Penjiplakan Yang Semakin Ngetren™

Sekitar beberapa minggu yang lalu di koran Kompas dikabarkan bahwa musisi negeri tetangga kembali melakukan penjiplakan pada lagu Indonesia. Berita ini sebenarnya sudah lama, namun tidak terlalu booming. Mungkin karena orang sudah bosan dengan berita soal penjiplakan.

Lagu berjudul Aspalela yang dinyanyikan Saiful Apek merupakan jiplakan adaptasi dari 2 lagu anak-anak, yakni “Bintang Kejora” dan “Abang Tukang Bakso”. Kabarnya lagu ini meraih kesuksesan di negeri Jiran. Lagunya bisa disimak di youtube, sedangkan lagu asli “Bintang Kejora” bisa didengar disini. [Updated: Lagu “Abang Tukang Bakso” bisa didengar disini. Thanks to jiwamusik]

Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan penjiplakan ini karena sesungguhnya orang-orang kita pun melakukan hal yang sama tetapi bukan dalam bidang musik, melainkan film dan sinetron. Seperti sinetron macam Siapa Takut Jatuh Cinta, Impian Cinderella, Candy, Olivia, dan lain-lain yang jelas-jelas menjiplak film drama Jepang, Taiwan dan Korea.

Bisa dibilang, hal seperti mencontek, menjiplak dan plagiat sudah mendarah daging. Entah kreativitas memang sudah langka, atau memang malas mencari konsep baru? Padahal menurut saya kreativitas anak negeri ini masih sangatlah tinggi.

Film Indonesia pun tidak segan-segan meniru film luar negeri seperti film pemenang Piala Citra, Ekskul, yang meniru film Korea, hingga Scary Movie dan American Pie yang konon ‘menginspirasi’ para filmmaker Indonesia. Penjiplakannya dimulai dari “terinspirasi”, “adaptasi”, sampai dengan menjiplak bulat-bulat.

Bahkan hingga poster film pun, dijiplak total. Sebagai contoh, film terbaru Rizal Mantovani yang dibintangi oleh Bunga Citra Lestari dan Andhika Pratama, awalnya memiliki konsep poster yang SANGAT SAMA dengan film Korea. Berikut adalah skrinsutnya.

Untungnya, karena beberapa protes dari para pecinta film, sebelum film ini dirilis, poster film Hanya Untukmu akhirnya diganti, berikut dengan judulnya menjadi Ada Kamu, Aku Ada yang menurut saya judulnya amat sangat tidak menjual. Kok malah kayak lagunya Eko eh Iwan Kasela ya?😕 Apabila film ini keluar di pasaran dengan poster seperti itu, tentu saja cap “penjiplak” akan menempel di jidat sang sutradara.

Poster baru film Hanya Untukmu

Selain film diatas, ada lagi poster film yang meniru, yaitu Namaku Dick. Film yang dibintangi Tora Sudiro ini mempunyai konsep poster yang sama dengan film The Hot Chick. Bisa dibandingkan dengan melihat gambar dibawah ini.

Dalam hal ini siapakah yang harus disalahkan? Apakah Indonesia miskin kreativitas? Seandainya para produser bersedia melirik blog, mungkin mereka akan menemukan banyak orang-orang kreatif di luar sana yang mampu membuat poster original ketimbang meniru poster film luar negeri.

________________________________________________________

Postingan yang mungkin terkait:

  • Kontroversi Piala Citra
  • Sinetron di Indonesia
  • Budaya mencontek telah mendominasi kehidupan
  • Sinetron Indonesia, What’s Next??
  • Oh Tidaaakkk!!! Lagi-lagi Sinetron Indonesia
  • 169 thoughts on “Penjiplakan Yang Semakin Ngetren™

    1. Nayantaka berkata:

      Soal Aspalela, gue udah denger waktu pertama kali nginjak kaki di tanah seberang. Konyol banget tuh lagu. Tapi laris juga di sini, sering denger di radio, juga di mal-mal.

    2. chrisibiastika berkata:

      kapan mau kreatifnya?? *dibuang ke kali*
      iya chik, tapi kenyataannya gitu. dan itu gak cuma di bidang entertainment, bahkan di bidang edukasi pun sama aja. hhm… kemarin hari pendidikan nasional, semoga bangsa kita makin terdidik dan menciptakan karya-karya orisinil karena saya yakin sebenernya kreativitas itu ada, hanya mungkin terpendam dalam-dalam. hohoho…
      dah ah. jadi chik,
      kapan mau kreatifnya??

      *ampuuunnn tanteeeee…..*

    3. Sawali Tuhusetya berkata:

      plagiasi karya, entah itu musik, sinetron, atau buku semakin menunjukkan bahwa budaya instan sudah demikian merajalela. orang ndak mau pusing2 ukt kreatif berkarya. kalao menjiplak saja sdh bisa menghasilkan duwit, kenapa mesti repot2 memerasa otak. mestinya perlu ada lembaga khusus yang menangani jiplak-menjiplak karya ini. adakan pengawasan ketat. lalu tegakkan supremasi hukum. *halah, mimpi kayaknya* yang pasti, plagiasi karya bener2 sebuah pengebirian hak cipta seseorang!

