Ngerumpi dan Efek Gombalisasi

Pertama-tama saya mau memperkenalkan dulu situs ngerumpi.com, yaitu situs sharing pengalaman, bisa curhat, sekedar bertanya soal wanita, kisah cinta, dan kehidupan. Situs ini seperti politikana, di mana penulis tinggal register, lalu ikut menulis deh. Nanti tiap tulisan yang dipublish bisa diberi rating dan komen.

Banyak artikel-artikel di ngerumpi.com yang kadang kena banget buat kita-kita para wanita. Eh tapi nggak cuma para wanita saja, ternyata banyak para pria yang mengintip situs ini guna melihat apa sih yang ada di pikiran wanita (?). Ngerumpi.com nggak cuma asal ngerumpi, di sini bisa curhat dan meminta solusi dari para wanita-wanita hebat seperti Simbok Venus, Tante Mbak Silly, Mak Chic, Bu Dita dan Dek Christin. *ditempeleng berjamaah*

Saya pun ikutan menulis di sana.😀

Berikut adalah salah satu tulisan saya di ngerumpi.com.

***

EFEK GOMBALISASI

.

Sebutlah Edgar (bukan nama sebenarnya), seorang pria single, mapan, dan matang. Sosoknya yang ramah dan baik membuatnya banyak dikelilingi wanita. Tetapi ada satu sikapnya yang terkadang membuat wanita bertanya-tanya, merasa GR atau kadang risih. Sikap apakah itu?

Gombal!

Ya, Edgar doyan menebar gombal. Entah apakah ia mencoba bersikap seperti seorang womanizer, namun gombalan-gombalan yang ditebar olehnya menjadi bumerang bagi dirinya.

“Hai Cantik, sudah makan belum? Yuk makan sama abang Edgar. Abang traktir deh!”

“Eh serius, kamu itu cantik, tau! Masa masih single sih? Kalau aku sih mau lho.”

“Selamat pagi, cinta. Semalam aku memimpikanmu. Pertanda apa ya?”

“Kalau demi kamu, aku rela deh batalin meeting demi nemenin kamu nonton.”

“Setiap melihat bunga mawar, kok aku teringat padamu ya?”

“Bapakmu tukang sendok ya? Soalnya kamu mengaduk-ngaduk hatiku.”

“Aku tuh selalu baik untuk wanita. Apalagi kalau cantik sepertimu.”

“Teh ini tawar, tapi kalau minum sambil lihat kamu, jadi terasa manis.”

*permisi…numpang muntah dulu*

Sudah lihat contoh di atas? Itu adalah beberapa macam gombalan yang sering keluar dari mulut Edgar. Kemampuan menggombal Edgar tidak diragukan. Banyak wanita di kantornya yang sempat tergoda dengan rayuan maut Edgar, namun mereka segera tersadar. Edgar menggoda semua wanita sekantor!

Bayangkan, gombalan itu tidak hanya untuk satu atau dua wanita, melainkan banyak! Tidak terhitung berapa banyak wanita yang ia gombali. Sebagai wanita yang smart, tentu mereka dengan cepat tanggap dan menyadari itu hanya gombalan belaka. Tapi apakah Edgar menyadari bahwa yang dilakukannya adalah bumerang untuk diri sendiri?

Semakin banyak ia menebar gombal, semakin sulit ia meraih wanita. Kenapa begitu?

Coba bayangkan, ketika Edgar mendekati seorang wanita. Sebutlah Bunga (bukan Citra Lestari), Edgar sering menggombali Bunga, sebagai tanda kasih sayang. Ia kerapkali memberikan rayuan-rayuan maut dan ucapan manis, semanis madu. Namun ia tidak berhenti menggombali Lala, Vena, Mery, dan masih banyak lagi. Ketika ditanya seorang teman, “Kenapa sih Gar, loe kok suka banget ngegombal?”

Edgar dengan santai menjawab, “Oh, itu sudah mendarah daging di tubuhku.”

Lalu si teman menjawab lagi, “Iya, tapi loe sadar gak sih? Si Bunga itu sempat termehek-mehek dengan gombalanmu. Tapi begitu ia sadar loe ngegombal ke semua cewek, dia ilfil. Sekarang dia malah dekat sama Parjo, cowok pendiam yang sering makan siang di sudut kantin.”

Edgar terdiam. Lama. Lamaaaaa sekali. Ucapan terakhir temannya serasa menampar dirinya. Ia pun tak bisa berkata-kata. Ternyata efek gombalisasi tidak selamanya positif, tetapi bisa berakibat buruk.

Apakah di sini ada pria seperti Edgar? Be careful, dear.

***

.

Jadi, ada yang mau ikutan menulis di ngerumpi.com?

39 thoughts on “Ngerumpi dan Efek Gombalisasi

  1. det berkata:

    ngerumpi offline masih kurang ya chik sampe perlu dibikinin situsnya segala? xixixixi…

    ¤ cK ¤
    entahlah. tapi menarik kok.😛

  2. dobelden berkata:

    klo ditolak edgar ga mau nggombalin kamu, ya jangan di jelek-jelekin dong si edgarnya..:mrgreen:

    ¤ cK ¤
    edgar itu bukan nama sebenarnya kok. jadi saya gak jelek-jelekin dia🙂

  3. Billy Koesoemadinata berkata:

    hmm.. kebanyakan di ngerumpi.com cewek2 ya?
    pantesan aja..

    ¤ cK ¤
    enggak kok. banyak cowok juga yang ikutan ngerumpi…:mrgreen:

  4. Rifky berkata:

    Wkakakak…iya kang yg kebanyakan nulis tuh cewek,jd pantesan aja klo cowok yg dijelek2in.😀
    ada yg ngebahas kebaikan2 cowok ga?
    *protes mode on*

    ¤ cK ¤
    eh cowok juga ada yang ikut nulis lho. lagian ini buat fun aja…😉

  5. plukz berkata:

    ah, saia sudah buktikan kalo ngegombal ini bukan style saia😀
    ada banyak jalan menuju hati wanita, salah satunya dengan mbikin si cewe jadi penasaran😀 dan…hehehe

  6. Nazieb berkata:

    quote:
    “kalo lelakinya dingin macem nicholas saputra di AAdC mungkin malah lebih dahsyat ya :p”
    /quote

    Hmm, berarti saya termasuk 8)

  7. yessymuchtar berkata:

    gombalisasi? Ouw….tapi kadang say, kalo capat pasangan hidup yang lempeng kayak aku…sesekali pengen di gombalin…*pisss Chik..piss….hehehe*

  8. Uzie berkata:

    Katanya, lw cowok gk ada ngegombalnya. Dbilangnya kurang rmantis. Boleh aj ngegombal,tp jgn trlalu lah. Kan umumnya cewek suka dipuji(dgombalin dkit).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s