Belajar Memetik Teh di #GreenTeaAdventure

pucuk tehBerkunjung ke kebun teh merupakan suatu perjalanan yang sangat jarang dilakukan. Biasanya kalau ke daerah pegunungan, saya lebih suka menikmati pemandangan sambil makan jagung rebus yang dioles mentega, namun perjalanan kali ini berbeda.

Bersama rombongan #GreenTeaAdventure, @NuGreenTea membawa saya ke Ciwidey, Bandung, untuk merasakan langsung pengalaman memetik daun teh dan mengunjungi pabrik pembuatan teh.

Selama di acara #GreenTeaAdventure ini, peserta dimanjakan dengan aneka produk @NuGreenTea, mulai dari Nugreentea original, less sugar, royal jasmine dengan gula batu, sampai dengan madu!

Pagi sehabis subuh, rombongan #GreenTeaAdventure pergi menuju perkebunan teh Dewata milik PT Kabepe Chakra dengan menggunakan Land Rover. Ini pertama kalinya saya naik mobil ini. Rupanya perjalanan menuju kebun teh tidaklah mulus. Sekitar 3 jam lebih saya melewati perjalanan yang terasa seperti nonton di bioskop 4DX.

jeep

Naik mobil ini selama perjalanan

Peserta #GreenTeaAdventure terdiri dari media (online maupun cetak) dan blogger. Para blogger tersebut adalah Popon, Mbak Tika, Didut, Teh Nita, dan Wandy @Popokman.

Sesampai di tempat tujuan, rombongan #GreenTeaAdventure sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan untuk melihat perkebunan teh. Sepanjang jalan, pemandangan hijau menghiasi mata. Perkebunan Teh Dewata memiliki luas lahan 600 hektar dan dikelilingi oleh wilayah Cagar Alam Gunung Tilu. Oh iya, di sini termasuk kawasan yang tak terjangkau sinyal sehingga peserta bisa fokus dengan perjalanan.😆

Rasanya tak henti-hentinya para peserta mengagumi cagar alam seluas 8000 ha ini. Perkebunan Teh Dewata sungguh besar. Kalau tiap hari keliling di sini mungkin saya bisa kurus mendadak.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pak Jaja, salah satu pegawai Perkebunan Teh Dewata mengajarkan cara memetik daun teh yang benar, yaitu dengan memetik pucuk paling atas yang diikuti oleh tiga helai daun di bawahnya. Daun teh biasanya dipetik setiap 15 hari sekali sejak tumbuh. Dari penjelasan tersebut akhirnya saya dan rombongan #GreenTeaAdventure lainnya ikut memetik teh.

metik daun teh

Mejeng dulu…

Untuk memetik daun teh, yang perlu digunakan adalah topi caping, apron (celemek berbahan plastik), dan keranjang untuk menaruh daun teh. Para pemetik daun teh ini bisa menghasilkan daun teh hingga 50 kg. Luar biasa!

Kami yang akan belajar memetik daun teh dibagi menjadi 6 grup. Konon grup yang berhasil memetik teh terbanyak boleh menggunakan mobil panther untuk menuju pabrik. Kebetulan grup saya menang dan berhasil mendapatkan daun teh terbanyak. Tapi ternyata MC-nya PHP. *bakar MC-nya*

daun teh

Daun teh yang sudah dipetik

Selesai belajar memetik daun teh, dilanjutkan dengan berkunjung ke pabrik teh Dewata. Pabrik Teh Dewata sendiri telah berdiri dari tahun 1932. Untuk memasuki pabrik pembuatan teh ini, pengunjung diharuskan dalam keadaan steril. Cuci tangan terlebih dahulu, lalu memakai jas khusus, shower cap, masker, sampai alas kaki. Di dalam pabrik terlihat para pegawainya juga menggunakan atribut yang sama agar terjaga kebersihannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Untuk proses teh hijau sendiri, daun teh yang digunakan merupakan daun teh baru yang masih segar. Berbeda dengan teh hitam, teh hijau tidak melalui proses oksidasi sehingga kandungan gizinya bisa dibilang lebih sehat karena mengandung lebih banyak polyphenol. Sedangkan untuk teh hitam, dilakukan oksidasi sekitar 12 jam baru setelah itu diproses menjadi teh hitam. Karena itulah teh hijau bisa dibilang lebih sehat karena memiliki anti oksidan.

Selesai berkunjung ke pabrik teh Dewata, rombongan diberi kesempatan untuk mencicipi teh hijau yang sudah selesai diproses. Wuiiih nikmat banget rasanya apalagi dimakan dengan pisang goreng aroma.

teh hijau

Teh hijau dari daun teh yang baru

Kalau kata Ketua Dewan Teh Indonesia yaitu pak Rakhmat Badruddin, minum teh hijau setiap hari dapat membantu mengurangi kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, mencegah bau mulut dan mengurangi bakteri di dalam mulut, serta meningkatkan metabolisme tubuh. Jadi kalau minum teh hijau bisa menjaga tubuh biar tetap oke. OKE SAYA BAKAL RAJIN MINUM TEH HIJAU SETELAH INI!

Sungguh suatu pengalaman yang menarik dapat berkunjung ke Perkebunan Teh Dewata. Dari sini saya jadi mengerti bagaimana usaha para pemetik teh yang bekerja dan menghadapi teriknya matahari. Mari jangan sia-siakan usaha mereka memetik teh dan mulailah menikmati teh lokal.

Yuk minum teh!

33 thoughts on “Belajar Memetik Teh di #GreenTeaAdventure

  1. adhyasahib berkata:

    betul2 pengalaman yang menarik ya bisa petuk teh langsung dari kebunnya. Nugreentea aku juga suka banget,dulu setiap buka puasa pasti minum nugreentea itu yg less sugar/ madu enaaak,,,sayangnya disini gak ada yang jual😦

  2. Teh Blesstea berkata:

    Saya juga pernah metik daun teh di didaerah medan,, waktu studi tour semasa Sekolah, dan pemandangan nya sangat indah dan menyenangkan sekali,,tapi sayang kemarin ga sempat foto foto..hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s