Mengunjungi Harry Potter Studio di Inggris

harpotSiapa yang sudah nonton film Harry Potter? Pastinya tahu kisah tentang penyihir yatim piatu yang menghadapi serangkaian perjalanan luar biasa selama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts.

Film Harry Potter pertama dirilis pada tahun 2001 dan film tersebut baru selesai sebanyak 8 film (yang seri ketujuh dibagi menjadi dua) pada tahun 2011. Sungguh suatu perjalanan film yang luar biasa, mengingat dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikan semuanya.

Seperti layaknya film produksi lainnya, properti-properti yang dipakai saat syuting tetap disimpan karena film lanjutannya terus diproduksi. Siapa tahu properti di film pertama dibutuhkan untuk film ketujuh dan seterusnya. Karena itulah properti-properti film Harry Potter seperti baju, patung-patung, artefak, buku-buku, sampai dengan lukisan-lukisan disimpan dengan rapi.

Namun setelah film selesai, tentunya para kru produksi bingung di mana mereka harus menyimpan semua properti ini. Kalau pun dibuang, tentunya sayang sekali mengingat harga yang dibayarkan untuk properti ini tidaklah murah. Oleh karena itu studio tempat syuting Harry Potter diubah menjadi layaknya museum yang memajang segala hal berbau Harry Potter. Ide yang sungguh brilliant!

di depan harry potter studio

Pose di depan Harry Potter Studio

Tidak hanya bisa menyimpan aneka properti syuting di tempat yang sudah mereka anggap rumah itu, namun dibukanya tempat ini menjadi pemuas dahaga para penggemar Harry Potter yang ingin merasakan dunia sihir Harry Potter. Bagi penggemar Harry Potter, datang ke sini rasanya seperti naik haji.

Sebenarnya nama tempat ini adalah The Making of Harry Potter – Warner Bros Studio Tour. Tapi supaya mempersingkat tulisan, saya tulis aja Harry Potter Studio. Mengunjungi Harry Potter Studio di Inggris bisa dibilang sebuah kewajiban untuk fans Harry Potter. Oleh karena itu saya bela-belain datang ke sini walaupun perjalanan memakan waktu 1 jam dari London. Letak Harry Potter Studio dari London ini seperti dari Jakarta ke Ikea di Tangerang. Untuk meraih tempat ini saya naik bus khusus yang menjemput dari area Baker Street.

bus harry potter

Bus yang mengantar saya dan Mama

Saya mengunjungi Harry Potter Studio menggunakan suatu jasa tour yang sebenarnya saya kecewa karena saya membeli dua tiket masuk, tapi yang diberikan cuma satu. Alasannya karena saya membeli dengan kartu kredit yang berbeda, disangkanya saya merasa gagal dalam membeli dan mencoba menggunakan kartu kredit yang lain. Padahal karena limit kartu kredit satu lagi sudah habis, jadi saya menggunakan kartu yang lain.

Karena kesalahpamanan ini, saya harus menunggu satu jam untuk bisa masuk ke dalam arena Harry Potter Studio. Namun saya tidak patah semangat, saya berkeliling untuk foto-foto di sekitar.

chess

Masih ingat permainan catur ini?

Memasuki area Harry Potter Studio, seperti inilah area utama. Di sini ada cafe, toko souvenir, sampai dengan Starbucks. Kamu gak akan kelaparan di sini.

entrance

Mata berkaca-kaca pas masuk sini :)))

ford anglia

Wah ada mobil terbang!

Sbux di HP Studio

Ada Starbucks di dalam Harry Potter Studio!

toko souvenir

Toko souvenir~

Sambil menunggu, saya juga menyewa digital guide, semacam tour guide yang berbentuk gadget. Gadgetnya kayak iPod yang sudah dimodifikasi. Harga pinjamnya saat itu kalau gak salah sekitar £4,5 tapi sekarang udah naik jadi £4,95.

gadget HP

Digital guide

Di sini kita bisa akses video, mendengarkan suara, dan membaca fakta-fakta seputar Harry Potter. Oh iya, kalau kita membawa gadget ini keluar arena Harry Potter Studio, gadget ini akan berbunyi, semacam pencegah maling, jadi gak bisa deh nilep benda ini untuk dibawa pulang.:mrgreen:

Setelah menunggu lebih dari sejam, akhirnya tiba juga tiket yang satunya. Sebenarnya saya agak kesal karena dari travel tersebut gak berusaha menghibur saya yang kecewa, apalagi mengingat harga tiket ini tidak murah, yaitu £55 per orang. Untung pegawai di sini baik-baik, dan saya boleh langsung masuk tanpa mengantri.

tiket masuk

Tiket yang satu lagi elek hahahahaha. KZL.