    4. cK berkata:

      @ kopral geddoe
      iya tuh. niru abis. padahal saya yakin banyak yang bisa membuat bagus tanpa harus meniru..😕

      @chrisibiastika
      edukasi juga?😯 apa ini soal mencontek pas ujian?:mrgreen:

      @ sawali tuhutsetya
      betul. dari situlah kekreativitasan jadi terkunci. masalahnya, kita juga tidak bisa melototin satu-satu hasil karya, jadi entah itu meniru, menjiplak, ataupun plagiat, kita hanya bisa tahu dari opini masyarakat. karena untuk mendeteksi hal semacam ini lumayan sulit, IMO…

      sayangnya kekreativitasan disini terbatas karena persoalan duit..😐 bisa dapet duit instan dengan cara menjiplak, wajar saja orang jadi malas berkarya…

    5. aRuL berkata:

      haiyya menyesal banget koq sampe segitunya Indonesia…😀
      kalo pemula sih njiplak bisa dimaklumi tapi ini.. wah para sineas2 kaliber 😦

    6. ridu berkata:

      cover album dewi-dewi juga jiplak dari the donna’s (kalo gak salah itu namanya the donnas, tp yg jelas bukan the donnat:mrgreen: )

      hmm.. berarti malaysia lebih dodol dong dari kita.. kita jiplak, eh dia jiplak dari kita..

    7. cK berkata:

      @ fajar
      saya prefer film barat.:mrgreen:

      @ arul
      makanya, saya juga heran.😦

      @ tgk. alex
      heh? bisa lex?😯 saya pesen satu😛
      terus dijual atau gimana?:mrgreen:

      @ ridu
      iya, itu di forum-forum gitu sampai ribut.🙄

      hmm.. berarti malaysia lebih dodol dong dari kita.. kita jiplak, eh dia jiplak dari kita..

      ahahahaha…no komen. 8)

      @ chuanwei
      maaf, iklan saya hapus. silakan baca disclaimer di siderbar.😉

      @ ashardi
      ahaha..u got my point.:mrgreen:

      @ kucluk
      aneh khan?🙄 😆

      @ hanggadamai
      entahlah. karena duit kali, kreativitas jadi terhambat.🙄

      @ ketela
      iya tuh.

    8. ocha milan berkata:

      Jadi, kita harus lebih kreatif yah… Mau nuduh orang lain plagiat tapi kita sendiri sama aja tukang nyontek. Bener tuh, jangan jadi maling teriak maling deh..
      *OOT si chuanwei itu kok nyebar spam dimana2 seeh!!!!*

    9. brainstorm berkata:

      susah cik, dunia ide ituh bukan dunia yang gampang, sedangkan hasrat manusia ituh pengen yang instan (kejar tayang, dapet duit, kabur ke luar negri) hehehe.. nyari ide kreatif? males+lama+sabar+belom tentu sukses+akhirnya bangkrut. mending yang instan.. ibu2 sekarang aja demen yang instan ko’ 😆

    10. cK berkata:

      @ ocha milan
      betul. menurut saya ini lebih ke karma.🙄

      @ danalingga
      entahlah dan. mungkin lagi buntu, jadi niru poster film lain.😛

      @ brainstrom
      ada betulnya juga. tapi menurut saya lebih baik karya orisinil, sehingga apabila sukses, tentu membuat trademark sendiri.

      btw,

      ibu2 sekarang aja demen yang instan ko’😆

      ini curhat soal calon mertua atau futurewife?:mrgreen:

      *ditimpuk*😛

    11. ika berkata:

      mungkin para pelaku entertainment musti ngaca..doyan njiplak karya bangsa laen tapi marah2 kalo punyanya sendiri dijiplak,,hehehe

    12. erander berkata:

      *mengurut dada*

      Prihatin, tapi itu fakta .. ketika pikiran buntu, tapi tuntutan untuk ‘terus berproduksi’ tak terelakan. Sama hal-nya dengan nge-blog. Ketika ga ada ide buat postingan. Paling mudah .. ya copy paste hehehe🙂

      Makanya .. kita memang perlu kreative agar hidup ga garing dan sparkling dan mengairahkan hehehe🙂

    13. edy berkata:

      yg perlu ditegakkan adalah kemaluan rasa malu
      dng begitu otak dipaksa untuk ga asal niru
      toh sebenarnya juga ga ada ide yg murni, kecuali jaman dulu kali
      tinggal gimana kita bisa mengemas jadi sesuatu yg segar dan beda

    14. wennyaulia berkata:

      walopun udah diganti poster dan judulnya tapi tetep ceritanya sama? lha sama aja dunk…😦
      kirain jiplak menjiplak sudah selesai…ternyata masih ada tho..
      *geleng-geleng

    15. det berkata:

      ah menurut saya kok bukan penjiplakan ya..
      bukankah wajar otak manusia memikirkan hal yang sama?

      kemudian tertuang ke dalam bentuk visual yang hampir2 sama..

      jadi ndak ada yang salah..
      :mrgreen:

    16. faridyuniar berkata:

      waduh….jiplak2an…

      Nanya nih, niru felm, poster dan lain2 itu beda ga sih sama niru budaya, lagu daerah, dan tarian daerah?.

      Hem….ga rela dih budaya kita “dijplaki” dan “diakui” oleh pak cik dari seberang, tapi juga gimana kalo ternyata ada juga oknum2 kita (kita? elo aja kali..gue enggak..wekeke) yang niru2 juga…

      hem pusing…..

