Road Trip To Pesta Blogger: Hari Kedua di Jogja, Dari Borobudur Hingga Pertunjukkan Ramayana

Disclaimer: Postingan kali ini sangat panjang dan banyak foto-fotonya. Fakir bandwith waspadalah!:mrgreen:

Pagi telah tiba. Saya terbangun pukul 5 pagi dan segera mandi karena akan mengawal 5 blogger asing untuk mengunjungi tempat pariwisata di Jogja. Dengan sarapan seadanya, saya bergegas menuju bus rombongan yang terdiri dari 5 blogger asing, Dimas, Indri dari Maverick, pemandu wisata dan beberapa utusan DepBudPar.

Perjalanan pertama adalah menuju Candi Borobudur. Believe it or not, ini adalah kunjungan pertama saya ke Borobudur.:mrgreen: Tentu saja saya merasa excited. Perjalanan ke Borobudur memakan waktu sekitar satu setengah jam karena lalu lintas belum padat. Sesampai disana, rombongan langsung menuju pagar depan Candi Borobudur dan masuk dengan berjalan kaki.

Waw, saya terkesima melihat Candi Borobudur yang begitu besar. Tentu saja hal ini tidak saya lewatkan. Saya pun berfoto-foto di depan Candi tersebut.😀 Mas Roy, pemandu wisata selama perjalanan di Jogja, mengajak kami untuk segera menjelajahi Borobudur. Ditemani dengan pemandu dari Borobudur (sayangnya saya lupa namanya. Ampun!) kami berkeliling dan menaiki anak tangga menuju ke atas. Dijelaskan mengenai 9 tingkat dari Borobudur.

Tingkat paling bawah disebut Kamadhatu, yang melambangkan manusia masih terikat oleh nafsu. Empat tingkat di atasnya adalah Rupadhatu, melambangkan manusia telah terbebas oleh nafsu, namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat ini, patung Budha diletakkan terbuka.

Sedangkan tiga tingkat di atasnya patung Budha diletakkan di dalam stupa berlubang-lubang yang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas oleh nafsu, rupa dan bentuk. Dan bagian paling atas disebut Arupa yang melambangkan nirwana.

Candi Borobudur

Dalam salah satu stupa, terdapat “Lucky Budha” atau Budha pembawa keberuntungan. Konon apabila kita berhasil meraih patung di dalam stupa tersebut, maka tercapailah cita-cita kita. Untuk perempuan, hendaknya menyentuh jari kaki kanan dari patung Budha, sedangkan laki-laki menyentuh jari tangan patung Budha.

Saya pun merasa tertantang untuk mencoba, dan… berhasil!😆 Mark, salah satu blogger asing mencoba untuk meraih patung tersebut, tetapi dia malah menyentuh tangan orang lain gyahahaha…😆 Kami pun tak lupa foto-foto. 8)

Setelah puas mengitari Borobudur, kami melanjutkan perjalanan menuju Kraton Kesultanan. Di sana diterangkan mengenai sejarah Kesultanan, kediaman putri Sultan, sampai alat-alat yang pernah dipakai oleh keluarga sultan.

Saya melihat tempat tersebut terkesan kuno, namun antik dan unik. Suasana di tempat tersebut sangat asri, dan saya takjub dengan pemandu di Kraton Kesultanan yang mampu berbicara 4 bahasa. Indonesia, Inggris, Belanda dan Perancis. Waw…😯 Kemudian datanglah Momon yang ikut bergabung dengan rombongan.

Tak terasa sudah siang, kami pun bergegas menuju tempat makan, yaitu Gudeng Bu Tjitro. Wah, makanan di sana enak! Ada gudeg, krecek, sop ayam, tempe bacem, ayam bakar, apalagi ya? Lupa! Hehehe…

Dan saat makan siang, muncul Iphan! Ya ampun, pas banget datangnya saat makan siang. Dan entah kenapa, para blogger asing menyambut Iphan dengan sangat ramah, bahkan nasi dan lauk pauk Iphan diambilkan oleh mereka.😆 Sayangnya Iphan tidak bisa ikut dalam trip ini karena sorenya akan bertandang ke Jakarta bersama 5 Cah Andong lainnya. *Enak banget nih Iphan! Datang. Makan. Pulang!* ckckck…

Gudeg, Ayam Bakar, Krecek dan Bacem dari Gudeg Bu Tjitro

Kenyang dengan makan siang, sekarang ke tempat tujuan selanjutnya, yaitu Kota Gede untuk menonton wayang kulit. Saya bersama rombongan mendatangi Tom’s Silver, tempat menjual perak yang di atasnya terdapat pertunjukkan wayang kulit.

Kami diperlihatkan bagaimana dibalik layar wayang kulit, mulai dari cara menggerakkan wayang, hingga mendalang. Para blogger asing itu tak melewatkan kesempatan ini, mereka sibuk memotret dan merekam wayang kulit ini.

Wayang Kulit

Sehabis menonton wayang kulit, rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat. Sedangkan saya, Dimas, dan Momon berburu benwit karena tugas menanti. Akhirnya diputuskan ke rumah Momon saja berhubung di sana ada koneksi internet.:mrgreen: Saya mengerjakan laporan perjalanan, Dimas sibuk membalas email registrasi, sedangkan Momon menilai penjurian suatu lomba blog. Jadilah kami ber-anti-sosial berjamaah!