Begitu masuk, pengunjung akan menghadapi etalase poster-poster Harry Potter dari film yang pertama sampai film terakhir. Pengunjung dijelaskan sedikit mengenai beberapa peraturan. Di area ini dilarang memotret dan merekam. Di sini penonton diajak untuk menonton film pendek tentang Harry Potter dari film 1 sampai film ke-7. Tenang, filmnya sudah dirangkum, jadi gak harus nonton seharian.

menuju great hall

*deg-degan*

Setelah itu pengunjung langsung diajak memasuki The Great Hall, ruangan luas tempat di mana para siswa Hogwarts berkumpul untuk makan dan berinteraksi. Inilah pemandangan The Great Hall di Harry Potter Studio. Luaaaaas sekali. Begitu memasuki hall utama ini, saya merasa merinding. Rasa puas, bahagia, excited, terharu, semua campur aduk menjadi satu. Akhirnya saya bisa masuk ke sini!

the great hall

Pemandangan dari samping

Saya pun menghabiskan waktu cukup lama untuk memandangi setiap sudut Harry Potter Studio ini, mengambil gambar, dan mengabadikan pemandangan ini di memori otak. Rasanya batas antara kehidupan dunia nyata dan dunia sihir menjadi tipis ketika berada di sini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di sini juga ada dekorasi-dekorasi saat acara Yule Ball, acara dansa yang bisa ditemui di film Harry Potter and The Goblet of Fire. Di sini dipajang kostum-kostum yang dikenakan para pemain dan segala tiruan makanan-makanan yang disajikan saat Yule Ball. Duh…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Area Harry Potter Studio ini seperti ruangan yang sangat luas dan kita bisa menentukan sendiri mau mulai melihat dari mana. Maka saya hanya mengikuti arah kaki saya yang membawa ke bagian area make up dan kostum. Di sini bisa melihat aneka kostum yang dikenakan sepanjang film, rambut palsu alias wig para pemain, sampai dengan aksesoris seperti sepatu, topi, syal, sampai perhiasan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah melewati area make up dan kostum pemain, kali ini adalah asrama Hogwarts, tepatnya asrama laki-laki Gryffindor, tempat Harry dan kawan-kawan menghabiskan waktu bersama. Seperti inilah suasana kamar asrama Harry, Ron, Dean, dan Neville. Konon tempat tidur Harry dan lainnya mengalami perubahan dari film pertama karena mereka tambah tinggi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di sini juga ada pintu The Chamber of Secret menuju tempat Basilisk bersembunyi. Setting ruangan-ruangan di Hogwarts seperti kantor Dumbledore, kelas Ramuan Profesor Snape, dan ruangan Profesor Umbridge juga ada di sini. Bahkan rumah Hagrid juga ada. Lengkap!

chamber of secrets

The Chamber of Secrets

kelas ramuan

Kelas Ramuan Profesor Snape

hagrid's hut

Hagrid’s Hut

kantor umbridge

Kantor Profesor Umbridge

The Burrow

The Burrow, rumah keluarga Weasley

Aneka properti syuting juga lengkap di sini. Rasanya seperti apa yang ada di flm keluar ke dunia nyata. Keterangan-keterangan tentang film ini sungguh detail. Rasanya saya bisa seharian di sini.

Dari sini saya juga baru tahu ternyata para pemeran binatang-binatang di film Harry Potter ada banyak. Lihatlah catatan para pemeran binatang ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Oh iya, di sini juga ada area foto-foto dengan green screen yang hasilnya seakan-akan kita lagi naik mobil terbang keluarga Weasley, naik sapu terbang dan lain-lain. Saya ikutan foto juga tapi lupa hasil fotonya ditaruh di mana. :))))

arena foto

Antrian yang mau foto

Lalu tiba ke arena outdoor yang menjual Butterbeer dan aneka snack. Saya pun mengantri membeli Butterbeer. Antriannya tertib dan rapi. Akhirnya bisa mencicip Butterbeer! Yang nonton Harry Potter pasti tahu apa itu Butterbeer. Minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Lebih mirip soda dengan rasa mentega. Rasanya enaaaaak!

butterbeer

Butterbeer❤

antrian snack

Jual snack

Saya pun membeli dua gelas. Yang satu di gelas biasa, yang satu gelas untuk souvenir yang bisa dibawa pulang. Saya sengaja membawa botol kosong dan memasukkan Butterbeer ke dalam botol supaya kakak saya bisa mencicipi Butterbeer ini.

