Kemiskinan Di Sekitar Kita

Pada suatu malam, saya menghentikan taksi dengan tujuan pulang ke rumah. Memandangi keluar jendela sembari mendengarkan mp3, saya memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dapat saya tangkap pada malam itu.

Sesampai di suatu daerah Jakarta Pusat, masih tengah kota, taksi terhenti oleh lampu merah. Disitu saya mengamati kolong jembatan yang di bawahnya merupakan kali Ciliwung. Mata saya mendapati adanya lampu-lampu petromaks. Terlihat ada kehidupan di sana. Di kolong jembatan, di mana di atasnya mobil lalu lalang melewati jembatan tersebut.

Saya pun tertegun memandangi pemandangan itu. Di malam yang kelam ini, terdapat entah berapa orang yang mendiami kolong jembatan tersebut sebagai tempat tinggal.

Banyak orang yang menggerutu dan merasa tidak puas ketika kebutuhan sekundernya tidak bisa terpenuhi, termasuk saya. Tetapi ketika melihat hal tadi, saya merasa sebagai orang yang paling beruntung di dunia ini.

Masih banyak orang-orang yang mengalami kemiskinan di muka bumi ini. Tidak hanya negeri ini, tetapi hampir di semua negeri. Memang sulit untuk mengentaskan kemiskinan. Sampai sekarang belum ada yang bisa mengatasi masalah ini, walaupun beberapa negara mengupayakan berbagai macam hal untuk memperkecil kemiskinan.

Janji-janji yang diberikan para petinggi dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, sampai sekarang masih belum terlihat realisasinya. Sampai kapankah kemiskinan ini akan menggerogoti negeri kita? Entahlah. Saya tak bisa menjawab. Dan rasanya belum ada yang bisa menjawab.

.
.

.
Kembali ke menu awal… >>>

84 thoughts on “Kemiskinan Di Sekitar Kita

  1. Sawali Tuhusetya berkata:

    aduh, bener2 saya lupa, kalau 15 oktober ada event blog action day. biasanya saya rutin mengikutinya, mbak chika, hehehe …. btw, kemiskinan itu jelas nyata di depan mata. konon ada yang bilang bahwa derita yang mereka alami merupakan jenis kemiskinan struktural yang disebabkan oleh sikap iba dari pihak yang berwenang terhadap nasib mereka. semoga saja perlahan-lahan nasib mereka bisa membaik.

    ¤ cK ¤
    saya juga berharap minimal kemiskinan berkurang. atau mereka dibekali dengan modal kecil agar bisa berusaha…

  2. jelita alamanda berkata:

    memang untuk sekarang masi belum ada jawabannya. mudah2an generasi muda seperti kita ini ada untuk mencari jawabannya, dimanapun dan kapanpun, atas nama Indonesia😉

    ¤ cK ¤
    merdeka!!😀

  3. Anang berkata:

    nanti chik, ketika kita semua kembali ke agama, tidak memberhalakan dunia. ga akan ada orang miskin. semua sejahtera *what? gara2 baca buku armageddon*

    ¤ cK ¤
    wakakakakak… itu masih lama donk…:mrgreen:

  4. det berkata:

    kemiskinan itu imbas dari kekayaan. coba kalo kekayaan semua warga ini rata. tidak begitu njomplang. maka kemiskinan akan musnah..

    ¤ cK ¤
    bisa jadi kemiskinan ini merupakan pelengkap tiap negara ya?🙄

  5. mbelGedez™ berkata:

    Konon kabarnya segh, Indon ituh Gemah Ripah Loh Jinawi, Tongkat dan Batu Jadi Tanaman.

    Tapi Setelah Sekiyan Lama Diperhatiin, Rasanya Lebih Tepat :

    >Seperti Tikus Mati Dilumbung Padi….

    😉

    ¤ cK ¤
    saya gak mau jadi tikus itu…😛

  6. takochan berkata:

    Ada yg miskin, ada yg kaya. Yg kaya bantu yg miskin supaya bs berdikari. Yg miskin jg, ‘mau dibantu’ bukan secara instan.

    Yg paling parah itu kalo kemiskinan menggerogoti sampe ke mental. Liat aja cthnya kasus bagi2 sembako gratis, ato THR di rumah pejabat.😦

    ¤ cK ¤
    wah iya tuh. karena memperebutkan rupiah, nyawa sampai melayang.😦

  7. Eru Reed berkata:

    Malam lebaran kemaren pas balik nonton LP

    gw sempet liat ada anak-anak lagi nyanyi di pinggir jalanan Riau,
    trus dateng anak kecil cewek yang jual ulekan

    At that moment kok rasanya trenyuh gimana gitu..
    and I think “what we can do?”

