Pelanggar Lalu Lintas Terbesar adalah…

motorPengendara motor. Kenapa?

Penilaian semena-mena ini diambil berdasarkan pengamatan saya sehari-hari selaku pengguna jalan aktif. Saya mengamati, menilai, dan mengalami sendiri berbagai kejadian dengan pengendara motor.

Sebagai pengguna jalan yang aktif, saya seringkali menemui kejadian-kejadian dengan berbagai kendaraan. Mobil yang ngebut, bus yang supirnya ugal-ugalan, truk yang ngambil sisi kanan jalan tapi jalannya selow, taksi yang sering berhenti mendadak, bajaj yang suka nyelip dan zigzag, hingga motor yang suka melawan arus.

Namun dari sekian banyak kejadian, peristiwa tidak enak seringkali dengan para pengendara motor. Salah satunya adalah ketika saya diserempet motor.

motor nekat

Saat sedang mengendarai mobil, lampu menunjukkan warna kuning, karena saya merasa gak akan keburu, saya memperlambat mobil. Ketika melihat spion belakang, saya melihat motor melaju dengan kencang.

Tampaknya motor tersebut ingin mengejar supaya lampunya gak keburu merah. Motor tersebut mencoba meyalip mobil saya untuk menerobos lampu, tapi karena dengan kecepatan luar biasa, dia gagal nyalip sehingga entah bagian mana motornya menyerempet sisi kiri belakang mobil saya.

Motor tersebut sempat melihat saya terus kembali melaju kencang menerobos lampu merah. Saya gak bisa berbuat apa-apa. Sosok motor sudah hilang terhalang mobil-mobil dari arah lain.

Pengalaman lainnya adalah ketika melewati jalan satu arah. Ujung jalan searah ini sedikit berbahaya karena kada tikungan. Nah, di sini motor seringkali masuk melawan arah. Karena tikungan tersebut kadang tidak terlihat kalau motor masuk. Pernah saya lewat dengan kecepatan sekitar 20km/jam, tiba-tiba ada motor masuk melawan arah dan ngebut!

Saya langsung banting ke kiri, tapi mobil saya sempat dicium motor itu. Duh apes banget.

Tak cuma soal melawan arah, banyak pelanggaran lain yang sering dilakukan pengendara motor. Misalnya di lampu merah seringkali motor berhenti melewati garis batas dan menginjak zebra-cross untuk tempat penyeberangan pejalan kaki. Atau berhenti di luar palang kereta api, padahal hal itu membahayakan jiwa mereka.

motor kejebak

Salah satu berita pelanggaran motor yang sempat ramai jadi pembicaraan adalah ketika pengendara motor naik jalan layang non-toll (JLNT) dan melawan arus, yang apesnya ditabrak motor yang menyebabkan istri si pengendara terlempar dari jalan layang, jatuh kebawah dan meninggal. Padahal si istri sedang hamil. Aduh, berita ini benar-benar menyedihkan.😦

Belum lagi cerita dari Om Dolly mengenai anak temannya yang baru kelas 5 SD mengalami kecelakaan ketika diboncengin naik motor oleh temannya yang kelas 4 SD. Namun setelah berita tersebut, besoknya masih ada yang melanggar tetap lewat JLNT. Gak kapok kalau belum ngerasain sendiri kejadiannya.

Berikut yang seringkali dilanggar oleh pengendara motor:

  1. Tidak pakai helm
  2. Tidak memasang lampu
  3. Naik motor lebih dari 2 orang (yang ini ya sudahlah ya…)
  4. Menerobos rambu lalu lintas
  5. Melawan arah
  6. Belum punya SIM (hayooo siapa yang gak punya SIM tapi tetap mengendarai motor? :P)
  7. Memasuki jalur busway
  8. Naik ke trotoar
  9. Berhenti di area zebra cross
  10. Naik ke jembatan penyeberangan (saya sering lihat di area Kelapa Gading)

Lalu postingan blognya Arief Latu ini benar banget!

Saya juga sering menemukan anak-anak berseragam putih biru, naik motor gak pakai helm, bertiga, dan melawan arus. Kalau ditilang polisi, kena berapa lapis pasal ya? Terlepas dari mereka para pengendara motor yang sering melanggar tata tertib, tapi masih banyak pengendara motor di luar sana yang tertib dan mentaati peraturan. Sangat disayangkan apabila pengendara motor yang suka melanggar ini yang justru merusak nama baik para pengguna motor lainnya.

Sudahkah kalian menjadi pengguna jalan yang baik? Saya sih belum… *ngaku*

20 thoughts on “Pelanggar Lalu Lintas Terbesar adalah…

  1. ekkyrezky berkata:

    “Terlepas dari mereka para pengendara motor yang sering melanggar tata tertib, tapi masih banyak pengendara motor di luar sana yang tertib dan mentaati peraturan.”

    AKU!!

    Sebagai (mantan) anak Jogja yang mana lalu lintasnya lebih mendingan, saya udah terbiasa buat (agak) patuh peraturan lalu lintas. Soalnya di sana polisinya lebih tegas, dan kalau ngelanggar jadi keliatan banget karena kebanyakan orang nggak. Nggak kayak di Jakarta, kalo gak ngelanggar malah jadi keliatan aneh sendiri…..

  2. warm berkata:

    pelanggar terbesar ?
    *membaca postingan di atas*

    oh cuma opini pribadi, dan pengamatan cuma di ibukota tampaknya
    baiklah.. no komen kalo gitu😀

  3. Renggo berkata:

    Kalo aku kadang ga sabar pas di lampu merah. Pernah waktu itu lampu kuning juga, takut ga keburu aku ngebut aja. Eh, malah nyerempet mobil. Huvt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s