privet drive

Di depan rumah Harry Potter

Di area outdoor, banyak sekali spot-spot yang bisa digunakan untuk foto-foto, seperti rumah Harry Potter di Privet Drive, kuburan tempat Harry diculik Wormtail, Godric’s Hollow, sampai dengan replika jembatan penyeberangan Hogwarts menuju tempatnya Hagrid.

cemetery

Kuburan tempat Harry diculik

Di sini saya bertemu dengan 3 orang Indonesia yang sedang berkunjung ke sini. Saya mengenali mereka sebagai orang Indonesia setelah mendengar mereka berbicara. Ada untungnya bertemu dengan mereka, jadi ada yang bisa memotret saya dengan Mama. ^^

knight bus

Bersama Mama

Setelah berkeliling di arena outdoor, sekarang kembali memasuki arena indoor. Di sini diputar video seputar pembuatan film Harry Potter. Selain itu ada juga semacam patung-patung para tokoh Harry Potter. Pengunjung juga akan dibawa melewati Diagon Alley. Benar-benar serasa di dalam Diagon Alley!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selain itu ada sketsa dari properti-properti yang digunakan untuk di film. Melihat proses pembuatan film ini, rasanya seperti habis lari 100km! Gak kebayang akhirnya bisa terwujud film Harry Potter yang diangkat dari novel.

Sampailah di ujung area studio, ada replika miniatur bangunan Hogwarts. Rasanya magical banget melihat miniatur ini.

replika hogwarts

Selesai melewati arena studio, pengunjung akan dihadapkan dengan toko tongkat sihir yang mengingatkan kita pada toko milik Ollivander. Di sini banyak sekali tongkat-tongkat milik penyihir lainnya, jadi gak cuma tokoh-tokoh utama di film Harry Potter saja, tokoh-tokoh lainnya yang gak terkenal juga ada.

wands

Tongkatnya banyaaaaak~

Barulah setelah itu pengunjung dibawa ke arena souvenir! Waaaaah gilaaaa, kalap rasanya melihat barang-barang yang dijual di sini. Kyaaaaaa! Mana harganya gak ramah di kantong hahahaha~

souvenir

Aduh aduh aduh aduuuuuuh

candy

Permeeeeeeen

Akhirnya saya hanya membeli syal, aneka coklat, dan beberapa souvenir seperti gantungan kunci, pin, sampai dengan bolpen. Mama saya hanya geleng-geleng kepala saja melihat belanjaan saya. Berikut sekilas video yang saya rekam saat berada di sana.

Selesai berkunjung, saya kembali ke halte untuk menunggu bus khusus yang akan mengantar saya kembali ke Baker Street. Sungguh menyenangkan akhirnya bisa mengunjungi Harry Potter Studio. Salah satu mimpi saya akhirnya terkabul. Kelak apabila saya pergi ke London lagi, saya pasti akan mengunjungi tempat ini. Amin!

56 thoughts on “Mengunjungi Harry Potter Studio di Inggris

    • Natalia berkata:

      AMIN AMIN!! Semoga aku juga bisa kembali ke UK, ke LONDON dan ke Harry Potter Studio *lalu inget ini bahan cerita dari 2 tahun lalu belum tayang juga hahahaha*
      *merasa gagal*

      Komennya aku buat submission giveaway nyusul yaahhh😛

  1. ummuumar18 berkata:

    Buat aku yang tumbuh barengan sama Harry Potter ini pasti seru banget ya. Duh duh duh…

    Btw, aku gagal paham sama lari 100km, mbak, maksudnya capek gitu? Soalnya kayaknya aku gak bakal capek kalo di sini, kan excited…😄

  2. Yosef & Astrid berkata:

    Chika seru banget postingannya, ga sabar untuk liat langsung kesana. Curhat dikit bole ya..Gw basicnya bukan penyuka serian Harry Potter, gw baru nonton Harry Potter wktu Deathly Hallows part 1 itupun krn nemenin calon istri. Belakangan gw mulai nonton dr film 1-7 dan gw suka ama Harry Potter! 2 minggu terakhir ini mulai intens baca novelnya dr buku 1. Rencana 2 Des nanti mau naik haji ke Harry Potter Studio, doakan yaa!

