Saya Orang Padang Yang Tidak Kuat Pedas

dendengSaya orang Padang. Bisa dibilang 50% keturunan Padang karena kedua orang tua Mama saya (oma dan opa) adalah Padang asli. Setengahnya lagi bisa dibilang campuran dari Betawi, Arab, dan beberapa suku lainnya yang merupakan campuran yang dimiliki oma dan opa dari Papa.

Sebagai biasanya orang Padang, semua berharap saya seperti orang Padang lainnya, bisa menikmati makanan pedas, walaupun ternyata kenyataan berkata lain. Saya suka pedas. Tapi saya tidak kuat pedas.

Apabila saya memaksa untuk makan makanan pedas, beberapa efek yang saya dapatkan antara lain perut mendadak mules, bibir atau telinga panas (ini agak jarang sih), akrab dengan toilet atau bahkan terkadang langsung diare.

Dulu saya menghindari makanan pedas. Saya lebih memilih makanan manis atau asin. Namun makin ke sini saya justru mulai banyak mengkonsumsi makanan pedas tanpa memerdulikan efek setelah makan pedas. Pada dasarnya saya memang menyukai pedas, namun toleransi saya terhadap pedas tidaklah banyak.

Berbagai komentar mengenai hal ini sudah saya hadapi sejak kecil. Tak jarang juga yang menghina saya sebagai Padang palsu, Padang jadi-jadian, sampai dengan bukan orang Padang asli hanya karena tidak kuat pedas.

“Gimana sih? Orang Padang kok gak kuat pedas. Cemen amat!”

“Halah, Padang palsu lo. Orang Padang kok gak bisa pedas.”

“Waduh, coba makan pedas terus-terusan deh. Nanti lama-lama juga bisa.”

Komentar-komentar di atas sudah terlalu sering saya terima. Sampai saya sendiri sudah bosan dan akhirnya cuek mau dikatain kayak apaan. Padahal perlu dipahami dengan jelas, saya suka banget masakan pedas, namun saya tidak bisa menikmatinya.

pake-sambel

Pakai sambal. Tidak apa-apa.

Padahal tahu sendiri khan bagaimana beragamnya kuliner Padang yang enak-enak. Namun bisa dibilang sebagian masakan Padang kalau gak pedas, ya bersantan. Ketidakmampuan saya makan pedas sudah terbukti dari berbagai makanan pedas yang saya makan. Apalagi kalau sudah menyangkut cabe hijau, saya menyerah. Saya memilih makan es krim ketimbang makan cabe hijau.

Makan Mie Samyang aja baru 4 suap, kuping saya berasa terbakar. Waktu pagi ini saya sarapan dengan terong balado, 3 jam kemudian perut saya mules dan langsung ke toilet. Jadi pemasalahan sebenarnya ada di lidah dan di perut saya, bukan di selera. Kalau pun misalnya saya gak suka pedas, rasanya cukup wajar. Gak mesti orang Padang harus suka pedas. Begitupun dengan suku-suku lainnya yang dianggap biasa makan-makanan pedas. Dalam hal ini saya merasa sebagai minoritas.

Namun saya sendiri bersyukur saya bukan tipikal yang butuh banget pedas, sehingga kalau jalan-jalan ke luar negeri, saya tidak perlu membawa sambal botol atau bubuk cabe. Saya bisa menikmati makanan lokal di tempat-tempat yang saya datangi tanpa perlu menambahkan saos atau sambal.

makanan-pedas

Ayam rendang pedas dan dendeng balado

Walaupun saya tidak kuat pedas, saya bisa menghabiskan kripik balado 1 bungkus sendirian, namun berarti setelah itu saya harus akrab dengan toilet. Saya bisa menghabiskan setengah bungkus Maicih, walau setelahnya minum susu untuk meredam lidah yang terbakar. Saya juga bisa menikmati aneka makanan pedas di rumah makan Padang, walau itu berarti saya harus rela mules-mules semalaman.

Saya suka pedas, tapi saya tidak kuat pedas.

38 thoughts on “Saya Orang Padang Yang Tidak Kuat Pedas

  1. denaldd berkata:

    OMG Chika, langsung ngiler lihat foto2 makanannya. Aku kangen ikan bakar restoran padang! Aku punya sahabat asli padang, tapi dia juga ga doyan pedas. Aku katain padang abal2 haha. Lha makan sambel buatanku seiprit saja sudah nangis berderai2😅 level pedesnya kalah jauh dibanding suamiku.

  2. Dimas Candra Sugiarto berkata:

    Sama kaya saya nih suka pedas tapi masih ada batas toleransinya hehe… Kalo q sih alhamdulillah gk ada masalah ama perut cuma kalo pedas banget malah kenikmatan pedas itu gk bisa saya rasakan gara2 lidah dan mulut udah protes *eaaa

  3. Kori berkata:

    *TOS* sebagai sesama orang Sumatera aku juga suka tapi ga bisa.😀
    Makanya klo di acara adat atau keluarga gitu suka males dan bingung karena rata2 pedas. Sering diledekin karena justru temen2 asli Jawa yang katanya penyuka manis malah pada gila pedes. Ahaha…

  4. Kresnoadi DH berkata:

    Ahahaha sama nih kak kayak temenku. Malah dia orang Padang asli, bukan 50%, tapi gak bisa makan padang. Entah apa yang dia makan di rumahnya sehari-hari. :))

    Anyway, tadi sempet baca “Bulu saya menghindari makanan pedas” terus bengong lima detik. Terus ngeh kalo ternyata bukan “bulu”, tapi “dulu”. Mataku typo. :((

  5. gea berkata:

    serupa tapi tak sama.

    aku suka banget kopi. tapi masih sebatas kopi sachet-an sih. hehee. tapi ternyata perut gak kuat dan harus mulai dikurangin setelah minggu lalu malah menimbulkan nyeri di dada kanan. hehehee, bandel yaa. padahal punya maag juga.
    abis gimana. kalo sambil kerja, kurang lengkap rasanya tanpa ngopi. :”)
    suka banget kopi, tapi nyatanya toleransi saya terhadap kafein tidaklah banyak. (pinjem kutipannya)

    kalo soal pedes, aku suka banget. dan Alhamdulillah kalo sama peses kuat. Gak bolak-balik ke toilet. Bahkan bisa makan makroni ngehe satu bungkus sendirian. tapi yaa itu, kalahnya sama kafein ternyata. :”)

  6. mbita berkata:

    temenku banyak kok yg orang padang tapi ga bisa makan pedes. aku orang jawa tp ga suka makanan manis, tapi ga bisa makan pedes juga, kalau makan pedes kupingnya sakit. kita makan pizza aja lah chik, gimana?

  7. oreocheesecake berkata:

    aku suka banget pedes, kak. sesuka itu. sebahagia itu kalau ketemu makanan pedes. bahkan ayam Richeese Factory level puncak jadi makanan wajib tiap bulan sehabis gajian.

    tapi karena katanya “you are what you eat”, jadi mungkin inilah penyebab kenapa aku kalau lagi sinis sama orang omongannya bisa pedes banget* (o____o)

    *berdasarkan testimoni para pendengar

  8. Tuxlin berkata:

    Foto makanannya yummy…

    Kalau saya tipikal orang yang doyan pedas, bahkan yang sangat pedasss sekalipun heheheheh… kalau ketemu makanan pedas, nafsu makan bisa meningkat berlipat2, akhirnya makan dengan brutal wkwkwkw

    Yah mulut aku kuat sih, tapi perutnya tidak… Akibatnya mules juga sih, tapi nggak kapok😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s