SOP Pada Suatu Brand

Minggu lalu ketika makan siang di sebuah resto Pizza, saya dan kedua teman kuliah saya membicarakan mengenai salah satu mata kuliah yang membahas soal SOP. Apa itu SOP?

SOP adalah Standard Operating Procedure atau Prosedur Operasi Standar. SOP merupakan pedoman kerja bagi setiap perusahaan atau brand dalam menjalankan kegiatan operasional. Misalnya dalam suatu restoran, bagaimana menyambut tamu, menerangkan menu, hingga mengucapkan terima kasih setelah pengunjung beranjak pergi, adalah salah satu dari SOP.

Atau salah satu merk pakaian yang para SPG/SPB menyambut pengunjung dengan sebutan “Kakak” adalah suatu SOP dalam perusahaan mereka yang menjadi ciri khas tersendiri. Ada lagi yaitu toko aneka barang-barang dari Jepang yang ketika berada di dalam toko, jangan kaget apabila para pegawainya berteriak mempromosikan barang mereka. Semua itu adalah SOP.

Tetapi apakah SOP itu dapat diterima oleh semua orang? Misalnya saja ketika sedang melihat barang-barang di suatu toko, sang SPG/SPB dengan getol menghampiri dan menawarkan barang dagangannya, atau sang SPG/SPB hanya diam saja, namun membuntuti ke mana kita pergi. Diawasi layaknya maling.

Entah kenapa saya adalah tipikal yang lebih suka didiamkan. Saya ingin diberi kebebasan dalam memilih barang. Nanti ketika sudah menemukan barang yang saya inginkan, barulah saya menghampiri sang SPG/SPB untuk meminta bon.

Sebaliknya, jika sang SPG/SPB malah membuntuti saya dan mengawasi gerak-gerik saya yang sibuk memilih barang, saya merasa risih dan terkadang hilang rasa untuk membeli barang tersebut. Padahal sikap SPG/SPB tersebut sudah menjadi SOP.

Pengawasan tersebut bisa jadi untuk mencegah pencurian, sedangkan sang customer malah merasa tidak nyaman karena pandangan mata yang mengikuti kemana kita pergi. Nah… balik lagi ke SOP, kira-kira SOP apa yang bisa diterima oleh konsumen? Di sinilah perusahaan/brand harus berpikir keras bagaimana caranya agar dapat menjalankan SOP sekaligus memberikan kenyamanan terhadap konsumen.

Contoh lain adalah suatu restoran yang para pegawainya agak berteriak dalam menyambut atau mengantar kepergian pengunjung. Salah satu teman saya merasa tidak nyaman dengan sambutan tersebut dan setelah selesai makan memutuskan untuk tidak kembali lagi ke restoran tersebut. Alasannya sepele, karena terlalu berisik.

Atau ada lagi restoran yang terlalu berlebihan alias lebay dalam menyebutkan menu, misalnya “Oh yang ini memang nikmat sekali,” atau “Makanan ini ditaburi keju yang memang sangat enak.” Lucu sih, namun kadang mengganggu. Saya sendiri cekikikan ketika mendengar cerita teman saya mengenai restoran tersebut.

Memang SOP masing-masing perusahaan berbeda-beda, dan sebenarnya hal itu bisa dijadikan penelitian. Kenapa perusahaan X memutuskan untuk menerapkan SOP tersebut? Apa keuntungan yang bisa mereka dapatkan? Apakah itu berhasil menjadi ciri khas mereka dan memberi nilai tambahan kepada brand?

Tanpa disadari, beberapa brand berhasil membangun citra mereka dengan SOP yang mereka miliki. Bagaimana dengan kalian? Punya pengalaman dengan brand yang memiliki SOP unik? Mari berbagi di sini, kakak!

.

PS: Gambar soup di atas tidak ada hubungannya dengan postingan.

