Paris dan Menara Eiffel

parisPergi ke Paris berarti harus mengunjungi Menara Eiffel, icon dari ibukota Perancis. Sesampai di Paris, tujuan pertama saya adalah Menara Eiffel!

Saya ke sini bersama Mama saya dan rombongan yang ikut conference di Eropa. Namun ternyata Mama dan rombongan tidak tertarik naik ke Menara Eiffel. Katanya sudah pernah naik. Huh.

Beruntung ada satu om peserta conference dari Timor Leste yang ternyata juga mau naik ke Menara Eiffel. Maka bersama om ini saya mengantri naik ke atas.

Untuk naik ke atas Menara Eiffel saat itu durasi mengantrinya sekitar 45 menit. Dari bawah, antrian sudah mengular. Tapi kalau mau nunggu sepi ya susah, jadi mau gak mau harus mengantri. Dari bawah saya potret-potret kolong Menara Eiffel. Kira-kira seperti ini pemandangan di sekitar.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Apabila ingin naik ke atas banget diharuskan membeli semacam tiket terusan, karena akan naik 3 kali untuk ke atas. Ada 3 level di Menara Eiffel.

Berhubung Level 1 untuk restauran, jadi langsung naik ke Level 2. Dan karena saya turis, tentu saja saya gak mau rugi dan beli tiket sampai ke Level 3. Rugi kalau cuma sampai Level 2.😛

eiffel

Tingkatan Menara Eiffel

Harga tiket untuk sampai ke Level 2 adalah € 5.5, sedangkan untuk sampai ke Level 3 adalah € 8.5. Sehingga total untuk naik ke atas yaitu € 14 (ini pas saya ke sini tahun 2012).

Sekarang kalau menurut website, untuk ke Level 2 HTM € 9 sedangkan Level 3 HTM € 15, jadi total sampai atas harus merogoh kocek hingga € 24. Naik harganya banyak yaaaa! Yang pasti naik ke Monas jelas lebih murah sih.:mrgreen:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pas saya ke sini, restaurannya lagi gak dibuka. Saya lupa harga tepatnya berapa kalau makan di sana, yang pasti mahal. Bisa jutaan rupiah. *glek*

Selain itu ada toko souvenir yang menjual aneka barang bertuliskan Paris atau Menara Eiffel. Berhubung masih hari pertama di Paris, saya memutuskan untuk tidak berbelanja di sini. Mau hemat!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah foto-foto di bagian pinggang Menara Eiffel, saya mengantri lagi untuk naik lift ke atas. Di sini banyak sekali peringatan hati-hati akan copet.

Di Paris jangan membayangkan copet pakai baju lusuh atau tidak mandi, justru copet di sini (katanya) ganteng kayak artis-artis Hollywood. Jadi harus benar-benar waspada saat berada di public area.

Ketika mencapai atas, huaaaaaaaah pemandangan dari atas kereeeeeeeeen banget. Saya suka sekali melihat city lights dari ketinggian. Di atas sini udara duingiiiin banget. Untung saya gak pergi sendiri, setidaknya ada yang bisa diminta untuk foto-foto.😛

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di atas ini terdapat museum kecil mengenai Gustave Eiffel, si pembuat Menara Eiffel. Ada boneka lilin gitu sih, tapi saya gak motret. Lupak hahahaha…

Di sini juga menjual beer atau wine, jadi buat yang kedinginan bisa menghangatkan badan di sini. *peluk tiang*

Durasi saya di sini kira-kira 2-3 jam. Rugi udah bayar mahal tapi cuma sebentar, mending dilama-lamain sekalian. Selain potret-memotret, saya juga mengabadikan pemandangan ini di pikiran saya dan berharap suatu hari saya bisa kembali ke sini. *Amiiiiiin*

Aduh, nulis soal Paris jadi kangen ke sini lagi. >.<

17 thoughts on “Paris dan Menara Eiffel

  1. Chic berkata:

    Gue pas ke sini pas banget suhu lagi drop ke nol derajat trus hujan es. Jadi lah ga lama-lama di sini. Boro-boro mau ngantri naik deh. Sibuk ngerapetin baju, padahal udah pake baju 3 lapis plus sweater dan long coat. Huh!😆

  2. suarabontang berkata:

    Reblogged this on Suara Bontang and commented:
    Di atas ini terdapat museum kecil mengenai Gustave Eiffel, si pembuat Menara Eiffel. Ada boneka lilin gitu sih, tapi saya gak motret. Lupak hahahaha…

    Di sini juga menjual beer atau wine, jadi buat yang kedinginan bisa menghangatkan badan di sini. *peluk tiang*

    Durasi saya di sini kira-kira 2-3 jam. Rugi udah bayar mahal tapi cuma sebentar, mending dilama-lamain sekalian. Selain potret-memotret, saya juga mengabadikan pemandangan ini di pikiran saya dan berharap suatu hari saya bisa kembali ke sini. *Amiiiiiin*

    Aduh, nulis soal Paris jadi kangen ke sini lagi. >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s