Dear Diary: Konser MUSE di Istora Senayan, Jakarta

Sejak sebulan sudah terdengar berita bahwa MUSE akan konser di Jakarta yaitu pada tanggal 23 Februari 2007. Awalnya konser ini akan diadakan di Hall A Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Namun karena suatu alasan, arena konser pindah menjadi Istora Senayan.

Saya yang ngefans berat dengan Muse dari lagu-lagunya yang superb hingga si vokalis Matt Bellamy, tentu sudah antisipasi sejak jauh-jauh. Mulai dari mengosongkan jadwal pada tanggal tersebut hingga rela tidak nonton ke bioskop (salah satu hobi saya) demi membeli tiket MUSE. Namun Dewi Fortuna sedang hinggap ke saya. Tiba-tiba boss mengatakan “Ntar kamu aja ya, yang ngeliput MUSE”. Aduh…alhamdulillah banget!!!! Berarti saya ngirit donk karena nggak perlu beli tiket MUSE ehehehe…

Seminggu ini saya terus menelpon pihak Java Musikindo untuk meminta ID Press supaya leluasa untuk meliput. Namun hingga hari yang ditunggu-tunggu, saya belum mendapatkan ID tersebut. Dengan modal nekat dan cari tahu, rekan kerja saya Pipit, menelpon Mas Munadi, photographer plus reporter yang cukup kondang diantara wartawan lainnya. Pipit diberitahu supaya datang aja ke Press Conference. Disana baru dikasih ID Press. Dengan modal nekat plus dadakan karena di kantor ga ada mobil, saya bertiga dengan Pipit dan Kiky melesat ke Hotel Mulia. Dengan menggunakan jasa tol (aiyaah…ini malah promosi tol :P) akhirnya saya dan teman-teman sampai tepat pada waktunya. Sampai di Gerbera Room, Hotel Mulia, Jakarta Selatan, saya dan yang lainnya langsung mendaftar. Disana kita diberi goody bag yang berisi file dan korek dari LA L**** (sensor, karena ini adalah merk rokok), dan beberapa wartawan diberi 1 bungkus rokok (bah…saya ga perlu rokok. Saya perlunya MUSE!!).

Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya konferensi pers (konpers) dimulai. Diawali dengan keluarnya Mas Adrie and the gank yang menjelaskan mengenai konser ini serta menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan. Sesudah itu mas Adrie keluar, dan para wartawan diberi peringatan agar ketika konpers berlangsung tidak berdiri, tidak boleh menggunakan blits untuk mengambil foto dan lain-lain.

Akhirnya keluarlah yang ditunggu-tunggu oleh….ratusan pers yang notabene ternyata fans berat MUSE. Walau dilarang menggunakan flash kamera, tetap aja blits berkilat-kilat sepanjang mereka masuk ke ruangan, berjalan, berpose hingga duduk di kursi konpers. Ternyata Matt itu imut banget. Postur tubuhnya nggak tinggi-tinggi banget seperti standar bule. Begitu juga dengan Dom, posturnya nggak beda jauh dengan Matt. Tapi ternyata Chris itu lebih ganteng kalau dilihat langsung. Di fotonya beda banget. Tapi tentu saja, mereka ganteng-ganteng hehehehe….

Kemudian mbak Melanie Subono selaku moderator memperkenalkan MUSE dan menjelaskan bla bla bla (saya nggak inget). Tiba saatnya pada sesi pertanyan. Saya beberapa kali angkat tangan namun karena sialnya saya pendek, lewat terus. Sampai akhirnya saya meminta mic dan berdiri (karena saya ini cukup pendek). Wow…ketiga personel MUSE memandang saya. Sangking groginya, saya langsung nanya tanpa memperkenalkan diri. Saya menanyakan: 1] Kenapa mereka tetap mau datang ke Jakarta padahal ada berita bencana alam, apa ga takut tuh; 2] Apa atau siapa yang menginspirasi mereka dalam membuat album Black Hole and Revelations ini; dan terakhir; 3] Sehabis manggung kira-kira bakal ngancurin gitar nggak? (Note: pertanyaan diajukan dalam bahasa Inggris)

Pertanyaan ketiga itu disambut dengan tertawa oleh personel MUSE. Namun mereka berusaha menjawab pertanyaan pertama dahulu.

Q1. Dom: Awalnya kami juga ragu untuk datang, namun kami sudah diyakinkan Indonesia aman, maka kami memutuskan untuk tetap datang. Lagipula kami mendengar tiketnya sudah terjual, karena itu kami tidak ingin mengecewakan penggemar kami. Jadi kami harus tetap manggung. (jawaban disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorakan dari pers)

Q2. Matt: Beberapa lagu kami Assassins, Soldier’s Poems, Take A Bow, City of Delusion; lagu-lagu tersebut menceritakan tentang Inggris.

