Kontroversi Piala Citra

Baru-baru ini dilaksanakan Festival Film Indonesia, kalau di Amerika setara dengan Piala Oscar. Nah…kalo di Indonesia namanya Piala Citra. Kenapa Citra?? Tau deh…tanya aja ama yang bikin atau search di yahoo/google hehehe…


Seperti yang telah dibahas di beberapa berita nasional maupun infotainment. Sejumlah artis dan filmmaker mengembalikan piala Citra sebagai bentuk protes kepada juri atas hasil pemenang film terbaik tahun 2006 yaitu film Ekskul. Ekskul ini memenangkan dua penghargaan paling bergengsi yaitu Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. Film yang dibintangi Ramon Y. Tungka (ini orang mirip ama temen saya yang lagi kuliah di Aussie, hehe..peace San!) divonis meniru suatu film asing yaitu Taegukgi (diproduksi tahun 2004) yang berasal dari Korea dengan pemainnya antara lain Won Bin dan Jang Dong Gun.

Para filmaker yang lain protes bukan lantaran sirik ga dapet piala Citra. Namun setelah diteliti lebih jauh, ternyata film Ekskul mempunyai kesamaan dengan film Taegukgi yaitu kesamaan illustrasi musik. Salah satu illustrasi musik Ekskul mempunyai komposisi lagu yang sama dengan film Taegukgi, yaitu dalam adegan ketika si pemeran utama (Ramon) mulai kehilangan arah, esmosiā„¢ (ini bahasa saya mengungkapkan kata emosi jadi esmosi) dan ingin menembak orang-orang disekitarnya. Sedangkan dalam film Taegukgi adalah ketika adegan peperangan. (Berhubung saya belum nonton kedua film ini, mohon maaf apabila ada keterangan yang salah. Saya tahu berita ini dari infotainment). Satu lagi hal yang termasuk dalam protes adalah karena film Ekskul yang dibilang based on true event itu ternyata meniru suatu film asing (film dari Jepang) yang berjudul Battle Royal.

FFI pun dinilai tidak serius dalam memilih pemenang. Memang dari jaman baheula, juri FFI dinilai kurang efektif dalam memilih pemenang piala Citra. Hal ini hampir terjadi tiap FFI digelar. Menurut saya film yang selayaknya menang adalah Mendadak Dangdut. Walaupun saya belum nonton film Mendadak Dangdut, tapi setelah membaca resensi film ini, kelihatannya film ini benar-benar memberi angin segar untuk perfilman Indonesia. Bukan karena saya suka dangdut saya milih film ini, tapi karena tema film ini memang benar-benar unik (Saya justru ga nonton film ini karena banyak berbau dangdut. Maaf kalau saya subjektif, tapi saya emang ga suka dangdut). Lagipula kapan lagi lihat Titi Kamal ngedangdut (Saya yakin pas adegan “Neng, neng, ikutan Abang dangdutan yok!” terus pas Titi jawab “NAJIS LO!!”, saya rasa itu dijawab dari lubuk hatinya yang paling dalam hahahaha…. XD).

Salah satu kandidat kuat yang seharusnya menang untuk film terbaik selain Mendadak Dangdut adalah Denias, Senandung di Atas Awan. Pasti banyak yang belum nonton film ini!? Sama. Saya juga belom :P . Berhubung saya belum nonton dan belum baca resensi film ini, saya nggak mau komen banyak-banyak.

Sekarang kita tinggal menunggu aja bagaimana kelanjutan dari kasus ini. FFI saat ini diminta untuk dihentikan sementara oleh masyarakat (atau lebih tepatnya masyarakat film Indonesia) yang menyatakan tidak setuju mengenai hasil voting dewan juri. Kalau baca koran Kompas, bisa dilihat foto Mbak Melly Goeslaw lagi balikin piala Citranya (Saya yakin beberapa dari pemenang ga rela pialanya dibalikin. Kelihatan dari tampang-tampangnya waktu balikin piala tersebut XD).

Tapi….hal ini bikin saya jadi pengen beli DVD nya Ekskul. Emang filmnya kayak gimana ya?? (Berhubung saya jaraaaaang banget nonton film Indonesia. Harap maklum karena saya pecinta film barat ^.^)

About these ads

9 Tanggapan to “Kontroversi Piala Citra”

  1. mr adi Says:

    gwa stuju bgt coz film ekskul tuh ta lyk jd pnrm piala b’gengsi filmnya ga mnrk n’ pemainnya juga. lebih baik film HEART atau BERBAGI SUAMI.

  2. D Says:

    Hai!
    aq br nonton nih film. Penasaran, karena sdh dgr “nama besar” nya. Ternyata, yah… biasa. Gelap, nyadur, aneh.

  3. ^.^ Says:

    nurut gw bgs koq filmny..

  4. cK Says:

    @ all
    saya sampai sekarang belum nonton filmnya hehe :)

  5. avatar_cute Says:

    hhmm..
    kalo menurut gue..
    yang seru dari film Ekskul tuh.. gerakan “patah2nya”…
    eiit.. bukan goyang patah2.. ya.. tapi pengambilan scene-nya yg di bikin semi video klip..
    trus.. pemainnya mayan lah… akting nya..
    tapi… selain itu seh.. ya.. cerita-nya gak logis.. banyak plot2 yang gak realistis.. trus.. sampe ada pertanyaan..”is it really happen in indonesia?” atau.. cuman saduran cerita yg di adaptasi and disesuaiiin ama indonesia aja?..
    well.. biar gimana… film Virgin, masih tetep bisa di jadiin tontonan kok.. waduh.. maksudnya apaa yaaa…?..

  6. Penjiplakan Yang Semakin Ngetrenā„¢ « cK stuff Says:

    [...] orang-orang kita pun melakukan hal yang sama tetapi bukan dalam bidang musik, melainkan film dan sinetron. Seperti sinetron macam Siapa Takut Jatuh Cinta, Impian Cinderella, Candy, Olivia, dan [...]

  7. Muksal Says:

    ya ……….santai j lagi,gx ada persoalan klo ada film kontroversi malahan lebih seru ……………

  8. lisan nista Says:

    udah nonton battle royal belum,komik ama filmnya gua udah,bahkan film taegukgi gua udah nonton…kalo dalm battle royal ga ada ada mirip2nya tuh,sumpah…battle royal para siswa di tuntut untuk saling bunuh kalo mau selamat,dalam tae gukgi film ini menceritakan tentang seorang kakak yang berjuang abis2an buat ngeluarin adiknya dari wajib militer,tau dah kalo musiknya gua ga merhatiin,tapi kalo mirip film barat sih ia tu film…

  9. Andi Dian Anugrah (@dhoopezt_DL) Says:

    ekskul tuh film bagus bnget ,apanya yg jdi maslh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d bloggers like this: