Cara Mengukur Kesuksesan

Di bulan puasa ini, kegiatan buka bersama saya cukup padat. Bukannya sok sibuk, tapi Alhamdulillah tawaran untuk buka bersama terus mengalir dan kadang dibayarin huehehehe.:mrgreen:

Tibalah akhir pekan yaitu saat dimana saya buka bersama teman-teman SMA saya. Ketika saya datang, banyak sekali dari mereka yang telah berubah, namun tak sedikit pula yang tidak berubah. Mulai dari fisik hingga cara berpikir mereka, banyak mengalam perubahan. Saya sendiri jadi bernostalgila saat-saat SMA.

Pulangnya, kebetulan saya nebeng dengan teman saya, sebutlah O dan D. Sambil ngobrol-ngobrol soal masa SMA, tiba-tiba D menyebutkan salah satu nama teman. “Si A itu, sekarang sukses. Dia sudah jadi manager di tempat kerjanya. Gile tuh, duitnya udah banyak! Eh…bisa dibilang, semua teman-teman kita banyak yang sukses ya. Pada punya kerjaan yang bagus. Dan menurut saya, si A itu yang paling sukses, karena sudah jadi manager.”

Saya pun termenung. Benarkah semua teman-teman saya sudah sukses? *semoga demikian* Apakah jabatan merupakan ukuran kesuksesan seseorang? Bagaimana dengan saya? Apakah saya termasuk yang sukses juga? Bagaimana sih cara mengukur kesuksesan? Apakah kesuksesan itu diukur dari besarnya pendapatan atau jabatan?

Menurut saya, mempunyai pekerjaan saja sudah termasuk sukses. Lihat saja, masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan dan sampai saat ini masih menganggur. Saya pribadi belum merasa sukses karena bagaimanapun juga saya adalah buruh yang dibayar.

Kesuksesan itu bukan diukur berdasarkan materi yang didapat, tapi dari apakah kita bahagia dengan semua itu. Sukses versi saya adalah ketika saya bahagia dengan pekerjaan dan kehidupan yang saya jalankan, berhasil membuat orangtua saya bangga memiliki anak seperti saya dan berhasil membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warramah. Itu saja…

Bagaimanakah kesuksesan menurut kalian?

.
Kembali ke menu awal… >>>

111 thoughts on “Cara Mengukur Kesuksesan

  1. emyou berkata:

    yang tau titik kesuksesan sudah tercapai ato tidak adalah diri kita sendiri. kalo kita sudah merasa bahagia dengan siapa kita dan apa yang kita lakukan, maka gw bisa bilang sukses sudah ditangan. ngikutin ukuran orang mah gak akan ada habisnya

  2. dilla berkata:

    Sukses itu ada tingkatannya. Makin lama makin tinggi parameternya. Untuk saat ini sukses saya adalah mampu membiayai hidup saya sendiri tanpa bantuan ortu. Besok2 pasti nambah, sukses pnya keluarga, sukses menghidupi keluarga..de el el.. *ini knp jd komen serius ya?* (g_doh)

  3. akokow berkata:

    kalau eloe mikir eloe sukses, berarti eloe sukses. Yah, inget aja bahwa sperma pemenang adalah yang berhasil membuahi sel telur. Jadi eloe lahir di dunia sebagai orang sukses juga😀

  4. masamune11 berkata:

    Kesuksesan itu bukan diukur berdasarkan materi yang didapat, tapi dari apakah kita bahagia dengan semua itu. Sukses versi saya adalah ketika saya bahagia dengan pekerjaan dan kehidupan yang saya jalankan, berhasil membuat orangtua saya bangga memiliki anak seperti saya dan berhasil membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warramah. Itu saja…

    Sama, tante… Being happy with what you have and be grateful with that, sepertinya sudah menjadi goal sukses saya sih…:)

  5. Rindu berkata:

    sukses untuk saya adalah apabila saya mampu keluar dari keterpurukan dan menemukan diri yang baru.. setiap kesalahan harus dibayar dengan perbaikan dan sukses jika mampu meninggalkan kebiasaan buruk yang lama …

    sukses selalu ya cK … Love you *menunduk berdoa untuk cK*

  6. aRuL berkata:

    benar banget katanya cK, kesuksesan kadang dikukur dari kebahagiaan…
    tapi kalo mengukur ke suksesan orang lain, memang parameternya dari kita sendiri🙂

  7. takochan berkata:

    Sukses versi saya adalah ketika saya bahagia dengan pekerjaan dan kehidupan yang saya jalankan, berhasil membuat orangtua saya bangga memiliki anak seperti saya dan berhasil membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warramah. Itu saja…