Q3. Matt: Terima kasih, tapi kami tidak akan menghancurkan gitar kami karena gitar-gitar tersebut sangat mahal (sambil tertawa dan disambut tertawa oleh pers lainnya).

Buat yang ingin melihat pertanyaan tersebut secara utuh dan dengan bahasa yang baik, bisa klik disini.

Sembari konpers, tangan saya tetap berjalan untuk merekam pembicaraan, memotret tiada henti hingga motret pakai kamera handphone (hehe…ajimumpung nih).

Setelah konpers selesai, semua personel MUSE meninggalkan ruangan. Aduh…cepat sekali. Saya masih belum puas nih. Sayangnya saya nggak bisa mendapatkan wawancara eksklusif. Hix…sedihnya nggak bisa wawancara. Padahal saya sudah menyiapkan pertanyaan. Tak apalah…saya harus bersyukur sudah bisa ketemu mereka.

Selesai konpers, saya dan rekan kerja saya pergi lunch ke Plaza Senayan. Sekalian nanti ke Istoranya jalan kaki aja. Ternyata wartawan yang tadi ikut konpers banyak yang pergi ke PS juga. Sesama wartawan kompak juga ya ehehehe…

Jam menunjukkan pukul lima. Saya memutuskan untuk berangkat ke Istora Senayan supaya nggak telat (padahal mulainya juga masih lama, jam 8). Sekedar antisipasi kali aja ramai atau apalah. Pokoknya untuk hal ini saya mau semuanya berjalan lancar.

Setiba disana, banyak orang mulai mengantri. Rekan kerja saya mulai memotret suasana-suasana di depan pintu. Sekitar pukul 18:30, saya memutuskan masuk ke dalam. Saya diberitahu, pers bebas mau berdiri di festival atau duduk. Untuk menghindari resiko terinjak dan terdorong, gue memilih duduk di tribun sebelah kanan. Dari situ terlihat panggung yang cukup sederhana, namun ada setting yang merupakan ciri khas MUSE apabila melakukan konser (yang bulat-bulat pake plastik). Kemudian ada barang gede (menurut gue itu adalah drum dan alat musik lainnya) yang ditutupi dengan kain hitam.

Pukul 20:00, belum terlihat tanda-tanda keberadaan MUSE. Namun kain hitam tersebut mulai dibuka dan terlihatlah 1 piano putih dan 1 set drum yang keren abis. Para penonton mulai memotret alat-alat tersebut (sebenarnya buat apa ya? Khan nggak ada orangnya?). Lalu keluar para crew dari MUSE. Entah kenapa para penonton pada menyoraki mereka tiap kali mereka melewati panggung atau melakukan check sound. Dasar indo, nggak bisa lihat bule dikit xD.

Akhirnya pada sekitar pukul 20:45, mulailah keluar si ganteng Matt, si imut Dom dan si kekar Chris. Mereka sempat menyapa dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata dan langsung memainkan lagu Knight of Cydonia. Wah…yang namanya kamera, handphone dan sejenisnya langsung nyala. Blits nggak henti-hentinya memotret mereka.

Selama konser saya tetap melaksanakan pekerjaan saya (memotret, menulis urutan lagu serta membuat laporan apa saja yang terjadi disana) untuk bahan tulisan saya nanti. Nggak lupa juga motret pakai hp, dan merekam untuk koleksi pribadi hehehe….

Berikut adalah Track List yang dimainkan Muse:

1. Knight of Cydonia
2. Hysteria
3. Supermassive Black Hole
4. Butterflies and Hurricane
5. Assassins
6. Citizen Erased
7. Hoodoo
8. Apocalypse Please
9. Feeling Good
10. Sunburn
11. Starlight
12. Plug In Baby
13. Time Is Running Out
14. Newborn
15. Map Of The Problematique
16. Stockholm Syndrome
17. Take A Bow

Setelah memainkan lagu Starlight, mereka meninggalkan panggung dan lighting panggung dimatikan. Para penonton kompak menyerukan “We want more”. Saya sih udah tahu pasti nanti balik lagi. Lampu Istora aja masih mati, kalau udah dinyalain semua berarti konser selesai. Tapi saya ikut-ikutan aja teriak “We Want More!!”

