tersebut adalah kulit ayam. Pensilnya terbuat dari crackers, dan saus hitam di atas rautan adalah kuah opor. Sedangkan ampas rautan pensil tersebut kayak kriuk-kriuk.

menu-ketiga-1

menu-ketiga-2

Jadi cara makannya, pensil digulung bersama kertas (ayam), lalu dicocol ke kuah opor dan kriuk-kriuk. Ini enak sih. Saya jadi pengen nambah. *halah*

Menu keempat ternyata asinan Bogor. Bentuknya sih kayak sedotan dengan logo Google dan ada botol kecil. Isi botol kecil tersebut adalah nanas dan wortel. Pas disedot minumannya dan mengunyah logo tersebut, rasanya memang seperti asinan Bogor. Wah!

menu-keempat-1

menu-keempat-2

Menu kelima adalah sesuatu dalam kaleng. Sekilas kayak kaleng tuna atau makanan kaleng untuk kondisi darurat. Tapi begitu dipegang, kalengnya masih hangat. Saya buka pelan-pelan dan terlihat nasi dengan kuning telur.

menu-kelima-1

menu-kelima-2

Chef Andrian, the man behind the food menjelaskan bahwa ini adalah nasi dengan kornet dan telur. Kuning telurnya dipisah dan dimasukan ke dalam nasi kornet tersebut. Asli, nasi kornet ini enak banget! Abdi aja sampai pengen nambah lagi, sayangnya gak dikasih. 😛

Menu keenam merupakan asinan buah. Namun yang bikin unik di sini adalah saya menikmati dengan lampu yang dimatikan dan diminta untuk menggunakan Google App untuk memutar lagu Justin Bieber yang Where Are You Now dan setelah itu keluar lampu-lampu dugem yang membuat asinan buah ini bersinar. Katanya, saus dari asinan ini menggunakan tonic sehingga bisa bersinar dengan lampu sinar UV.

menu-keenam

Menu ketujuh adalah nasi bakar dengan ayam. Tapi pas saya gigit, ternyata ini adalah ikan, namun menggunakan tulang ayam jadi memang mirip banget. Selain itu cabe merah yang ada di makanan ini ternyata adalah ikan tuna. Luar biasa! Rasanya enak dan mengenyangkan.

menu-ketujuh

Menu kedelapan adalah sate padang dengan arang, namun ternyata ini adalah daging tenderloin dengan singkong yang berbentuk seperti arang. Dagingnya lembut dan bumbunya sungguh meresap hingga ke dalam.

menu-kedelapan

Menu kesembilan adalah kue putu yang bentuknya gak kayak kue putu. Terus ada juga uap-uapnya segala jadi emang beneran kayak kue putu. Rasanya sih seperti kue putu, namun teksturnya agak sedikit lebih keras daripada kue putu.

menu-kesembilan

Menu kesepuluh, yang merupakan menu terakhir adalah es podeng yang dinamakan Explodeng. Kenapa Explodeng? Karena ketika es tersebut dipecahkan, maka akan meledak-ledak dan nyiprat ke mana-mana. Oleh karena itu ketika disuguhi menu ini, diberikan juga jas hujan. Foto saat nyiprat-nyiprat tidak ada karena saya kadung menyembunyikan kamera saya dari cipratan es.

menu-kesepuluh-2

Untuk rasanya, saya suka. Bentuknya kayak coklat truffle dan bola-bola coklat, namun pas digigit adalah rasa es podeng. Selain itu juga terasa ketan hitam dan coklat.

Menu di Namaaz Dining ini kalau tidak salah lebih dari 10, namun khusus acara Google Indonesia dikurangi namun makanan yang diberikan cukup untuk bikin perut kenyang. Beneran deh, saya kenyang banget abis makan kesepuluh menu ini.

Bagi yang ingin mencoba makan di Namaaz Dining, biasanya harus reservasi dulu via website. Loading websitenya agak lama, jadi sabar-sabar menunggu aja ya pas mau reservasi atau buka-buka halaman yang lain.

Seat di Namaaz Dining ini cuma untuk 28 orang saja dan tidak disediakan bangku tinggi untuk balita. Jadi disarankan untuk tidak membawa anak balita. Namaaz Dining buka hingga tengah malam, jadi bagi yang diet lebih baik stop dietnya dulu kalau mau menikmati makanan ini.

proses-memasak

Proses memasak kue putu

Overall rasa makanannya cukup lezat. Sempat baca review beberapa orang yang bilang rasa makanannya biasa aja. Entah selera saya biasa aja atau berbeda dengan orang lain, menurut saya masakan yang disajikan enak-enak. Favorit saya adalah nasi kornet telur, nasi bakar dan ikan, opor ayam kertas serta explodeng.

Yang kerennya dari Namaaz Dining ini adalah, menu yang disajikan merupakan makanan-makanan Indonesia dengan penampilan yang unik-unik. Lihat saja semua menu yang disajikan, semuanya makanan Indonesia!

Bagaimana, penasaran pengen mencicipi makanan di Namaaz Dining? Siapkan kocek Rp 1.250.000 untuk bisa menikmati keseluruhan makanan yang disajikan di sini.

 

Namaaz Dining
Jl. Gunawarman No.42, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telpon: 0811 1557 798
Opening Hour:
Selasa: 17:00-0:00
Rabu-Sabtu: 18:30-0:00
Minggu-Senin: Tutup

30 thoughts on “Namaaz Dining, Restoran Molecular Gastronomy pertama di Indonesia

  1. @venniem berkata:

    Untuk harga 1.250.000 yang disajikan 17 menu, sementara kmrn traktiran google krn hanya dibatasi 1 jam jd hanya ada 10 menu.

    Ke namaaz memang ga bisa sering2, harus nabung dulu nunggu kejadian istimewa macam lamaran, ultah atau perayaan lainnya. Biasanya bakal dikasih tambahan menu lain untuk mengakomodir perayaan spesial itu.

    Chef adrian emang dedikasi banget ke molekular gastronomy indonesia. Rata2 tiap 3 bulan sekali dia bakal keluarin menu baru yg sama sekali berbeda dgn yang pernah ada. Jd yg baca blog chika ga perlu khawatir, unsur kejutan pasti terjaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s