Pertama Kali Ke Sydney

Bagaikan kena durian runtuh, saya berhasil menang lomba desain poster Breaking Australia yang diadakan oleh simPATI. Maka berangkatlah saya ke Sydney untuk pertama kalinya.

Semua peserta #FMMAussie berkumpul di Bandara Soetta jam 21:30. Di sana saya ketemu lagi dengan Kevin, Indira, Mbak Wine, Cita, Pak Abu, Mas Ardi, dan ada teman-teman baru yaitu Vennie, Idcaa, Intan, Rahma, Orlando, Putra, Ridwan, Vella, Mbak Mike dll. Sedangkan perwakilan dari Telkomsel adalah Mas Saki. Rupanya tidak hanya pemenang dan panitia yang berangkat. Ada juga perwakilan dari Detik.com yaitu Mas Mumu dan dari Yahoo Indonesia yaitu Arya Perdhana yang akan meliput kegiatan #FMMAussie selama di Sydney.

Pesawat yang digunakan untuk perjalanan ke Sydney adalah Garuda Indonesia. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 7 jam. Untungnya hiburan di pesawat Garuda cukup menarik sehingga saya menyempatkan nonton film sebelum tidur.

makanannya banyak, dan ini habis semua lho…😆

Setelah tertidur 3 jam saya terbangun karena dibagikan snack oleh pramugari. Karena tidak bisa kembali tidur, saya memutuskan nonton film. Enak di sini banyak film-film baru yang baru nongol di bioskop. Selagi nonton saya tertidur dan tiba-tiba dibangunkan karena saatnya makan pagi (pakai nasi kuning). Di luar pesawat tampak terang benderang, padahal menurut jam WIB masih sekitar jam 5 gitu😆 (jelas terang karena sudah memasuki benua Australia).

Tak terasa 7 perjalanan terlewati dan sekitar jam 11 siang waktu Sydney saya menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Sydney. Walaupun Sydney sedang dalam masa musim panas, namun suhu menunjukan 18 derajat celcius yang berarti sama dinginnya seperti AC di kamar saya.

mejeng dulu di depan bandara…

Kiri kanan bangunan yang sungguh berbeda dari Jakarta. Rasanya seperti berada di kota asing yang biasa saya lihat di televisi. Orang-orang pada berjalan kaki, tidak banyak motor yang berkeliaran dan saya tidak menemukan kemacetan di sini.

Suhu udara yang cukup rendah membuat orang-orang memakai outerwear, namun rupanya cukup banyak juga yang keluar rumah memakai tank top dan rok mini.

Tujuan pertama ketika sampai di Sydney adalah makan siang. Rombongan #FMMAussie makan siang di sebuah restoran Chinese Food. Saya sengaja tidak makan terlalu kenyang dengan harapan bisa ngemil jajanan lokal.:mrgreen:

Setelah kenyang, rombongan #FMMAussie check in di Rydges World Square kemudian jam 3 bersiap-siap untuk nonton Breaking Dawn. YAY! \o/

Harga tiket nonton di Event Cinemas untuk Gold Class (semacam studio Premier di 21 Cineplex atau Satin Class di Blitz Megaplex) harganya AUD$28 yang jika dikonversikan ke rupiah berarti sekitar 260ribu. Cukup mahal mengingat harga tiket studio Premier di Jakarta adalah sekitar 100ribu.

Kalau kata Mas Hardi selaku tour leader #FMMAussie, Sydney merupakan kota kedua yang memiliki biaya hidup tertinggi setelah Tokyo. Gak heran jika harga barang-barang di sini serba mahal. Apalagi situasi ekonomi yang kian naik turun membuat dollar Australia menjadi lebih mahal dari dollar Amerika. Jadi untuk yang pengen jalan-jalan ke Sydney, siapkan duit lebih karena akan ada banyak dollar yang keluar ketika berbelanja di kota ini.

Selesai menonton, rombongan #FMMAussie pergi makan malam di Delima, restoran masakan Indonesia. Waktu menunjukan jam 6 namun matahari masih teraaaang! Maka saya dan rombongan #FMMAussie jalan-jalan melewati Chinatown yang menjual aneka barang-barang lucu, dan tidak murah (menurut saya yang biasa belanja di Mangga Dua :lol:). Saya pajang foto-fotonya aja ya. A picture is worth thousand words.🙂

Banyak aneka permen jelly dan nougat yang dijual di sini. Oh iya, nougat dan kacang macadamia merupakan camilan khas negeri Kangguru. Jadi kalau mau beli oleh-oleh bisa beli kedua makanan tersebut. Anywaaay, snack yang dijual di sini lucu-lucu! >.<

Karena setelah makan malam adalah jam bebas, maka saya, Kevin, dan Indira memutuskan ke Powerhouse Museum yang sedang menggelar Harry Potter Exhibition. Berbekal google maps, akhirnya sampai ke Powerhouse Museum yang letaknya tak jauh dari Paddy’s Market.

Sesampai di sana kami langsung disambut dengan Flying Cars yang muncul di Harry Potter and the Chamber of Secrets. Untuk masuk ke pameran ini kami harus merogoh kocek sebesar AUD$32. Cukup mahal untuk sebuah pameran, namun mengingat barang-barang yang dipamerkan di sini adalah properti yang digunakan di film Harry Potter, maka gak heran jika harga tiket masuknya cukup mahal (apalagi dikirim dari Inggris).

Di dalam pameran tersebut terdapat pakaian-pakaian yang dipakai Harry Potter dan teman-temannya saat syuting Harry Potter. Lalu ada barang-barang seperti Nimbus 2000 milik Harry, Nimbus 2001 milik Draco, tongkat sihir, hingga penataan ruangan Dolores Umbridge yang serba pink (sayang lukisannya gak bergerak kayak di film).

Ada juga mahluk-mahluk yang ada di film Harry Potter seperti Buckbeak, naga, mandrake, hingga dementor. Sayangnya ada peraturan dilarang memotret di dalam HP Exhibition sehingga tidak ada foto untuk pameran ini (tapi Kevin sempat curi-curi foto) sehingga saya tidak memiliki foto di dalam ruangan pameran. Namun saya ambil foto-fotonya dari website Powerhouse Museum.

Keluar dari ruang pameran, ada souvenir yang berkaitan dengan Harry Potter seperti syal tiap asrama, topi, kaos, tas, coklat dll yang sayangnya agak mahal sehingga saya agak mikir untuk membeli. Tongkat replikanya saja dihargai AUD$60. Untuk kaosnya diharga sekitar AUD$30 (saya agak lupa). Namun saya memutuskan membeli syal seharga AUD$30 dan coklat kodok seharga $5 sebagai souvenir. Syal yang saya beli adalah syal Slytherin karena syal Gryffindor habis total. T___T

Tak lupa foto-foto di dekat kereta yang membawa Harry dan kawan-kawannya ke Hogwarts.😀

Senangnya bisa datang ke pameran ini karena Harry Potter Exhibition hanya diselenggarakan di negara-negara tertentu. Saya cukup beruntung bisa melihat pameran ini.🙂

HP Exhibition ini digelar sampai tanggal 18 Maret 2012 di Powerhouse Museum, jadi kalau ada yang lagi di Sydney dan ngefans banget dengan Harry Potter, jangan lupa mampir ke sini.😀

Apakah cerita #FMMAussie di Sydney sudah selesai? Oh tentu belum. Masih banyak yang ingin saya ceritakan mengenai kota Sydney.😀

33 thoughts on “Pertama Kali Ke Sydney

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s