  3. Lina (@micimochi) berkata:

    Dulunya pas novel HP booming, saya belum tertarik dengan kisahnya. Jadi ketika teman-teman merasa broken heart gara-gara Cho Chang…saya hanya bisa pasang wajah “apaan sih si Cho Chang ini?” hahaha…

    Baru sekitar tahun 2001, sahabat saya, Ella, mengajak nonton film pertama HP, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Saya sudah mewanti-wanti si Ella ini, “La, beneran deh, aku belum pernah baca bukunya HP, ntar gak nyambung nanti kalau nonton.”
    Si Ella dengan santainya menjawab, “Tenang, ntar kalo gak ngerti, tanya aja bisik2, aku dah HAFAL ini isi novelnya.”
    (((HAFAL)))
    Jadilah saya pergi nonton, dan wuuzzz..bagai terkena ramuan Amortentia, saya langsung jatuh cinta dengan kisah ini. Dibuat terkagum-kagum dengan segala CGI yang ada di film seri pertamanya.
    Pulang dari bioskop langsung deh bilang ke Ella, “La, pinjem novelnya boleh? Sudah sampai ke buku 4nya ya?”
    Ella langsung ketawa dan meminjamkan versi terjemahannya. Saking demennya, Ella punya 2 versi dari setiap buku HP.
    Ini cerita pas masi SMP, uang sakunya hanya cukup untuk ditabung beli komik Detektif Conan, karena itu setiap kangen kisah HP, saya pinjam ke Ella 
    Jadilah sejak saat itu, saya setia mengikuti dan pinjam novel terjemahannya ke Ella, kitapun selalu nobar film2 Harry Potter.

    Pas 2009, ketika sudah bisa punya penghasilan sendiri, saya mulai membeli versi terjemahan novel-novel HP. Senang rasanya bisa membeli dan membaca (berkali-kali) kisah petualangan Harry di dunia sihir. Saya juga memborong semua buku pendampingnya seperti Quidditch through the ages, Fantastic beasts and where to find them (yang November 2016 ini akan dirilis YAY) dan Tales of Beedle the Bard

    Tahun 2011, ketika Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 dirilis, importir dan distributor film impor bermasalah dengan pemerintah, sehingga film ke-8 nya ini terancam tidak bisa dirilis 
    Wah, sedih rasanya, ketika itu, Ella masih kuliah S2 di Sydney dan bisa nonton di sana. IRI deh
    Syukurlah, semacam ada Dobby yang siap membantu di saat-saat genting, walau terlambat, akhirnya tetap bisa nonton kisah penutup tersebut di Indonesia 

    Dari 7 buku serial HP, yang paling saya suka adalah Harry Potter and the Prisoner of Azkaban. Harry yang yatim piatu dan tidak dicintai keluarga Dursley, ternyata masih punya Sirius Black. Senang rasanya melihat muncul 1 tokoh lagi yang menyayangi Harry dengan tulus. Juga Dumbledore yang mengajarkan bagaimana pembalik waktu memiliki konsekuensi yang dapat mempengaruhi masa depan.

    Film fave dari HP, tentu saja Harry Potter and the Goblet of Fire. Setting Triwizard Tournamentn ya, luar biasa keren, terutama dengan naga (waktu itu belum ada Game of Thrones season 4 sih, Naga di dunia HP terlihat sangat keren) , Danau dan mermaid nya, semuanya sangat keren. Di film ini juga, persahabatan Harry dan Ron diuji. Untungnya selain Ron, Harry juga bisa berdiskusi dengan Neville.

    Baca artikel Kak Chika yang berkunjung ke Studio HP, asli bikin pengen dan serasa bernostalgia ya, jadi makin tidak sabar menunggu Fantastic Beast dirilis.

  4. annisarizka berkata:

    Aku merinding pas nonton video dengan BGM Harry Potternya :”)
    Ditambah suasana di dalem The Burrow juga persis kayak di novel. Setrika, pisau, dan alat jahitnya bergerak sendiri.
    Btw disana nggak ada patung lilin pemerannya ya mba?
    Kayaknya bakal seru kayak Madam Tussaud versi Harry Potter.

    Dan disana ada Godric’s Hollow kah? Duh kayaknya bakal seru kalau disana ada Godric’s Hollow dengan settingan waktu Snape nemuin Lily yang udah meninggal. Ruangan yang berantakan dan Snape meluk Lily yang udah nggak bernyawa. Bisa berupa foto scene waktu di film nih, jadi berasa “merindingnya”.

    Tapi keren banget sampe ada pintu menuju Chamber Of Secrets. Ada patung Salazar Slytherin tempat Harry ketemu Tom Riddle nggak mba? *daritadi banyak nanya* hahaha

    Yang juga bikin amazed itu tongkat di Ollivanders Wand Shop nya banyaaaak banget. Andaikan ada yang pura-pura jadi Ollivanders trus penonton satu-satu dites cocoknya sama tongkat yang mana *yakaliiii hahaha.
    Nggak sekalian dites satu-satu masuk asrama apa? :))
    Aduh aku nggak bisa berenti deh nih kalo udah ngomongin Harry Potter.