    17. Mihael Ellinsworth berkata:

      Mengenai film, ada sebuah nama judul yang menarik : ML (Mau Lagi, yang sempat ditolak di Bandung). Bahwasannya mereka dengan amat jujur menulis statement seperti ini dibawah judulnya :

      “Indonesian Pae, bukan American Pie”

      Sepertinya agak menjiplaknya di bagian cerita.😉

    18. ManusiaSuper berkata:

      Ntu pilem namaku Dick juga idenya mirip sama pilem jepang, sama-sama punya titit bisa ngomong…

      Mending kalau nyontek trus hasilnya lebih baik, tapi ini sudah nyontek, elek teunant pulak!

      *curahan hati dari yang baru nonton pilem endonesa dua kali*

    19. takochan berkata:

      Entah kenapa, kalo pilem indonesia terus2an bgini, bisa2 bukan mati suri kayak era 90-an lagi, tapi benar2 tewas!

      Makin banyak jiplak2an, tapi masih banyak aja yang mau nonton, kapan bosannya?🙄 Gak bosan? Ato malah tidak akan bosan, dengan kata lain, memang suka dengan barang jiplakan?😆

    20. masbadar berkata:

      Ini nih, budaya emoh kerja keras tapi pengen dapet prestasi. Ide, kreativitas emang mahal. Sebuah karya seni membutuhkan waktu dan tenaga untuk tercipta sempurna, lalu dinikmati para pecintanya lalu menjadi masterpiece tak ternilai seiring zaman. Dalam konteks industri? wah tentu beda donk..

      Dalam dunia desain grafis? Membuat sebuah desain lebih cepat adalah googling lalu contek dengan sedikit perubahan. Brainstorming? Ini omong kosong!

    21. nindityo berkata:

      boleh gak sih kita bangga dengan produk jiplakan?
      kalo enggak boleh.. ayuk kita boikot, ya minimal aku boikot ah.
      dimulai dengan tidak nonton film “namaku Dick” dan “ada Kamu, Aku ada”

      @ridu : setuju, bener-bener dodol tuh orang

    22. hendra_ku berkata:

      untung aku gk suka sinetron ma film indonesia, banyak munafiknya…
      katanya mo berantas pembajakan, e e e e, malah mereka sendiri suka menjiplak,…cape deh…

    23. cK berkata:

      @ ika
      yup. setidaknya introspeksi diri.😉

      @ erander
      menurut saya sebenarnya ide itu bertebaran diluar sana. tinggal bagaimana kita mengambil keadaan sekitar untuk dijadikan ‘sesuatu’. sama seperti ngeblog. kalau dilihat-lihat, banyak yang menulis dengan mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari.

      yang pasti, kita harus terus asah kreativitas.😉

      @ edy
      sayapun kalau membuat postingan bisa dibilang “terinspirasi dari…”, tapi itu balik lagi bagaimana kita mengembangkan inspirasi tersebut, jangan sampai terjebak dan disangka plagiat.

      yang pasti balik ke pribadi masing-masing. bagaimana rasanya menjiplak. banggakah?

      @ djanong
      memang bener sih. cuma labih bagus lagi meraih kesenangan secara benar.😀

      @ fachia

      yang lagunya RAJA itu koq bisa sama persis dengan lagu yang bhs mandarin itu ya, yang aku ada krn kau ada kalo gak salah

      errr…kalau yang itu saya tidak tahu. mungkin ada link nya?😕

      @ wennyaulia
      iya tuh.😦
      entah kapan selesainya hal seperti ini. rasanya akan terus menjamur..😐

      @ nazieb
      coba bikin bannernya.:mrgreen:

      @ biyung nana
      iya tuh. tampaknya sudah mendarah daging.😆

      @ funkshit
      kamu termasuk yang mana?:mrgreen:

      @ det
      hooo..bisa juga sih?😕

      *walaupun kemungkinannya kecil*😆

      @ dobelden
      kalau chairil anwar, saya tidak tahu..😕

      @ sigitpriyo

      yang seperti apa menjiplak itu?

      penjiplakan itu bisa dibilang hampir sama dengan plagiarisme, misalnya mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri, atau mengambil gagasan/ide/desain orang lain, kemudian membuat hampir sama dan mengakui sebagai karya sendiri.

      sedangkan adaptasi itu contohnya ada beberapa contoh. misalnya mengadaptasi cerita dari novel yang akhirnya dibikin film. ada juga mengadaptasi dari kisah nyata yang dikemas menjadil novel/film. dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.😀

      @ dimasu
      tapi pasti mereka masih punya kemaluan.:mrgreen: 😆

      @ nenyok
      iya ya?😕

      mungkin..😆

      @ fanz
      jadi pengen ikut njiplak.:mrgreen:

      @ erwin
      harusnya kebiasaan itu dihentikan. :0?

      @ jari jari ampuh
      hhmmm…iya ya?😕

      bisa juga sih, seberapa kreatif orang tersebut meniru..

