Inside Out, Ketika Emosi Dijadikan Seorang Tokoh

inside outPertama kali mendengar Inside Out dibahas, katanya film ini bakal bagus banget dan menjadi pembicaraan banyak orang di Amerika. Sayangnya masuk ke Indonesia lumayan terlambat, katanya sih supaya gak bersaing dengan film Minions.

Maka ketika film ini dirilis di bioskop Indonesia, tentu saja Inside Out tidak boleh dilewatkan. Saya pun memutuskan untuk menonton film ini di studio IMAX.

Dimulai dengan kelahiran seorang anak perempuan bernama Riley. Di saat yang sama muncul tokoh bernama Joy (bahagia), yang mewakili emosi bahagia Riley ketika lahir. Tak lama kemudian Riley menangis yang disebabkan oleh emosi sedih yang diberikan oleh Sadness (sedih). Seiring bertumbuhnya Riley, maka muncul emosi-emosi lainnya yaitu Fear (takut), Disgust (jijik), dan Anger (marah). Kelima emosi ini bergantian mengisi perasaan yang dialami oleh Riley.

Di film ini terlihat bagaimana Joy berusaha untuk mendominasi emosi-emosi yang dialami Riley. Dia ingin Riley selalu happy dan tidak mengalami hal-hal sedih. Padahal emosi manusia sebaiknya tidak hanya satu saja, tapi berubah-ubah.

riley

Riley

Karena suatu kecelakaan di ‘ruang kontrol’ otak, Joy dan Sadness terlempar ke luar yang menyebabkan kepribadian Riley berubah. Di saat perjalanan kembali menuju ruang kontrol otak, mereka bertemu dengan Bing Bong, teman imajiner Riley sewaktu kecil. Bing Bong ini bisa dibilang campuran kucing, gajah, dan lumba-lumba yang terbuat dari cotton candy.

Lucu rasanya mengikuti perjalanan bagaimana proses otak berjalan. Ada ingatan jangka panjang, ada juga tempat pembuangan ingatan. Tempat pembuangan ingatan membuat saya mengerti kenapa orang bisa jadi pelupa.😛

bing bong

Bing Bong, Sadness, dan Joy

Film Inside Out rasanya akan cukup berat untuk ditonton anak-anak karena beberapa dialog cukup cepat dan mungkin agak sulit dicerna dengan baik. Namun dari sini anak-anak bisa belajar memahami emosi, seperti yang ditulis oleh mbak Tika di postingan blognya. Semacam mempermudah untuk mengetahui emosi dalam diri.

Karakter tokoh-tokoh di film ini diceritakan dengan baik, selain itu banyak dialog-dialog di film yang quotable, salah satunya adalah dialog yang diucapkan oleh Sadness.

sadness

Memang terkadang menangis itu membuat beban menjadi ringan. Dari film ini diajarkan bagaimana cara emosi–emosi bekerja di otak. Ide cerita film ini sungguh unik dan menyenangkan.

Skor film ini adalah 9/10. Oh iya, sudah coba tes karakter emosi apakah kamu? Saya sih udah coba, hasilnya bisa dikatakan karakter saya adalah Joy. Hahahahaha~

joy

Mau coba testnya? Klik aja di sini. Oh iya, usahakan jangan telat masuk ke bioskop  ya, karena ada film pendek bagus berjudul Lava yang ditayangkan sebelum film Inside Out dimulai. ^^

11 thoughts on “Inside Out, Ketika Emosi Dijadikan Seorang Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s