    Bentar lanjut di komen berikutnya tentan ceritaku dan Harry Potter *tsaaah

    • cK berkata:

      Patung lilin gitu adaaa, tapi gak aku upload karena ntar fotonya kebanyakan. :)))

      Patung Salazar Slytherin itu aku gak lihat sih, tapi harusnya ada. Di sana ada pertunjukkan kecil-kecilan tentang sorting hat sih (dan kebanyakan masuk asrama yang dipengenin). Tapi kebanyakan emang milih Gryffindor.😛

  5. annisarizka berkata:

    Harry Potter tuh udah kayak daily dose aku banget pas SMA.
    Dulu inget banget aku bertiga sama temen-temen bikin Trivia Harry Potter.
    Setiap minggunya secara kita bikin kuis tentang Harry Potter, masing-masing bikin 10 pertanyaan. Dan itu seruuuuuuuu banget! Apalagi kalo udah tebak-tebakan nama ramuan dan mantra.

    “Apa nama cairan keberuntungan sebagai hadiah dari Prof. Slughorn?” “Potion… eh bukan, Felix Felicis!”

    “Apa nama mantra untuk memanggil barang dari kejauhan?” “Accio!!!”

    SUMPAH SERU BANGET :)))))

    Aku juga hafal setiap dialog di Harry Potter yang “khas”
    Misalnya, di film ketiga pas Harry nemuin Nick si kepala nyaris putus tergantung di udara.
    “No…Mr. Filch, you dont understand” *muka Daniel yang cengo-cengo lucu”

    Atau tagline Hermione,
    “Its Levi-O-sa, not Levio-SAR” *gemas*

    Suka juga pas di film ketiga yang Ron nyelametin Harry pake mobil terbang trus pas masuk mobil, Ron bilang
    “By the way Harry, Happy Birthday” *gatau kenapa aku ngerasa Ron tulus banget* :p

    Lalu ekspresi gemes Molly pas Bellatrix Lestrange hampir bunuh Ginny,
    “not my daughter, you bitch”
    langsung deh dibunuh Lestrangenya. Aku pernah baca artikel, JK. Rowling sangat menikmati cerita Molly bunuh Lestrange. Kalo dibayang-bayang, ekspresi dia mirip kayak Molly pas ngebunuh mungkin ya.

    Dan ada lagi ekspresi McGonagall ketika dia gunain mantra buat perlindungan Hogwarts.
    “I’ve always wanted to use that spell” *sambil mesem-mesem ke Molly*
    kyaaaaaaaaaaaahhh <333333

    Kalo mau dijabarin lagi panjang banget nih, ntar aku cerita kirim voice note aja ya *lah hahahaha

    • cK berkata:

      Aku malah paling inget dialog Hermione di film pertama, “I’m going to bed before either of you come up with another clever idea to get us killed. Or worse… expelled.”

      Ngeselin tapi lucu. :))))

  6. Ratu berkata:

    Aku merinding bgd lihat postingannya. Dapet banget feelnya waktu di sana aku bacanya sampe ngeluarin air mata..

    By the way Harpot will be my lifetime favorite book bangeet..aku baca dan nonton setiap bukunya 2-3 kali perbuku dan aku gak akan bosan kalopun disuruh baca dan nonton lagii..

    Anyway, buku mana yg paling disuka, aku suka bgd buku ke 7. Karena ceritanya kompleks. Apalagi soal konflik pribadi masing-masing tokoh kaya Albus yang menyimpan rahasia yg berat. Snape yg duuuh gak perlu diulas lagi betapa dia sebegitunya sama Lily. Aberforth jg. Aku ga pinter menyampaikan maksud. Tapi mereka bertiga punya latar yg sama. Betapa sedihnya menanggung apa yg mereka semua rasain tapi gak punya temen utk sharing dan ga ada yg mengerti. Aduuuuh campur aduk rasanya :((((

    Pokoknya aku mupeng liat Harpot yg di London ini. Mupeeeeeng paraaaaahh smoga ada rejeki bisa ke sana. Aaamiiiin. Anyway thank you udah sharing ceritanya.

  7. Desy berkata:

    Envy parah, beuh. Hapal banget aku yg di mensyen ka chika satu satu. Tapi yg kebayang malah ilustrasi pas baca novelnya sih instead of scene film. Menyoal cinta pertama kali ya kak. Alah😅

  8. Shinta berkata:

    Sebenarnya aku penasaran antara Studio dan Wizarding World yang ada di Universal Studios, tapi kayaknya yang di Inggris lebih kerasa keasliannya karena memang dipakai untuk syuting kali ya😀 Penasaran banget sama rumahnya The Weasleys (karena aku penggemar Ron), Hogsmeade, dan Potion Class-nya Professor Snape (akupun penggemar karakter ini).