    ¤ cK ¤
    ngasih recehan?😕

  8. Ries berkata:

    Sebenernya, jadi orang miskin mestinya
    gak terlalu menderita. Tokh selalu ada
    cara untuk bersenang-senang dengan biaya
    berapapun.

    Hanya jadi masalah waktu orang2 di sekitarnya
    semakin kaya … dan kaya … dan kaya …

    Karena, yang paling menyebalkan waktu
    jadi orang miskin itu klo punya perasaan iri hati.

    *mantan orang miskin beneran*

    ¤ cK ¤
    huhuhu… iya tuh. semoga kita semua diberikan kebesaran hati agar tidak iri kepada siapapun juga…😀

  9. Aji berkata:

    alhamdulillah ya kita smua
    harus banyak2 bersyukur atas nikmat-NYA
    berbagi dengan sesama alangkah indahnya

    yuk

    ¤ cK ¤
    iya, bersyukurlah kita yang diberikan rahmat oleh-Nya…😀

  10. fenny berkata:

    sebenernya saya agak kontra sama mereka-mereka yang harus tinggal di kolong jembatan. kebanyakan dari mereka itu datang dari desa tanpa skill. ditambah lagi kehidupan d kota yang kejam, dan indonesia yang masih lebih mempercayai ijazah ketimbang skill (buat para pemula). coba mereka bertahan di desa, mungkin bisa lebih beruntung dari sekarang. untuk mereka-mereka yang tinggal di kolong jembatan karena tanahnya disita, itu salahkan pemerintah aja deh… udah pernah tak bahas ttg ini (orang2 yg nekad adu nasib ke kota) dan jadi kontes d blogku juli kemaren… *kaburrrr ahh komenku kontra sndiri dsini.. ampun chik ampunnnn*

    ¤ cK ¤
    ahahaha… komenmu menarik, fen.😉 memang sih saya pernah melihat salah satu penghuni kolong jembatan tersebut keluar dari sana dan terlihat rapi seperti mau bekerja. saya jadi berpikiran mungkin mereka ada salah satu yang mengadu nasib di jakarta, namun tidak mempunyai tempat tinggal.🙄

  11. Indah Sitepu berkata:

    lihat atas bawah…

    sewaktu muncul gejala sombong, lihat ke atas, masih banyak yang lebih hebat dari kita..

    Sewaktu kita mulai bersungut-sungut akan hidup ini, lihatlah ke bawah masih banyak yang tidak seberuntung kita.

    ¤ cK ¤
    betul.😀

  12. Rindu berkata:

    Saya sudah ke blog action itu cK .. tapi gak tahu musti ngapain, yang bisa saya lakukan adalah berdoa semoga kemiskinan berakhir setidaknya berkurang …

    Merekalah jembatan kita meraih cinta ALLAH ya cK … lewat mereka kita bisa sedekah yang mendekatkan diri kita kepada sang khalik.

    I love you cK🙂

    ¤ cK ¤
    amin ya de.. semoga kita bisa membantu mereka..🙂

  13. draguscn berkata:

    Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara ..
    Pantes aja ngga habis-habis kemiskinan .. dipelihara sih ..

    ¤ cK ¤
    wogh iya!😯 benar juga…😆

  14. Mihael "D.B." Ellinsworth berkata:

    Blog Action Day ? Karena sudah mengingatkan, tentulah aku membuat juga artikel tersebut, meski telat jam.

    Kira – kira kemiskinan itu memang seharusnya diberantas atau harus dipelihara oleh manusia ? Tanpa kemiskinan, yang ada hanya hari akhir…😐

    ¤ cK ¤
    setidaknya dikurangi…😐

  15. iaksz berkata:

    enggak setuju lah, ma pendapat kau Chik🙂

    di suatu tempat, harus ada yang miskin dan harus ada yang kaya.

    kalo kaya semua, enggak ada itu namanya berlomba-lomba dalam mencari

    kebaikan, apalagi sampe yang namanya pahala.

    kalo miskin semua, ya apa gunanya orang bilang ‘bekerja keraslah

    untuk dunia akhirat’, apalagi sampe ada yang ngomong ‘IF THERE IS A

    WILL, THERE IS A WAY’ 😀 😀 😀 😀

    ceileeee .. yang penting tidak kaya banget, miskin banget, apalagi sampe

    kebangetan lah. dibuwat standar ae jah .