      @ tgk. alex
      udah saya tendang ke akismet kok.:mrgreen:

      *sadis*😈

      @ faridyuniar

      Nanya nih, niru felm, poster dan lain2 itu beda ga sih sama niru budaya, lagu daerah, dan tarian daerah?.

      menurut saya sih keduanya sama. karena sama-sama meniru. tapi hal yang ditiru itu berbeda. IMO sih..🙄

      kalau kayak begini, tiru meniru itu sudah kayak rantai makanan. gak ada habisnya.😕

      @ biyung nana
      tentang na, udah saya apus kok. 8)

      @ eru
      pake tm donk.:mrgreen:

      @ mihael ellinsworth
      katanya sih berasal dari kisah nyata. tapi nggak tau kisah nyata siapa.😆

      btw salah satu pemain film ML itu teman saya.🙄

      @ ova
      iya tuh..😦

      @ endrawan
      wow, terinspirasi yang berbuntut sangat mirip.😆

      @ manusiasuper
      *gebuk fadil*

      mbok ya kalo komen disensor kek.😈

      btw saya juga tahun ini nonton 3 film indonesia.🙄

      *ga penting blas*

      @ takochan
      naaah, itu dia! tampaknya masyarakat indonesia terima hal ini apa adanya, no compromise.🙄

      @ amaranth
      good!:mrgreen:

      @ masbadar
      nice argue.😀
      memang hal seperti ini mengecewakan. tapi tampaknya akan terus ada, entah sampai kapan.😦

      @ garing
      iyaah! *ikut-ikutan*

      @ adit-nya niez
      thanks to him.😆

      @ nindityo
      saya pribadi sih gak bangga.🙄

      @ hendra_ku
      saya juga ga suka sinetron. nonton pun kalau ada maksud tertentu seperti bahan postingan, misalnya.:mrgreen:

      @ iwan rystiono
      sabar ya. saya juga sering dijiplak. tapi cuek aja ah.:mrgreen:

    24. AdityaWirawan berkata:

      Wah.. kalau jalan cerita diikutin sih masih wajar. Tapi kalau sampai poster juga diikutin, sama persis 80%, wahhh kok kayak g ada ide lain ya. Mudah aja kok buat poster film asal kreatif, dan mau berpikir.

      Saya tetap menginginkan perfilman Indonesia bisa maju, tanpa harus menjiplak karya film lain sepenuhnya. Tapi kalau masih mengambil konsep cerita itu tidak apa. Ingat hanya konsep.🙂

    25. fertob berkata:

      Mbak Chika yth,

      Sepertinya sebuah karya cipta yang bertema “originalitas” bukan virginitas:mrgreen: itu memang sudah sangat langka, dimanapun itu. Sudah sulit mencari sebuah karya yang benar-benar asli dan murni dari hasil kreativitas si pencipta. Selalu saja ada ide-ide yang berasal dari tempat lain, yang kemudian dimodifikasi dan dikombinasikan, dan kemudian menjadi sebuah karya cipta baru.

      Bahkan batasan penjiplakan sebuah karya cipta juga berbeda-beda. Ada yang mengatakan 20% sama sudah bisa dikategorikan penjiplakan. Dan tipe/jenis karya cipta juga berbeda, misalnya lagu dan film juga berbeda. Intinya originalitas memang sudah langka, tetapi bukan berarti mengorbankan hal-hal lainnya.

      Salam dari seberang…😆

    26. fertob berkata:

      @ Alex

      [OOT]

      Negeri seberang harus berarti jiran, ya ? Kalau Papua Nugini termasuk negeri seberang nggak ?😆 atau malah sudah jadi negeri jiran ?

      [OOT]

      @ Chika :

      Mbak Chika YTH,

      Maaf kalau ada tambahannya. Tapi menjiplak salah satunya disebabkan oleh rasa malas. Malas mencari tahu, malas berpikir, dan malas-malas yang lainnya.

      Logikanya :

      malas menyebabkan penjiplakan
      saya malas
      saya memang plagiat

      Terima kasih…:mrgreen:

    27. antokoe berkata:

      jiplak, plagiat, niru, adaptasi, inspirasi atau apapun namanya sampai copy paste sudah menjadi hal lumrah mungkin. tapi kalau karya kita di jiplak sakit juga. semoga kita menjadi semakin dewasa dan menghargai karya lain.

    28. tangkasnet berkata:

      udah nggak heran tingkah dan gaya hidup pun dijiplak padahal belum cocok untuk budaya kita alasanya sich lagi ngetren diluar sono

    29. Tgk. Alex berkata:

      [OOT]
      @ fertob

      Negeri seberang harus berarti jiran, ya ? Kalau Papua Nugini termasuk negeri seberang nggak ?😆 atau malah sudah jadi negeri jiran ?

      Secara si ummi kucing empunya blog ini membahas saiful apek idolanya itu, maka konotasinya jadi ke negeri jiran ituh…🙄

      Saya sebenarnya malas komen karena pertamax diblokir dgn kejamnya membahas negeri jiran sanah. Mending saya ke blog yang sedang malas itu🙄

      *ke kursi malas*

      [/OOT]

    30. cK berkata:

      @ winsolu
      salam kenal.😀

      @ zoel chaniago
      iya tuh. ga nyangka aja…

      @ adityawirawan
      kalau konsep saya menurut saya juga gapapa. contohnya film “In The Name Of Love” itu terlihat mengambil konsep romeo and juliet dan memiliki jalan cerita yang berbeda. IMO, itu masih gapapa…

      @ fertob
      iya juga sih. sekarang rada suilit mencari karya yang 100% original, karena pasti terinspirasi dari berbagai macam sumber atau mengikuti mainstream.😐

      @ muhammad rachmat
      hehehe…bisa aja.:mrgreen:

      @ tgk. alex
      *skip komen*😈

      @ fertob
      oooh, itu ya salah satu penyebab penjiplakan?🙄

      tampaknya mesti diberantas sejak dini.:mrgreen:

      @ yanti
      sayangnya, orang indonesia ternyata cukup jeli juga memperhatikan karya-karya seperti itu.:mrgreen:

      @ antokoe
      saya memikirkan bagaimana yang dijiplak. seandainya saja mereka mengetahui hal itu, tentu mereka tak akan tinggal diam..

