Aku dan Semarang Part 1

Minggu kemarin saya bertandang ke Semarang untuk yang pertama kalinya. Saya pergi ke Semarang dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan Fany dan Yudis yang berlangsung tanggal 13 Juni kemarin (Akad nikahnya tanggal 12 Juni). Bersama rombongan Kojakers (Niken, Ina, Dilla, Chic & Joey + Vio, Imam, dan Ichanx), saya menembus langit dengan Sriwijaya Air dan tiba di Semarang sekitar pukul 8.

Setiba di Semarang, saya dan teman-teman disambut oleh newlyweds Fany dan Yudis + Fahmi, blogger dari Surabaya yang juga berencana menghadiri resepsi. Saat itu juga kami langsung diantar ke Wisma Pemda untuk menginap 3 hari 2 malam. Sesampai di Wisma, rasa lapar yang menggelitik perut membuat kami sepakat pergi ke Simpang Lima untuk jajan sekedar mengisi perut. Saat makan malam itulah kami dikunjungi oleh rombongan Loenpia, komunitas blogger Semarang yang kompak, ramah, dan helpful.

bersama Loenpia.net

Sayangnya karena malam sudah mulai larut, kami tak bisa berkumpul lama-lama. Sebelum pulang ke wisma kami mengitari Tugu Muda dan sedikit menengok ke Lawang Sewu, gedung yang konon angker dan sering dijadikan tempat uji nyali.

Setelah itu barulah kami balik ke penginapan. Malamnya, saya sulit tidur. Mungkin terlalu excited karena ini ketiga kalinya saya ke luar kota lepas dari pengawasan orangtua. *yiihaaaa*

Saya, Pito, Ichanx, Ina, Imam, Fahmi, dan Dhani ngobrol ngalor ngidur. Sekitar jam 1 barulah saya merasa mengantuk dan pergi tidur. Ketika jam 4, tiba-tiba henpon berbunyi. Saya mendapat telpon dari Tikabanget.

Kira-kira begini percakapannya (percakapan dipersingkat dan berubah sedikit dari aslinya. Maklum, lupa persisnya kayak gimana)

Tika: “Halo Chik, aku udah di lobby wisma. Di sana ada kamar khan?”
Saya: “Ada Tik, aku pegang kuncinya nih. Sebentar ya aku turun ke bawah.”

Ketika sampai di bawah, lobby kosong. Tidak ada orang. Saya pun menelpon balik Tika.

Saya: “Tik, kamu dimana? Aku udah di bawah nih.”
Tika: “Lho, kok gak ada? Kamu di wisma khan?”
Saya: “Iya Tik. Aku ada di wisma.”
Tika: “Wisma GKRI khan?”

Saya: “Aku di Wisma Pemda, Tik. Dekat Kompas…”
Tika: “Owalah, aku berarti salah. Duh supir taxinya salah nunjukin jalan. Ya udah, aku coba ke sana.”

Mendengar cerita tersebut, Dhani yang masih ngobrol dengan Joey menawarkan diri untuk menjemput Tika dan rombongan. Dan saya pun kembali tertidur.

To be continued

46 thoughts on “Aku dan Semarang Part 1

  1. Ina berkata:

    pas berangkat suprie nga adaaaaa…!!
    Dan pas ngobrol bareng ama pito,dll…Gw juga ikutan ngobrol.

    Duh….ginii ini kl postingan di kejar detlen.

    ¤ cK ¤
    ampuuunn… iya iya ini udah dibenerin…:mrgreen:

  2. Eru berkata:

    Mestinya marking chikanya dibuletin… ato sekalian
    Where’s Chika Contest aja kaya Where’s Waldo

    BTW,
    Chiik bagi foto2 waktu tgl 18 kemaren dong😀

    ¤ cK ¤
    ok ruuu!

  3. Paams berkata:

    suka takjub deh gimana orang-orang bisa dapet banyak temen (dan pasangan) lewat dunia2 maya kaya blog ini…

    ¤ cK ¤
    coba cari-cari di plurk atau blog. banyak lhooo…:mrgreen:

  4. Farhan berkata:

    wah mbak chika main ke semarang ya?
    mampir kendal ndak?
    wah tahu gitu kemarin pulang aja ke semarang bareng mbak chika
    tapi udah betah di jakarta, jadi males pulang semarang

    ¤ cK ¤
    saya ke semarang aja kok.😀

  5. ichanx berkata:

    kebayang ekspresi tika pas tau dia salah wisma…. subuh-subuh pula… wakakakakk

    ¤ cK ¤
    hush! gak boleh ngetawain orang! ntar kualat!

  6. Ping-balik: Astaga! « cK stuff

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s