41 thoughts on “SOP Pada Suatu Brand

  1. didut berkata:

    Apa boleh buat chik kl SOPnya memang begitu, sbg customer yg baik paling nanya ada kertas buat input gak? saya mau ngasih input🙂

  2. Chic berkata:

    sepertinya saya tahu restoran yang pelayannya ngomong “Oh yang ini memang nikmat sekali,” atau “Makanan ini ditaburi keju yang memang sangat enak.” itu😆 😆

  3. Ina berkata:

    SOP penting jg sih cuma nga usah terlalu berlebihan. Malesin jg kl dikintilin SPG atau dilayanin ama pelayan yg lebay. Bukannya malah jadi nyaman tp risih.🙂

    Silahkan Kakak!

  4. goop berkata:

    ada juga yang sering pakai ‘boleh’ kan? hehehe
    eh, tapi cobalah sesekali merasakan bagaimana SOP calo di Pulo Gadung hahaha

  5. sentil berkata:

    coba deh masuk ke salah satu bank terbesar punya negara. Begitu melangkah masuk ke dalam bank tsb…sang satpam…secara otomatis mengucapkan kalimat yang sama kepada setiap orang yang masuk ke dalam bank….pikir punya pikir….kasihan juga…karena belum selesai si satpam ngomong customernya udh ngacir ke teller deh…

  6. bukan detikcom berkata:

    masalahnya kadang SOP-nya baik…tapi ketika pegawainya menerapkannya dengan saklek jadinya bermasalah. PAdahal khan SOP itu cuma rel…soal jalannya gimana yah tergantung sikonnya juga…

    BEtul gak kakak? wakakaka….

  7. Dewa Bantal berkata:

    Aku mengenal istilah SOP itu setelah kerja di pabrik2 disini (yang memang kerjaanya membuat berbagai macam produk).

    Jadi beda dengan SOP pelayan seperti yang kamu tulis diatas, tapi lebih seperti Manual / Guide Book dalam bikin produk tersebut. Harus begini, begitu, begini begitu, harus pake cangkul, pake gunting gak boleh pake gigi, ketiak harus tertutup, gak boleh kentut di produk, dan sebagainya😆

    Kira-kira seperti itu deh hehehe.

  8. antown berkata:

    ngakak baca komen @fuvenanda, masa chika dipanggil bro hehe…

    btw, saya juga sering dipanggil kakak kalau pas lagi main, ternyata itu istilahnya SOP ya. thx infonya chika🙂

  9. devieriana berkata:

    yang manggil “kakak” itu kalo nggak salah toko baju ya Chika? kalo nggak salah mereka juga harus menghafal nama pelanggan yang sering datang kesitu lho. Dulu pas awal-awal mereka buka store aku suka diajak survey sama bosku, mereka hafal lho sama nama bosku😀

  10. mas stein berkata:

    SOP penting biar tempat saya mburuh ndak dianggap kacangan, karena konsumen jelas butuh kejelasan dan kepastian, jangan sampe nanya ke si A jawabnya X, waktu nanya ke B jawabnya Y.

    satu yang pasti, kita ndak bisa memuaskan semua orang mbak, jadi wajar kalo ada yang suka dan ndak suka. yang penting rata-rata suka😀

  11. edratna berkata:

    SOP penting dalam setiap perusahaan dan harus disadari oleh seluruh pegawai. Dan SOP tsb harus disesuaikan dengan target market perusahaan tsb…bagaimana melayani yang pas

  12. Sammy berkata:

    kebtulan gw pny resto di Batam Kepri, klo gw sih nerapin SOP Natural alias berjalan spt apa adanya, yg pasti waiter gw tuntut hrs seramah mungkin thd pembeli tp tnp hrs lebay tentunya. krn gw b’prinsip org mau mkn tnp hrs dirayupun pasti makan apalg klo makannan yg dijual emang maknyoos alias lezat..So jgn lupa ya klo main ke Batam Kepri mampir deh ke HOKKY Resto gw di BCS Mall Lt.3.. God Bless U All.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s