Pertama Kali ke Taiwan

pesawatYak, ini pertama kalinya saya menginjak Taiwan. Perjalanan ke Taiwan menggunakan maskapai penerbangan tercinta, Garuda Indonesia dengan durasi penerbangan sekitar 5 jam.

Berhubung saya kelelahan habis ke #Sebelasthlon dan nonton konser Super Junior, maka saya menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur. Oh iya, penerbangan ke Taiwan di malam hari entah kenapa sepi. Bahkan ada yang tidur selonjoran karena banyak tempat kosong.😛

Berangkat jam 23:45, begitu nempel di kursi saya langsung molor. Sekitar jam 3 pagi (menurut waktu jam tangan), saya dibangunkan untuk sarapan. *seka belek*

makanan di pesawat

Makanan di pesawat

Sarapan dulu dengan omelet yang rasanya mirip omelet di 7-evelen. Lalu setelah itu saya gak bisa tidur. Huh. Mendarat di Taiwan Taoyuan International Airport sekitar jam 6 waktu setempat, tanpa basa basi langsung ke toilet (kebelet bok, 5 jam perjalanan) lalu dijemput dengan mobil BMW menuju hotel. I feel awesome!

Saya ke Taiwan tidak sendirian, namun ditemani dengan 6 jurnalis teknologi yang keren-keren, yaitu Dimas (Jagat Review), Erry (Info Komputer), Oik (Kompas Tekno), Putri (Fashionese Daily), Wiku (Trenologi), and Firman (Teknojurnal). Aihmatek, semuanya techie guy (and girl). Saya sendiri mewakili chikastuff.wordpress.com😛

peserta computex

Para jurnalis IT. Ini foto saya yang ambil + comot dari sini.

Sampai di Taipei, ada waktu bebas sampai jam 6 malam, maka saya dan rombongan memutuskan untuk mampir ke Taipei 101, gedung tertinggi di Taiwan yang memiliki 101 lantai. Gedung ini cuma selemparan kolor doang dari hotel tempat saya menginap.

taipei 101

Taipei 101

Oh iya, hotel tempat saya menginap itu di Grand Hyatt yang kamarnya cukup gede sayang cuma diisi oleh saya sendiri. *bukan kode*

Gedung Taipei 101 terlihat megah di siang hari, dan tampak menyala indah di malam hari. Di sini saya mampir ke Starbucks untuk mencari internet. Ternyata di Taipei 101 ini ada wi-fi gratis dan cepat. Ngecek speedtest sih saat itu untuk download koneksinya mencapai 27 MBPS. Lumayan banget ya kalau mau download film bajakan.

speedtest

Wuuush wuuuush!!

Di Taipei 101 akhirnya saya ketemu mbak Dhyoti, Head of Public Relations Intel Indonesia Corporation sekaligus chaperone kami selama di Taiwan. Setelah perut teriak-teriak minta diisi, maka saya dan yang lainnya mencari makanan terdekat yaitu food court di bawah. Karena makanan yang dijual kebanyakan bebong alias babi, akhirnya saya memutuskan makan masakan Timur Tengah saja. Insya Allah halal!

Berhubung saya suka banget dengan roti naan, saya pesan naan dengan kari ayam. Selesai memesan saya diberikan alat ini. Katanya kalau pesanannya sudah siap, alat itu akan bergetar dan menyala-nyala.

alat

Lampu menyala setelah pesanan sudah siap

Setelah menunggu sekitar 10 menit, alatnya bergetar dan lampunya berkedip. WAH CANGGIH YA! Jadi gak perlu ngantri dan bisa tahu kapan pesanan kita sudah kelar. *norak*

Dan ternyata ukuran roti naan yang saya pesan sungguh dahsyat. Inilah perbandingan roti dengan tangan saya.O_o

naan

Harga seporsi ini hampir 70ribu. Lumayan mahal ya…

Roti naan-nya gurih, tapi ternyata enakan naan kepunyaan Putri yang dicampur dengan wijen dan mentega. Setelah kenyang waktunya tidur beristirahat. Malamnya baru turun dari hotel untuk bergabung makan malam dengan representative Intel dari berbagai negara.

Makannya di restoran sushi yang enak banget (dan kayaknya mahal) di Hotel Grand Hyatt. Karena dibayarin, mari makan sepuasnya! Aduh ini postingan isinya kalau gak makan ya hal-hal norak lainnya. Harap maklum.

Buat yang belum tahu, saya ke Taiwan dalam rangka mengunjungi pameran teknologi Computex 2013 yang berlangsung dari tanggal 4-8 Juni 2013 di Taipei. Jujur saja, Taiwan tidak masuk dalam list negara yang ingin saya kunjungi. Jadi saya agak blank soal Taiwan. Postingan selanjutnya mungkin akan membicarakan soal Computex 2013 aja ya.😛

15 thoughts on “Pertama Kali ke Taiwan

  1. ivanprakasa berkata:

    Pertama kali ke Taiwan… Aku diusir… (T.T) nangis di pojokan…
    di Jepang kalo makan di food court pake alat gitu juga kak Chika… tapi beda bentuknya sih… disini biasanya persegi panjang…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s