    ¤ cK ¤
    mungkin ini yang namanya keseimbangan hidup…😕

  16. tere berkata:

    menurut pendapat gw ck, kemiskinan itu harus ada usaha dari pemerintah yg bs mengupayakan lapangan pekerjaan dan yang paling penting usaha dari orang itu sendiri. Kalo ada 2 itu ck, gw rasa cukup mengurangi kemiskinan, sampe kapan pun kemiskinan ga bisa dihilangkan..
    setujuh temen2??

    ¤ cK ¤
    iya deh bu guru…:mrgreen:

  17. masova berkata:

    Sebenarnya, kaya/miskin bukan dari tampilan fisik atau jumlah harta, melainkan dari HATI.

    Saya punya kawan kekurangan (harta), tapi hidupnya penuh kecukupan. Dia banyak senyum dan gk pernah trlihat susah..
    Sementara, saya berkecukupan tapi sering mengeluh belum punya ini itu..

    Belum tentu, orang kaya bahagia. Sama halnya, belum tentu orang miskin itu susah..

    Hidup sederhana, gak punya apa2 tapi banyak cinta.. Hidup bermewah2an, punya segalanya tapi sengsara..
    Slank : Seperti Para Koruptor

    ¤ cK ¤
    manusia memang tak pernah puas…:mrgreen:

  18. ndop berkata:

    wow, saya miskin apa ndak ya?

    Menurut saya, semakin banyak kebutuhan seseorang, semakin miskin dia..

    so, mau jadi orang miskin atau tidak, itu pilihan kita bukan??

    *bukaaaaan*

    ¤ cK ¤
    hmmm…bisa juga miskin itu pilihan…😕

  19. shei berkata:

    iya ya mbaaak, emang susah ngomongin soal kemiskinan, tapi babe-babe itu enak banget kalo kampanye dengan topik mengentas kemiskinan’
    emang kemiskinan digoreng? sampe harus dientas segala n_n
    smoga aja generasi berikutnya (baca: kita) bisa lebih beraksi secara real membebaskan bangsa dari jajahan ‘kemiskinan’
    piis,

    shei

    ¤ cK ¤
    amin… btw gimana di jakarta, shei?😀

  20. kangtutur berkata:

    Sampai kapankah kemiskinan ini akan menggerogoti negeri kita?

    sampai cK, jadi Presiden…! sehingga Rakyat, bisa kopdar tiap hari dan makan-makan gratis😆 Biaya Negara…?!

    ¤ cK ¤
    halah, macam-macam saja keinginan kang tutur ini…:mrgreen:

  21. pashatama berkata:

    jangan2 kemiskinan akan tetap ada supaya mereka yang tidak miskin itu selalu punya kesempatan buat saling membantu, gitu?

    ¤ cK ¤
    entahlah. bisa dibilang sebagai penyeimbang…🙄

  22. The Tracer berkata:

    Memang menyedihkan kemiskinan yang ada di negeri tercinta ini. Sebenarnya kalau pengelolaan keuangan dan sumber daya alam ini benar, mungkin rakyat indonesia sedikit yang miskin.
    Untuk kita semua, yang tidak miskin harta, jangan sampai “miskin” hati. Kita harus membantu mengurangi kemiskinan, kalau bisa dengan membuka lapangan pekerjaan jadi pengusaha, ndak apa, mulai dari yang kecil dengan 2-3 orang pekerja.

    ¤ cK ¤
    nice thought. semoga ada yang merealisasikannya…😀

  23. faizin berkata:

    Salam kenal Mas… lagi nyari teman yang suka ngopi nih, sekalian baru njajal bikin blog. Dasar ndeso saya ini… Tengok aku ya?

    ¤ cK ¤
    waduh, saya perempuan lho…:mrgreen:

  24. mina berkata:

    alhamdulillah saya bisa sekolah dan kuliah

    semoga, dan terus semoga, kepedulian ini ada follow up nya, bukan wacana semata, dengan niatan yang tulus…
    ah, saya sudah memberi apa buat orang lain? rasanya masih jauh ya

    ¤ cK ¤
    usaha sekecil apapun kelak akan bernilai besar…😀

  25. erander berkata:

    Saya setuju dengan Pak Toim .. asal ga nyusahin orang laen. Karena saya yakin, Allah menciptakan manusia dimuka bumi untuk kemaslahatan kehidupan itu sendiri. Kita diminta-Nya untuk mengolah dan menjaga kekayaan yang terkadung di dalam bumi.

