Dari Amsterdam Ke Volendam

Ibukota Belanda adalah Amsterdam, namun Den Haag yang menjadi kota administrasi dan kediaman Ratu Belanda. Penduduk di Belanda sekitar 16 juta yang berarti hampir sama dengan Jakarta di siang hari (kalau malam hari banyak yang pulang ke kota masing-masing).

Belanda sering disebut sebagai negara kincir angin karena memiliki banyaknya kincir angin yang digunakan sebagai pembangkit listrik. Namun kincir angin kebanyakan bisa ditemui di suburb, bukan di perkotaan.

Di Amsterdam, hal yang menarik perhatian saya di sini adalah kabel-kabel yang berada di luar gedung. Kalau kata tour leader, di Belanda ini apartemen dibuat seminimalis mungkin, begitupun dengan tangga yang ada. Berhubungan apartemen yang dibuat hanya sekitar 3-4 tingkat maka tidak ada lift. Berarti apabila ingin pindah rumah, perabot-perabot dikeluarkan melalu jendela dengan menggunakan kabel-kabel yang ada karena tangga apartemen mereka terlalu kecil untuk dilalui perabotan.

Kabel di sepanjang apartemen

Agak merusak pemandangan sih, tapi begitulah kegunaan kabel-kabel tersebut. Kalau kata Peter, supir bus yang membawa saya berkeliling, di sini mudah mengetahui apabila ada tetangga baru. Mudah pula mengetahui barang-barang mereka apa saja karena barang berukuran besar diangkut dengan kabel.😆

Biaya tempat tinggal di Amsterdam cukup tinggi. Bisa dibilang hampir 70% orang di sini menyewa apartemen karena tidak sanggup membelinya.

Lain Amsterdam, lain lagi di Volendam. Volendam adalah sebuah kota kecil di Belanda yang sebagian penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Perjalanan ke Volendam menggunakan bus memakan waktu sekitar 1 jam (atau lebih, karena saya ketiduran di bus). Sebelum ke Volendam, saya mampir ke tempat pembuatan keju dan klompen, barulah setelah itu pergi ke Volendam.

Begitu turun dari bus, yang saya rasakan adalah suasana seperti pedesaan. Namun pedesaan modern karena memiliki bangunan perumahan yang cantik.

Saya memotret rumah-rumah di sekitar Volendam. Menurut saya rumah-rumah di sini cantik sekali. Rata-rata memiliki pagar mungil (tidak tinggi-tinggi seperti di Jakarta), lalu jendela yang besar (sehingga dari luar kita bisa melihat mereka sedang apa), dan memiliki 2 tingkat.

Setiap rumah di sini memiliki desain yang berbeda-beda, namun semua dikemas dengan cantik. Inilah rumah-rumah di Volendam.

The best part di Volendam adalah, rumah-rumah di sini langsung menghadap ke laut. Bayangkan, kamu bangun pagi dan memandang laut langsung dari jendela kamarmu! Amazing!

Tak hanya sebagai kota nelayan, Volendam merupakan tempat belanja yang (katanya Christin) cukup murah dibandingkan tempat lain di Belanda. Banyak aneka oleh-oleh yang dijual di sini mulai dari tas-tas lucu, souvenir, hingga perhiasan. Oh, di sini juga ada yang menjual sepatu boots, sayangnya harganya cukup mahal.🙄

Ketika jam makan siang, saya mencicipi steak di De Koek. Rasa steaknya menurut saya agak hambar sih, apa karena lidah saya suka yang asin-asin ya?😕

Selesai makan, bersama rombongan saya foto bernuansa Belanda. Tempat foto ini kalau gak salah ada 2 dan berseberangan. Saya dan rombongan foto di tempat yang ini.

Masuk ke sana, kita akan disambut dengan baju-baju khas Belanda ini dan siap mengantri untuk didandani. Ada 2 antrian yaitu untuk pria dan wanita. Setelah giliran didandani tiba, kita hanya cukup berdiri manis karena akan ada aunty Belanda yang siap memakaikan baju dan aksesoris lainnya. Rupanya di tempat ini banyak sekali orang Indonesia yang mampir dan berfoto di sini. Bahkan artis cantik Nikita Willy wajahnya terpampang di studio foto.

Seperti inilah gaya saya di foto memakai pakaian ala Noni Belanda.

Jadi kalau ke Volendam, mampir ke sini untuk berfoto ya!

51 thoughts on “Dari Amsterdam Ke Volendam

  1. gaidha berkata:

    Bersih banget lingkungan nya! Rumah2 lucunya berlebihan!!!!!! How lucky u r mbak chik bisa mampir kesana :DD
    Kapan2 kalo trip ksna ajak2 keeekkkkk mbak :((((((

  2. yusrizal berkata:

    rumah2 di Belanda pagarnya mungil dan jendela besar2, mereka ga takut ama rampok dan sejenisnya ya?
    atau mungkin emang disana ga ada rampok?
    argh, damainya hidup seperti itu.

  3. Hadya berkata:

    wah abis dari Negeri Kincir nih, oleh olehnya mana ??? *ditimpuk meja*

    lebih suka Volendam.. rumah rumahnya tertata rapi dan apik…

    kapan ya bisa ke luar negeri ???

  4. pursuingmydream berkata:

    Souvenir2 di Volendam paling murah deh dibanding ditempat lain, apalagi keramik2nya, klo mau beli oleh2 mending di Volendam, kan sekalian ke foto studio.. saya beli bibit tulip di Volendam ketipuuuu ternyata bibit2nya busuk2 semua, pantesan dikemas dalam kertas coklat😀.

  5. irfanifan berkata:

    enak ya udah sampai ke eropa. impianku banget. pokoknya mesti ke paris dulu. kudu ngopi latte asli sana! terus ke german dan budapest, dan kalo ada duit ke islandia! hehe

  6. fairyteeth berkata:

    foto pake baju belanda lucuk pakek bangetk!

    anyway, bentuk rumah nya beda sama rumah2 di indonesia ya… disitu ciri pedesaannya keliatan banget… rumah2 di sini, sebisa mungkin tampak ke kota an😆

  7. ivanprakasa berkata:

    Wah ternyata ada kabel2 gitu ya di Belanda… kayak di film2 gitu… ternyata beneran…😀
    kalo diliat nampaknya volendam lebih menyenangkan.
    rumahnya bagus2….

    oiya omong2 seleb nikita willy fotonya dipajang… kalo selebblog seperti kak chika ini kalo suatu saat ke belanda harusnya ada dan dipajang juga dong yah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s