Gravity, Sebuah Perspektif Baru Tentang Astronot

gravitySaya menonton film Gravity tepat pada hari pertama tayang untuk publik. Film ini adalah salah satu film yang saya tunggu-tunggu.

Rasanya sudah lama tidak menonton film bertemakan antariksa yang membahas soal astronot. Kebetulan saya suka film berbau benda angkasa. Entah itu alien, planet-planet, atau bintang.

Dengan memilih nonton di studio IMAX, saya berharap film ini menyajikan gambar yang memanjakan mata. Saya tidak berekpektasi banyak ketika menonton film ini, namun ternyata filmnya melebihi ekspektasi saya!

Bercerita tentang pesawat antariksa Explorer yang sedang melakukan ekspedisi. Malang tak dapat dihindari, Explorer rusak total karena terhantam pecahan serpihan hasil uji anti-satelit Rusia.

Bayangkan serpihan kaca melesat dengan kecepatan menyeramkan. Ryan Stone (Sandra Bullock) ditemani oleh Matt Kowalski (George Clooney) berhasil selamat dari peristiwa naas tersebut.

Jadilah mereka berdua menjelajah antariksa dengan bermodalkan jetpack di punggung Matt dan suplai oksigen yang terbatas. Perjalanan begitu lambat karena hanya bisa mengandalkan hembusan jetpack.

matt & ryan

Saya tidak akan memaparkan alur cerita film ini, lebih enak ditonton langsung di bioskop, apalagi yang versi 3D. Memang menurut beberapa orang film ini membosankan. Tapi yang saya rasakan adalah kesepian. Kesepian memang bisa membosankan tho?

Bayangkan kamu terjebak sendirian di tempat yang tidak ada apa-apanya selain pemandangan luar biasa. Menyenangkan, namun terasa sepi. Tidak ada keluarga, tidak ada suara, tidak ada apa-apa. Yang ada hanya kamu dan pemandangan luar angkasa.

Kamu akan terpana dengan cantiknya luar angkasa, namun lama-lama membosankan. Rasanya ingin segera pulang ke bumi, bertemu dengan orang-orang yang disayangi. Bahkan mendengar suara manusia lain saja membuat perasaan lebih tenang.

Film Gravity mengajarkan bagaimana rasanya benar-benar sendirian dan hanya dapat mengandalkan diri sendiri. Alur cerita ini memang lambat dan karakter tokoh kurang kuat, namun terbayarkan dengan breathtaking views.

Disutradarai oleh Alfonso Cuarón (ini sutradaranya Harry Potter and the Prisoner of Azkaban lho!), Gravity seperti memberikan jawaban dari pertanyaan mengenai aktivitas astronot di angkasa dan cara untuk bertahan di luar angkasa.

Trailer film Gravity

Gravity juga memberikan perspektif bagaimana sesungguhnya pekerjaan astronot. Sekilas pekerjaan astronot itu menyenangkan, tetapi ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Wajarlah apabila untuk menjadi astronot harus melewati segambreng tes fisik hingga mental.

Saya menonton film ini 2 kali. Pertama nonton di IMAX, di mana saya puas banget karena visualisasi 3D di layar IMAX sungguh luar biasa.

Yang kedua saya nonton di studio 4DX Blitzmegaplex. Di sini saya seperti merasakan terguncang di angkasa, hingga sesak pada suatu adegan. Gak mau cerita lebih lengkap karena takut spoiler.😛

Mending cobain aja deh nonton di salah satu tempat yang saya sebutkan. Dijamin tidak akan menyesal (kecuali kalau kamu ternyata memang gak suka cerita di film ini).

Setelah menonton ini, masih ada yang mau bercita-cita jadi astronot? Atau malah pengen jadi astronot?

.

Gambar di postingan ini semua diambil dari imdb.

37 thoughts on “Gravity, Sebuah Perspektif Baru Tentang Astronot

  1. warm berkata:

    seharusnya sub judulnya diganti : sebuah prespektif baru ttg kesepian #eh

    saya jg penasaran pengen nonton film yg kyknya keren ini, tp ga sempet2, nunggu videonya aja ah

  2. christin berkata:

    5 menit pertama setelah film selesai aku semacam tergoda untuk gak pengen jadi astronot lagi.. tapi setelahnya aku masih tetep pengen jadi astronot. gimanapun yang mereka lakukan di luar angkasa mesti ada gunanya buat manusia

  3. ndop berkata:

    Oke deh. Aku nonton yg 2D aja kak. di Kediri belum ada yg 3D.

    *nasib penduduk some random city called Nganjuk. Yang mana kalau mau nonton bioskop harus ke kediri dulu naik bis*

  4. arya pradipta berkata:

    Filmnya cuma menang di Effect yang bisa dibilang cukup wow, tapi sayang tempat dan peran sangat sedikit, jadi merasa agak bosan mutar2 disitu saja, saya kira ini film prolog nya gmana, sempat kecewa pas tiba2 di luar angkasa. Ga ada penjelasan karakter diawal lebih detail

    Keliatannya ini film hemat di budget latar dan pemain, karena pemain yang ada cuma cewe 1 n cowok 1 di tengah hingga akhir. Cuma menang di effect

    Totaly score 7/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s