Tak lama kemudian mereka keluar lagi dan mulai menyanyikan lagu “Plug In Baby” dan langsung disambung dengan “Time Is Running Out”. Stamina mereka benar-benar luar biasa. Sampai akhirnya mereka menyanyikan lagu terakhir “Take A Bow.”

Konser MUSE benar-benar AMAZING!!! Nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sebelum meninggalkan panggung, mereka mengatakan “We hope we’ll come back soon”. Duh…maunya juga mereka konser dua hari berturut-turut hehehe…

Yah…selesai sudah konser MUSE yang begitu…uuugghhh…sulit untuk diucapkan dengan kata-kata. Masih terasa aura-aura konser MUSE. Rasanya kayak mimpi bisa nonton MUSE. Biasanya saya cuma bisa nonton di TV dan lewat internet, sekarang bisa nonton konser dan tatap muka. Untuk souvenir, saya membeli topi yang waktu sore harganya 25ribu, sekarang turun jadi 20ribu (itu juga hasil nawar). Sayangnya kaos MUSE habis. Tapi kaosnya emang agak aneh sih. Ketahuan banget tempelannya. Ya sudahlah, topi aja juga cukup. Cuma saya nggak enak sama temen saya yang nitip kaos. Abis, khan ga mungkin saya liputan sambil menenteng-nenteng kaos. Aduh…sorry banget ya, Ta. Nanti kalo saya nemu yang lebih bagus, saya beliin deh.

Pas saya mau pulang, ada abang-abang jual boxer. Kata mereka, ini boxer yang sama dengan boxer yang dipake MUSE. Awalnya ga ngerti maksud abang itu. Besoknya saya dapat berita dari koran, katanya MUSE meminta 3 lusin boxer dari Indonesia (Busettt!!! Banyak banget yak? Bagi atu donk!! Bekasnya juga gapapa hehehe jijik banget xD).

Sekian pengalaman saya nonton MUSE. Semoga MUSE bakal menggelar konser lagi di Jakarta. I wish…

[Updated]

Buat yang mau lihat video konser Muse hasil shoot saya, bisa klik disini!

30 thoughts on “Dear Diary: Konser MUSE di Istora Senayan, Jakarta

  1. dhika bellamy x) berkata:

    iaiaia, gwe juga ke sana kooo….konser terkeren yang pernah gew tauuu…padahal gew juga ud nonton di ausie,,tapi kalo di jakarta kerasa banget indonya!!! gwe mau ketemu matt, chris, ma dom lagi!!! CINTA MUSE SANGAT!!! sakin kerennya konser itu gwe nyampe manjadikan tanggal 23 feb sebagai tanggal keberuntungan gwe!!!! MUSE SEKARANG MEREKA DI MANA YA????!!! hiks..hiks

  2. Yogi berkata:

    Wah ternyata tempat duduk mba deket sama gue..
    Gue juga duduk di tribun itu bareng temen2 gw. Kalau mau baca liputan versi gue, silahkan baca di [link]

    Btw salam kenal🙂.

  3. cK berkata:

    @ dhika bellamy x)
    wah…saya ndak tau tuh…

    @ yogi
    salam kenal…🙂

    @ amd
    makanya hijrah aja ke jakarta hehehe…bawa anak binimu kesini😛

    @ aleks
    wah…sayang sekali…

    @ leeloos
    iya nih…guantengnya… *terbayang-bayang wajah matt wordpress bellamy*

  4. det berkata:

    lho chik kok tulisan ini mangslup di reader saya? padahal tanggalnya sudah jadul alias lawas bin basi hehe..

    *pijit leher chika*

  5. funkshit berkata:

    saya heran bukan karena readernya.. tapi perasaan konsernya dah lama kok baru diposting skrg .. komentnya masih sepi pula ..

    btw . . berarti sampe skrg muse blom kenal sama kamu ya cik ??

  6. ichanx berkata:

    huaaaa…. bukan gw doang ternyata yang bingung ya? kok muncul di google reader? ow ow…. *berasumsi mistik bahwa chika memelihara sejenis tuyul dunia maya*

  7. ayuni bellamy exopolitic berkata:

    gw juga nnton !
    waduh ternyata yang curhat yang teriak megang mic itu tohh !
    ahahahaahhaha🙂
    kerennn gila ..
    sumpah ga nyesel gw nonton..
    meski kantong langsung kering (sambil cengar-cengir)* haha

  8. dedew berkata:

    ah serius 2010 mau dateng lagi??
    keren ya muse yg 2007….gue juga nonton, banyak rintangannya pas mai berangkat…ciee….tapi Alhamdulillah sampe sebelum konsernya mulai…jadi ga telat….
    suer pengen nonton lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s