      @ tangkasnet
      itu salah satu akibat menjiplak..

      @ ian
      wah…kenapa tanya??😆

      @ tgk. alex
      *berpikir bikin alex bakar*😈

      @ leksa
      kalau saya tergantung mood. mungkin saya tonton buat bahan postingan berikutnya..😆

      @ ndarualqaz
      ah, komen nggak kreatip.🙄 😆

      @ arya
      tapi masih cinta produk dalam negeri khan?:mrgreen:

    31. cK berkata:

      @ tgk. alex | iwan rystiono
      kalau soal theme, menurut saya bukan jiplakan. karena itu adalah fasilitas yang diberikan WP.

      kecuali kalo kontennya sama dalam arti benar-benar sama (kupipes dari blog orang lain), berarti itu memang menjiplak.

    32. Tgk. Alex berkata:

      kalau soal theme, menurut saya bukan jiplakan. karena itu adalah fasilitas yang diberikan WP.

      Ooo… mbulet…
      Tadinya saya pikir para kru di WordPressdotCom yang njiplak themenya cK… 🙄

      *ngacir*

    33. chielicious berkata:

      klo mnurut gue sieh indo mayan kreatif lah orang2nya,,sayangnya tokoh2 di atas itu *tunjuk2 2 poster* yang gak kreatif hu3..

      orang kreatif kita pada kabur keluar negeri soalnya di indo gak hargai he3..*eh ini beda topik ya😛 *

    34. Mardies berkata:

      Hmm… kayaknya mereka (plagiat) nggak mempermasalahkan ‘malu’ akibat ketauan menjiplak. Asal menurut mereka bisa jadi duit sih oke-oke aja.

      Kapitalis….🙂

    35. hariadhi berkata:

      yang harus disalahkan? Yang masih mau-maunya nonton, tante:mrgreen: Film jiplakan itu kalau ga laku ditonton juga ga bakalan diulangi lagi. Mungkin kita perlu bikin baner “Jangan tonton Film Jiplakan!” ?

    36. dEEt berkata:

      ck..ck..ck..
      post ini beda 180 derajat ama yg post sblm-a..
      kyk-a rizal mantovani mesti bljr dr Wiki CA deh tuh..:mrgreen:

      oya, soal lagu itu..
      duh.. capek deh tu negara tetangga..
      gak kreatip bgt..😦

    37. nairasmile berkata:

      ampunn dehh… jiplak sana jiplak sini…
      eniwei poster barunya hanya untukmu kok saya liat jadi kaya poster film india ya… **mikir**

    38. Tito berkata:

      kebangetan nih…. kalo njiplak bulat2 kayak gitu…
      kalo cuma sekedar terinspirasi mah gpp… tapi kalo cuman ganti label doank, set dah…

    39. cK berkata:

      @ maxbreaker
      iya. herannya, mereka ga sadar yang mereka lakukan itu merugikan diri mereka sendiri…

      @ gm.
      wah…iya tuh. jadi makin banyak ya. o.O

      silakeun diambil.. ^^

      @ ghatel
      ahahahaha…disatu sisi bangga. disisi lain, gondok.😆

      @ chielicious

      orang kreatif kita pada kabur keluar negeri soalnya di indo gak hargai he3..*eh ini beda topik ya😛 *

      ini ada benernya lho. kebetulan nanti saya mau bahas beginian. ^^

      @ jiwa musik
      wah bener tuh. nanti saya update postingannya.. ^^

      makasih info tambahannya.😀

      @ lahapasi
      lah, apa sih?😆

      @ malinda
      iya tuh…😐

      @ mardies
      bisa jadi itu salah satunya. atau malah…kalau ketahuan mereka bangga?😕

      *suudzon*

      @ hariadhi
      masalahnya, ga semua orang tahu itu film jiplakan.:mrgreen:

      tampaknya mesti ada orang yang rajin memonitor hal-hal seperti itu.🙄

      @ andra
      maunya begitu. ada yang tahu sumbernya dimana?😀

      @ pulsa11
      kapan kapan..😆

      @ plain love
      untung sebagian orang (seperti saya), hal itu sudah basi. tapi belum tentu bagi beberapa orang. karena hal seperti ini kebanyakan menyebar melalui forum.

      @ deet

      post ini beda 180 derajat ama yg post sblm-a..

      ehehehe..I’m back! (maksudnya kembali menulis hal-hal seperti ini)😛

      @ paramarta
      nah! itu dia. mungkin yang dijiplak itu gak tau..🙄

      @ nairasmile
      india?😆

      @ goldfriend
      modifikasi itu bisa dibilang semacam adaptasi. IMO..🙄

      @ rindu
      makasih mbak. ^^

      hehehe…tulisan saya banyak juga yang dikupipes, tapi males ngebahasnya..😆

      @ suprie
      wah, diputer dimana tuh? semacam shitnetron kah?😕

      @ escoret
      *berdoa koneksi pepeng njengking*😆

      @ jokotaroeb
      iya nih. btw kemana aja, baru nongol?😀

      @ tito
      he eh. mirip banget khan??