    Pertama kali baca Harry Potter langsung dari sumber aslinya yang in English, karena aku selalu berpikir kalau nuansa British English dan American itu beda dan imajinasi kita bisa lebih luar biasa kalau baca bahasa aslinya ketimbang baca edisi Indonesia. Aku paling suka adalah buku ketiga, Harry Potter and The Prisoner of Azkaban karena kayak memberi harapan buat Harry untuk hidup lebih bahagia bareng Sirius. Di sini juga banyak cerita tentang James Potter, ayahnya Harry karena sahabat-sahabatnya muncul. Buku ini agak lebih sentimental dan melankolis, banyak flashback memori Harry, Sirius, dan Remus Lupin.

    Satu lagi buku yang berkesan adalah buku kelima, Harry Potter and The Order of the Phoenix. Karena Sirius terbunuh. Saking traumanya, sampai hari ini aku cuma baca buku dan nonton filmnya full sampai habis dua kali. Selain itu, bagian ketika Bellatrix Lestrange bunuh Sirius selalu aku skip dan sisa filmnya ditonton tanpa konsentrasi. Agak kesal juga sama JK Rowling karena sampai segitunya bikin hidup Harry menderita. Untung dia ga sampai depresi biarpun kadang-kadang emosinya memang ga stabil.

    Di WB Studio ini kayaknya memang sengaja dibikin happy-happy aja ya yang dateng ahahaha… Ga usah deh main-main ke Kuburan, cukup main ke Hogsmeade dan minum Butterbeer aja😀

    • cK berkata:

      Waaaaa aku salut kamu baca dari buku yang English British. Aku baca yang itu kayaknya susah banget kelarnya. :)))

      Kalau yang di Universal Studios itu lebih ke wahana sama bangunan-bangunan replika yang menyerupai asli. Kalau di Harry Potter Studio UK ini justru gak ada replika Hogwarts yang supergede itu. Jadi masing-masing tempat punya keunggulan tersendiri. Apalagi yang di Universal Studios itu ada wahana keren yang walau cuma beberapa menit tapi berkesan banget. Aku sampai naik 2x dan tetap belum puas. Kapan-kapan aku mau nulis soal Harry Potter Wizarding World di Universal Studios ini. ^^

  9. Mira berkata:

    Amiiiin allahuma amiiin. Semoga saya kesampaian juga ke London beserta ke Harry Potter Studio. Waw impian banget lah. Secara saya tuh Potterhead (istilah fandom harpot) sejak kelas 6 SD!!! Tahun 2000 kali ya hahaha. Baca semua novelnya udah semuaaa. Film2nya juga khataaam. Pernak-pernik dan majalah-majalah yang berbau harry potter juga punyaaa. Dan ikut forum-forum harpot, nonbar juga. Dan RPG forum berbasis teks Harry Potter yang di forum itu kita bikin karakter sendiri yang menceritakan setting Harpot gitu. Seru deh. Kebayang kita sendiri juga nerima surat dari Hogwarts dan di seleksi asrama oleh Topi Seleksi nya huhuhu.

    Duh walaupun belum kesampaian ke London karena nabungnya mesti lama. Saya dan mama bakal ke Osaka Jepang dan bakal berkunjung ke Universal Studio Japan nya yang ada wahana Harry Potter nya!! Itu juga sudah alhamdulillah hehe. Doakan saya juga Chik. Biar bisa kesampaian ke Harry Potter Studio di tahun 2017-2018!! *rajin nabuuung* hahaa.

  10. wahabkamal berkata:

    Setelah membaca perjalanan ke studio Harry Potter, terlintas dipikiran, “kapan aku bisa kesana ya?” hehe

    Berkunjung ke Harry Potter Studio pasti menjadi impian setiap Potterhead. Dan beruntung sekali kak Chika bisa menginjakkan kaki kesana. Doakan kami potterhead bisa berkunjung kesana suatu saat nanti.