    Jadi, kapan?😎
    *digamfar*

    Apakah tetap adem ketika dipanas2in dengan “kesuksesan” orang lain itu termasuk kriteria sukses?🙄

  8. TamaGO berkata:

    walopun masih jadi kuli teknik, tapi saya sudah merasa sukses😀.
    bisa makan tiap ari dan bisa tidur di kamar ada tembok dan atepnya *terlalu cetek ya parameter suksesnya?*
    masih bisa berhedon ria, kerja dgn jam kerja normal dan tidak pernah stress dengan rekan2 kerja yg menyenangkan pula🙂

  9. Hendrawan berkata:

    kalo kata saya si, sukses itu kalo kita sudah mencapai target yang kita tentukan. kalo saya punya target nikah tahun depan tapi akhirnya gak kejadian, yah… gak sukses (dalam hal nikah) berarti saya.

    en so… ada yang mau membantu mewujudkan target saya tahun depan *loh*

    kalo keadaan kita saat ini kita nilai belum sukses, tapi orang lain menilai sukses. yah.. tahu sendiri lah ya perbedaan standard target kita dengan mereka, hehehehe

  10. Eru berkata:

    Hmm gimana kita ngeliat kelangit apa kelumpur,

    kalo ngomongin soal diri, sebisa mungkin ngeliat kelangit.. soalnya banyak banget orang hebat diluar sana

    kalo ngomongin soal diri juga, sebisa mungkinngeliat ke tanah.. soalnya
    banyak banget orang yang kurang beruntung di luar sana

    *masi berusaha*

    Dan
    sukses itu menurut saya ya CHik…
    baru posting tapi sudah di-comment 40 biji begini looh
    *kabuur*

  11. draguscn berkata:

    Menurut saya yang namanya sukses itu tetap ukurannya perasaan kita. Jadi diakhir postingan itu udah cukup menjelaskan. Tapi bukan berarti indikatornya tidak boleh materi. Sah-sah saja kalo Chika menilainya dari normatif relationship (dengan ortu), tapi mungkin ada orang yang pake ukuran kwantitatif uang. Ini juga bisa ngga sama, mungkin ada yang senang dengan dapat uang 1juta sebulan padahal ngga cukup, tapi mungkin ada yang menilai dirinya belum sukses padahal gajinya dikurang kebutuhannya masih bisa nabung jutaan lagi ..
    Indikator lain selain relationship dan uang mungkin karir, kesehatan, keberhasilan pekerjaan, penambahan ilmu (apa lagi yach ..). Alat ukurnya tetap hati dan pikiran kita.
    Pikiran kita menerima, hati senang = sukses.
    Tapi kalo dihubungkan dengan kehidupan beragama, agak ngga cocok .. soale kualitas sukses (kedekatan, ketaatan dan ketekunan) tidak semata-mata dari pemikiran dan perasaan saja. Tapi ada x-factor : rasa nyaman, haru, tunduk yang diberikanNya. Kayaknya gitu ..
    *wah kepanjangan nih kayaknya ..*

  12. det berkata:

    ah chik, punya pekerjaan aja belum bisa disebut sukses dong kalo gak dibayar.. hehehe…

    sukses itu sebenarnya masalah kepuasan di dalam hati chik. ndak bisa diukur dengan materi SEMATA. tapi banyak faktor yang mempengaruhi.

    kalo sukses jangka pendek bisa diartikan sukses mencapai target yang telah diset sebelumnya. misalkan target saya mau dapat gaji 10jt/bln pada tahun 2010. begitu tahun 2010 terealisasi ya artinya saya sudah sukses. sukses mencapai target jangka pendek

    wah panjang ya komenku????

  13. Evy berkata:

    Hallo anak cantik Chika… bener banget sukses adalah ketika kamu merasa bahagia dan bersyukur dengan apa yang kamu miliki… serta bisa menjadikan apa yang kamu miliki itu (ilmu, harta, pemikiran, nasehat, senyum..whatever…) bermanfaat untuk makhluk Tuhan lainnya…keluarga, teman, sahabat, masyarakat.. termasuk kucing2mu…
    karena kita hidup di dunia mengemban amanat Allah..jadi kalau kita bisa mengemban dengan baik…InsyaAllah itulah sukses

  14. badrul berkata:

    betul banget, banyak orang yang kaya… dan hidupnya sepertinya tidka ada celah.. banyak yang bilang dia sukses…
    tetapi apa benar? kalo ternyata diantara semua harta yang dia punya, tetapi ada anggota keluarga yang sakit2an.. atau bahkan dia sendiri yang sakit2an..
    atau dia tidak merasa tenang hatinya…
    jadi seperti yang dibilang, sukses gak diukur dari materi..
    btw salam kenal🙂

  15. feri berkata:

    Saya setuju dgn mbak Chika, bahwa kesuksesan itu bukan diukur berdasarkan materi yang didapat, tapi dari apakah kita bahagia dengan semua itu. Banyak orang yang berlimpah materi tapi tidak bahagia.

