Perbandingan Solo Traveler, Travel Bersama, dan Group Traveler

jalanjalanTravel alias jalan-jalan merupakan salah satu hobi saya, walaupun saya tidak bisa sering menjalankan karena keterbatasan waktu. Namun begitu ada waktu senggang atau liburan panjang, biasanya saya menggunakan untuk travel atau beristirahat.

Setelah melakukan travel baik sendirian (gak benar-benar sendirian sih, biasanya tidurnya nebeng di tempat siapa gitu, tapi perginya sendiri), bersama teman, dan bersama rombongan dari travel agent (group traveler), maka saya mencoba membuat perbandingan. Berikut perbandingan solo traveler, group traveler, dan menggunakan travel agent.

Solo Traveler alias Piyambakan

+ Plus Solo Traveler

  1. Mau ke mana aja gampang, gak perlu minta ijin.
  2. Waktu bebas karena terserah kita sendiri. Mau berlama-lama nongkrong di satu tempat juga gak ada yang ngelarang. Berlama-lama belanja juga gak masalah.
  3. Bebas mau bangun pagi atau tidur malam. Tapi tetap harus disiplin waktu sih, jangan sampai waktu liburan habis cuma buat molor. Haha.
  4. Gak ada batasan mau pergi ke mana aja karena keputusan berada di tangan kita sendiri.
  5. Di theme park suka ada jalur antrian khusus yang sendirian. Lebih cepat! single riders
  6. Karena gak ada teman ngobrol, biasanya jadi punya teman baru karena ada yang ngajak ngobrol, ngajak kenalan dll tanpa disengaja. Kayak pas ke Budapest kemarin, saya jalan sendirian di pertokoan dan jadinya berkenalan dengan orang lokal.

– Minus Solo Traveler

  1. Kalau kesiangan gak ada yang bangunin. Nasib piyambakan. Tapi gak perlu khawatir karena gak ada yang dirugikan.😛
  2. Kalau lagi di cafe dan mau pipis gak ada yang jagain barang. Mau gak mau titip ke waiter atau petugas, atau ya bawa barangnya ke toilet dengan resiko kursinya diambil orang lain.piyambakan
  3. Kalau kehabisan duit, gak ada yang bisa dipinjemin duit. Jadi harus ke ATM sendiri. :twisted:
  4. Khawatir akan excess baggage. Jadi harus tahu diri dalam berbelanja. Wajib bawa timbangan koper untuk berjaga-jaga. timbangan
  5. Gak ada teman ngobrol.😦
  6. Gak ada yang motretin, jadi harus sering selfie. Tapi sekarang gak perlu khawatir karena ada tongsis!

Bersama Teman/Keluarga (Travel buddy)

+ Plus Bersama Teman

  1. Enak ada temannya, jadi ada teman ngobrol. Sama Meta
  2. Kalau mau pipis atau naik wahana di taman bermain, ada yang jagain tas.
  3. Ada yang bisa bantu motretin dan hasilnya gak jelek. Kalau bareng orang tua (dalam kasus saya), ketika minta tolong ke mereka hasilnya kurang maksimal.:mrgreen:  dipotretin
  4. Kalau gak ada duit bisa pinjem duit. *eh*
  5. Ada yang bisa megangin barang kalau lagi repot.

– Minus Bersama Teman

  1. Kadang tempat tujuan gak selalu sama, jadi harus memutuskan mau pergi terpisah atau salah satu mengalah.
  2. Kalau belanja gak enak, gak enak nungguin dan ngerasa gak enak kalau ditungguin. Tapi ini tergantung seberapa dekat kamu dengan travel buddy kamu.
  3. Waktunya jadi agak terbatas karena saling bergantung satu sama lain. Gak seketat travel bareng group traveler tapi gak sebebas solo traveler.


Group Traveler (Menggunakan travel agent)

+ Plus Group Traveler

  1. Tempat yang didatangi bisa banyak karena itinerary padat.
  2. Gak pusing mikirin kendaraan karena disiapkan oleh travel agent.
  3. Banyak yang bisa motretin (walau kadang hasilnya kurang).
  4. Gak pusing mikirin makanan karena sudah dalam paket perjalanan. makanan
  5. Gak repot dalam antri membeli tiket untuk masuk ke dalam tempat rekreasi atau tempat wisata karena sudah diurusin langsung oleh travel agent.
  6. Banyak kenalan baru.
  7. Gak susah nyari tempat belanja atau toko oleh-oleh, karena pasti ada di itinerary mereka. tempat suvenir
  8. Gak usah takut excess baggage karena bisa numpang sama peserta lain yang bawaannya lebih sedikit.

– Minus Group Traveler

  1. Harus nungguin yang belanjanya kelamaan. Oleh karena itu sangat diperlukan sikap disiplin waktu ketika travel beramai-ramai.
  2. Kadang suka ada peserta yang hilang, jadi harus nyari mereka dulu (padahal biasanya ngerokok di pojokan atau kelamaan belanja)
  3. Waktu sangat terbatas. Biasanya ke tempat anu cuma sejam, ke tempat itu setengah jam untuk foto-foto aja, ke tempat belanja 2 jam. Kecuali ke tempat rekreasi seperti theme park, biasanya dikasih waktu seharian sampai sore lalu berkumpul untuk makan malam bersama.
  4. Tempat makannya sudah ditentukan. Agak sulit kalau mau jajan di pinggiran. jajanan
  5. Kurang bebas pergi ke sana sini.

Demikian plus dan minus solo traveler, group traveler, dan menggunakan travel agent. Ini menurut pendapat saya pribadi yang sudah mengalami ketiganya. Ada yang mau menambahkan?😀

15 thoughts on “Perbandingan Solo Traveler, Travel Bersama, dan Group Traveler

  1. ndop berkata:

    Semuanya kalau aku cocok cocokan sih kak. Dulu sama temen yg cocok enak banget, dia bisa nyusun itinerary secara rapih dan kita semua disiplin. Paling telat2 yah sejam doang lah (bangun pagi males hahaha)

    Trus pernah sama temen lainnya, DUH AKU DIBULLY HABIS2an. Dan diriku bad mood sama tim yg ini. Huaahah kapok deh liburan bareng mereka, bintangnya gak cocok sama aku yg Leo #eh

    Kalau sendirian gabung sama travel sih belum pernah. Januari akhir ini mau coba ke Lombok sih. Moga2 jadi dan menyenangkan. Aaamiiiin..

    Kalau sendirian tanpa teman siapapun belum pernah. Aku selalu koling sana sini buat dijemput hahaha. Maklum aku punya banyak fans di seluruh Endonesa. Harus dimanfaatkan HUAHAHAHA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s