    Seandainya aku tau kak Chika pengen pergi ke Harry Potter Studio, aku mau titip salam untuk teman seasrama, Luna Lovegood🙂

  11. fanicarolina berkata:

    Aaaaak envy berat kak, pengen banget bisa ke sana sama ke WWoHP, harus nabung lebih giat lagi nih! Buku HP yang paling aku suka Harry Potter and the Sorcerer Stone, ceritanya waktu aku kelas 3 SD, ayahku pulang kerja trus tiba-tiba bilang “nih buku yang lagi nge-trend, baca ini aja, jangan baca doraemon terus, udah gede gini” sambil ngasi buku itu ke aku. Itu novel pertama yang aku baca dan langsung jadi novel favorit, sejak saat itu aku jadi hobby baca buku, semua jenis buku, tapi terutama fiksi sih. Pas serial Harry Potter tamat aku nangis sesenggukan, sampe sekarang udah 16 tahun jadi Potterhead dan udah ngulang semua bukunya sampe, enng.. kayanya 5 kali :’)

    Aku sampe bela-bela in nabung buat beli buku-buku HP collectible yang langka kaya Harry Potter Film Wizardry, The Creature Vault, sama Magical Places from the Film, sampe koleksi propertinya juga, wand, potion bottle, you name it! I have a shelf full of HP props! Sampe set bolanya quidditch juga ada!

    Well, sampe sekarang pun kalo ada yang nanya buku favorit apa, aku pasti jawab Harry Potter, author favorite? Otomatis jawab J.K Rowling!

  12. @shefryneshef berkata:

    Ga ngerti lagi gimana cara JK Rowling bisa bikin dunianya Harry Potter! Aku bukan fans harry potter dari awal banget, tapi begitu nonton dan baca novelnya…..

    LANGSUNG JATUH CINTA 😍😍😍

    Rasanya pengen punya semua merchandisenya dan pengen juga jalan-jalan kesana. Harus nabung pake banget sih ini :”)

    Sedih dan gemes sendiri pas Harry Potter udah mau tamat, trus tokoh-tokoh yang loveable pada meninggal hiks. Gak cuma tentang Harry Potternya aja, bahkan novel kayak fantastic beast sama tales of beedle aja bisa bikin seneng dan makin berimajinasi.

    Eh, excited banget nunggu Harry Potter and The Cursed Child! Harry Potter itu kayak gak bakal habis sama jaman, liat aja udah berapa tahun dari buku dan film terakhirnya, tapi ga bikin fans nya bisa lepas atau lupa gitu aja :))))))))

  13. Galih ola berkata:

    Yaampun.. Lucky bangett kamuu kakk bisa kesanaa! And i’m so happy for you!!
    Aku bacanya aja panik seneng gituu HAHAAH, luculucu banget foto2nyaa berharap bisa kesana sama keluarga aku (even though yg suka Harry Potter aku doang XD)

    Aku tuh pas kecil suka banget nonton Harry Potter, tapi yaa karna masih kecil gamgerti sama sekali HAHAHA. Jadii aku nonton lagi sekarang, dan aku gabisa berenti nonton sampe kakak aku marahin aku garagara nonton terus😄.
    Mereka juga keren bangett omaiga

    Aku sih paling suka chamber of secrets! Karna itu teka teki bangett gatau kenapaa yaa tapi kerenn banget!! Dan mereka tuh selalu bertiga dan itu bestfriend goals banget!

    Dan aku dari kecil pengen banget punya wand! Dan bisa magic gitu, walaupun gamungkin beneran HAHAHA. Tapi film Harry Potter ini tug benerbener bagus banget imajinasi aku juga jadi jalan terus. Daniel Radcliffe ampe bilang ini tuh filmnya imajinasi gituu.

    Dan juga Deathly Hallows part 2 aku nahan nangis karna kayak sedih gituu

    Dan aku pengen banget ke platform nya juga.. Pengen banget sekolah di hogwarts dan jadi gryffindor!!

    And thankyou for making this Giveaway! And once again, you’re so lucky !!

  14. Galih ola berkata:

    Dan aku juga suka banget sama J K ROWLING!
    Dia bikin novelnya bisa banget!

    Aku juga suka banget baca novelnya (walaupun aku bacanya lama banget tapi worth it HAHAH)

    Aku aja tuh lebih milih film harry potter dari yg lain. Kadang abis nonton Harry Potter aku juga mikir coba aku bisa sekolah di Hogwarts😄.

    Aku juga gasabar!, katamya filmnya bakal keluar lagi omagaaaa, katamya macem sequelnya!!!

    Dan kalo di London disana ada kayak deama harry potter (susah jelasinnya huhu) katanya tuh taun ini, aku lupa bulannya. J.K. Rowling blg itu gabakal ada filmnya jadi cmn di theater itu doang😦. Sedangkan kita inggal di Indonesia😥.

    Sadly, HP collections cuman ada mapnya dan miniatur broomnya Harry dan kayaknya hilang😦

    Dan aku pengen banget coba Butterbeer😦 LOOKS GOOD THOOOO

  15. Atika berkata:

    Museumnya luas banget ya kak.. Keren. Kak chika hafal betul lagi detailnya, pencinta HP sesungguhnya nih kak Chik..