  16. undercover berkata:

    Saya setuju dengan mba Chika, kesuksesan adalah tidak harus di ukur secara materi saja. Hampir sama, kesuksesan menurut saya ketika kita nyaman dengan apa yang kita miliki, kita merasa sudah optimal melakukan demi apa yang sudah kita miliki dan kita menikmatinya. Yah, mungkin hanya salah satu sisi, tapi itu bisa menggambarkan kesuksesan menurut saya.

    Mendapatkan lebih & bisa terus exist, saya kira itu sudah naluri bagi seseorang yang berusaha dan bisa sekedar punya jalan untuk melakukannya saya kira itu juga sebuah karunia kesuksesan. Karena banyak juga orang yang tidak mempunyai kesempatan melakukannya, he..😀

  17. undercover berkata:

    Lagipula siapa sih yang sudah merasa kaya (jika kesuksesan hanya dinilai dari kekayaannya)? Saya kira tidak ada satu orang pun di dunia ini yang merasa cukup kaya. Buktinya, orang yang katanya kaya (sukses) toh dia masih tetep kerja keras banting tulang. Tidak ada sesuatupun kan yang bisa meyakinkan bahwa kaya itu ukuran yang reliabel bagi kesuksesan😛

  18. naichan berkata:

    AGREE!!!
    sukses itu…cukup makan,cukup tidur, bahagia lahir batin, ga banyak ngerepotin orang laen deelel… *ga terlalu peduli soal duit sih…nyari suami tajir aja gyahahahaha…*:mrgreen:

    wong jeng chika… belum sehari udah 70 koment, bener kata eru…sukses niy… hehehe

  19. s1w1 berkata:

    Insya Alloh….kesenangan, kesedihan dan lainnya kita yg merasakan, jadi hanya kita yg bisa merasakan/mengetahui apakah kita sukses atau tidak, siapa tau apa yg kita nikmati/jalani sekarang lebih baik daripada yg dulu berarti kita Insya Alloh sukses merubah/memperbaiki hidup kita….

  20. ai berkata:

    klo udah bahagia lahir dan bathin, trus kewajiban dunia dan akhirat dah terpenuhi baru namanya sukses….😀

    sayang sekali banyak org yg mengukur sukses dengan banyaknya duit yg didapat, padahal klo ujung2nya masuk neraka sama ajha ga sukses namanya😀

  21. Menik berkata:

    Chikaaaaaaaaaaaaaa…
    Lama ga berkunjung kesini…
    maapkeun😦

    Btw, kebanggaan buat saya adalah saat saya melihat ortu menangis bahagia ketika melihat anak2nya meraih kesuksesan..
    itulah sukses yang nyata, membahagiakan ortu🙂

  22. CY berkata:

    Yep, memang sukses itu relatif. Kalo nurut saya sih jadi owner baru sukses, kalo cuman manager sih masih dlm proses menuju sukses hehehe…
    Eh.., owner itu nama jabatan juga ya Chik?? 😆

    Sukses itu setidaknya, apa yang ingin kita beli pasti kebeli…

  23. AdityaWirawan berkata:

    Kesuksesan itu bisa dilihat dari 2 faktor. Pertama faktor dari dalam diri kita sendiri, kedua faktor dari pandangan orang lain.

    Kalo dari dalam diri kita sendiri kita sudah merasa puas, cukup dan senang dengan apa yang kita miliki sekarang, termasuklah pekerjaan, penghasilan, keluarga besar, keluarga inti, teman, dll. Maka itu bisa dikatakan sukses.

    Kalau mau melihat dari pandangan orang mah agak susah. Masak harus mempunyai rumah gede, mercedes, jadi manager/bos baru bisa dikatakan sukses.

    Apapun itu. Itu semua kesuksesan dunia. Jangan lupa untuk mengejar kesuksesan akhirat.