    Tapi dasar manusia dan setan tentunya — yang memang diciptakan untuk mengompori manusia, makanya setan dibuat dari api — membuat dunia menjadi gonjang ganjing dengan ketamakan. Ga puas dengan apa yang ada.

    Karena kalo kamu puas — katanya, itu artinya kita mati. Jadi dari dulu kita didoktrin untuk tidak lekas puas. Terus dan terus. Dan kita didoktrin untuk kaya, bukan untuk menolong orang lain.

    Ya begitulah cK .. mungkin kita tidak bisa menolong mereka. Tapi masih ada yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita. Abang yakin, cK sudah banyak melakukan hal itu.

    Oya .. sekalian mohon maaf lahir bathin — masih bulan Syawal kan? mudah²nya persediaan kata memaafkan masih ada ya cK. Maklum, abang baru menjelma lagi di blogsphere🙂

  26. dobelden berkata:

    Karena sudah akutnya negeri ini, kemiskinan sudah merupakan mata pencaharian, sudah ada penelitian oleh seorang mahasiswa, bahwa ada suatu daerah yg semua warganya merupakan kaum “miskin” mereka merantau kekota dan menjadi pengemis, tidur dirumah kardus dengan seadanya, tp di kampung mereka, rumah mereka jauh lebih dari layak dan masing2 rumah sudah punya kendaraan roda dua…🙂

    dan kejadian dialami oleh rekan saya penjaga warnet dibilangan Jalan Kaliurang, ketika hendak menukar receh ke seorang pengemis, dengan nominal 20rb, ternyata dia menolak, dan mintanya ditukar dengan 50 rebu😀

    saat ditanya hasil perhari dia berujar, “ya lumayan lah mas dapat 150 rebu/ hari…

  27. ai berkata:

    ayo kita bersyukur dengan keadaan kita yang tidak kurang satupun, jangan selalu mengeluh karena saudara2 kita yang kekurangan itu tidak pernah mengeluh dengan keadaannya😀

  28. Raffaell berkata:

    Akh terlalu tinggi CK, mengeluh karna kebutuhan skunder…. jangan sampai terlintas deh…. aku sampai sekarang masih bersyukur bisa bernapas… atas rental yang diberikan secara cuma cuma olehnya.

  29. roy berkata:

    Salam kenal n blogers lainnya gw ada informasi penting yg harus gw sharing gak ada ruginya kalian baca ya mungkin aja berguna buat kalian semua jangan sampe jadi korban seperti kami. Jadi kira2 pada bulan September 2008 yg lalu paman gw dihubungi oleh salah seorang sales dari PT Valbury salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta. Salesnya menawarkan produk investasi saham di BEJ kpd paman gw, kata salesnya sih (pinter ngibul) invest di saham untungnya gede bisa sampai Milyaran Rupiah keuntungannya. Karena paman gw udeh terlanjur percaya sama bullshit tuh sales, maka paman gw menginvestasikan dana Sebesar Rp 2 Milyar ke PT Valbury. Ini PT hebat ada websitenya jadi orang2 pada percaya gitu (padahal website mah gak jaminan).

    Singkatnya setelah 1 bulan tepatnya tgl 8 October 2008 BEJ ditutup dan dana paman gw yang Rp 2 M itu ludes jadi tinggal Rp 15 juta doank. Kontan paman gw pingsan dan terserang stroke, kata salesnya IHSG Hancur. Akhirnya tuh sales jadi susah banget dihubungi, disini gw menghimbau aja bagi orang2 yg udh siap bangkrut boleh deh invest di PT Valbury .

  30. alex® berkata:

    Setidaknya kamu masih peduli dengan itu semua, Chi… Dan itu sisi penting dari manusia, mengharapkan kebahagiaan orang dan mau memahami kesusahan hidup orang lain. Bahkan yang tidak dikenal sekalipun🙂

  31. dyan lia berkata:

    ehmmm skg gmn bangsa penerusnya aja yang msii betah ma kemiskinan atau udahh bosen ????? smua ada di tangan anak muda hehehee🙂
    buat penerus bangsa , ayooo dooonnngg qt rubahh indonesia jadi KAYA🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s