  16. Amy berkata:

    Mba Chikaaa…
    Aku cuma bisa merinding bacanya.. ngebayangin kalo aku yg kesana bakal nangis kesenengan… 😭😭😭

    Aku dari pertama kali film Harpot keluar udah ngikutin.. Dulu masih SD kelas 6, duit jajan ditabung buat dibongkar setiap ada launching buku baru.. Sekarang udah lengkap dan semua bukunya udah dibaca berulang2..

    Paling suka sama buku yang ketiga, Harry Potter and the prisoner of azkaban. Ntah udah berapa kali baca untuk buku yg ke 3 itu. Karena dibuku itu pertama kalinya Harry keluar dari Hogwarts dan permainan waktu yang bikin mikir tp ga susah buat dicerna. Ga banyak musuh cuma kesalahpahaman aja. Dan disitu pertama kalinya dia ngerasa bahagia krn ada org yg sayang sama dia dan dianggap spt orangtuanya.. jadi ikutan hepii… 😂😂

    udah gitu aja.. semoga aku dpt souvenirnya..

    btw aku juga ngumpulin Badge, syall gryffindor, tongkat harry dan Voldemort, even foto2 dibikin klipping banyak banget.. 😝😝😝😝

  17. Monita berkata:

    Sebetulnya udah baca posting kamu Chik tapi mau komen takut isinya iri dengki. Huahahaha… Sebagai maniak Harry Potter, yang di Jepang saja belum terpenuhi apalagi London. Tulisanmu cukup membantu mengatasi dahaga fans HarPot seperti kite2 ini lah, sambil nyiapin pundi-pundi. *cekokin pake Butterbeer – katanya dahaga-tsah* Dan diriku tentu saja kepengen emblem ituuuuh…

    Senang Harry Potter dari kapan? Well waktu itu aq termasuk telat tau bukunya rilis, tau2 sudah buku yang ke 2, berarti th. 2000, itu juga gara2 selentingan mau ada filmnya. Akhirnya beli 2-2nya langsung dengan sedikit malas karena cover culun Harry lagi naik sapu yang tampak tidak menarik untuk dibaca. Aq baca itu di ruang tunggu dosen karena harus melaporkan sesuatu.. Eh keterusan. Sampe ga konsen tuh dosen ngomong apaan. J.K. Rowling sangat renyah dalam menuliskan cerita. Mengalir dengan klimaks sampai anti klimaks. Waktu film pertama juga bela-belain nonton di Supermall Lippo Karawaci mengingat Cilegon belum ada bioskop waktu itu. Pemerannya masih unyu-unyu termasuk yang nonton. #eh

    Sejak itu diriku mengoleksi buku, syal, tongkat , video games, majalah yang memuat sampai foto cosplay jadi Harry Potter dengan potongan rambut mirip Daniel Radcliffe di sebuah majalah film dan menyabet juara pertama. Dikala itu media ilustrasi belum secanggih sekarang. Bermodal foto roll film sama kertas coklat untuk nasi diriku menang. Hahaha… Alhamdulillah. Uangnya bisa buat beli hape.

    Kalau buku favorit aq paling suka Harry Potter and The Goblet of Fire sama tentu aja pamungkasnya Harry Potter and the Deathly Hallows. Karena 2 buku itu paling rame dan paling sulit untuk tidak dibaca. Padahal tebel mampus. Tapi dari semuanya sampai filmnya adalah serial terakhir. Sampai sekarang aq masih ikut nangis ketika Prof. Snape meninggal dan meninggalkan pesan lewat air mata di pensieve. Ternyata Prof. Snape dengan rambut berminyak sebahu itu adalah yang paling sayang sama Harry Potter karena terlalu setia dan mencintai ibunya. Tisu… Huks… Mana tissu..

    Huhu.. Semoga diriku diberikan rejeki lebih untuk mengunjungi Harry Potter studio. Penasaran rasa butterbeer dan penasaran apa bener ada kacang (atau jadi permen mungkin) dengan rasa kotoran telinga atau muntah? Atau ada coklat kodok yang bisa lompat dan kabur lewat jendela? Kalau itu semoga kaburnya ke mulut terus masuk perut gue. Wkwk..

  18. ulliks berkata:

    kyaaaa..akhirnya nemuin blog yang detail bahas ‘jeroan’nya HarPot studio!😍
    selama ini nyariin detailnya krn utk panduan ‘naik haji’ besok Desember ke London *padahal masih nungguin visa*.. aamiin.. semoga kejadian bener.
    makasih tulisannya sangat membantu ngasih bayangan ‘tour’nya.

    btw daku juga punya trust issue, let me know when u got a solution😢 *habis baca mensyenan Alex*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s