    40. Sugeng Rianto berkata:

      [**Ngakak gulang guling baca komen mas jengjeng**]😆
      Sumpah, buku2 yg saya beli bukan buku fotocopyan, tapi asli beli di gramed. ga tau deng kalau yang lainnya.😆

    41. yonna berkata:

      Hmmm seharusnya di foto atau poster atau pose foto yang dicontohkan ama Chika di atas dicantumkan sumber inspirasinya, jadi biar ketahuan jujur kalo emang nyontek gitu:mrgreen:

      daripada nge-les gak nyontek cuma kebetulan sama, dll padahal kenyataannya sama, gak peduli mau gak sengaja kek pokoknya nyontek😛

      Tapi yang paling menyebalkan adalah bertemu orang lain dalam satu acara yang bajunya sama ma baju yang sedang kita pakai, bukan seragam lho tapi emang accidentally the same. Emang gak ada unsur penjiplakan sih, tapi malunya itu mana tahaaannn😆

    42. tere berkata:

      yee jangan salah ck, orang indo tuh kreatip juga.. salah satunya yg gue tau, indo punya tinta infus.. di tempat laen.. blm tentu..

      scope kekreatifan orang ga bisa diukur lewat film aja.. karna kita juga ga tau kan diluar sana gmana..

    43. ansella berkata:

      Ya begitulah keadaanya, selama belom ada yang nemu mungkin bakalan dianggap safe aja sama yang niru ya.

      Kalau lihat sinetron-sinetron sekali abis (apa tuh namanya ya? yang tren di abg…anak kosan ada yang doyan tuh nonton yang kayak gitu) itu banyak banget yang ngambil cerita dari komik Jepun atau Korea, cuil sini suil sana…jadinya ya mungkin adiktif deh, keterusan mlagiat…

      @tukang fotokopi: itu in the name of science pak hehehehe *ngeles mode on*

    44. cK berkata:

      @ tgk. alex
      *skip komen*

      @ niez-nya adit
      saya dulu suka jiplak. gambar peta..😆

      @ tukang fotokopi
      kuliah saya ada handbooknya. 8)

      tapi ada beberapa potokopian sih. tapi khan ga disebarluaskan untuk komersil.:mrgreen:

      *alesyan*🙄

      @ sugeng rianto
      beli? ga minta?😆

      *ditendang ke jogja*

      @ yonna
      setuju sama erick. kayaknya pengalaman pribadi tuh..:mrgreen:

      @ tere
      ini khan dalam konteks yang lain. apalagi ini bersifat komersial. lagipula ini ga membahas soal film saja kok, tapi ke desain.😉

      @ erickningrat
      kayaknya iya tuh.:mrgreen:

      @ ansella
      iya tuh. sekarang banyak yang niru-niru dari film anime..😐

      @ raka
      keren sih..tapi ya itu..kita mesti jeli karena masih banyak yang jiplakan..🙄

      @ rd limosin
      jadi kamu setuju kalau saya itu keren™??

      *komenmacamapaini?*😆

      @ angelndutz
      itu salah satu penyebabnya. mungkin tekanan atasan bikin mereka seperti itu. mungkin..🙄

      @ irwandiaz husen
      masa?😕

    45. cempluk berkata:

      waktu cempluk di malaysia, si guide yang asli orang Malaysia memang membenarkan bahwa banyak lagu Malaysia yang sebetul nya mengadaptasi dari Indonesia.. Dan lagu bintang kejora itu udah lama beredar di Malaysia.
      Kita juga lebih instrospeksi diri, apa ada yang salah ?? spt bajak2 membajak sebuah lagu dan film..hehehe😀

      cempluk gak membenarkan malaysia atau menyalahkan Indonesia,,,semua perlu di introspeksi…

    46. plain love lagi sakit tapi kabur jalan 2 km ke warnet... berkata:

      hayo, siapa yg suka motokopi buku..

      kuliah, bukunya aja fotokopinan..
      lulusannya juga fotokopinan..

      thanks god sampe sekarang aku belum pernah fotokopi… yang ada ituh print materi power point yang dikasi dosen…

      *mahasiswa yang nggak pegang satu buku pun karena uangnya habis buat ngenet*

    47. mysparkling berkata:

      OMG..

      segininya bgt ya orang2 film itu
      thx loh jeung sdh mengemukakan fakta2 sedemikian rupa
      lugas, tajam, dan terpercaya *kek slogan liputan 6 ya*

      duh.. untung aja sebelum gw mo nonton “namaku Dick”
      disuruh ridu bc postingan lo ini

      wow, this is great!!

      keep posting sis’
      Aji

    48. ita berkata:

      poster barunya ‘hanya untukmu’ jelek bgt ahahahaha

      ps. jd inget dulu nyanyi2 bintang kejora sambil gebrak2 meja di ypm

    49. cK berkata:

      @ waterbomm
      iya tuh, harusnya dihilangkan kebiasaan menjiplak..😐

      @ cempluk
      yup, semua harus introspeksi dan malu terhadap perbuatan tersebut.