    *halah*

    nb: Chik.. jadikan jadi EO bukber ntar. Tolong didata berapa orangnya. mo nyiapin oleh2. TIA🙂

  24. aLex wawo berkata:

    Sukses adalah memiliki suatu tujuan dan mencapainya…

    contoh1: lulus kuliah, pengen dapet kerja, maka ketika udah dapet kerja bisa di bilang udah sukses.. setelah dapet kerja, punya tujuan baru lagi, yaitu di promosi, jadi supervisor…setelah sekian lama bekerja akhirnya jadi spv…sukses lagi….begitu seterusnya….

    contoh2: pengen senengin ortu dengan ngajak jalan2 ke bali misalnya, ketika hal itu udah tercapai berarti kita udah sukses…

    contoh3: hari ini gw punya tujuan ngajak cewe ngedate… ketika udah terjadi berarti gw udah sukses hari ini…

    itu menurut gw…. kesuksesan diukur dari hal-hal yang sederhana….😉
    gitu aja kok repot…hehe…

    oya, tambahan, menurut orang lain kita sukses, belom tentu benar menurut kita, kalo ternyata belom sampe ke tujuan. begitu juga sebaliknya…

  25. MQ Hidayat berkata:

    Sukses bisa terlihat saat sudah mati.
    Seberapa banyak orang yang mengenang kita karna kebaikan dan seberapa sedikit orang yang mengenang kejelekan kita.
    Kalo lebih berat yang baik, maka itulah kesuksesan hidup.

  26. Jumawa berkata:

    *komen kala demam.ngaco harap maklum*
    Ah biasanya yang mendepinisikan sukses dengan njlimet yang intinya harta bukan ukuran itu orang yang ndak begitu berduwit dan berkursi
    *digetok*

  27. Biyung Nana berkata:

    HAH!!?? chika merit? kok ndak ngundang2😀

    btw, buat nana sukses itu lepas dari ketakutan… takut miskin, takut gemuk, takut ga laku, takut diboongin,takut dimarahin, dan takut2 lainnya hehehehe

  28. h4rold80 berkata:

    setiap orang punya patokan sukses yang berbeda. klo mo dilihat lebih sederhana, sukses berarti berhasil ‘melewati’ sesuatu. nah sesuatunye itu macem-macem, yang pasti sesuatunya adalah tujuan masing-masing orang.
    lha kok jd muter2 gini.. hehe maap

    sukses menurut takeran gw adalah mampu hidup mandiri, dengan atau tanpa dukungan. ga ada lagi pertentangan batin. karena tujuan hidup gw cm mencapai kebahagiaan hidup yang benar-benar bahagia.

    sorry awut2an, baru belajar kasih komen dan ngblog..🙂

  29. missglasses berkata:

    arti sukses buat tiap orang beda, aku setuju tuh sama teori sukses mba chika, tapi menurutku ada lagi arti sukses buatku, yaitu married sama laki2 yang baik & punya anak yg baik juga, intinya, punya keluarga yang menyenangkanlah🙂 . hehehe

  30. keongmalas berkata:

    sukses? apa ya? gw jg kagak ngerti mbak chika… yg gw tahu, semua org harus memaksimalkan potensi manusiawinya. gtitchu… eh, tengok blog gw ya… ntar diajarin bikin blog yg baik. otre?

  31. keongmalas berkata:

    sukses? apa ya? gw jg kagak ngerti mbak chika…
    yg gw tahu, semua org harus memaksimalkan potensi manusiawinya. eh, tengok blog gw ya… ntar diajarin bikin blog yg baik. otre? sori dobel. yg pertama diapus aja, soalnya linknya salah, hehehe…

  32. ariefdj™ berkata:

    ..menurut q, kesuksesan, berarti tercapai-nya atau terpenuhinya parameter2 tertentu yang dijadikan acuan standar.. jadi, bisa beda2, tergantung situasi.. seperti puasa, standar kesuksesan seseorang berpuasa itu beda2.. juga shalat, zakat, haji, dst..

    kalo secara strata sosial, materi merupakan indikator yang basic banget, yang paling mudah, demikian juga jabatan/posisi, dan masyarakat umum biasanya memakai materi / jabatan itu sebagai indikatro eh indikator ‘yang tlh disepakati bersama’ karena paling mudah dalam melihatnya…

    kalo menurut q, kesuksesan itu ketika materi sudah tidak lagi merupakan masalah, juga waktu yang tersedia untuk menikmati hidup, atau dengan kata lain, ketika semua kewajiban2 telah terpenuhi dan bisa menikmati hidup dengan nyaman..

  33. Winnu Ayi berkata:

    sukses itu relatif…

    semua orang punya parameternya masing-masing dan orang yang melihat kesuksesan orang lain pun juga bersifat relatif.

    topik ringan yang dibahas dengan berat… hehehe!

  34. kita berkata:

    hah!!!mbak chika udah kawin toh rupanya…ya ampun selamat menempuh hidup baru ya mbakk…ck ck ck..akhirnya…

    hihihi *dilemparin batu ama mbak chika*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s