Sekitar pukul 6 kami memutuskan balik ke hotel. Kembali ke kamar masing-masing, mandi, dan siap berangkat ke perjalanan berikutnya, yaitu pertunjukkan Ramayana di Pura Wisata.

Pukul 7, rombongan pergi menuju Pura Wisata untuk makan malam. Saya sendiri berpisah dengan rombongan karena mesti membeli pesanan Oma saya. Dengan menggunakan taksi biar cepat, saya menuju Mirota Batik.

Waktu belanja tersisa 20 menit, dan saya harus cepat memilih barang. Belum lagi kakak saya minta baju batik. Rasanya tak mungkin hanya membelikan barang untuk Oma dan kakak saya, maka akhirnya saya putuskan membeli barang untuk orang serumah biar adil.

Dengan tergesa-gesa saya memilih barang. Panik. Karena pukul 8 saya harus sudah sampai di Pura Wisata. Setelah mengumpulkan barang untuk orang serumah, saya bergegas membayar, keluar dari toko, cegat taksi, dan menuju Pura Wisata. Beuh… Untungnya jarak dari Mirota Batik ke Pura Wisata hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit.

Sampai di sana rombongan ternyata masih ada. Belum masuk ke arena panggung *syukurlah*. Dan saya masih sempat makan malam! Hehehe… padahal tadi niat tidak makan malam demi berburu barang. Ternyata masih diberi kesempatan untuk mengisi perut, Alhamdulillah…😀

Pertunjukkan Ramayana

Pukul 8 lewat, acara dimulai. Dimas memutuskan kembali ke hotel untuk berkutat dengan pekerjaannya, sedangkan saya tentu saja menemani 5 blogger asing itu. Saya menyaksikan pertunjukkan Ramayana. Tarian yang indah. Ceritanya pun menarik. Sayangnya saya sudah terlalu lelah sehingga tidak begitu menikmati pertunjukkan. Di tengah pertunjukkan, tiba-tiba datang gerimis. Akhirnya pertunjukkan dihentikan untuk dipindahkan ke tempat indoor. Berhubung rombongan sudah terlihat lelah, akhirnya diputuskan untuk pulang ke hotel saja.

Tiba di hotel, saya menuju lobby untuk melihat apakah Dimas masih sibuk dengan email-emailnya. Dan ternyata…masih! Duh…rajinnya orang yang satu ini.🙄 Tiba-tiba Dimas mengingatkan bahwa saya harus menemaninya on-air di Geronimo untuk mempromosikan pesta blogger. Namun mata saya sudah mengantuk. Akhirnya saya putuskan untuk tidur di lobby saja sambil menunggu pukul 11 daripada bolak-balik ke kamar.

Ternyata saya cukup kebo. Menurut Dimas, penuh perjuangan untuk membangunkan saya dari tidur huahahaha… Berhubung saya pakai softlens, entah kenapa rasanya mata tidak enak setelah bangun tidur. Euh…

Dari hotel, kami menuju Geronimo. Ternyata jaraknya tidak jauh. Sesampai di sana, kami menunggu giliran. Ada sekitar 2-3 tamu dalam acara ini, sedangkan kami adalah giliran terakhir. saya pun sukses tertidur (lagi) di Geronimo.

Tiba giliran kami, saya pun naik ke studio dengan mata kriyip-kriyip. Sang penyiar sampai melihat dengan iba mata saya yang segaris. What comes around, goes around. Saya lebih banyak diam dan membiarkan Dimas yang bercuap-cuap. Berhubung Dimas adalah mantan penyiar radio, rasanya sudah cukup dia saja yang berbicara.

Pukul 12 acara selesai. Kami pun pulang ke tempat penginapan. Sungguh satu hari yang penuh dengan kegiatan. Namun saya menikmati semua kegiatan ini. Rasanya sedih mengingat keesokannya harus meninggalkan Jogja. Bagaimanapun saya belum puas di Jogja.😥

Akhirnya saya mendarat di tempat tidur untuk menulis laporan ini.

To be continue…

.

Kembali ke menu awal… >>>

89 thoughts on “Road Trip To Pesta Blogger: Hari Kedua di Jogja, Dari Borobudur Hingga Pertunjukkan Ramayana

  1. iphan berkata:

    waa.. Akhirnya aku ketemu chika yang tersohor itu *template mode on*
    Dan entah kenapa aku dateng pas adegan makan makan. Hehe. Emang aku lagi beruntung kali ya.. Apalagi Mr.brown, mark, ngambilin makan.wakakakak.

  2. auliahazza berkata:

    wah, asyik nih ke borobudur dan yogya, kalau saya dulu numpang lewat doang … hikhikhjikhiiiiikkkk

    mau tanya, kata para orang asing itu, bagaimana rasa makanan yogya dilidah mereka ?

    kemudian, wayang orangnya pake bahasa apa ? jawa atau indonesia ? saya suka wayang orang bahasa indonesia, karena saya ga ngerti bahasa jawa😦

  3. Ferdian Leonardi berkata:

    alow met kenal chika, baru mampir ne ke blog nya ^^
    mampir ke blog gw ya^^
    btw selamat PB nya sukses hehehe
    yah walau gw ga dpt door pricenya huahuaa
    good jobs’

  4. wahyu berkata:

    Hmm, jogja banyak juga ya tempat wisatanya. Terimakasih mbak, insyaallah minggu ini aku mo berangkat k Jogja. Thanks untuk referensinya… kayaknya perjalanannya sampean asyik buanget deh. Jadi gk sabar nih nunggu hari Jumat tiba….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s