      @ plain love lagi sakit tapi kabur jalan 2 km ke warnet…
      kamu ngenet mulu sih..🙄

      @ chic
      bisa jadi. tapi sayangnya mata orang indonesia cukup jeli untuk melihat yang tiruan seperti itu.:mrgreen:

      @ mysparkling
      sebenarnya saya sendiri belum menonton film “namaku dick”. jadi belum bisa memberikan kesimpulan dari isi film tersebut. tapi yang saya bahas disini mengenai desain poster yang sangat mirip.😀

      @ realylife
      yup. maunya sih supaya indonesia tetap maju dan tidak meniru saja, melainkan menciptakan sesuatu yang kreatif. kesempatan seperti itu selalu ada. hanya saja tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

      @ ita

      poster barunya ‘hanya untukmu’ jelek bgt ahahahaha

      satu komen nyata dari graphic designer!:mrgreen:

      ps. jd inget dulu nyanyi2 bintang kejora sambil gebrak2 meja di ypm

      iya tuh. kebetulan ta, ntar saya mau bahas soal lagu anak-anak. ^^

      @ chielicious
      iya tuh.. lha, saya aja kepikiran mau ke luar, tapi ga ada duit khikhikhi..:mrgreen:

      @ itikkecil
      iya. di forum dicela macem-macem..😕

      @ warmorning
      ahahaha…ga biadab sih, cuma..🙄

    50. danielc094n berkata:

      nah ini dia sebabnya gw ga mau jd sutradara…
      takut nantinya gw ikut2an jadi penjiplak…hehehehh…:D

    51. BLOGIE berkata:

      Namanye juga bajakan, pastinya bakal laris di pasaran tok…
      Mangkane saya kalao mau nonton pelem-pelem indon mending nunggu cd bajakannya aje…

      Kwekekek…
      :mrgreen:

      Mental njiplak kayak gitu di Indonesia mah, sudah menjadi tradisi…

    52. Silly berkata:

      MASYAOLOHHHH… beberapa hari yg lalu juga ketemu posting serupa di blog mas Budi Raharjo atau mas Iman yach… Tsssaahhhh…😦

      Ndak suka dech…. ngapa gitu mesti nyeplak karya orang. Malu2in ajahhhh.

      BTW, Rizal mantofani tumben bikin film gak ada yang tiba2 lewat berkelebatan pake kain putih, hahahahahaha….😀

    53. cK berkata:

      @ yonna
      wakakak…irain dari pengalaman sendiri.:mrgreen:

      @ theloebizz
      entah. tunggu sampai gajah bisa terbang.😆

      @ scarface
      ahahahaha…in my dreams..:mrgreen:

      @ danielc094n
      halah..alesyan!😈

      @ alex
      enggak. males. 8)

      @ blogie
      jangan-jangan kamu juga suka njiplak?😈

      *suudzon*😆

      @ silly

      Ndak suka dech…. ngapa gitu mesti nyeplak karya orang. Malu2in ajahhhh.

      masih punya malu, mbak?😆

      *digetok*

    54. Alex Yang Tidak Nonton Si Dick™ berkata:

      Saya kok tidak yakin kalo belum ditonton pilemnya Tora yang njiplak itu🙄

      Cuma liat kopernya doang?😯
      Don jud a buk bai its koper lho…
      Mana objektifitasmuh? Mana objektifitasmuh?

      *ditelen idup2*

      Uhm… bicara jiplak-njiplak ini susah lho, Tik. Saya baru dari blognya Pak Guru di Borneo itu. Nah, si fansnya Dewa saja bisa ngotot begitu mbenerin penjiplakan Mr. Dhani yang emang sux itu! yang ditulis Amed.

      Susah… masih ada kebiasaan enggan ngaku salah sih pekerja seni kita ini. Tidak semua memang, cuma sayangnya ya begitu itu orang-orang yang justru udah punya reputasi lagi.. 😐

      *komen serius biar tdk dibakar*:mrgreen:

    55. Alex berkata:

      aku baru tau kalo poster si tora itu TIRUAN abis-abisan. Ini adalah budaya generasi instan, malas, nggak mau mikir, mau enaknya dewek….kepengen untung doan, dan semacamlah……..kapan indonesia ini mau maju..semuanya niruuuuuuuuuu…..lihat juga konyol spt Mamamia, Indonesia idol, AFI itukan jiplakan dari luar semua…..weleh-weleh….

      jangan-jangan blog juga ada yang niru……

      ayo..kita nggak boleh berputus asa, yuk berkreatifitas…

    56. cK berkata:

      @ abeeayang™
      *mengamini*

      @ alex yang tidak nonton si dick™

      Saya kok tidak yakin kalo belum ditonton pilemnya Tora yang njiplak itu🙄

      tidak yakin apa?😕

      Cuma liat kopernya doang?😯
      Don jud a buk bai its koper lho…
      Mana objektifitasmuh? Mana objektifitasmuh?

      rasanya soal film “namaku dick” itu yang saya bahas posternya, bukan filmnya. coba dibaca ulang.🙄

      Uhm… bicara jiplak-njiplak ini susah lho, Tik.

      anu, nama saya chika.:mrgreen:

      Susah… masih ada kebiasaan enggan ngaku salah sih pekerja seni kita ini. Tidak semua memang, cuma sayangnya ya begitu itu orang-orang yang justru udah punya reputasi lagi..😐

      postingan ini salah satu himbauan aja, supaya gak menjiplak. nyatanya banyak orang-orang yang bereputasi tinggi yang melakukan penjiplakan. tanya kenapa?🙄

      @ alex
      setuju! mari berlomba untuk kreatif.😉

    57. alex berkata:

      postingan ini salah satu himbauan aja, supaya gak menjiplak. nyatanya banyak orang-orang yang bereputasi tinggi yang melakukan penjiplakan. tanya kenapa?🙄

      Jangan tanya saya. Meski saya bereputasi tinggi, saya tdk termasuk diantara mereka kok, chika😎

      *ditebelin tuh chika-nya biar ndak salah lagi*:mrgreen:

    58. Mrs. Fortynine berkata:

      menurut gw chik…dalam beberapa kasus… copy paste itu wajib

      sekali lagi, wajib chik!

      sebab, copy tanpa paste adalah kegiatan yang takada gunanya aliyas siya siya…
      😆

      *digobang cK*

    59. cK berkata:

      @ okta sihotang

      apalagi anak IT, copy paste is commonly😉

      tapi copy-paste secara jantan aja. alias minta ijin dulu.:mrgreen:

      @ plain love
      opo ki?😮

      @ alex
      guut..:mrgreen:

      @ mrs. fortynine
      *gobang siwi*😈

      @ iphan
      huuuuu…

      @ stey
      tenang, mbak. jangan histeris gitu..😆
      yah…inilah potret bangsa kita sekarang..🙄

      @ sandal
      hehehe…itu termasuk.:mrgreen:

      ntar saya bahas di blog kok..😛

    60. sandymc berkata:

      soalnya kalo bikin yang baru2 / kreatif.. gak bakalan untung.. orang2 kita kan gak berani invest dibidang2 yang baru.. kalo dah jelas2 untung, baru deh dibikin ulang..

      cik.. gua demen deh kl km nulis yang kayak gini.. moga2 sutradaranya liat..

      salam ‘katrok’ buat om sutradara :p

    61. cK berkata:

      @ ale
      halah..😆

      @ sandymc

      soalnya kalo bikin yang baru2 / kreatif.. gak bakalan untung.. orang2 kita kan gak berani invest dibidang2 yang baru.. kalo dah jelas2 untung, baru deh dibikin ulang..

      tampaknya ini salah satu alasan kenapa orang takut membuat yang orisinil. mereka lebih melirik yang sudah laku diluar sana dengan jalan pemikiran apabila laku di luar, maka di dalam negri pun akan laku..🙄

      mudah-mudahan aja ada sutradara atau pihak produksi yang membaca post ini..😐

      @ galihyonk
      silakan. kalau nge-link bebas kok..😀

    62. sagung berkata:

      Ada Kamu, Aku Ada
      Iya, emang ga menjual blas (menurut sayah seh)

      pernah dosen saya bilang “kalo nyontek tuh gpp asal yang SMART, jangan asal2an apalagi ketahuan”.

      terjemah saya …..
      mbacem/nyontek laporan atau tugas ada beberapa macam cara.
      1. Ngganti font doang *pecontek goblok nih*
      2. Ngganti warna, font dan ukuran kertas *pecontek agak goblok dikit*
      3. Ngganti style (replace kata, paragrap, font, warna, numbering, posisi, dll) *pecontek agak pinter dikit*.
      4. Kombinasi nomor 3 dengan menambahi yang perlu dan mengurangi yang gak perlu *pecontek lumayan*
      5. Diambil ide, gagasannya dan kesimpulannya. Kemudian diolah dan dikembangkan dengan cara yang benar-benar berbeda dan alur yang berbeda sesuai diri kita sendiri. *Sudah nggak begitu keliatan contekannya*

      Mereka termasuk mana yah??

    63. cK berkata:

      @ aaronelyazar
      hahahahaha…amit-amit ya penjiplakan itu..😆

      @ sagung
      kayaknya yang nomer 1,2 dan 3..😆

      *sengaja dicoret*

      @ gm.
      kalau mencantumkan sumber, itu bukan menjiplak, tapi kupipes.:mrgreen:

      selama menyebutkan sumbernya, tidak apa-apa. karena itu berarti menghargai penulis aslinya..😀

      @ nrl
      saya belum nonton sih.😕

    64. egra redo berkata:

      ane sepakat sama penjiplakan yang semakin tidak tau diri ini….
      sampai-sampai lagu band terkenal padi yang baru pun ada kemiripan yang berarti (kalo ga mau dibilang njiplak) dengan salah satu penyanyi barat legendaris…
      nb : entar gua publikasikan di blog gw……
      SECEPATNYA !!!!
      sekalian mau cari bukti baru……
      (detektip kale….)

      salam kreatif

    65. mokks berkata:

      ini bedanya wong kito ma tetangga2.
      di asia timur (jepang, korea, taiwan, cina, hongkong) dan india, remake film asing, lagu dan karya seni lainnya biasa aja. karena pada dasarnya mereka lebih enjoy produk lokal (walo dibikin sama persis dg produk barat).
      tp kita yg terlalu dicekoki budaya dan pendidikan barat (walo setengah mateng), hal itu bikin ribut dan lgs maki2.
      cari deh, film laris hollywood pasti ada versi asia timur dan india.
      lagu2 barat jg begitu

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s